NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Hari sabtu berlalu dengan sangat cepat tanpa ada kejadian yang berarti bagi Budi.

Kini hari minggu sore yang sangat ditunggu tunggu akhirnya tiba membawa semilir angin sejuk.

Budi berdiri di depan cermin kamarnya dengan perasaan yang sedikit berdebar.

Dia mengenakan kemeja biru muda kesayangannya dan celana bahan hitam yang disetrika sangat rapi.

Rambutnya disisir ke belakang memberikan kesan wajah yang bersih dan berwibawa.

'Tinggal sentuhan terakhir untuk memastikan malam ini berjalan sempurna.'

Budi membuka lemari bajunya dan mengambil botol kaca kecil berisi cairan keemasan.

Itu adalah Parfum Karisma Pria Sejati yang dia dapatkan dari sistem dua malam yang lalu.

Budi membuka tutup botol tersebut dan mengarahkannya ke bagian dada kemejanya.

Crut. Crut.

Suara semprotan halus terdengar saat cairan keemasan itu menyentuh kain kemejanya.

Aroma wangi yang sangat mewah langsung menyebar memenuhi seluruh penjuru kamar kosnya yang pengap.

Wanginya merupakan perpaduan antara aroma kayu manis tua, daun mint segar, dan sentuhan maskulin yang sulit dijelaskan dengan kata kata.

Hanya dalam hitungan detik Budi bisa merasakan ada hawa hangat yang menyelimuti tubuhnya.

Dia merasa kepercayaan dirinya meningkat tajam namun pikirannya tetap sangat tenang dan rileks.

"Sistem ini memang tidak pernah main main kalau memberikan barang ajaib."

Budi tersenyum menatap pantulan dirinya lalu memasukkan botol parfum itu kembali ke dalam lemari.

Dia mengunci pintu kamarnya dan melangkah keluar menuju jalan raya.

Jarak dari kosannya ke Kedai Nasi Goreng Pak Mamat hanya butuh waktu sepuluh menit berjalan kaki.

Budi sengaja datang lima belas menit lebih awal dari jadwal yang disepakati yaitu pukul tujuh malam.

Sesampainya di depan kedai, Budi melihat tempat itu sudah dipenuhi oleh antrean pengunjung.

Lampu neon merah kuning di atas ruko itu bersinar terang mengundang siapa saja yang lewat.

Budi mendorong pintu kaca dan langsung melangkah masuk ke dalam area makan yang berpendingin ruangan.

Ting tong.

Beberapa pengunjung wanita yang duduk di dekat pintu tanpa sadar langsung menoleh ke arah Budi.

Mereka menatap Budi sedikit lebih lama dari biasanya seolah olah ada magnet tak kasatmata yang menarik perhatian mereka.

Budi menyadari tatapan tatapan itu dan hanya membalasnya dengan senyuman kecil yang sopan.

'Efek parfum ini ternyata jauh lebih kuat dari yang aku bayangkan.'

Pak Mamat yang sedang sibuk di dapur terbuka langsung menyadari kehadiran Budi.

Pria paruh baya itu menyerahkan spatulanya pada asistennya dan bergegas menghampiri Budi.

"Wah Nak Budi, datang juga akhirnya."

Pak Mamat menepuk bahu Budi dengan sangat akrab sambil tersenyum lebar.

"Malam Pak Mamat, kebetulan saya mau makan di sini malam ini bersama seorang teman."

"Bapak sudah siapkan meja khusus di sudut sana yang paling nyaman dan agak sepi."

Pak Mamat menunjuk ke sebuah meja kayu bersih yang letaknya jauh dari hiruk pikuk pintu masuk.

"Terima kasih banyak Pak Mamat, bapak memang paling mengerti saya."

"Sama sama Nak Budi, teman yang mau diajak makan itu perempuan atau laki laki."

Pak Mamat bertanya dengan nada sedikit menggoda sambil menaikkan sebelah alisnya.

Budi hanya tertawa pelan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Teman perempuan Pak, tolong nanti masakannya dibuat paling spesial ya."

"Beres Nak Budi, nanti bapak sendiri yang turun tangan memasaknya khusus untuk kalian berdua."

Pak Mamat kembali ke dapurnya sementara Budi berjalan menuju meja yang ditunjuk.

Budi duduk dengan tenang sambil sesekali melirik ke arah jam tangannya.

Tepat pukul tujuh malam pintu kaca kedai kembali terbuka.

Sosok Maya melangkah masuk dan langsung membuat Budi menahan napas sejenak.

Malam ini Maya tidak mengenakan seragam minimarket yang kaku.

Perempuan itu mengenakan gaun selutut berwarna merah muda pastel dengan motif bunga kecil yang sangat cantik.

