NovelToon NovelToon
Secreet Mission With You

Secreet Mission With You

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Menyembunyikan Identitas / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Misteri / Tamat
Popularitas:202.1k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Pertemuan tanpa sengaja, membawa keduanya dalam sebuah misi rahasia.

Penyelidikan panjang, menyingkap tabir rahasia komplotan pengedar obat terlarang, bukan itu saja, karena mereka pun dijebak menggunakan barang haram tersebut.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Akankah, Kapten Danesh benar-benar menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7. Perjalanan Mengesankan•

# 7

“Go! “

“Go!”

“Goooo!!!” 

Di kursi kemudi, Bastian menginjak pedal gas dalam-dalam, hingga membuat mobil kembali melaju dengan kecepatan tinggi. 

Sementara di belakang, Rara serta Marco menatap penumpang asing yang ikut dalam rombongan mereka. 

“Kapt, bisakah Anda jelaskan siapa Dia?” tanya Rara, padahal wanita itu, masih sibuk dengan tiga buah komputer di hadapannya. 

Danesh menoleh ke belakang, ia masih saja kesal dengan wanita tersebut, namun belum bisa menjawab karena posisi mereka belumlah aman. 

Beberapa mobil hitam terlihat masih belum ingin menyerah, mereka terus melakukan pengejaran. Entah sepenting apa informasi rahasia tersebut, hingga mereka seolah kalap ingin menghabisi para penyusup yang membuat kekacauan di tempat mereka. 

Walau mobil sudah melaju dengan kecepatan tinggi, namun sepertinya masih hal itu belumlah cukup, karena mobil-mobil yang mengejar mereka masih terlalu agresif. 

Ramainya lalu lintas malam Ibukota tak menjadi masalah, karena walaupun mobil besar tapi Bastian telah memodifikasi mobil tersebut hingga memiliki kecepatan layaknya mobil balap. 

Namun itu saja belum cukup karena skill mengutak-atik mesin mobilnya, tak sebanding dengan skill mengemudi, apalagi mengemudi di tengah keadaan genting seperti saat ini. 

“Kenapa lewat bahu jalan!!” pekik wanita bergaun merah. 

“ … “ Kecuali Bastian, semua orang kini melirik sinis pada wanita tersebut. “Kenapa melihatku? Aku mengatakan hal yang benar, alih-alih melewati bahu jalan, bukankah akan lebih baik jika melewati lajur kanan?!” ujarnya berapi-api. 

“Sepertinya orang yang menumpang, mulai mulai ingin sok mengatur,” cetus Bastian. 

Brak!!

Dari belakang, mobil yang mereka naiki baru saja ditabrak mobil yang mengejar mereka. 

Dengan senyum sinisnya, wanita bergaun merah tersebut membalas celetukkan Bastian, “aku memang menumpang di mobil kalian, tapi baru beberapa menit saja, aku sudah tahu bahwa mobil ini memiliki sopir yang payah.” 

“Apa kamu bilang?!” tanya Bastian tak terima. 

“Hai setidaknya sebagai orang yang menumpang, tunjukkan sedikit saja sopan santunmu,” sindir Marco, yang mulai ikut kesal, wanita ini yang membuat penyelidikan berbulan-bulan berakhir sia-sia, dan kini ia sok mau mengatur. Padahal selama ini TIM mereka sudah berjalan sangat solid. 

“Sikap sopan? Hah, apa itu masih diperlukan, sementara nyawa dan keselamatan sudah berada di ujung tanduk?” 

Bukannya mereda, Marco justru semakin terpancing amarah. “Kalau begitu, diam! Itu sudah sangat mewakili rasa terima kasihmu.” 

“Iya, baiklah, apakah aku harus menundukkan badan juga? Terima kasih, terima kasih.” Bukannya sadar akan sindiran, wanita bergaun merah tersebut justru menundukkan badan, dengan maksud mengejek Marco. 

“Kelihatan sangat tulus,” cetus Marco. 

