>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 7 . jago masak
"Taraa...selesai masakan ala chef Davina , kalau begitu aku kekamar dulu , sekalian panggil tuh es balok hehe..."
"wah...non Davina pandai sekali memasak , berarti non itu talenta , segala serba bisa "
Davina mengacungkan jempolnya , tanpa membalas ucapan bik Yati dia berlari naik keatas menuju kamarnya
"klik..!"
Pintu kamar terbuka , Diatas tempat tidur terlihat Adrian yang tengah fokus dengan laptopnya, Davina mendekati tempat tidur dengan pelan tanpa suara
"Mas..."
Adrian mendongakkan wajahnya , tapi naas bibirnya bertabrakan dengan sesuatu yang begitu lembut
keduanya seakan terhipnotis satu sama lain , ketika kedua wajah mereka saling berdekatan tak ada jarak , keduanya menegang seolah ada aliran listrik yang menyengat dirasa keduanya
"Cup...!" dengan tengilnya Davina memanfaatkan keadaan , Adrian membelalakkan matanya tak percaya , dia meraba bibirnya yang baru saja dikecup istrinya , sedangkan si pembuat onar dia sudah lari kedalam kamar mandi
"Ih...b***h sekali aku , kenapa ini bibir ngak bisa dikondisikan sih , maen nyosor tadi aduhh...!"
Davina menepuk keningnya sendiri beberapa kali , sama halnya dengan Adrian dia meraba bibirnya dengan pelan
"Astagfirullah...bibir aku sudah tidak perawan lagi , papa Arya..!"
Sementara dirumah utama keluarga angkasa , Arya tampak batuk batuk karena tersedak sesuatu
"Uhuk ..uhuk...uhuk...!"
Melihat sang suami yang tiba tiba tersedak , Crystal segera memberikan air minum , dengan segera Arya meminum air yang disodorkan istrinya ,dia menepuk dadanya yang sedikit nyeri
"Kalau makan pelan pelan mas , pasti ngak baca do'a dulu , jadi sampe tersedak gitu "
"Udah pelan yank , rasanya ada seseorang yang manggil nama mas tadi , seperti suara Davina.."
"perasaan kamu aja mas , udah lanjutin lagi makannya , dan kalian Davin Devan malah bengong , bukannya bantu papa kamu tadi , malah nonton , dikira pertunjukkan apa !"
"Hehe...sorry pah , mah !"
Mereka akhirnya melanjutkan makan malam mereka yang tertunda
"Mah...kira kira Davina bisa masak ngak ya ?"
"Aku rasa dia akan membuat dapur Adrian seperti kapal pecah "
"Hahaha...!" Davin dan Devan tertawa bersama membayangkan adiknya yang akan membuat onar dirumah suaminya
"Kalian salah , kalian belum tahu kalau adikmu itu jago masak ?"
"Maksud mama , kalau Davina dia jago memasak ?"
"You right , selama ini Oma kalian yang selalu mengajari adikmu masak , kalian belum cobain masakannya ?"
Davin dan Devan menggeleng bersamaan , keduanya saling pandang
"Wih...disalip ipar mu kalau gitu hihi.."
Ketika Crystal meledek kedua putranya , sang bungsu Darren yang sedari tadi duduk dan berada dipangkuan Crystal , dia menjulurkan lidahnya seolah ikut meledek kedua abangnya
"Dasar adik tengil , untung masih orok kalau ngak ...!"
"Kalau ngak apa ? "
Arya memotong kata kata Devan kepada sang adik , Devan yang terciduk dia cuma bisa cekikikan
\*\*
Sementara itu di mansion William , suasana begitu tegang hanya dentingan sendok dan garpu yang seolah saling menyahut
"Ya ampun malu sekali aku , rasanya aku ingin membenamkan wajahku di rawa rawa sekarang ini "
"Dasar gadis tengil , main cium seenak udel sendiri , awas saja kamu Davina , aku balas nanti , eh..."
keduanya saling membatin satu sama lain , berperang dalam perasaan masing masing
"Drt ...drt....!"
Suara getar ponsel Adrian membuyarkan perang batin mereka , Adrian berjalan menjauh dari hadapan Davina , Dia mengangkat panggilan itu , terlihat wajahnya seolah sedang menahan amarah
"Aku harus pergi , tidak usah menungguku !"
Tanpa menunggu sahutan Davina , Adrian keluar dari ruangan itu diikuti beberapa orang bodyguard nya , Davina menghela nafas berat , dia tahu betul akan kemana Adrian pergi
"Dasar mafia dingin , arogan , nyebelin , ngak ada romantisnya sama istri huh...!"
Melihat istri majikannya yang ngomel sendiri , beberapa maid yang melihat itu tersenyum geli , mereka merasa bahagia kalau istri bosnya begitu baik dan pengertian , dan mereka semua bersyukur ketika mengetahui kalau bosnya tidak jadi menikahi wanita ular seperti Grace yang mereka kenal
"Non...biar kami yang bereskan makanan ini , sebaiknya non istirahat saja "
"Terima kasih bik , oh ya makanan ini jangan dibuang bik , sayang masih banyak , kalian makan saja , kalau ada sisa bagikan saja kepada para penjaga bik !"
"Baiklah non , terimakasih...!"
Davina mengangguk mengiyakan , kemudian dia bangkit dari duduknya dan melangkah menaiki tangga menuju kamarnya
#Bersambung...
#Happy reading 🥰🙏
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