Senja Anjani, seorang gadis muda yang harus menjalani kehidupan penuh luka, air mata, serta cobaan hidup tidak ada habisnya.
di umurnya yang belum genap 22 tahun, ia kehilangan kesuciannya, di renggut secara paksa oleh Sagara Rahardian, yang tidak lain adalah kekasihnya.
Akibat kejadian satu malam, banyak kesalahpahaman terjadi pada perjalanan hidup mereka.
Benci dan cinta saling berebut untuk menguasai mereka.
"Sampai ragaku tak lagi bernyawa,
kebencian ku kepada mu akan tetap membara" (Senja)
Ayo...ikuti kisahnya 😍
*** hai Semuanya, mohon dukungannya ya, mohon kritik, serta sarannya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay'ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama
*** Selamat datang 🤗
Happy reading 😍
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Jani, jangan mengangkat tinggi-tinggi bokong dan paha mu, sebelum saya suruh!" peringat bidan Murni.
"Usahakan jangan berteriak berlebihan, agar tenagamu tidak terkuras habis!"
Pembukaan Senja sudah sempurna, sudah saatnya ia berjuang mengeluarkan buah hatinya. "Sung-guh sakit sekali Bu" rintih Senja.
...****************...
POV Senja
Pelajaran teori tentang bagaimana cara melahirkan yang sudah aku kuasai tak berguna sama sekali.
Aku merasakan sakit yang tidak terkira, rasa panas, mules perutku sungguh menyiksa. rasa sakit itu menjalar sampai lutut, paha ku bergetar hebat, perut bagian bawah terasa sangat tegang, bayiku sedang mencari jalan keluar, mendesak ingin keluar.
"Iya begitu Jani, ayo tarik nafas, buang nafas, rambut kepala dedek bayi sudah kelihatan!"
"Ikuti aba-aba saya, setelah itu mengejan lah sekuat tenagamu, Jani!" arahan serta dukungan dari bidan Murni sangat membantu ku.
Benar saja aku merasakan suara robekan kulit, sangat perih, namun sepertinya masih kurang robekan itu sehingga bidan Murni membantu merobek bagian kulit kewanitaan ku.
Suara irisan kulit dan daging robek bisa aku dengar. Aku berteriak kesakitan.
"Jani, Sekarang mengejan lah, satu, dua, tiga,"
Selepas mengejan sekuat tenaga, kini ku rasakan kelegaan yang luar biasa, telah berhasil mengeluarkan sesuatu sumber rasa sakit selama berjam-jam lalu.
Oek...oek...oek, suara tangisan bayi baru lahir memenuhi ruang bersalin.
"MasyaAllah, bayi mu perempuan Jani, sempurna fisiknya, tidak ada yang kurang ataupun lebih bagian fisiknya." beritahu bidan Murni setelah memeriksa bayi ku.
"Alhamdulillah" seruku haru, berbarengan dengan Bintang yang masih setia Menggenggam erat tangan ku.
Bayi mungil ku kemudian di ambil alih oleh seorang perawat untuk di bersihkan, di timbang dan di ukur.
Ya Allah rasa sakit itu datang lagi, bagian bawah perut ku kembali tegang, nyeri serta panas. Aku berusaha mengatur nafas.
"Ayo sekali lagi Jani, sang adik sepertinya sudah tidak sabar untuk melihat dunia!" seru bidan Murni.
Dalam hati aku memohon ampun kepada ibu ku, "Ibu maafkan Senja, maaf jika semasa ibu hidup, Senja banyak melakukan salah, banyak membuat ibu bersedih!"
Sekarang Senja paham begitu besar pengorbanan seorang ibu, berjuang bertaruh nyawa demi para malaikat kecil mereka bisa melihat indahnya dunia.
Sekali lagi aku mengejan kuat, mengangkat sedikit bokong, menekan kuat siku tangan di atas ranjang, satu tangan ku menggenggam erat tangan Bintang.
Bayi mungil keduaku langsung menangis kencang begitu berhasil keluar dari jalan lahirnya.
Tangis haru tak bisa ku bendung lagi, di umurku yang belum genap 23 tahun, gelarku sudah menjadi seorang ibu bagi dua bayi sekaligus.
"Selamat mba Senja, selamat sudah menjadi seorang Ibu" bisik Bintang di telinga ku.
"Selamat juga untuk mu dek, udah resmi menjadi seorang tante" lalu kami saling memeluk dan menangis bersama.
"Terimakasih ya Dek, udah selalu berada di samping mba, selalu menjadi penjaga serta pelindung mbak!"
"Maaf, karena mba, kamu mengorbankan kuliah serta masa muda mu!" isak tangis ku kembali terdengar lirih, penyesalan selalu datang ketika mengingat bagaimana pengorbanan Bintang, demi biar bisa selalu bersamaku, ia juga ikut berhenti berkuliah seperti diriku.
"Husst, jangan ngomong seperti itu mbak, sedikitpun Bintang tidak menyesal dengan jalan yang sudah aku pilih ini, asalkan selalu bersama mbak Senja, aku merasa tidak kekurangan apapun, apalagi sekarang di tambah dua keponakan ku, lengkap sudah kebahagiaan ku mbak!"
