Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB7
" padahal gue kira nona Xarena udah benar-benar berubah,gara-gara kemarin sempat bilang makasih sama kita pas acara penyambutan itu " ucap Siti.
" lah,bukannya tadi si nona nyuruh kita juga pakai kata tolong yah...udah kemajuan pesat itu menurut gue" ujar Rina menimpali.
" yah gak gitu,maksud gue iniloh barang-barang masih baru,masih pada bagus,kenapa di buangin,kan sayang " gerutu Siti sambil mengemas barang-barang dari kamar Xarena.
" iya juga sih,apalagi ini barang-barang hadiah dari den Leon " ucap Rina.
" iya kan...aneh kan " ujar Siti yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Rina.
" apa tu yang aneh....kasih tau dong...! " bisik Xarena yang tiba-tiba saja merangkul pundak Siti dan Rina dari belakang.
" eh....enon..ng....ngg...nggak non." jawab Siti gugup.
" ss...sss......si....siang non....As....Assalamualaykum " ucap Rina yang tak kalah gugup dari Siti.
" sebenernya...saya non muslim...tapi... Waalaykumussalam " jawab Xarena santai.
Tanpa mereka sadari,sebenarnya Xarena sudah sejak tadi mendengar pembicaraan mereka berdua,hanya saja Xarena sengaja membiarkan mereka karna ia berpikir mungkin ia bisa mendapat gambaran tentang bagaimana sifat Queen dulu lewat obrolan siti dan Rina.
" sepertinya kalian tahu banget tentang saya yah..? " ucap Xarena sambil memandang lekat wajah dua pelayan yang ternyata masih seumuran Xarena itu.
" mmm...maaf non " ucap Siti dengan nada putus asa.
" okey,kali ini kalian saya maafin,asal kalian mau menceritakan segala hal yang kalian ketahui tentang saya,sebelum saya amnesia,gimana..? " ujar Xarena memberi penawaran.
" iya non tentu saja kami mau " ucap Rina dan Siti bersamaan.
" inget ya...semuanya,jangan ada yang di tutupin,di bagus-bagusin,di lebihin atau di kurangin " ucap Xarena yang hanya di jawab dengan anggukan oleh kudua pelayan tersebut.
Sejujurnya Rina dan Siti merasa sangat lega setelah mendengar penawaran dari Xarena ,karna kalau seandainya yang berhadapan dengan mereka sekarang adalah Xarena yang dulu,resikonya bukan cuma di pecat,tapi juga di tampar berkali-kali seperti beberapa rekan mereka dulu yang ketahuan saat menggunjing Xarena.
Akhirnya Xarena,Siti dan Rina melanjutkan pembicaraan mereka di dalam kamar,di situ Siti dan Rina menjelaskan segala hal yang mereka ketahui tentang nona mudanya itu,tentang sifat Xarena yang manja,tempramen Xarena yang buruk,tentang bagaimana perlakuan Xarena pada pelayan-pelayan di mansion,juga tentang seberapa bucinnya Xarena pada Leon.
Tak lupa Rina dan Siti juga menceritakan soal pelayan pribadi Xarena,orang yang dulu selalu ada di samping Xarena.
" jadi dulu gue punya pelayan pribadi ni ceritanya,terus dia di pecat karna menurut Leon gara-gara dia gue jatoh dari balkon.." tanya Xarena.
" iya non,kalau gak salah namanya....agak-agak mirip sama nama hantu yang sering saya lihat di chanel youtube horor jurnal misteri non " jawab Siti.
" hah....siapa..?kunti..? " tanya Xarena.
" bukan non " jawab Siti singkat.
" wewe gombel,suster ngesot,kuyang..? " tanya Xarena lagi,namun Siti hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" ituloh non...hantu yang ada kata Belanda-Belandanya itu loh..." ucap Rina menimpali.
Sejenak Xarena berpikir.
" ooo....maksudnya Noni Belanda " ucap Xarena sambil melempar pandangan julid pada dua pelayan recehnya itu.
" aa....iya non...Nonik namanya " jawab Siti dengan wajah Sumringah.
Xarena hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan random dua pelayannya itu.
" okey...nanti coba aku tanya sama mama atau papa deh soal si Nonik ini " ucap Xarena mengakhiri obrolan mereka.
Setelah selesai ngobrol dengan Siti dan Rina,Xarena kembali mengurung diri di kamar,ia berencana menulis langkah-langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya untuk menghilangkan sepenuhnya kontrol Leon dalam hidupnya.
Karna menurut cerita yang baru saja ia dengar tadi,Queen dulu sangat amat bucin dan bergantung pada Leon,dan hampir segala hal dalam hidup Queen di atur oleh Leon,termasuk keputusan Queen untuk tidak meneruskan pendidikan nya ke jenjang perguruan tinggi bahkan untuk membeli apapun gadis itu harus meminta izin terlebih dahulu karna semua kartu ATM miliknya di pegang oleh Leon.