“Jadi sebenarnya apa maumu??!!” teriak wanita bergaun merah. 

“YAAAAKKK!!! Bisakah setidaknya kalian diam? Kalian tak lihat, Bastian sedang berjuang menyelamatkan kita??!!” Danesh berteriak kencang, ia bukan orang yang sabar jika dalam keadaan genting. 

Dua orang yang sejak sesaat lalu berdebat, seketika diam, kala sang kapten berteriak kesal. 

“Kapt, sepertinya kita terjebak, aku salah mengambil rute,” lapor Bastian panik. 

“Ah shiii^iiit!!” umpat Danesh, setelah menyadari bahwa mereka terjebak jalan buntu di hadapannya. 

“Mengemudi mobil seperti ini bagaimana mungkin bisa mengejar penjahat.” kembali wanita itu menggerutu. 

Marco yang masih kesal, tiba-tiba berujar. “Kalau begitu, tunjukkan pada kami, bagaimana cara mengemudi yang benar.” 

“DEAL!!” bukannya gentar, wanita itu justru lantang menanggapi tantangan Marco. 

Jarak mereka dengan mobil yang mengejar, semakin dekat, namun Bastian tiba-tiba menghentikan laju mobilnya. “Apa kamu tak waras?!” Tanya Danesh, karena disaat mereka terjepit, Bastian justru menghentikan pelarian.

“Beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa wanita ini tak hanya besar mulutnya saja.” 

Klik! 

Brak! 

   

“Good Choice!!” Tak hanya besar mulut, tapi wanita bergaun merah itu benar-benar membuktikan kata-katanya. 

Dengan wajah berbinar ia duduk di kursi kemudi, “Jangan lupa kencangkan sabuk pengaman kalian.” Wanita itu mengencangkan sabuk pengamannya di bawah tatapan semua orang. 

Ia menoleh ke belakang, namun Danesh sempat dibuat heran karena persneling mobil menunjuk ke arah belakang, sementara kedua kakinya sudah mulai menginjak pedal gas. “Yaaaaakk!! apa yang kau … “

Belum sempat Danesh melanjutkan kalimatnya,  Mobil sudah melaju mundur dengan kencang, sama sekali tak kenal rasa takut padahal mereka melaju melawan arus.

Bahkan wanita bergaun merah tersebut hanya menggunakan satu tangannya saja kala menguasai bundaran setir, 5 buah mobil yang sejak tadi mengejar mereka kini mulai panik, karena mobil yang mereka kejar justru bergerak mundur. 

Bahkan seperti tak kenal rasa takut, mobil besar tersebut terus melaju kendati klakson mobil melengking, di sertai dengan makian mengiringi perjalanan mereka yang tak masuk akal.

Tak masuk akal tapi terjadi, baru kali ini Danesh menaiki mobil yang melaju serta meliuk menghindari mobil-mobil yang berlawanan dengan arus lalu lintas.

“Ya … awaaaasss!!”

“Apa kamu gila!”

“Kita bisa mati konyol!”

“Aku belum ingin bertemu Tuhaaaan!” 

“Aaaaaaa … !!”

Semua penumpang berteriak kencang dalam waktu bersamaan ketika kecepatan mobil semakin bertambah, bahkan menaiki jembatan hingga sedikit melayang ke udara. 

Brak!! 

Suara benturan keras terdengar ketika mobil kembali terhempas ke jalanan, namun jangan dikira mobil berhenti. Karena mobil kembali bergerak ke tikungan, “Ahh … good … perjalanan belum berakhir, jadi jangan dulu bernafas, gaes,” gumannya, sementara tangan kirinya memindahkan persneling ke posisi maju. 

Mobil kembali melaju, kali ini seperti tanpa penghalang, serta tanpa tantangan, karena musuh yang mengejar mereka sudah tertinggal jauh di belakang, dan tak mungkin bisa menyusul.

