Berpacaran dari SMA lalu melakukan nya hubungan terlarang hingga Ayunda hamil tapi saat Ayunda meminta pertanggung jawaban sang kekasih justru keluarga Abian tak terima karena Ayunda tak setara dengan mereka apalagi Abian masih sangat muda untuk menikah.
Abian di pindahkan ke luar negeri oleh keluarga nya untuk kuliah,Abian frustasi berjauhan dari Ayunda hingga dia sakit tapi keluarga Abian tetap tidak ingin Abian menikah dengan Ayunda yang datang dari kalangan miskin.
Lima tahun berpisah akhirnya Abian bisa melewati masa sulit nya dan Abian kembali lagi ke Indonesia, tujuan pertama Abian ke Indonesia mencari Ayunda tapi Ayunda sudah pindah dari rumah lama nya.
Akhirnya Abian harus menerima kenyataan kalau memang mereka tidak berjodoh di saat Abian mulai move on justru dia di pertemukan dengan Ayunda sebagai rekan kerja.
Bagaimana kisah selanjutnya,akan kah Cinta mereka bersemi lagi?
Lalu bagaimana dengan anak yang di kandung Ayunda dulu?
Yuuk mampir di cerita terbaru ku🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Tubuh keduanya saling kaku, tatapan yang tak bisa berkedip sekalipun bahkan Bian tak ingin mengalihkan pandangannya.
"Yun-da" gumam Abian yang masih mengingat panggilan sayang nya pada Ayunda .
Bibir Ayunda tak berani mengeluarkan suara dia masih setia menatap lelaki di hadapannya ini.
"Senang bisa bertemu anda di sini pak Abian" sapa Riris,bos di mana tempat Ayunda bekerja.
"Perkenalkan saya Riris pemilik majalah bisnis dan ini Ayunda rekan bisnis saya, dia sudah beberapa kali mencari anda di kantor tetapi tetap tidak bisa, apakah kami bisa sedikit meminta waktu anda?" tanya Riris dan diangguki Abian pelan.
"Yu.....sttt......Ayunda" panggil Riris memberikan kode pada Ayunda untuk segera mewawancarai Abian tapi Ayunda tetap diam.
"Awww" ringis Ayunda saat Riris mencubit kecil tangan nya agar Ayunda tersadar.
"Saya tau pak Abian ini tampan tapi kamu jangan terpesona begitu dalam Yu,kita belum kenal beliau apalagi kamu punya suami" bisik Riris membuat Ayunda tertunduk.
"Jadi ini dia pak Abian perempuan yang saya katakan ingin mewawancarai pak Abian sekarang bagaimana?"
"Ini-"
"Saya tau pak ini acara pameran tapi dia benar-benar butuh berita tentang bapak"potong Vika lagi,Vika dan Ayunda memang berteman.
"Saya mau di wawancara tapi tidak di sini" ujar Abian.
"Lalu?"
"Minta dia untuk datang ke kantor kita besok" ucap Abian membuat jantung Ayunda berdegup kencang.
"Benar bapak bisa di temui di kantor?" tanya Riris dan diangguki Abian.
"Oke kalau begitu Ayunda akan datang ke kantor kita besok pak,ya besok! bukan begitu Ayunda"ujar Vika dan diangguki Ayunda pelan, Ayunda tak berani bersuara karena dia masih Syok dengan pertemuan mereka ini.
"Saya permisi" pamit Ayunda lalu segera pergi.
Abian ingin mengejar nya tapi Dewi justru menarik tangan Abian.
"Mas pulang yuk,aku nggak betah di sini" rengek Dewi,dia baru saja melihat-lihat beberapa karya di pameran ini tapi justru Dewi di goda dengan lelaki hidung belang.
"Ya sudah ayo pulang" ajak Abian,mood nya juga tiba-tiba berubah setelah bertemu Ayunda,Abian ingin waktu berputar cepat ke hari esok.
"Mas kamu kenal pak Aldi?" tanya Dewi saat mereka sudah di mobil tapi Abian tak menjawab dia justru berpikir tentang Ayunda.
"Mas" panggil Dewi lagi
"Mas......mas Abi" pekik Dewi membuat Abian kaget.
"Kenapa wi, nggak perlu teriak begitu deh"
"Gimana aku nggak teriak dari tadi di tanyain malah planga-plongo nggak jelas gitu" kesal karena Dewi.
"Kamu nanyain apa Wi?"
"Itu pak Aldi tapi udah deh nggak penting juga" marah Dewi
"Cie....ngambek" goda Abi
"Udah mas, fokus aja nyetir nya"
"Kamu kenalan sama Aldi? Kalau bisa sih nggak usah wi,dia playboy mending sama Heru"
"Mas Heru temen kamu itu?"tanya Dewi dan diangguki Abian pelan.
"Ogah....! Dia lebih playboy" jawab Dewi cepat.
"Udah deh Nggak usah cinta-cintaan kamu,masih kecil jug, fokus dulu sama karir"ujar Abian membuat Dewi mencebik kecil.
*****
"Pulang sama siapa kamu?" tanya Arif ketus
"Ojek mas"
"Kamu pikir aku bodoh apa,kamu pulang naik motor terus senyum-senyum gitu,jangan bohong kamu!"bentak Arif
"Mas,dia itu Tito teman satu kelas ku waktu SMA dan dia sekarang ngojek tadi karena aku buru-buru pulang aku numpang dia"
"Mana jaket nya kalau memang dia gojek,kamu mulai berani menipu ku" marah Arif sambil menarik rambut Ayunda.
"Mas ......sakit!" ringis Ayunda
"Ngaku kamu"
"Kalau kamu nggak percaya bisa hubungi dia mas" isak Ayunda
Satu tangan Arif mengambil ponsel Ayunda lalu menghubungi kembali Tito sambil menghidupkan loud speaker nya.
"Bicara!" bentak Arif
"Hallo Yu,ada apa? Ada yang ketinggalan?" tanya seseorang dari sebrang sana.
Jujur Ayunda bingung mau bicara apa tapi dia harus membuktikan nya.
"To,ka-mu bisa beliin aku mie ayam yang ada di ujung gang cempaka nggak,deket kantor aku"
"Yang lagi rame itu ya Yu?"
"Iy-a To"
"Bisa-bisa,kamu wa aja pesanan nya nanti aku total ya,sedia in uang pas aja ya yu, lagi nggak ada kembalian aku"
"Iya to" jawab Ayunda lagi lalu menutup ponselnya,Arif melepaskan cengkraman nya.
"Puas kamu mas!"
"Awas aja kalau kamu berani macam-macam di belakang aku,habis kamu!" ancam Arif lalu segera pergi, Ayunda menutup mulut nya menangis..