" padahal kalau di lihat dari banyaknya buku yang lo koleksi,gue yakin kalau lo itu anak yang pinter Queen,tapi sayangnya bulol " gumam Xarena sambil melihat sekeliling kamar.
Saat Xarena larut dalam lamunanya tiba-tiba ting...ada bunyi notifikasi handphone yang menandakan ada pesan masuk.
" sayang,mas minta maaf yah soal kemarin,mas janji gak akan kayak gitu lagi,oh ya,para maid bilang hari ini kamu habis ngedekor ulang kamar kan...sebagai tanda permintaan maaf,mas sudah pesan custom beberapa boneka tedy bear khusus buat kamu " bunyi pesan yang di kirim Leon pada Xarena.
" gue lupa,masih ada ni HP " ucap Xarena lalu
Brak.....
" eh...jatuh, maaf gak sengaja " ujar Xarena lalu membanting handphone pemberian Leon tersebut sekeras mungkin hingga layarnya pecah dan mati.
" yah...rusak deh " ucap Xarena dengan senyum jailnya kemudian menenteng handphone tersebut menuju ke ruang keluarga untuk menemui Rani dan Aditya yang sedang bersantai di sana.
Gadis itu memutuskan untuk mencoba berbicara serius pada kedua orang tuanya itu,tentang beberapa hal termasuk rencananya untuk membatalkan pertunangan nya dengan Leon.
" mah..pah..." sapa Xarena sopan.
" ya nak...ada apa" jawab Aditya lembut.
" sudah selesai dekor kamarnya..? " kini Rani yang bertanya.
" iya mah....ehmmm Rena mau ngomong sesuatu mah,pah " ucap Xarena.
" apa nak...sepertinya penting " ujar Aditya.
" ehmm...sebenarnya Xarena mau lanjut kuliah dan..." ucap Xarena ragu-ragu.
" lalu..?"
" apa boleh kalau pertunangan Rena dan Leon "
Belum sempat Xarena menyelesaikan perkataannya,tiba-tiba saja Leon masuk dan menyapa para inti keluarga Bagaskara itu.
" selamat malam " sapa Leon ramah.
"dih....mahluk anomali ini lagi " gumam Xarena pelan.
" masuklah Leon " ucap Rani.
" sepertinya kalian sedang membicarakan hal penting,maaf kalau kedatangan saya mengganggu"
" tidak...justru kebetulan sekali kau kemari Leon,apa kau tau..Xarena baru saja bilang kalau ia ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi " ujar Aditya sumringah.
Bukannya menjawab,Leon malah manatap tajam ke arah Xarena,seolah menuntut penjelasan pada tunangannya itu,sedangkan Xarena yang di tatap seperti itu tentu saja tak mau kalah,gadis itupun membalas Leon dengan tatapan julid level maksimal miliknya.
" bukankah kita sudah mendiskusikan soal ini,kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran Ren..? " tanya Leon lembut.
" itu sebelum aku amnesia,sekarang beda lagi dong" jawab Xarena santai.
" nanti kita bicarain lagi yah soal ini yah,kamu baru sembuh aku takut kamu kenapa-kenapa" bujuk Leon.
" bener juga kata Leon Ren...kamu kan baru aja keluar dari rumah sakit,mama takut kamu kenapa-kenapa " ucap Rani.
" aku cuma kuliah mah...bukan mau perang" gerutu Xarena.
" kamu bosen yah di rumah terus,mau liburan,atau mau belanja yuk mas temenin yah,bukannya mas ngelarang kamu,tapi mas takut aja kamu gak terbiasa dengan lingkungan universitas ,kan selama ini kamu apa-apa selalu bergantung sama mas" ucap Leon lembut seolah tengah membujuk anak kecil yang sedang merajuk.
" oh gini cara mainnya...." gumam Xarena saat menyadari kalau di balik perkataan lembut Leon tersirat makna yang memojokkannya seolah ia tak akan pernah bisa melakukan apapun tanpa bantuan dari Leon.
" papa please,Rena cuma mau belajar jadi lebih baik lagi,Rena cuma mau mencoba buat mendiri dan keluar dari zona nyamannya Rena,Rena sadar selama ini Rena terlalu bergantung sama mas Leon,sampai-sampai kartu-kartu Rena pun harus mas Leon yang pegang,Rena gak mau ngerepotin mas Leon terus...Rena mau jadi anak yang bisa banggain mama sama papa " ucap Xarena dengan jurus manis manja level maksimal miliknya.
Aditya dan Rani kaget sekaligus bahagia melihat putrinya yang selama ini menutup diri pada mereka kini justru menunjukkan sikap manjanya,namun berbeda dengan Leon,lelaki itu kini tengah berusaha menahan amarahnya saat melihat Xarena yang sudah berani terang-terangan melawan perkataannya di depan Rani dan Aditya.