Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Harap maklum jika typo masih berkeliaran di setiap sudut cerita.
_______
Adeeva duduk di kursi di kamar pengantin. Melepas sepatu yang dari tadi menyiksa kaki dan tumitnya yang sangat luar biasa sakit.
Tangan Adeeva memijak kakinya yang terasa sakit. Hingga seseorang memasuki kamar dan Adeeva tidak mengetahuinya.
"Apa kakimu sakit" suara Tegas dan berat itu mengagetkan Adeeva.
"Oh tuhan, kau mengagetkanku" seru Adeeva.
Adeeva menatap Arion yang berdiri di depannya.
"Kenapa kau masuk kesini"
"Ini kamarku, aku berhak masuk kesini semauku" seru Arion. Arion mendudukan dirinya di sebelah Adeeva menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.
"Tidak, sepertinya aku yang harus pergi dari sini" Adeeva segera berdiri dan bersiap untuk melangkah, namun tangannya lebih dulu di cekal oleh Arion dan di tarik agar Adeeva kembali duduk di sampingnya.
"Apa kau ingin membuat semua orang di rumah ini curiga, karen pengantin wanitanya keluar setelah pengantin pria masuk" seru Arion dengan suara yang teramat sangat dingin.
"Bukankah kita tidak boleh menyentuh saru sama lain dan di kamar ini hanya ada satu tempat tidur. Aku tidak mau satu tempat tidur denganmu" seru Adeeva.
Arion menaikkan sebelah alisnya, dan menatap Adeeva lekat.
"Memangnya siapa yang mau tidur satu ranjang denganmu"
"Lalu, aku tidur di mana. Satu satunya tempat tidur ya hanya itu. Atau kau akan menyutuhku tidur di sofa ini" Adeeva menatap Arion tidak suka.
"Aku tidak sejahat itu pada Wanita, atau lebih tepatnya pada wanita yang baru ku nikahi" Seru Arion.
Arion berjalan meninggalkan Adeeva yang masih duduk di kursi.
Arion menggeser pintu yang Adeeva tahu adalah Walk in Closet yang ada di kamar ini.
"Kemarilah"
Arion meminta Adeeva untuk mengikutinya dan mau tidak mau Adeeva mengikuti langkah Arion.
Walk in closet ini sangat luas. Namun matanya tertuju pada pintu kaca yang tertutup gorden.
Arion membuka gorden itu dan terlihat sebuah kamar rahasi yang sangat nyaman. Di dalam juga tersedia kamar mandi tapi jika baju bisa menggunakan walk in Closet yang sama.
Kamar yang biasa di pakai Arion jika dia bosan di kamar Utama. Tidak ada yang tahu tentang kamar ini kecuali Pak Imam kepala pelayan dan pelayan yang selalu membersihkan kamar Arion.
"Kau bisa tidur di sini" Seru Arion dingin.
Adeeva masuk dan memperhatikan ruangan sekelilingnya.
"Tidak buruk, baiklah kita akan menjaga Privasi masing-masing jika begini"
Arion tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Adeeva sendirian.
"Dia dan semua ke angkuhannya, terserah lah yang penting aku ingin istirahat" seru Adeeva.
Adeeva segera merebahkan tubuhnya Merasakan empuknya kasur yang membuatnya nyaman. Tanpa Adeeva sadari Arion mendengar semua yang di ucapkannya dan menutup kembali pintu yang menghubungkan kamarnya dan Kamar Adeeva.
Arion langsung membersihkan dirinya, hari ini sungguh melelahkan baik untuk Adeeva maupun Arion sendiri. Namun ini adalah awal untuk Arion mencoba menerima status barunya sebagai suami.
Arion keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melelit pinggang rampinggnya, itu semua biasa Arion lakukan namun tidak dengan Adeeva.
Adeeva yang melihat itu langsung memalingkan pandangannya. Bagi Adeeva ini adalah pertama kalinya dia melihat seorang pria bertelanjang dada.
Arion menatap Adeeva, "Ada apa"
"Tidak Hanya ingin keluar sebentar" seru Adeeva, entah mengapa jantungnya mulai berdetak dengan ritme yang lebih cepat.
Adeeva segera menundukan kepalanya dan berjalan menuju pintu.
Namun sebuah suara menghentikannya.
"Biasakan dirimu denganku yang seperti ini, karena kedepannya kau akan selalu melihatku bertelanjang dada"Seru Arion tidak terbantahkan.
Adeeva menatap Arion yang masih berdiri di tepi ranjang.
"Akan aku usahakan, tapi bisakah kau memakai bajumu ketika aku mencoba terbiasa denganmu, kau paham bukan"
"ini rumahku dan aku berhak untuk melakukan apapun"
"Terserah kau saja, aku tidak akan bisa menang jika berdebat dengan mu"
Arion menaikkan bahunya acuh, mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambutnya yang basah. Adeeva yang melihat itu kembali memalingkan wajahnya.
Sepertinya berada di dekat Arion yang saat ini sedang bertelanjang dada membuat jantungnya tidak sehat.
P.S
Maaf agak lama buat up, semoga kalian menikmatinya.