NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21: Teritori Sang Predator

System Glitch

Part 21: Teritori Sang Predator

Waktu: 18:30 PM

Apartemen rahasia Madeline Claire terasa sunyi. Stella berdiri di depan cermin, mengamati pantulan dirinya.

Untuk pertemuan malam ini, ia memilih tampilan yang mengintimidasi namun tetap menawan: sebuah gaun midi lurus berwarna hitam pekat berbahan silk yang dilapisi dengan trench coat panjang berwarna senada.

Rambutnya diikat rapi ke belakang menjadi ponytail rendah yang tajam.

Ia menyemprotkan White Tea & Peony di pergelangan tangan dan lehernya, bersiap masuk ke dalam kandang singa.

Tiba-tiba, layar biru menyala di depan wajahnya.

[ Ding! ]

[ Misi Harian Diaktifkan! ]

[ Misi: Untuk menguji batas kesabaran target, pakailah lipstik merah menyala yang paling menor dari koleksi Stella yang asli sebelum berangkat ke markas Blake Group. ]

[ Hadiah: 15 Poin Karma. ]

[ Hukuman Gagal: Pengurangan 20 Poin Karma & Kesialan Ringan (Tersandung setidaknya sekali dalam waktu dekat). ]

Stella menatap layar itu dengan ekspresi datar yang mematikan. Ia melirik Vix yang sedang melayang sambil mengunyah apel imajiner.

"Kau bercanda, kan?" desis Stella.

"Aku sudah bersusah payah membangun citra CEO yang elegan dan waras pagi tadi, dan sekarang kau menyuruhku datang ke markas Neo Hayes Blake dengan dandanan seperti badut lampu merah?"

"Itu namanya tes mental, Host," sahut Vix santai. "Sistem ingin tahu apakah pesonamu masih bekerja kalau penampilanmu kembali kacau."

"Persetan dengan tes mental," Stella melipat kedua tangannya di depan dada.

"Tolak misi. Aku tidak peduli dengan poinnya. Aku lebih baik tersandung di jalan daripada harus duduk berhadapan dengan pria mengerikan itu sambil memakai lipstik merah murahan."

[ Konfirmasi: Host menolak menjalankan misi? ]

"Ya. Tolak."

[ Ding! ]

[ Misi Gagal! ]

[ Hukuman dieksekusi: 20 Poin Karma ditarik. Efek 'Kesialan Ringan' diaktifkan selama 3 jam ke depan. ]

Stella merasakan sengatan listrik statis yang sangat kecil di ujung jarinya, tapi ia mengabaikannya.

"Lebih baik kehilangan poin daripada kehilangan harga diri." Ia menyambar tas kerjanya dan melangkah keluar dari apartemen.

Waktu: 19:50 PM

Markas Besar Blake Group, London

Gedung pencakar langit itu tampak seperti benteng hitam yang menjulang di tengah malam kota London. Hanya beberapa lantai yang lampunya masih menyala, menandakan staf eksekutif yang sedang lembur.

Stella melangkah masuk ke lobi yang sepi. Liam sudah berdiri di sana, menunggunya dengan postur tegap seperti biasa.

"Selamat malam, Nona Rosewood. Tuan Blake sudah menunggu di ruangannya," sapa Liam.

Walaupun pria itu berusaha profesional, tatapannya sedikit waspada, seolah takut Stella tiba-tiba melakukan goyang pinggul lagi atau bertingkah 'gila' lainnya.

"Malam, Liam. Pimpin jalannya," balas Stella dengan senyum tipis yang anggun, sama sekali tidak berniat mengulangi kegilaan semalam.

Mereka masuk ke dalam lift khusus yang melesat mulus ke lantai teratas. Tepat saat Stella melangkah keluar dari lift, efek hukuman dari sistem bekerja.

Ujung sepatu hak tingginya tersangkut pada celah kecil pembatas pintu lift yang terbuat dari besi.

Tubuh Stella terhuyung ke depan.

"Ah!"

Dengan refleks yang cepat, Stella berhasil menyeimbangkan tubuhnya dengan berpegangan pada dinding marmer sebelum wajahnya mencium lantai.

