NovelToon NovelToon
Love My BIG Boss

Love My BIG Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:50.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Evelyn12

Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.

Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!

Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?

Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7 BERTEMU BOS MUDA

Mobil Kalista berhenti tepat di depan gerbang sebuah rumah yang sangat besar dan super megah. Cat rumah itu didominasi oleh warna putih dan gold. Tampak dua orang Penjaga membukakan gerbang untuk mobil Kalista.

"Selamat datang, Nona Kalista!" Sambut mereka.

Kalista dan Yuki turun dari mobil, Kalista menyerahkan kunci mobilnya pada Pak Dirga, Satpam di sana untuk memarkirkan mobilnya.

"Waw! Gede banget rumahnya, baru kali ini aku melihat rumah segede ini. Ini mah bukan rumah, ini istana!" Yuki tak berkedip memandang apa yang ada di depannya. Sedangkan Kalista hanya tersenyum melihat ekspresi Yuki.

"Ayo kita masuk!" Ajak Kalista.

Kalista dan Yuki disambut para Penjaga dan Asisten Rumah Tangga yang lain. Ada banyak pekerja di sana yang punya tugas masing-masing. Sesuai untuk rumah sebesar ini.

Sesampai di dalam rumah, Kalista dan Yuki disambut Mery, Wanita yang berusia sekitar tiga puluh tahunan. Dia adalah Ketua Asisten wanita di rumah ini.

"Selamat datang Nona Kalista, ada yang bisa saya bantu, Nona?"

"Oh ya! Mer, perkenalkan ini Yuki. Tadi Tuan nyuruh aku tambahin lagi Asisten di rumah ini."

"Salam Mbak, saya Yuki." Yuki bersalaman pada Mery.

"Saya Mery, kalau mau tanya-tanya masalah kerjaan jangan malu tanya sama saya ya, semoga betah di sini."

"Terimakasih banyak ya, Mbak."

*

"Yaudah Mer, aku pamit dulu. Mau lanjutin liburanku yang tertunda, ntar kalo Tuan udah pulang ajakin Yuki menghadap ke Tuan, ya." Kalista berpamitan.

"Mbak Kalista, terimakasih banyak ya sudah ngasih kerjaan ke Yuki."

"Iya sama-sama, semoga betah kamu di sini. Jangan mengecewakan Tuan, ya!"

"Iya, Mbak."

"Yasudah, aku pamit semuanya!"

__________

Mery mengantar Yuki ke kamar khusus untuk para Asisten di sana. Ada banyak kamar yang saling berdempetan ruangannya, tapi sudah diisi dengan para Asisten yang lain, ada Sumi, Yana, Maya, Cindy dan Sari yang dari tadi berdiri menyambut Yuki , Total ada lima Asisten wanita, mereka berumur sekitar dua puluh lima tahunan. Sepertinya BOS mereka ini suka yang muda-muda, hehe. Ditambah Mery yang merupakan Koordinator para Asisten yang saling membantu mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini, dari memasak, bersih-bersih, dan lain-lain. Kini Asisten wanita di rumah itu ada tujuh ditambah Yuki.

Kebetulan ada satu kamar kosong untuk Asisten yg terpisah dari kamar lainnya, kamar itu tepat berada di bawah tangga untuk menuju lantai atas.

"Ini kamar kamu ya, Yuki. Silahkan ditempati. Anggap saja kamar sendiri."

"Terimakasih, Mbak."

__________

Baru saja Kalista memasuki mobilnya, tiba-tiba HP nya bergetar lagi, di sana tertulis nama "BOS BESAR" sedang menelpon.

"Ya, Bos?"

"Gimana?"

"Heh! Jangan remehkan Kalista, ya! Ini juga aku abis anterin dia ke rumah Bos, sekarang aku mau pulang, mau lanjut liburan."

"Good job!"

__________

Setelah beberapa jam menunggu, sepertinya Bos besar sudah pulang.

"Selamat datang, Tuan." Mery menyabut Bosnya

"Asisten barunya mana, Mer?"

"Ada, Tuan."

"Bawa kesini!"

Mery menemui Yuki yang sedang membereskan kamarnya.

