NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:553.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisha A

Terjebak di antara dua pilihan yg sulit, antara kakak beradik yg dua duanya ada di hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisha A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7 Hati Berbunga bunga

"Kamu makan lah, ini buatanku." Rendi meletak piring di meja yang berisi nasi goreng special karena terdapat telur dan ayam suwir diatasnya.

"Ini kamu yang masak?" Tanyaku memastikan.

"Aku bilang kan buatanku, bukan masakanku" Jawab Rendi sambil tersenyum aneh.

Aku mengerutkan dahi dengan raut wajah bingung dengan maksud dari ucapannya.

"Yang ini buatanku" Jari telunjuknya menunjuk di pinggiran piring yang baru kusadari terdapat tulisan disana.

"I LOVE YOU" Itu lah tulisan di pinggiran piring yang kutahu terbuat dari saus sambal.

"Ah taiiyangggg.. taiiyanggg." Gemasku sambil mengelus-ngelus pipi Rendi.

Bukankah sesederhana ini saja untuk membuatku berbunga-bunga? Ah Rendi saking cueknya dia, seperti ini saja sudah hal yang so sweet bagiku.

"Memangnya kalau hanya di pandangi terus begitu bisa bikin kenyang ya?" lagi-lagi pertanyaan Rendi meleburkan lamunanku yang sedari tadi hanya senyum-senyum memandangi tulisan di pinggir piring itu.

"Eh, hehehe iya deh ini mau aku makan kok" Perlahan tapi pasti kusantap nasi goreng special yang memang terasa sangat enak, apalagi saat dimakan dalam keadaan perut yang lapar, namun tidak dengan saus sambalnya, saus sambalnya tidak ku sentuh sedikit pun, karena pikirku terlalu sayang jika harus dirusak wkwk.

"Ah kenapa aku harus senorak ini sih? Seperti anak ABG yang baru jatuh cinta saja." gelak ku dalam hati.

"Setelah ini mau kemana lagi?" Tangan Rendi mengusap pelan ujung bibirku seperti tengah membersihkan sisa makanan yang menempel.

"Pulang saja deh, takut ibu cemas" Jawabku.

"Sebelum menjemputmu, aku sudah menelpon ibumu, aku minta izin agar kamu bisa pulang agak telat"

"Tapi kayaknya hari ini aku beneran lelah sayang, kamu tau kan setiap hari Senin pasti sangat ramai yang bayar cicilan, gak habis-habis dan terus berdatangan." Jelasku panjang lebar ke Rendi bermaksud membujuknya untuk langsung mengantarku pulang saja. di

"Ya sudah kalau begitu, kita jalan sekarang, aku antar kamu pulang."

"Sayang kayaknya aku mau ke toilet dulu sebentar."

"Ok aku tunggu kamu di mobil." Jawab Rendi yang kemudian berjalan menuju mobilnya.

Dan entah kenapa yang kulakukan saat masuk toilet malah membuka ulang DM dari Juan dan dengan Refleks langsung ku balas.

"Dihh, si adik mulai genit ya" b

Balasanku ke Juan, namun tak menunggu waktu lama langsung ada balasan darinya.

"Adik? Memangnya kamu seyakin itu aku bakal jadi adikmu ha?"

Membaca balasan DM nya membuat dahiku berkerut bingung, bingung dengan maksud perkataannya, juga tambah bingung mau membalas apa.

"Apa maksudnya? Ah sudahlah." Batinku.

Aku pun segera menyusul Rendi ke mobilnya.

Sepanjang perjalanan menuju rumahku, Rendi terus merangkul ku, menyandarkanku pada bahunya, sementara ia tetap fokus dengan kemudinya. Terasa aroma maskulin tubuh Rendi yang selalu segar, berbeda denganku yang kurasa sudah hampir bau keringat akibat seharian kerja hampir tanpa istirahat.

"Yah macet sayang," Ucap Rendi membuat mataku yang belum lama terpejam kembali terbuka.

kulihat ke arah kaca depan mobil yang memang sudah padat dengan mobil dan motor yang terhenti.

"Emm ya sudah mau gimana lagi?" Jawabku singkat sambil kembali ku sandarkan badanku dibahunya dan tanganku memeluk pinggangnya.

Terasa olehku rendi mengelus rambutku dengan penuh kelembutan, kemudian dia memalingkan wajahnya ke arahku.

"Sepertiny kamu benar-benar lelah." Satu tangannya yang dari tadi memegang kemudi berpindah mengelus pipiku, aku mengangguk manja dengan bibir sedikit manyun.

Melihat ekspresiku membuat Rendi jadi tersenyum kecil, oh ya ampun terlihat manis sekali.

Cuppp...

Sontak mataku membulat sempurna saat bibirnya kembali landing di bibirku yang masih manyun, bibirnya terasa hangat dan lembut. Aku pun menyambut ciumannya dengan sedikit kugigit bibir bawahnya, bisa kulihat dia tersenyum di tengah-tengah ciuman kami. Apa kah aku terlihat terlalu nakal? Oh ayolah ku yakin kalian paham bagaimana posisiku.

Jalanan benar-benar macet total, membuat Rendi leluasa menciumiku cukup lama, bahkan aku tak tau sudah berapa lama kami melakukannya, sampai akhirnya bibir Rendi tak kurasakan lagi ada dibibirku, namun tiba-tiba kurasakan lagi bibirnya mulai turun ke area leherku, diciuminya leherku sambil menghembuskan nafasnya ke area yang lumayan sensitif itu. Kelakuannya membuatku merasa geli tapi sekaligus menikmati atas apa yang ia lakukan.

Tin.. Tin..