"Nah, sekarang saatnya memberikan Asi pertama (kolostrum), ayo Jani coba susui bayi-bayi mu untuk pertama kalinya" perintah bidan Murni.
"Kolostrum sarat nutrisi dan anti bodi untuk melindungi bayi dari infeksi, bagus juga untuk membantu sistem pencernaan bayi supaya lancar pup nya!" jelas bidan Murni panjang lebar.
"Mereka kecil sekali mba" ujar Bintang takjub melihat kedua keponakannya sudah berada di masing-masing dada Senja.
Rasa sedikit perih dan aneh menyelimuti hatiku, ketika kedua bayiku begitu rakus menghisap sumber makanan mereka.
"Jani, kedua bayi perempuanmu memiliki mata yang sangat indah, si kakak bola matanya berwarna abu-abu, sedangkan si adik memiliki bola mata Amber (kuning)" puji bidan Murni. ia sangat kagum melihat rupa cantik kedua bayi yang baru saja ia bantu untuk melihat dunia.
Senja hanya tersenyum mendengar pujian bidan Murni
"Bahkan sampai saat ini, Tuhan tidak mengizinkan aku menghilangkan jejaknya, kini salah satu bayiku memiliki warna mata yang sama seperti Dia, & satunya lagi mewarisi warna mata almarhum papa nya, Tuan Wicaksono Rahardian!" batin Senja.
...----------------...
Pulau Dewata Bali
"Terimakasih mas, sudah mau melakukan malam pertama kita" ucap manja Anyelir, menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Kamu, tidurlah langsung! saya akan merokok sebentar di balkon" ujar Sagara, ia bangkit memakai piyama tidurnya.
"Kamu harus tumbuh di perut mami, jangan sia-siakan perjuangan mami!" ujar Anyelir mengusap perutnya, ia sangat berharap sperma Sagara berhasil menghuni rahimnya.
Selama delapan bulan pernikahan mereka, Anyelir selalu gagal membuat Sagara menggaulinya, segala cara menggoda sudah ia lakukan, namun tidak sedikitpun Sagara tertarik, jangankan menyentuhnya, melirik saja Sagara tak sudi.
Asap rokok membumbung di udara, Sagara tengah menghisap rokok di balkon kamar hotel miliknya, setelah percintaan yang membuatnya jijik kepada dirinya sendiri.
Ini pertama kalinya ia menyentuh Anyelir, sebelumnya di Sagara selalu menghindar, tidur pun mereka tak sekamar.
Anyelir dengan liciknya menggunakan kebaikan sang mama untuk melancarkan rencananya, dan berakhir disinilah mereka, melakukan honeymoon pertama kalinya setelah delapan bulan pernikahan.
"Senja, di mana kamu sebenarnya, sudah hampir sembilan bulan aku mencari mu, apa salahku? sehingga kau pergi tanpa pamit sama sekali." Gara sangat frustasi, sudah menyewa detektif terbaik untuk mencari keberadaan Senja, namun belum mendapatkan hasil apapun.
Sagara tidak tahu jika malam ini, ketika ia melakukan penyatuan dengan Anyelir, bertepatan dengan kelahiran darah dagingnya!
...----------------...
Pagi hari
"MasyaAllah, cucu Eyang sangat cantik" tak puas-puas mama Nita menciumi kedua cucunya. sejak satu jam yang lalu ia tiba di klinik bersalin milik bidan Murni, mama Nita terus saja menggendong dan menciumi bayi Senja secara bergantian.
"Nak, kamu udah punya nama belum untuk kedua cucu mama ini?"
"Ma kalau boleh, Senja ingin, Mama dan Bintang yang memberi nama mereka" pinta Senja
Bintang dan mama Nita yang mendengar permintaan Senja sangat terkejut.
"Tolong berikan nama untuk kedua bayi ku, karena kalian lah yang paling berjasa kepada kami" ujar Senja berlinang air mata.
Senja menyadari betul jika tidak ada Mama Nita dan Bintang, sudah pasti tidak akan mampu melewati cobaan hidup yang datangnya bertubi-tubi.
"Terimakasih sayang, berkat kamu, mama merasakan bagaimana rasanya punya anak, dan sekarang punya dua cucu yang sangat cantik" mama Nita menciumi lama kening Senja.
Maysarah : (Kemakmuran)
Mahira : (pandai & cerdas)
"Semoga perjalanan hidup mereka sama seperti arti namanya" untaian do'a serta harapan mereka panjatkan untuk kedua malaikat kecil yang baru saja terlahir.
Kini kedua bayi mungil milik Senja Anjani sudah memiliki nama, pemberian dari Eyang dan tantenya!
~ Bersambung ~
Mohon dukungannya ya😍
padahal ini udh aku tunggu2 up nya... 🥰🥰 kngn sm si kembar . kangn bngt sm kakek agam..🤣🥰🥰🥰😘😘😘