"Yuki! Yuki sini! Itu Tuan Muda udah pulang, ayo sambut!" Panggil Mery

"Bersikaplah yang baik, biar bisa mengambil hati Tuan, dan menyenangkannya." Lanjutnya,

Yuki bergegas menemui Tuan Muda, ditemani Mery.

"Ini Tuan, pegawai barunya."

"Iya. Kamu bisa melanjutkan pekerjaan Kamu sekarang!"

"Baik, Tuan."

Mery berlalu, meninggalkan Yuki bersama Tuan Muda yang kini menjadi Majikan nya sekarang.

Yuki terus menunduk di hadapan Majikannya itu.

"Siapa namamu?"

"Yu-Yuki, Tuan." Yuki masih menunduk.

"Umur?"

"Delapan belas, Tuan."

"Kecil sekali".

"Lihat kesini!"

Yuki mengangkat wajahnya melihat sang majikan.

Dan....

"HAH??!"

Keduanya sama-sama kaget.

"Kamu pria yang waktu itu, kan?!" Teriak Yuki.

Ya benar, ternyata Majikannya adalah Tuan Muda Elzel Putra Pratama.

"Kamu lagi!" Tuan Elzel masih ingat wajah Yuki yang saat itu marah-marah tidak jelas padanya.

"Jaga sikapmu! Aku Majikanmu sekarang!"

"Maaf, Tuan." Yuki kembali tertunduk.

Tuan Elzel berlalu meninggalkan Yuki, Yuki bingung apakah dia tidak boleh bekerja di sini, karena sepertinya Tuan Elzel tidak suka kepadanya. Yuki tidak mau kehilangan pekerjaan ini, dia nekad mengikuti langkah Tuan Elzel sambil menarik-narik jas Tuan Elzel seperti anak kecil yang minta uang jajan ke Bapaknya.

"Tuan... Terimalah aku kerja di sini!" Yuki mengiba.

Tuan Elzel menoleh dan memperhatikan wajah Yuki yang memelas.

"Lucu sekali."

"Tuan... aku mohon, aku sangat butuh pekerjaan ini."

.....

"Mandi sana! Kamu pasti belum mandi, kan? Bau!" Tuan Elzel mengalihkan pembicaraan dan kemudian berlalu dari hadapan Yuki berjalan menuju kamarnya.

"Mau minta kerjaan malah disuruh mandi, aneh banget!" Celetuk Yuki yang tentu saja Tuan Elzel mendengarkannya.

"Jadi aku ini diterima atau enggak?"

"Tapi apa benar aku bau?"

Yuki mengangkat kedua tangannya ke atas, mencium-cium keteknya secara bergantian.

"Acem juga, hehe."

Tuan Elzel yang dari tadi memperhatikan Yuki dari teras atas hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala.

1
Eva
lanjut
INem
0
juwita
mampir thor
Edah J
karena iri sampe setega itu sama teman sendiri🙄😏
Edah J
Aku tuhh udah curiga sama si Khanza tuh waktu membanding"kan hidupnya dengan Yuki pas waktu lulus sekolah 🙄 dan kentaranya waktu pas Yuki ke butik tempat kerjanya si Khanza itu😏
Edah J
anak sama anak sebelas dua belas rupanya🤦
Edah J
Nah kan,kannn🙄😏
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
Edah J
semoga Khanza tidak seperti buah kedondong ya🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
Edah J
aduuh....takutnya bertemu sama pa Badrun
Edah J
Tidak semuanya bisa di beli dengan uang boss
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""
Edah J
sampai part ini baguss👍
Edah J
like selalu mewakili 😁😁😁👍👍👍
Edah J
yahhh....buka pabrik teh celup ini mah🙄😏✌️✌️✌️
Edah J
terus lanjutt👍👍👍
Edah J
Isi daftar hadir dulu☝️
Bella Hasibuan
Luar biasa
nick name
keren
Nurul Komaria
Kecewa
Nurul Komaria
Buruk
Azhure
bersalin baju? bukankah bersalin=melahirkan? terus bapaknya siapa itu kalau bersalin baju? 🤔🤔🤔 BERGANTI kali thor masak iya BERSALIN 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!