NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Berondong / Tamat
Popularitas:56.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Savira tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda. Dia menolongnya sampai membiarkan dia tinggal di rumahnya. Namun, seiring waktu berjalan, dia merasakan hal berbeda dengan pemuda ini. Hingga benih-benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya.

Namun, mengetahui jika pemuda yang dia tolong ternyata bukanlah orang biasa. Dia adalah seorang pewaris utama dari Perusahaan besar tempatnya bekerja.

Bagaimana setelah ini? Savira hanya merasa dibohongi oleh pemuda itu. Apa dia akan memaafkannya? Atau mungkin segala rintangan akan membuat dia menyerah begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berjanji Akan Menjaganya

Ketika Shandy menghentikan motornya di depan sebuah Cafe, tentu saja membuat Savira bingung. "Kenapa berhenti disini, Shan?"

"Ada yang mau aku bicarakan, ayo masuk"

Savira hanya bingung dengan pria ini, apalagi ketika Shandy menggandeng tangannya dan membawanya masuk ke dalam Cafe itu. Memilih meja di ujung yang dekat dengan jendela. Shandy memesan dua minuman untuk mereka.

"Shan, sebenarnya mau bicara apa?" tanya Savira.

Shandy menghela nafas pelan, dia menatap Savira dengan lekat. "Siapa 'Masmu' yang disebutkan oleh Dokter tadi?"

Savira langsung mengerutkan keningnya bingung. Kenapa juga anak ini bertanya tentang itu, padahal Savira saja sudah tidak ingin membahasnya.

"Bukan siapa-siapa"

Savira sedikit tertegun saat melihat tatapan Shandy yang begitu dingin padanya. Entah apa yang diinginkan Shandy padanya. Kenapa juga dia bertanya tentang hal yang sudah ingin Savira lupakan.

"Jadi tidak mau memberitahuku? Yasudah, kalau gitu ayo kita pulang"

Savira terdiam melihat Shandy yang langsung berdiri dan berlalu dari sana. Bahkan minuman yang mereka pesan saja, belum di minum.

"Shan, tunggu sebentar. Lo kenapa si?" teriak Savira. Dia memegang tangan Shandy untuk menahannya. "...Kenapa marah sama gue?"

Shandy menghela nafas kasar, dia mengusap rambutnya ke belakang. "Gak marah, cuma mau pulang aja. Bukannya kamu ingin segera pulang"

Savira semakin dibuat bingung, sikap Shandy yang berubah dingin padanya membuat dia merasa tidak nyaman. Meski baru satu minggu dia tinggal bersama pria itu, tapi dia jelas melihat Shandy yang ceria dan usil padanya. Jadi melihat dia seperti ini, malah membuatnya tidak nyaman.

"Pake dulu helmnya"

Shandy memakaikan helm pada Savira, membuat gadis itu terdiam dengan cukup gugup. Apalagi tidak sengaja menatap mata coklat milih Shandy. Pria yang benar-benar tampan. Meski usianya di bawah Savira, tapi tinggi tubuhnya sungguh berada jauh dari Savira. Dia saja harus sedikit menunduk untuk memakaikan helm pada Savira.

Ternyata dia bisa bersikap dingin juga ya.

Savira menatap punggung Shandy yang sudah naik ke atas sepeda motor. Punggungnya yang lebar dan tubuh tegapnya itu tiba-tiba menggoda pandangan Savira.

Apaan si Vira, lo tuh Kakaknya. Jangan sampe punya perasaan lebih sama nih anak.

Savira menggeleng cepat, mengusir segala pikiran aneh di kepalanya. Dia segera naik ke atas motor, berpegangan pada bahu Shandy. Namun, pria itu memindahkan tangan Savira ke perutnya.

"Pegang sini lebih aman" ucapnya.

Savira hanya diam saja dengan detak jantung yang semakin cepat. Namun, perlahan tangan satunya lagi dia lingkarkan di perut Shandy. Ada senyuman tipis di balik kaca helm yang tertutup.

*

Waktu berlalu dan sudah hampir dua minggu Shandy berada di rumah ini. Dia banyak membantu segala urusan di rumah ini. Seperti membantu menyiapkan segala barang untuk hari melahirkan Kak Mena yang tinggal menghitung hari.

"Kak, malam minggu ini aku mau nginap di rumah temen. Mau ngerjain tugas bareng" ucap Shandiy.

Kak Mena menganguk, dia menyimpan tas berisi perlengkapan bayi dan dirinya untuk melahirkan nanti. Pastinya sudah disiapkan dari sekarang, agar nanti tidak repot.

"Yaudah, tapi pulang lagi kesini 'kan?" tanya Kak Mena.

Shandy mengangguk. "Iya Kak, lagian aku masih belum punya cukup uang untuk sewa Kosan lagi"

"Kamu bisa tinggal disini kok, lagian Kakak senang karena setidaknya ada yang jagain Savira. Kasihan dia, karena memang dia itu sudah banyak melewati semuanya sendiri tanpa ada yang menjaganya"

Shandy mengangguk saja, mengingat tentang Savira membuat dia ingin bertanya pada Kak Mena tentang gadis itu. "Kak, memangnya Savira itu pernah gagal menikah?"

Seketika wajah Kak Mena berubah sendu, mungkin itu juga hal yang menyedihkan baginya.

