NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13 Rumah Ibu

Rumah itu masih sama. Wangi melati yang samar bercampur aroma masakan ibu selalu menjadi pelarian paling ampuh bagi Fela. Namun malam ini, setiap langkah Fela menuju ruang tamu terasa seperti berjalan di atas pecahan kaca.

"Sudah pulang, Sayang?" Ibu menyambutnya dengan senyum yang begitu tulus.

"Iya, Bu. Maaf telat," jawab Fela pelan. Ia menyalami tangan ibunya, merasakan hangat kulit yang sudah mulai keriput itu.

Mereka duduk di sofa ruang tengah. Ibu sudah menyiapkan teh hangat dan sepiring martabak manis kesukaan Fela. Berbeda dengan biasanya, malam ini suasana terasa lebih tenang.

Benar saja, saat Fela sedang menyesap tehnya, Ibu meletakkan cangkir dengan tenang. "Fela, Ibu sudah memikirkan soal rencana pertunanganmu. Kalau kalian masih terlalu sibuk, Ibu mengerti. Tapi apakah kalian sudah memutuskan kapan mau melangkah ke jenjang yang lebih serius?"

Fela merasa tenggorokannya tercekat. Ia meraih cangkir tehnya, hanya untuk memegang kehangatan porselen itu agar tangannya tidak gemetar. "Proyek di kantor sedang sangat menyita waktu, Bu. Aku dan Dion... kami masih perlu menyesuaikan jadwal."

Ibu mengangguk, raut wajahnya tetap tenang dan penuh pengertian. "Ibu tahu kalian anak muda yang punya ambisi besar. Ibu bangga kamu punya karier yang bagus. Tapi jangan lupa, masa depan bukan cuma soal pekerjaan."

Ibu menatap Fela lekat-lekat dengan pandangan yang membuat Fela merasa sangat kecil. "Ibu sering melihat kalian berdua dulu. Kalian terlihat bahagia. Ibu hanya tidak ingin kamu kehilangan kesempatan untuk membangun keluarga yang baik dengan orang yang sudah Ibu kenal dan Ibu percaya."

Kalimat itu menghantam jantung Fela lebih keras daripada bentakan Dion di kantor. Ibu tidak tahu bahwa pria yang ia percayai itu sudah berubah menjadi orang asing yang haus akan kekuasaan. Fela ingin menangis, tapi ia menahannya dengan susah payah.

"Bu," suara Fela nyaris hilang. "Kalau seandainya... ada sesuatu yang tidak berjalan baik antara aku dan Dion, bagaimana perasaan Ibu?"

Ibu berhenti mengunyah, ia meletakkan cangkir tehnya. "Apa maksudmu? Apa ada masalah yang mengganggumu?"

"Bukan masalah besar, Bu. Hanya saja... orang bisa berubah, kan? Maksudku, terkadang rencana yang kita buat tidak selalu berjalan sesuai harapan."

Ibu terdiam sejenak, wajahnya menunjukkan ketenangan yang dalam. "Dion adalah pria yang baik, Fela. Ibu melihat bagaimana dia memperlakukanmu selama ini. Kalaupun ada badai, Ibu yakin kalian bisa mengatasinya bersama. Ibu tidak pernah mendengar ada masalah apa pun di antara kalian."

Setiap kata yang keluar dari mulut ibunya adalah beban tambahan bagi Fela. Ia ingin mengatakan semuanya, tapi melihat binar harapan di mata wanita paruh baya di depannya itu membuat nyalinya ciut. Apakah ia harus meruntuhkan kebahagiaan ibunya malam ini juga?

"Iya, Bu," bisik Fela akhirnya, membiarkan kebohongan itu tetap terjaga. "Mungkin aku hanya terlalu lelah karena pekerjaan."

"Ya sudah, istirahatlah. Ibu sudah siapkan kamar untukmu," ucap Ibu sambil bangkit berdiri.

Fela menatap punggung ibunya yang menjauh menuju dapur. Ia merasa menjadi anak yang paling durhaka. Ia membenamkan wajahnya di bantal sofa, membiarkan isak tangis yang tertahan selama ini akhirnya pecah, pelan dan menyakitkan, di keheningan rumah masa kecilnya.