Liam menoleh dengan panik, tapi Stella segera berdiri tegak, merapikan mantelnya seolah ia hanya sedang meregangkan otot kaki.

"Hanya... tes kualitas marmer lantai kalian," ucap Stella datar, menutupi rasa malunya.

Vix tertawa terbahak-bahak di udara. "Nikmati kesialanmu, Nona Keras Kepala!"

Liam hanya menelan ludah dan menuntun Stella menuju pintu ganda besar di ujung lorong berbatu pualam gelap.

Ia membuka pintu itu, mempersilakan Stella masuk, lalu menutupnya kembali dari luar.

Ruang kerja Neo Hayes Blake sangat luas, dingin, dan minim cahaya, didominasi oleh perabotan berwarna ebony dan aksen logam. Di balik meja kerja yang menghadap ke jendela raksasa kota London, Neo sedang duduk bersandar.

Sebelum Stella masuk tadi, Neo sedang memutar-mutar sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua di tangannya.

Begitu mendengar suara pintu terbuka, pria itu dengan cepat namun tenang memasukkan kotak tersebut ke dalam laci mejanya, menguncinya rapat-rapat.

"Kau tepat waktu, Rosewood," suara serak dan berat Neo memecah keheningan.

Stella melangkah mendekat. Aroma Dark Musk dan Leather di ruangan ini sangat pekat, namun entah mengapa tidak lagi terasa menyesakkan.

Stella justru merasa kewaspadaannya meningkat tajam.

"Aku selalu menghargai waktu," jawab Stella, menarik kursi di seberang meja Neo dan duduk.

Ia meletakkan map biru miliknya di atas meja. "Kecuali kau lebih suka aku datang terlambat dan menangis di depan pintumu sambil membawa sebotol wine seperti di masa lalu?"

Neo mendengus pelan. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mengunci tatapannya pada wajah Stella.

Tidak ada lipstik merah, tidak ada eyeliner tebal. Hanya wajah tegas yang memancarkan kecerdasan.

"Aku sudah membaca draf kasarmu," Neo menunjuk map biru itu dengan ujung pena mahalnya.

"Anggarannya dipotong sebesar 30% dari rencana awal Arthur. Kau membuang tiga vendor peralatan broadcasting besar dan menggantinya dengan vendor indie. Jelaskan."

Perang dimulai. Stella memajukan tubuhnya, aura dominannya memancar.

"Tiga vendor besar itu adalah kroni pamanku," jelas Stella, nadanya lugas tanpa keraguan sedikit pun.

"Mereka menaikkan harga sewa alat hingga empat kali lipat dari harga pasar dan membaginya dengan Arthur di belakang layar. Vendor indie yang aku pilih punya teknologi kamera yang sama persis, harganya masuk akal, dan yang paling penting, mereka bebas dari korupsi keluargaku."

Alis Neo sedikit terangkat.

Fakta bahwa Stella tidak hanya tahu tentang penggelapan itu, tapi juga sudah melakukan riset vendor pengganti dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, kembali mengusik rasa takjub di dalam dada Neo.

"Dan bagaimana kau yakin vendor kecil itu bisa memenuhi tenggat waktu produksi kita?" Neo menantang, menguji seberapa jauh wanita ini bisa mempertahankan argumennya.

"Karena aku sudah mengamankan kontrak penalti dengan mereka siang tadi," Stella menyeringai tipis.

"Kalau mereka terlambat satu hari saja, mereka harus menanggung 50% biaya kerugian penyiaran. Mereka butuh nama Blake Group di portofolio mereka, jadi mereka akan bekerja sampai berdarah-darah untuk tidak gagal."

Hening.

Mata obsidian Neo menelusuri wajah Stella. Ada kepuasan yang mematikan di dalam sorot matanya. Argumen Stella tidak tertembus.

Wanita ini kejam, pragmatis, dan sangat cerdas kualitas yang sangat dihormati oleh Neo di dunia bisnis.

Neo tiba-tiba berdiri.

Pria itu berjalan mengitari meja besarnya, melangkah mendekat hingga berhenti tepat di samping kursi Stella. Jarak mereka kini kurang dari setengah meter.

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!