"Aduh!!" Lia mengaduh karena ada seseorang yang menabraknya, saat ia menoleh ke belakang ternyata ada anak laki-laki yang terlihat menunduk kemudian Lia mensejajarkan tingginya dengan anak itu
"Hai, apa kamu yang tabrak aku tadi?" Anak kecil itu mengangguk,
"Siapa namamu?" Anak kecil itu mendongak
"Nama aku... " Ucapan anak kecil itu terpotong karena ada yang memanggilnya,
"Kevin!" Lia menoleh ke sumber suara
Deg!
"Kevan?"
"Lia?"
________________________________________
Liana Putri Leonard, gadis yang memiliki senyum manis dan pesona yang dapat mengikat kaum pria. Dia di tinggal menikah oleh kekasihnya, tapi suatu saat setelah sekian tahun dia kembali di pertemukan dengan mantan kekasihnya itu.
Akankah Lia kembali pada mantan kekasihnya?
Penasaran bukan? Yuk baca dan tunggu kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan rating 5-nya ya teman-teman. Mohon dukungannya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marselia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Ayo yang belum baca silahkan baca, yang belum like silahkan klik likenya
Aku butuh dukungan kalian juga supaya aku makin semangat untuk up tiap hari, mohon dukungannya ya.
Terimakasih, Selamat membaca.
___________________________________________
"Liaa.." panggilnya.
Lia yang mendengar suara itu lantas menoleh dan ternyata orang itu ada di depannya, dia adalah Kevan. Lia hanya diam tanpa mau membalas sapaan Kevan, mantan kekasihnya. Saat Lia hendak pergi tiba-tiba ada yang menahannya,
"Tunggu, kamu kenapa menghindar?" tanya Kevan
"Emang kamu siapa? Bukan siapa-siapa kan? Jadi hak aku mau menghindar apa engga!" Ucap Lia dengan ketus
"Kita masih bisa jadi teman bukan?" Pinta Kevan, Lia yang mendengar itu hanya tersenyum sinis
"Enggak semudah itu," Lia pun melepaskan tangan Kevan yang menahannya, saat baru beberapa langkah.
"Sayang, kue nyaa..." ucapan Bunda terpotong karena ia terkejut pada orang yang ada di belakang anaknya.
"Kevan?" Tanya Bunda. Kevan yang merasa di panggil hanya tersenyum, lalu menyalami Bunda
"Iya, Bunda apa kabar?" Tanya Kevan
"Bunda sehat ko," jawab sang Bunda
"Bun, ayo dong Lia cape nih pengen cepat pulang." Rengek Lia, Bunda tau bahwa Lia sangat tidak nyaman karena ada Kevan.
"Oh iya Kevan, Bunda duluan ya ini anak sudah ngerengek mulu minta pulang." Berjalan pergi meninggalkan Kevan tanpa menunggu jawabannya. Kevan tahu bahwa keluarga Lia pasti sudah tahu perihal berakhirnya hubungan mereka dan perihal pernikahan dia dengan Tazqia.
Kevan POV
Aku baru saja memasuki toko kue yang sudah menjadi langganan ku dengan Lia dulu saat kami masih berpacaran, semuanya terasa berbeda biasanya selalu ada Lia di sampingku, ya memang dulu seminggu tiga kali kamu selalu memakan atau membeli kue di toko kue ini. Sungguh kenangan yang tidak dapat ku lupakan meski itu hanya hal kecil yang sering ku lakukan bersamanya, ya aku masih mencintainya masih sangat menyayanginya, aku menerima perjodohan ini karena aku tahu ternyata Ayahnya Lia (Leo) adalah sahabat Papa dulu saat masih SMA tetapi karena suatu masalah Papa jadi membenci Ayah Lia sehingga tidak menyetujui hubungannya dengan Lia. Maka dari itu aku menerima perjodohan ini, meskipun aku sayang pada Tazqia tapi rasanya di hatiku sepenuhnya masih berpihak pada Lia.
Saat aku sedang memilih kue mana yang akan aku beli, aku melihatnya. Ya dia, wanita yang aku rindukan, Lia. Senyum itu masih sama ketika melihat banyaknya macam Cookies yang ia lihat, senyum itu yang mampu mendamaikan hatiku. Tapi sayangnya aku sendiri yang membuat senyuman itu sempat hilang, aku yang telah membuatnya menangis dan aku juga yang masih di lindungi olehnya saat Putra sahabatnya itu memutuskan untuk memberiku pelajaran di tahan oleh Lia. Aku menyaksikan hal itu sendiri saat Aku sedang berada direstoran yang sama dengannya dan sahabatnya, aku melihat semua kejadian itu. Aku tau bahwa Lia masih mengkhawatirkanku, tapi betapa bodohnya aku menyakitinya.
Aku memperhatikan dia yang sepertinya sedang mencari seseorang, sekian lama dia mencari kesana kemari akhirnya pandangan kami bertemu. Senyuman itu luntur seketika di gantikan dengan raut muka yang tidak dapat di artikan. Beberapa saat kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aku berjalan mendekatinya, rasanya aku ingin mendekapnya.
