NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. Lo abis dicupalo ng kali ka?

Begitu pintu ditutup oleh Gavin dari luar, Aruna baru menyadari bahwa atmosfer di dalam mobil SUV ini sangat bising oleh teriakan dari baris tengah.

"Woy Rey! Mundur woy! Lo ngapain maju sendirian, Lord belum mati itu!" teriak Evan heboh, jemarinya bergerak cepat di atas layar ponsel.

"Sabar, Bang! Ini sisa darah musuhnya dikit lagi! Triple kill nih gue!" balas Reyhan tidak kalah heboh dengan mulut penuh remah keripik kentang.

Aruna menghela napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang menggila akibat bisikan Gavin tadi. Ia melirik kaca spion luar, melihat Gavin berjalan memutari kap mobil dengan langkah santai, lalu membuka pintu kemudi dan mendudukkan tubuh tegapnya di balik setir.

Begitu Gavin masuk ke kursi kemudi dan menutup pintu, atmosfer di dalam mobil SUV hitam itu mendadak turun hingga ke titik beku. Aruna duduk dengan punggung kaku menghadap ke depan, sementara tangan kirinya mencengkeram erat sabuk pengaman seolah benda itu adalah pelampung penyelamat.

Di kursi tengah, Evan dan Rey yang sejak tadi asyik menunduk menatap layar ponselnya, mendadak mendongak. Sebagai sepupu yang tumbuh besar bersama Aruna, ia memiliki insting yang cukup peka terhadap perubahan hawa ruangan, terutama jika hawa itu bersumber dari sepupunya yang terkenal perfeksionis.

Evan menurunkan ponselnya, bergantian menatap tengkuk Aruna dan profil samping wajah Gavin yang tampak terlalu santai saat mulai memundurkan mobil dari area drop-off.

"Buset... ini AC mobil gue yang rusak atau emang hawa di depan lagi mirip kutub utara, sih?" celetuk Evan sambil memajukan tubuhnya ke sela-sela kursi depan.

"Kok sepi amat? "Aruna berdeham pendek, matanya tetap lurus menatap jalanan yang mulai padat.

"Nggak usah aneh-aneh van, gw lagi capek, urusan kantor lagi banyak."

Matanya menyipit tajam, menatap lilitan kain sutra di leher sepupunya dengan pandangan menyelidik.

"Bentar, deh. Run, lo nggak salah kostum?" tanya Rey, memecah keheningan kabin mobil.

"sore ini lagi panas-panasnya sampai bikin aspal gersang, lo malah pakai syal tebal bermotif bunga mirip orang mau liburan musim dingin ke Jepang. Leher lo kenapa? Amandel? Atau salah urat?"

Jantung Aruna berdesir hebat. Ia buru-buru membetulkan letak syalnya yang sebenarnya sudah sangat rapi.

 " Gw lagi agak kurang enak badan, Ka. AC di ruang rapat kantor tadi dingin banget, makanya leher Gw agak sensitif."

" Yakin lo," Evan belum menyerah. Insting usilnya sebagai sepupu mendadak bekerja dua kali lebih keras.

"Gue tahu lo perfeksionis. Tapi syal itu beneran mencurigakan. Jangan-jangan lo sengaja nutupin sesuatu? Lo... nggak lagi habis dating rahasia sama cowok, kan? Sejak kapan seorang Aruna suka pakai aksesori seheboh itu di hari kerja?"

Tangan Aruna yang mencengkeram tas kerja di pangkuannya semakin memutih.

" Lo abis di cupang kali ka" celetuk Rey

"Rey, bisa diam nggak? Kepala Kakak lagi pening."

"Kalau pening, syalnya dibuka aja, Kak. Biar sirkulasi udaranya lancar," potong Gavin tiba-tiba dengan nada yang terkesan sangat perhatian, namun penuh intrik terselubung.

"Sini, mau saya bantu lepasin syalnya pas lampu merah?"

Mendengar tawaran itu, Aruna seketika menoleh tajam ke arah Gavin. Tatapan matanya seperti ingin mencabik-cabik wajah tampan pria di sebelahnya.

 "Tidak perlu. Saya bisa urus diri saya sendiri, Adik Gavin."

Evan yang melihat interaksi itu langsung tertawa terbahak-bahak, mengira ketegangan itu hanyalah bentuk kekakuan antara wanita dewasa dan seorang berondong.

"Nah, bener kan! Hawa di depan langsung panas dingin. Lo jangan judes-judes amat kenapa, Run sama temen gue. Gini-gini Gavin yang udah nyelametin gue dari tugas nyetir sore ini."

Aruna hanya bisa menggigit bagian dalam bibirnya, berjanji dalam hati akan membalas setiap jengkel yang ditanam oleh berondong sialan ini.

" Kan ada Rey?! Kenapa bukan rey?!' ucap runa sarkas

" Gw gak ikut sampai rumah ka, turun di mini market depan. Ada perlu" ucap Rey

"vin, nanti kita mampir ke minimarket depan dulu ya. Gue mau beli rokok sama titipan nyokap." ucap Rey

" Siap, Bos," jawab gavin santai.

