Takdir adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa kepada kita. Baik itu kematian, jodoh, musibah, kaya atau miskin dan lain sebagainya.
Namun dalam kehidupan seorang pengusaha muda yang sukses dan berlimpah harta, sebut saja namanya Ricky Aditya Grisham. Baginya menjalani hidup adalah menentukan sebuah pilihan. Takdir hanyalah hasil akhir dari kecermatan saat menentukan pilihan.
Ia pernah menyalahkan takdir yang tidak mewujudkan keinginannya. Ia lebih memilih untuk mewujudkannya sendiri dari pada harus menunggu.
Namun ia tersadar saat ia mulai bisa membuka hatinya dan perlahan hatinya mencair saat tanpa sadar ia telah jatuh cinta kepada seorang gadis konyol yang dijodohkan oleh kakeknya.
Bertemu dengannya adalah sebuah takdir. Menjadi temannya adalah pilihan, tapi jatuh cinta dengannya itu diluar kendalinya.
Arabella Azalea Malik adalah gadis cantik dengan kehidupan yang sangat sederhana yang telah mampu meluluhkan hati seorang Ricky Aditya Grisham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Menuruti Kakek
Tuan Ronald merasa sangat yakin kalau Bella gadis yang pas dan cocok menjadi istri Ricky. Ia sudah menyayangi Bella semenjak Bella dengan tulus menolongnya kemarin.
Akhirnya orang tua Bella pun menyetujui dan mereka sepakat. Namun, Bella masih belum bisa menerima perjodohan ini. Tapi ia juga tidak sanggup untuk menolaknya.
"Maaf kek. Boleh aku meminta satu permintaan?" Ucap Bella dengan pelan menatap kakek Ronald dan Ricky langsung menatap Bella dengan wajah dinginnya.
"Katakan!" Ucap Kakek Ronal.
"Aku hanya ingin tetap bisa hidup seperti biasa..emm..maksudku, aku ingin melakukan aktifitas seperti yang aku lakukan setiap harinya, dan aku juga ingin bekerja setelah lulus kuliah nanti meski aku sudah menikah." Ucap Bella dengan serius sedikit menunduk menatap Kakek Ronald.
Seketika Ricky mengernyit menatapnya. Ia merasa tidak percaya. Ternyata masih ada gadis bodoh seperti Bella. Banyak sekali wanita yang berusaha menggoda dan mendekati Ricky hanya karena Ricky berlimpahan harta.
Meskipun sangat Ricky mampu merubah kehidupan keluarga Bella tanpa harus Bella capek bekerja, tapi dengan bodohnya Bella masih ingin bekerja setelah menikah dengannya.
'Dia benar-benar lugu atau memang bodoh?' Ucap Ricky mencibir Bella dalam hati. Seharusnya Bella merasa senang dan bisa memanfaatkan perjodohan ini untuk merubah kehidupan keluarganya yang miskin ini. Namun pemikiran Ricky salah besar.
Ricky masih bersnggapan kalau semua wanita itu sama saja. Meraka hanya menginginkan hartanya saja dan tidak ada yang benar-benar tulus mencintainya.
***
Keesokan harinya. adalah hari sabtu. Ricky tidak pergi ke perusahaanya.
Ia memberikan libur dihari sabtu dan minggu untuk semua karyawanya yang bekerja di perusahaannya, kecuali untuk security dan karyawan hotel juga restorannya yang telah diberi jadwal kerja sendiri.
Ia biasa menghabiskan waktunya saat dirumah dengan berolahraga dan mengobrol dengan kakeknya.
Setelah sarapan, Ricky dan kakeknya duduk disofa yang tak jauh dari kolam renang ditaman belakang rumahnya yang begitu luas.
Ditaman tersebut terdapat kolam ikan dengan air mancur disebelahnya dan disisi lain terdapat tanaman bunga dan buah yang begitu indah dan segar.
"Ricky, terimakasih karena kamu menyetujui permintaan kakek. Kakek sangat yakin, kamu tidak akan menyesal dengan pilihan kakek." Ucap kakek kepada Ricky dengan tersenyum bahagia.
Ricky menatap kakeknya dengan wajah tanpa ekspresi. Walau masih belum bisa menerima tentang kenyataan ini, yang terpenting ia selalu bisa melihat kakeknya tersenyum bahagia kepadanya.
"Asal kakek tidak bersikap seperti kemarin lagi padaku, aku rela melakukan apapun untuk melihat kakek bahagia."
'Bahkan harus mengorbankan kebahagiaanku!' Lanjutnya dalam hati.
"Ricky, percayalah dengan kakek! Arabella..gadis yang sangat baik dan tulus. Kamu harus bisa menghilangkan rasa sakit hatimu dan cobalah untuk membuka hatimu kembali untuk Arabella! Arabella gadis yang sangat berbeda dengan masa lalumu." Ucap kakeknya menatap serius Ricky.
"Aku tau kakek selalu memikirkan dan mengkhawatirkanku. Aku ini masih muda kek. Aku masih punya banyak waktu memikirkan untuk menikah!" Jawab Ricky sambil menatap kakeknya dengan wajah melas.