Rambutnya dibiarkan tergerai bebas membingkai wajahnya yang dipoles riasan tipis dan natural.

Budi segera berdiri dan melambaikan tangannya untuk memanggil Maya.

Maya yang melihat lambaian Budi langsung membalasnya dengan senyum manis dan berjalan menghampiri meja tersebut.

"Selamat malam Mas Budi, maaf ya saya datangnya sangat pas pasan waktunya."

Maya menyapa dengan suara lembut sambil menarik kursi di hadapan Budi.

"Malam Mbak Maya, tidak apa apa kok saya juga baru saja sampai."

Saat Maya duduk aroma parfum dari tubuh Budi langsung tercium oleh indra penciumannya.

Gerakan Maya seketika terhenti dan matanya menatap wajah Budi dengan sedikit terpaku.

Rona merah tipis mulai menjalar di kedua pipi Maya.

"Mas Budi wangi sekali malam ini, rasanya sangat berbeda dari biasanya."

Maya bergumam pelan nyaris seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Budi tersenyum hangat dan mencondongkan badannya sedikit ke depan.

"Masa sih Mbak, ini cuma parfum murah yang saya beli di minimarket seberang jalan kok."

"Bohong ah, wanginya enak sekali Mas, bikin perasaan jadi tenang."

Maya menutupi senyum salah tingkahnya dengan sebelah tangan.

Keduanya saling menatap selama beberapa detik sebelum akhirnya pelayan datang membawakan buku menu.

"Mbak Maya mau pesan minum apa malam ini."

"Saya pesan es jeruk manis saja Mas Budi."

"Baiklah, mbak pelayan tolong es jeruk manis dua gelas dan nasi goreng spesialnya dua porsi ya."

Budi memesan dengan suara yang sangat tenang dan berwibawa.

Pelayan perempuan itu mencatat pesanan sambil sesekali melirik curi curi pandang ke arah wajah Budi.

"Baik Mas, pesanannya segera disiapkan."

Pelayan itu tersipu malu dan buru buru pergi ke arah dapur.

Maya memanyunkan bibirnya sedikit melihat tingkah pelayan tadi.

"Mas Budi malam ini sepertinya lagi banyak penggemar ya."

"Tadi waktu saya masuk, mbak mbak di meja sebelah juga matanya tidak lepas dari meja ini."

Budi tertawa renyah mendengar nada cemburu kecil yang terselip dalam ucapan Maya.

"Mana ada penggemar Mbak Maya, saya ini cuma karyawan kantoran biasa yang banyak utang."

"Tapi jujur saja Mas, malam ini Mas Budi kelihatan jauh lebih berkharisma dari bos bos yang sering belanja di tempat saya."

Maya mengatakan itu dengan tatapan mata yang sangat tulus tanpa dibuat buat.

Ini adalah efek langsung dari item pesona yang bekerja memanipulasi persepsi lawan jenis di sekitarnya.

"Mbak Maya juga kelihatan sangat cantik malam ini dengan gaun itu."

Budi melontarkan pujian balasan yang langsung membuat wajah Maya semakin memerah seperti kepiting rebus.

"Terima kasih Mas Budi, ini baju lama kok kebetulan baru dikeluarkan dari lemari."

Suasana canggung namun manis menyelimuti meja mereka berdua.

Tidak lama kemudian pesanan mereka datang dibawakan langsung oleh Pak Mamat.

Dua piring besar nasi goreng dengan topping telur dadar tebal, sosis, dan irisan daging sapi tersaji di meja.

"Ini dia nasi goreng super spesial khusus untuk Nak Budi dan pasangan cantik barunya."

Pak Mamat meletakkan piring itu sambil tersenyum menggoda ke arah Budi.

"Terima kasih Pak Mamat, baunya harum sekali."

Budi menjawab sambil mengedipkan sebelah matanya pada Pak Mamat sebagai isyarat agar pria itu berhenti menggoda.

Pak Mamat tertawa terbahak bahak dan kembali ke dapurnya membiarkan dua sejoli itu menikmati waktu mereka.

"Wah porsinya besar sekali Mas Budi, saya takut tidak habis."

Maya menatap piringnya dengan mata membulat.

"Dimakan pelan pelan saja Mbak Maya, tidak usah dipaksa habis kalau memang sudah kenyang."

Mereka berdua mulai menyendok makanan masing masing.

Sambil makan obrolan mereka mengalir dengan sangat lancar dan hangat.

Maya bercerita tentang kehidupannya yang harus merantau ke Jakarta untuk membiayai adiknya sekolah.

Budi menjadi pendengar yang sangat baik dan sesekali memberikan tanggapan yang menenangkan.

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
Alarycs: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!