Fela tidak sanggup. Saat melihat binar harapan di mata ibunya, kata-kata itu seolah tertahan di tenggorokan, tersumbat oleh rasa bersalah yang luar biasa. Ia akhirnya memilih untuk berbohong lagi. Dengan alasan kelelahan fisik, lalu pamit pulang lebih awal dengan alasan pekerjaan yang mendadak.

Di sepanjang perjalanan kembali menuju perumahan miliknya, Fela menangis. Air matanya jatuh tanpa suara, membasahi pipi yang terasa panas. Namun di tengah isak tangis yang mulai sesak, ingatan tentang malam itu tiba-tiba melintas. Malam saat ia mabuk berat dan berakhir di ranjang Kenzo.

Fela segera mengusap wajahnya dengan kasar. Rasa malu yang luar biasa menggantikan kesedihan. Ia ingat bagaimana ia meracau, bagaimana ia mungkin terlihat berantakan di depan bocah itu. Tangisnya tiba-tiba menyusut. Bukan karena ia merasa lebih baik, tapi karena rasa malu itu entah bagaimana menumpulkan rasa sakit hatinya terhadap Dion.

Kenapa aku harus memikirkan Dion yang sudah mengkhianatiku, sementara aku punya masalah lain yang lebih memalukan dengan Kenzo? pikir Fela. Ia mengusap lagi air mata yang tersisa. Aku sekarang fokus pada pekerjaan dan rasa malu itu. Juga mempersiapkan untuk jujur pada ibu.

***

Esok paginya.

Fela baru keluar dari mobilnya ketika sebuah sapaan terdengar.

"Selamat pagi Senior."

Kepala Fela menoleh. Itu si bocah. "Pagi," sahut Fela.

"Senior terlihat lelah." Kenzo langsung bisa melihat raut wajah Fela.

"Setiap hari aku memang lelah. Apa yang kamu ributkan," ujar Fela menutup pintu mobilnya. Jika orang lain tahu, Fela akan dinilai sombong. Padahal wanita ini sedang menutup rasa malu egonya yang terjebak karena pernah bangun tidur di ranjang bocah di depannya.

"Benarkah?" Kenzo mengangguk-anggukkan kepalanya. "Aku memang baru tahu bagaimana keseharian Senior Fela."

Bibir Fela menipis. Malas mendengarkan bocah ini. Dia berjalan melewati Kenzo menuju pintu masuk. Kenzo mengikutinya disamping.

"Pagi," sapa Fela.

"Pagi!" sahut Siska dan Mirin.

Bola mata Mirin melebar ketika melihat Kenzo yang datang bersamaan.

"Kamu bareng manajer, Kenzo?" tanya Siska iseng. Dia bertanya seperti itu karena tahu itu tidak mungkin.

"Yap. Tentu saja," sahut Kenzo mantap. Fela yang mendengar itu hanya menipiskan bibirnya. Siska tertawa pelan.

Kantor agensi Fela tampak tidak seperti biasanya. Biasanya, jam sembilan pagi adalah waktu paling sibuk di mana tim kreatif sudah berhamburan ke ruang rapat persiapan klien. Namun, suasana hari ini justru terasa ganjil. Tenang. Terlalu tenang.

"Oh ya. Fela, kamu sudah dengar?" tanya Mirin.

Fela menghentikan langkahnya. "Dengar apa?"

"Pihak W-Corp membatalkan pertemuan hari ini. Mereka mendadak mengabarkan tidak bisa datang ke kantor," ujar Mirin.

Fela mengerutkan kening. "Membatalkan? Mendadak?"

"Iya. Lewat email resmi, katanya ada urusan internal perusahaan yang sangat mendesak. Mereka meminta waktu untuk menjadwalkan ulang."

Fela terdiam. Ada rasa lega. Setidaknya dia satu hari tanpa berurusan dengan W-corp.

"Baguslah kalau begitu," sahut Siska dari meja seberang dengan nada santai. "Setidaknya kita punya waktu ekstra untuk revisi konsep."

Bimo baru datang dengan tergesa-gesa. Semua orang langsung menoleh secara bersamaan.

"Maaf, aku baru datang."

"Kenapa minta maaf? Ini belum masuk jam kerja," ujar Fela.

"Benar juga." Bimo tidak menyadarinya. Mungkin Bimo panik saat semua orang melihat ke arahnya bersamaan.

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!