"Liaa.." panggilku
Dia menoleh dan sedikit terkejut karena aku tiba-tiba ada di belakangnya, saat ia hendak pergi aku menahannya untuk tidak pergi. Kemudian mulailah percakapan antara aku dengannya walau pun hanya sebentar rasa rindu ku sudah terobati. Bunda datang dan mereka pergi dari hadapanku tanpa menunggu jawaban dariku, aku tahu bahwa keluarganya pasti kecewa terhadap apa yang sudah aku lakukan. Aku menatap mereka yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu toko, lalu aku kembali memilih kue yang akan aku beli.
Author POV
Di dalam mobil.
"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Bunda yang khawatir melihat putrinya murung.
"Emm, ya Bunda aku baik-baik saja." Bunda hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu tidak ada lagi yang Bunda tanyakan. Mungkin Bunda tahu suasana hati Lia.
"Nak, semoga kamu bisa menemukan laki-laki yang baik dan bisa membuat kamu bahagia. Bunda sedih jika harus melihatmu seperti ini." Batin Bunda.
Sampai di rumah Lia mengucapkan salam dan pamit untuk pergi ke kamar karena alasan lelah, Bunda hanya menganggukkan membiarkan putrinya itu istirahat.
Di kamar Lia mengunci pintu kamarnya lalu ia berbaring di ranjang.
"Kenapa sih harus ketemu lagi sama dia?" Air mata mulai mengalir ke pipinya. Dia menangis sendirian, mengingat kembali kenangan yang pernah ia jalani dengan Kevan sungguh menyesakkan dada. Terlalu lelah menangis ia pun tertidur.
Jam lima sore, suara mobil terdengar memasuki pekarangan rumah itu tandanya Ayah dan Alfa sudah pulang. Mereka memasuki rumah bersama-sama, mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum," ucap Ayah dan Alfa.
"Wa'alaikumsalam," Jawab Bunda,
"Lho Bunda, Adek kemana? ko Bunda sendirian dan kenapa Bunda kelihatan panik gitu?" tanya Alfa.
"Itu Yah bang, Lia dari siang engga keluar kamar, Bunda udah coba buat ngetuk pintu dan buka pintu dia ternyata di kunci, mana dia belum makan gimana ini, Yah?" ucap Bunda dengan khawatir.
"Memangnya kenapa bukannya tadi pagi dia baik-baik saja ya?" tanya Ayah.
"Itu tadi pas Bunda ajak dia ke toko kue, dia ketemu Kevan yah dan mukanya langsung kelihatan murung gitu," ucap Bunda
"Apa? Ketemu Kevan?" tanya Alfa Bunda hanya menganggukkan kepalanya. Alfa yang merasa bahwa terjadi sesuatu pada adiknya ia segera pergi ke kamar adiknya.
Di depan kamar Lia, Alfa berusaha membujuk adiknya untuk membuka pintu tapi tidak ada jawaban akhirnya ia mendobrak pintu itu. Di tempat tidur, terlihat Lia sedang tertidur. Alfa mendekat untuk membangunkan adiknya itu, tapi saat Alfa melihat wajah pucat Lia, ia langsung menempelkan punggung tangannya ke kening Lia dan ternyata adiknya itu demam.
Alfa menggendong Lia untuk di bawa ke rumah sakit, Bunda dan Ayah yang melihat hal itu tentu saja merasa kaget karena tadi Lia masih baik-baik saja.
"Ade kenapa, Bang?" tanya Bunda dengan khawatir.
"Demam tinggi banget Bunda aku mau bawa Adek ke rumah sakit," ucap Alfa terburu-buru.
Ayah dan Bunda menyusul Alfa ke rumah sakit, saat sampai di rumah sakit terlihat Alfa sedang duduk di depan ruang Gawat Darurat.
"Ade ada di dalam?" tanya Ayah, Alfa mengangguk
"Lagi di tangani sama dokter yah," Alfa terlihat sangat mengkhawatirkan adiknya
"Adek baik-baik saja pasti," ucap Ayah menenangkan padahal Ayah sangat khawatir dengan keadaan putrinya. Bunda duduk dan menyandar di bahu Ayah, dokter pun keluar.
"Gimana dok keadaan anak saya?" tanya Ayah
"Dia demam tinggi suhunya 39° untungnya kalian cepat membawanya ke rumah sakit, jadi bisa cepat di tangani dan saat ini pasien sedang istirahat. Lebih baik Anda mengurus administrasi terlebih dahulu agar pasien dapat dipindahkan ke ruang rawat," ucap dokter
"Baik dok, terimakasih." Ucap Ayah
"Saya permisi." Dokter pun berjalan meninggalkan ruangan itu. Alfa mengurus administrasinya.
Setelah masalah administrasi selesai Lia pun di pindahkan ke ruang rawat.
___________________________________________
Hai, teman-teman. Jangan lupa kasih vote dan klik likenya ya, mohon kritik dan sarannya juga ya.
Dan jangan lupa juga Add ke Favorit♥
_________Semoga kalian suka_________
Apa karna masih diawal kisah????
Coba deh nanti smp setengah kisah, kalo masih ttep gl greget, gk tk lanjut mf ya