Mataku yang tengah terpejam menikmati sentuhan bibirnya di leherku sontak melotot kaget mendengar suara klakson dari mobil di belakang kami, ternyata jalan di depan mulai sedikit longgar, Rendi yang ikut terkejut juga langsung menghentikan aksinya sembari langsung menginjak gas. Ku rapikan rambutku yang jadi sedikit berantakan akibat ulah Rendi, ku usap bibir ku yang basah dengan satu ibu jariku.

Wajahku memerah malu dan terasa jantungku masih berdegub dengan cepat, begitu juga kulihat Rendi yang juga tampak menahan malunya atas perbuatannya barusan sambil kembali fokus mengemudi karena jalanan mulai lengang, suasana di mobil kembali hening.

Sesampainya dirumah, Rendi ikut turun mengantarku hingga masuk rumah dan langsung menduduki sofa tanpa canggung.

"Ada yang ingin ku sampaikan sebelum aku pulang" Rendi membuka obrolan tanpa basa-basi

"Apa?" Dahiku berkerut penasaran.

"Mulai besok hingga Enam hari ke depan, aku akan pergi ke Surabaya" Jawab Rendi pelan.

"Ha, Surabaya? Ngapain? Kenapa mendadak begini?" Seketika bibirku langsung mengerucut dengan muka sedikit kesal.

"Aku mau cek lokasi untuk cabang Cafe disana, sepupuku yang tinggal disana sudah menemukan lapak yang cocok untuk aku buka cabang disana." Tangannya mengelus rambutku mencoba memberi penjelasan.

Ini pertama kalinya kami akan berpisah selama itu, selama ini Rendi selalu ada untukku, bahkan hampir tak pernah ada hari yang terlewat tanpa bertemu, walau kadang hanya sekedar menjemput dan mengantarku pulang dari bekerja.

"Apa-apaan ini? Baru beberapa puluh menit yang lalu lelaki ini membuatku serasa terbang dengan perlakuannya yang manis. Namun sekarang sudah membuat mood ku rusak seketika." Ketusku dalam hati.

"Oh jadi ini alasannya kenapa kamu bertingkah aneh, yang tiba-tiba marah gak jelas, terus tiba-tiba mendadak jadi sweet? Iya?" Tanyaku yang merasa kesal.

"Gak gitu sayang, aku perginya cuma sebentar kok. Hanya lebih kurang seminggu."

"Ya sudah lah iya aku mencoba mengerti, jam berapa besok kamu pergi?"

"Aku mengambil penerbangan pertama sayang"

"Ya sudah kamu hati hati ya, kabarin kalo sudah mau berangkat"

"Pasti dikabarin kok"

"Ya sudah kamu pulang sana, agar bisa istirahat yang cukup."

"Iya sayang aku pamit dulu ya."

"Bu, ini Rendi mau pamit pulang bu" Teriak ku dari ruang tamu kepada ibuku yang kulihat tengah santai diruang TV menonton sinetron favoritnya.

"Oh sudah mau pulang ya?" Tanya ibuku saat baru beranjak dari duduknya.

"Iya ni Bu, sekalian pamit juga mau pergi ke Surabaya selama seminggu.'" Tutur Rendi sambil tangan nya menyalami tangan ibu.

"Oh iya kah? Ya sudah, hati-hati ya nak" terlihat ibuku sedikit mengusap rambut Rendi bertepatan saat Rendi menyalami tangan ibuku.

"Cieee sepertinya akan ada yang galau ni hahaha" Ledek ibu lagi sambil melirik ke arahku yang sejak tadi sudah tidak bersemangat.

Dan hanya kubalas dengan senyuman yang terpaksa.

Mobil Rendi pun berlalu, meninggalkan ku yang masih terpaku di depan pintu sejak melepas kepulangannya tadi, tak luput sebelum memasuki mobil tadi dia mencium keningku sedikit lama.

"Ah Dasar Rendi, Kenapa pintar sekali membolak-balikkan perasaan orang?" Ketusku dalam hati.

Aku pun menutup pintu utama, dan langsung memilih untuk masuk ke kamarku, lalu menjatuhkan diri ke kasur. Ah hari yang melelahkan.

Bersambung...

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, coment, dan vote ya untuk mendukung Author menciptakan cerita yang lebih baik** :)

1
Rena Roy
Lumayan
Rena Roy
Buruk
sakura09
wkkw...aku suka bgt ini alurnya seru bgt
sakura09
alurnya seru bgt...sampe jingkrak"sendiri....keren
Dhita Rosmalia
akh pasti aku ga akan bisa move on dr Juan Thor 🥰🥰🥰
Erloviana Messakh Dethan
keren
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Faridah Usman
hadeeh. Icha...ichaa.....sadar Icha....
Faridah Usman
aasyeek...
Lita Fediyani
bner2 crita terkerennddd...
tp bnr ada yahh crita gni d dunia nyata
iyaa Smngtt trs y KK👍👍👍👏👏
Nika Nugraha
ichaa nya masih labil , belum bisa mastiin hati nya sepenuh nya buat rendi
Aprilia Amanda
yaelah cha knp harus boong sih😌 knp juga setuju sm permintaan nya juan? ih kesel😌
Aprilia Amanda
tp dia kan pacae abang lu😌
Aprilia Amanda
emang nasinya punya mata?🤣
Aprilia Amanda
kok feeling ku icha sm juan ya? gatau juga sih😂
Aprilia Amanda
visual juan sejuta novel thor😂
Rizky
Omg akhirnyaaaaa selamat yaa thor ceritamu luar biasa menghiburrr
Rizky
Yahhh beneran tamat ini?? Seriusss????
Rizky
Jgn sampe mami ola datangg
Rizky
Sedih campur deg deg an aduh gimana sihhh ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!