"Ya kamu benar! Kamu masih sangat muda dan masih punya banyak waktu untuk hidupmu Ricky. Tapi tidak untuk kakek." Ucap kakek dengan wajah yang berubah menjadi sedih.
Ricky mengernyitkan keningnya menatap kakeknya yang berubah menjadi sedih. Ia meraih tangan kakeknya dan menggenggamnya.
"Kek, kenapa kakek jadi bicara seperti itu? Kakek harus selalu sehat dan berumur panjang!" Ucap Ricky merasa bersalah.
"Aku minta maaf, bukan maksudku untuk membuat kakek bersedih seperti ini! Bukankah aku sudah menyetujui permintaan kakek? Lalu kapan kakek akan mengadakan acara untuk lamaranku?" Lanjutnya mencoba menghibur kakeknya.
Seketika kakeknya kembali tersenyum.
"Kakek semalam sudah memikirkan itu Ricky. Kakek ingin acara lamaranmu besok diadakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga saja! Jangan sampai orang luar tau apalagi para reporter pemburu berita!" Jawab kakek pada Ricky. Ricky paham dan menganggukan kepalanya.
"Kalau begitu kakek yang tentukan saja tanggalnya, aku yang akan mengurus acaranya!" Ucap Ricky pada kakeknya.
Kakek pun segera menghubungi orang tua Bella memberi tau mereka acara lamaran untuk Bella.
Dan mereka telah sepakat, minggu depan adalah acara lamarannya.
Ricky mau tidak mau, ia tetap harus siap dan mulai mengurus acaranya ini untuk minggu depan.
***
Sore harinya Ricky terlihat tampak segar keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya.
Rambutnya terlihat masih basah karena selesai mandi, ia bergegas menemui kakeknya yang tadi telah mencarinya.
"Ada apa kakek tadi mencariku?" Tanya Ricky yang melihat kakeknya duduk disofa ruang keluarga, kemudian ia duduk disingle sofa seberang kakeknya.
"Ini kan malam minggu Ricky, jangan selalu menghabiskan waktumu hanya dirumah saja bersama kakek." Ucap kakek membuat Ricky mengernyit tidak mengerti maksud kakek.
"Pergilah keluar untuk jalan-jalan seperti yang dilakukan para anak muda diluaran sana!" Lanjut kakek pada cucu kesayangannya dengan tersenyum.
Ricky semakin mengernyit merasa aneh. Tidak biasanya kakeknya menyuruhnya pergi keluar untuk jalan-jalan. Ia memang lebih senang menghabiskan waktunya bersama kakeknya saat ia dirumah.
Meskipun ia jarang berada dirumah karena kesibukannya yang sering keluar kota atau pulau hingga keluar negeri untuk urusan bisnisnya. Saat dirumah ia lebih senang menghabiskan waktunya untuk berolahraga dan mengobrol dengan kakeknya.
"Kenapa tiba-tiba kakek menyuruhku untuk pergi jalan-jalan? tidak biasanya kakek seperti ini?" Tanya Ricky sambil mengernyitkan keningnya menatap kakeknya.
"Mulai sekarang kamu harus membiasakan dirimu, Ricky! Dan cepatlah ajak calon istrimu itu jalan-jalan supaya kalian akrab dan saling mengenal!" Ucap kakeknya yang seketika membuat Ricky tersedak kopi yang sedang ia minum.
Uhuk..Uhuk..Uhuk!
"Hati-hati Ricky!" Seru kakeknya pada Ricky yang tiba-tiba tersedak.
Ricky masih diam mengatur nafasnya setelah tersedak.
"Ricky, kalian belum berkenalan kan? Jadi, sebaiknya sebelum acara lamaran, kalian harus sering bertemu, dan kamu sebagai pria sejati yang harus menemuinya dan mengajaknya. Cepat sana!" Titah kakeknya pada Ricky.
"Bukankah kakek sudah mengenalnya dengan baik? Dan aku sangat percaya dengan pilihan kakek. Jadi, aku tidak perlu melakukan itu kek!" Ucap Ricky menolak usul dari kakeknya dengan wajah tanpa ekspresi.
'Yang benar saja! Aku harus menemuinya dan mengajak gadis bodoh itu bermalam minggu? Ini sangat konyol!' Batin Ricky merasa kesal.
Kakeknya masih terus memaksa Ricky untuk menemui Arabella supaya mereka bisa dekat dan saling mengenal. Meskipun kakeknya sudah mengenal baik bagaimana Bella yang menurutnya memang gadis yang sangat baik, tulus dan pantas untuk menjadi istri dari cucu kesayanganya ini.
Namun kakeknya ingin melihat kedekatan Ricky dengan Bella layaknya sepasang kekasih.
Ricky juga sudah mengetahui informasi semua tentang Bella dan keluarganya setelah kemarin ia menyuruh Dion untuk mencari tau.
...*****...
...Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, terimakasih banyak!🙏🏻😍😍😍...