"Seharusnya dia menikah dua bulan kemarin. Namun, dia batalkan setelah Kakaknya mengalami kecelakaan dan meninggal. Savira hanya meminta waktu pada pasangannya untuk menunggunya sampai siap. Tapi calon suaminya malah tidak menerima itu, jadi dia memilih mengakhiri hubungan dan pernikahan pun batal"

"....Disini Kakak merasa bersalah sekali, karena Savira memilih mengundurkan pernikahan, karena dia bilang ingin menemaniku sampai aku melahirkan. Savira hanya mencoba untuk menggantikan mendiang Kakaknya. Semua tanggung jawabnya juga dia gantikan. Padahal tidak seharusnya dia melakukan itu. Karena ini juga bukan kesalahannya"

Shandy terdiam mendengar itu, tentunya dia bisa merasakan bagaimana kesedihan yang terpancar dari wajah Kak Mena saat ini. Shandy memegang tangan Kak Mena untuk menguatkannya.

"Aku berjanji akan menjaga Savira mulai saat ini. Kak Mena tenang saja, dia akan aman selama bersamaku"

Kak Mena tersenyum mendengar itu, tentunya dia juga sangat mengkhawatirkan Savira jika dia sudah memilih untuk kembali ke Luar Kota nanti.

"Tolong jaga dia ya, Shan. Meski dia begitu ketus, tapi percayalah dia itu hancur. Sejak kehilangan orang tuanya, maka hanya ada Kakaknya yang selalu melindunginya. Sampai dia meninggalkannya juga, maka Savira di paksa harus kuat seorang diri. Tolong jaga dia ya, Kakak titipkan dia padamu, karena Kakak tahu kamu pasti bisa menjaganya"

Shandy hanya mengangguk saja, sebenarnya tanpa di minta pun dia akan tetap menjaga Savira. Karena entah kenapa dalam dirinya seolah mendorong untuk tetap menjaga Savira apapun yang terjadi.

Savira masuk ke dalam rumah, dia berangkat dan pulang bekerja dengan membawa motor sendiri sekarang. Karena Shandy ada urusan sejak pagi dan baru pulang sore ini.

"Shan, itu di depan ada yang nyariin lo" ucap Savira.

Shandy langsung mengerutkan keningnya, dia segera berdiri dan keluar dari rumah. Melihat seorang pria memakai jas berdiri di depan halaman. Shandy kaget melihat siapa yang datang, dia segera menghampirinya dan membawanya masuk kembali ke dalam mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari orang itu berdiri.

Sementara Savira yang melihat itu, merasa bingung. "Kenapa Shandy bisa kenal dengan orang-orang seperti itu ya? Dia terlihat bukan dari kalangan biasa"

Savira mengangkat kedua bahunya, akhirnya dia memilih untuk tidak peduli dengan urusan Shandy.

"Semua orang punya urusan dan masalah sendiri"

Savira pun berlalu ke dalam rumah, meski sebenarnya rasa penasaran begitu besar.

"Nanti aku tanyakan langsung saja sama dia" gumamnya pelan.

"Siapa yang cari Shandy?" tanya Kak Mena saat melihat Savira kembali masuk ke dalam rumah.

"Gak tahu Kak, tapi keliatannya bukan orang biasa deh"

Bersambung

1
Ayumi Mutiara
sumpah ya baca cerita ini nangis😭 sambil 🤣🤣🤣ketawa jga karna sedih bercampur ketawa, pokok ceritanya menarik bngt, semangat ya buat yg nulis cerita ini👍
Nita.P: mampir di luka cinta pernikahan. karya terbaruku Kak. makasih sudah mampir disini
total 1 replies
Nanang Aja
gas keun
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Nita.P: Mampir di karya terbaruku.. judulnya RINDU YANG TERLARANG.. bantu ramaikan Kak
total 2 replies
sunshine wings
😍😍😍😍😍
Nita.P: Baca karya terbaruku.. judulnya RINDU YANG TERLARANG.. Bantu ramaikan
total 1 replies
Masfaah Emah
siap aku mampir Thor 😘💪
Nita.P: Mampir di karya terbaruku. judulnya RINDU YANG TERLARANG.. Bantu ramaikan Bunda
total 1 replies
Pujiastuti
akhir yang bahagia antara Sandy dan Savira,,,,,,,

ditunggu kak karya selanjutnya tetap semangat 💪💪💪
Masfaah Emah: engga terasa udah end lagi 🫢 makasih Thor atas karya nya 👍 smoga sukses di cerita yang baru 😘💪
total 1 replies
Oma yeni*🦋
uh, sedih banget thor 😥
Oma yeni*🦋
keren cerita nya
Nita.P: Baca cerita terbaruku.. Judulnya RINDU YANG TERLARANG.. bantu ramaikan Kak
total 2 replies
Masfaah Emah
siap Thor d tunggu up nya cumungut💪
Masfaah Emah
Alhamdulillah terungkap sudah kebenaran nya, Untung wanita itu jujur klau tidak hancur lah rumah tangga Sandy
Pujiastuti
akhirnya kebenaran terungkap juga,,,,


lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
Nanik Arifin
sepertinya dia wanita baik", boleh lah buat kamu Lang... klo dia mau... 😂😂😂
Nita.P: suka sepikiran deh sama author haha
total 1 replies
Nur Adam
lnjut
Masfaah Emah
Serapi apa pun bangkai d bungkus lama-kelamaan akan tercium jga baunya
Pujiastuti
sebentar lagi kebenaran akan terungkap semoga wanita yang ada difoto mau jujur sama Sandy kalau dia disuruh sama paman Ahsan
Masfaah Emah
smoga aja photo itu hanya jebakan saja dan Sandy ga ngelakuin apapun 🤲
Nur Adam
lnjut
Pujiastuti
apa yang sebenarnya terjadi sampai Sandy sempat lupa, semoga aja wanita yang ada disalam foto bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi biar Savira Ngak kepikiran lagi
Oma Gavin
semangat up kak cerita nya bagus
Nur Adam
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!