Tepat saat mobil berhenti di lampu merah, Gavin sengaja mengetuk-ngetukan jarinya di atas kemudi, lalu berbisik sangat pelan, namun cukup terdengar oleh Aruna yang duduk di sampingnya.

 "Ternyata sepupu Kakak jeli juga ya soal syal itu. Mau dilepas sekarang... atau mau saya yang lepasin nanti pas mereka turun?"

Aruna seketika menoleh ke arah Gavin, tatapan matanya tajam menghunus, berjanji akan ada pembalasan yang kejam setelah ini.

***

"Gue turun bentar ya, mau beli rokok sama air mineral," ujar Evan sambil menepuk bahu Gavin. Sedangkan Rey sudah turun terlebih dahulu dan berpamitan.

Tanpa menunggu jawaban, Evan langsung membuka pintu tengah dan melompat turun menuju minimarket berlogo merah-biru di tepi jalan. Pintu mobil tertutup dengan dentuman pelan.

Seketika itu juga, keheningan yang mencekam kembali menguasai kabin mobil SUV tersebut.

Aruna menahan napasnya. Begitu bayangan kaka sepupunya menghilang di balik pintu kaca minimarket, Gavin langsung mematikan lampu sein, memindahkan persneling ke posisi Park, dan memutar tubuhnya menghadap Aruna.

"Nah, sekarang tinggal kita berdua, Kak," ucap gavin dengan suara beratnya yang kini terdengar jauh lebih intim dan berbahaya.

Aruna tidak sudi menoleh. Ia tetap menatap lurus ke depan, meremas tali tas branded-nya hingga kukunya memutih.

"Amankan saja mobilnya, Gavin. Jangan cari masalah di sini."

Gavin terkekeh rendah. Tangan kanannya terangkat, dengan santai bersandar pada sandaran kursi Aruna, membuat jarak di antara mereka mengikis secara drastis. Aroma maskulin dari tubuh Gavin kembali mengusik kewarasan Aruna.

"Kenapa jutek banget, sih? Padahal semalam Kakak manja banget waktu meluk leher gue," goda gavin tanpa beban.

"Gavin" Aruna akhirnya menoleh cepat, matanya menyalang penuh amarah yang sejak tadi ia tahan di depan dua saudaranya.

 "Stop bahas malam itu! Kamu sengaja kan melakukan semua ini? jemput saya ke kantor, bahkan mengancam saya soal... soal Dominic!"

Mendengar nama kakaknya disebut, senyum miring di bibir Gavin semakin melebar. Ia mencondongkan wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata Aruna yang sedang bergetar panik.

"Oh, jadi Kakak udah tahu kalau gue adiknya Dominic?" bisik Gavin penuh kemenangan.

 "Gimana rasanya, Kak? Stres melarikan diri dari perjodohan sama bos disegani, tapi ujung-ujungnya malah berakhir di ranjang adiknya?"

Wajah Aruna memucat, namun ego dan harga dirinya menolak untuk terlihat lemah di depan berondong berusia sembilan belas tahun ini.

"Kamu pikir saya takut?" gertak Aruna, suaranya diusahakan sekuat mungkin.

 "Kalau kamu berani macam-macam atau membocorkan hal ini ke keluarga saya, saya sendiri yang akan mendatangi kakakmu. Saya akan bilang kalau adiknya yang masih bau kencur ini sudah mengganggu ketenangan hidup saya!"

Gavin yang mendengarnya tidak gentar. Sebaliknya, gavin justru tertawa renyah, sebuah tawa yang terdengar sangat meremehkan ancaman Aruna.

"Silakan, Kak. Datang aja ke Kak Dom," tantang Gavin santai.

 "Tapi Kakak perlu tahu satu hal. Data pribadi Kakak yang ada di ponsel gue sekarang... itu dikirim langsung oleh Kak Dom beberapa jam yang lalu. Dia tahu semua tentang Kakak. Dan dia... udah kasih restu ke gue untuk ngejar Kakak."

Kalimat Gavin barusan sukses membuat seluruh pasokan udara di paru-paru Aruna menguap seketika. Dominic sudah tahu? dominic memberikan restu? Gila!

Belum sempat Aruna mencerna syok yang menghantamnya, ekor mata gavi menangkap sosok Rey yang berjalan keluar dari minimarket membawa kantong plastik belanjaan.

gavin dengan cepat memundurkan tubuhnya kembali ke posisi mengemudi, memasang wajah polos tak berdosanya dalam hitungan detik. Sebelum Evan membuka pintu mobil, gavin melirik Aruna sekali lagi dengan kedipan mata yang menyebalkan.

"Pasang sabuk pengamannya yang bener, Kak Calon Pacar. Perjalanan kita ke rumah orang tua Kakak masih panjang," bisik gavin tepat sebelum Evan membuka pintu tengah mobil.

Begitu Evan menutup pintu tengah dan melemparkan sekotak rokok ke atas dasbor, ponsel di pangkuan Aruna mendadak bergetar hebat. Layar gawai itu menyala, menampilkan nama kontak yang paling dihindari Aruna sepanjang hari ini "Kanjeng Ratu ".

Seketika, atmosfer di dalam mobil kembali menegang. Aruna menatap layar itu dengan pandangan horor, sementara gavin melirik dari sudut matanya dengan senyum miring yang tertahan.

***

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!