Wanita itu tampak tersenyum bahagia, ketika mobil kembali bisa berlari kencang ke arah depan. berbanding terbalik dengan penumpang yang lainnya, yang mulai membungkam mulut serta memegangi perut mereka yang terasa mual sejak beberapa menit yang lalu.

Paham bahwa para penumpangnya bermasalah, wanita itu pun menghentikan mobil yang ia kendarai di tempat aman. 

Dan tak menunggu lama, Marco, Bastian, serta Rara keluar dari mobil guna mengeluarkan isi perut mereka.

“Hueeeekk!”

“Hueeeekk!”

“Hueeeekk!” 

Suara muntahan tersebut terdengar menjijikkan, namun mereka tak peduli, karena sepanjang perjalanan perut mereka diaduk tak karuan, rasanya seperti menaiki halilintar di wahana permainan ekstrim dunia fantasi. 🤣

Klik!

Wanita tersebut melepas seat belt serta melemparkan kunci mobil pada Danesh. “Terima kasih, Kapt, perjalanan kali ini benar-benar mengesankan.” Tanpa ia sadari, setiap gerak-geriknya, tak luput dari pengawasan Danesh.

Tak seperti anak buahnya, Danesh tampak biasa saja, usai mendapat kejutan tersebut. Namun benaknya tak henti menyuarakan pertanyaan, tentang siapa sebenarnya wanita tersebut.

Wanita itu kembali melenggang, tangannya melambai sebagai tanda ucapan selamat tinggal, sementara gaunnya melambai tertiup angin malam. Kedatangannya meninggalkan sejuta misteri, tentang siapa dia? Apa tujuannya? Kenapa ia mau membahayakan dirinya sendiri, jika hanya kebetulan berkunjung ke sebuah klub malam.

1
kehaluan
danesh udah punya anak?
kehaluan
aku reader baruu.. dan suka banget ceritanya😍
kayaknya cerita ini sambungan dari judul lain ya?
moon: betul kak.

kisah remaja danesh ada di judul because we are young.
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bikin tegang tapi menarik dan penuh misteri 😘😘
Hariyanti
masih penuh misteri 😲
Visencia Alingga
mantap. semangat berkarya ❤❤❤❤❤
Visencia Alingga
keenakan ya nesh, ampe dol rem nya 🤣🤣🤣🤣
Dian
seruu ceritanya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menurut aku malah sebenernya renata udah cinta sama gerald tp dia ngerasa perasaan cinta nya masih ke danesh, dengan renata memilih berada di sisi gerald di akhir hidup gerald sebenernya nunjukin kalo dia punya rasa sayang walaupun mungkin belum sebesar ke danesh ya 🙂 cuma tragis banget mereka bersatu nya di alam baka 🥲
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Dhera kayaknya nyamar jd bu maria deh wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo di bilang ga becus malah lebih ga becus ibu nya, anak pertama nya pun kan seorang anak dia juga belum di usia yg remaja atau dewasa jd masih butuh juga di dampingi tp dia diminta bantu untuk jaga adek nya ya gapapa tp sebaiknya tetep ada pendampingan orang dewasa, ini nih yg bikin anak pertama seolah berasa mutan ga boleh salah ga boleh sakit karena berasa di lahirin buat jagain adek2 nya 😅
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Annie Soe..
Karya yg bener2 keren, bikin maraton bacanya..
Terus & tetaplah berkarya, hasilkan karya2 keren lainnya..
Lap yu thor..
Annie Soe..
Kang king kung kah ???😄😄
Sunny Kwok
Luar biasa
SLina
thor aqu pun Brokenheart. 😭😭😭
untung ku skip langsung part akhir. entah knp aqu di tim gerald. krn gerald sad end, g jadi read lagi
Mama david
novelnya sungguh luar biasa keren kak👍👍🥰🥰
moon: terima kasih atas apresiasinya, Kak 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
karin
Bu maria nama sarmaran. Nama asli nya adera. betulkan thorr
Ari Carla
sudah ku duga
dewi oktaviah
aaaaaaa kak author
aku suka karya mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!