NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Cinta setelah menikah
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍


Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?

Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.

Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bawaan Bayi atau Memang Jengkel?

"Apa? Hamil? Aku akan menjadi Ayah muda!" teriak Putra Mahkota heboh, membuat kepalaku semakin berdenyut pusing.

"Bixia, menjauhlah dariku," tegasku dingin, membuat Putra Mahkota langsung terdiam kaku.

"Baiklah, baiklah. Ning'er, aku akan meminta Ayahanda mempercepat tanggal pernikahan kita," ucap Putra Mahkota pantang menyerah.

"Terserah Anda, Bixia," ucapku pasrah. "Tian-ge, A-Jiu, tolong suruh Putra Mahkota kembali ke istana. Aku tidak mau mendengar suaranya lagi," pintaku menyuruh kedua suamiku untuk segera mengusir Putra Mahkota.

Kenapa aku malah merasa ingin membenci Putra Mahkota? Biasanya tidak seperti ini. Jangan-jangan... ini bawaan bayiku? batinku bertanya-tanya sambil mengusap pelan perutku.

Anak nakal, kau membuat ayah mudamu menjauh darimu. Sepertinya kau seperti kedua ayahmu yang tidak suka pada Putra Mahkota, gumamku dalam hati.

Tanpa menunggu lama lagi, Hou Juntian dan Mo Jiu langsung bertindak membimbing Putra Mahkota untuk pergi meninggalkan kamar.

Di luar kediaman, Putra Mahkota tampak merasa kesal dan merengut.

"Kalian berdua, kenapa mengusirku? Jahat sekali, aku suami Tang Anning juga, tapi kenapa perlakukan kalian tidak adil?" gerutu Putra Mahkota tidak terima.

"Hah... Bixia, Ning'er sedang mengalami mual masa kehamilan. Dia bukan tidak suka Anda datang, tapi bawaan anaknya yang menolak kedatangan Anda," ucap Hou Juntian menjelaskan dengan santai.

"Baiklah. Benar-benar calon anakku dendam sama ayah mudanya. Ya sudah, aku kembali ke istana. Kalian berdua jaga Ning'er, aku akan menyelidiki siapa dalang yang melukai calon Putri Mahkota," ucap Putra Mahkota.

Tiba-tiba, tatapan tajam terpancar dari mata Putra Mahkota, membuat suasana mendadak hening. Bahkan Hou Juntian dan Mo Jiu tertegun melihat sisi lain dari Putra Mahkota yang menunjukkan sikap berbeda yang serius.

"Hati-hati, Bixia," ucap Mo Jiu datar melihat kepergian Putra Mahkota.

"Sepertinya anak kita punya dendam ke Putra Mahkota," ucap Hou Juntian kepada Mo Jiu setelah Putra Mahkota berlalu.

"Sudah tahu kita berdua tidak suka burung merak yang menyebalkan sepertinya," balas Mo Jiu dingin.

"Dage, mulutmu tajam sekali memanggil Putra Mahkota dengan sebutan burung merak," balas Hou Juntian terkekeh kecil.

Sedangkan di luar gerbang, Putra Mahkota tersandung batu dan hampir terjatuh. "Sialan, lihat saja kalian berdua," gerutu Putra Mahkota kesal.

**

Di tempat lain, di Paviliun Jinsheng, seorang wanita berjubah bangsawan sedang tersenyum licik sambil menyesap teh hangatnya.

"Tang Anning, kenapa harus kau yang selalu beruntung? Kenapa harus kau yang menikahi Putra Mahkota? Tapi aku akan memastikan kau tidak akan bisa mempertahankan kehamilanmu," ucapnya penuh kebencian sambil meremas cangkir teh yang ia pegang erat-erat.

"Pelayan, siapkan hadiah untuk pernikahan Putra Mahkota dan Tang Anning," perintahnya.

"Baik, Nona," balas pelayan itu lalu pergi melaksanakan titah.

**

Dua minggu kemudian, Kediaman Jianwu berhias pita merah dengan megah. Pernikahan Putra Mahkota dan Tang Anning diadakan di sana, dan para tamu undangan tampak berdatangan silih berganti.

"Nona, Anda benar-benar cantik," puji Xiao Chu takjub.

"Xiao Chu, berhenti menggodaku," ucapku tersenyum.

"Nona, apakah Anda tidak memakai cadar?" tanya Xiao Chu penasaran.

"Xiao Chu, bagaimana menurutmu jika aku tidak memakai cadar?" tanyaku balik menggoda.

"Nona, bisa-bisa Anda membuat pingsan semua orang," jujur Xiao Chu dengan ekspresi panik bercampur kagum.

"Xiao Chu, mari kita buat kejutan untuk semua orang, biar mereka tahu jika Putri Jenderal yang dituduh buruk rupa sebenarnya hanyalah topeng di balik wajah polos," ucapku dengan senyuman penuh rencana yang langsung diangguki mantap oleh Xiao Chu.

Hari ini aku benar-benar tidak memakai cadar, tepat di hari pernikahanku dengan Putra Mahkota. Jubah istimewa yang disiapkan serta Mahkota Phoenix mewah yang diberikan langsung oleh Putra Mahkota benar-benar membuat penampilanku terlihat berbeda dan memukau.

"Nona, apakah Anda sudah bersedia? Hamba akan memasang tutup kepala pengantin kepada Anda," ucap Xiao Chu hati-hati.

"Baiklah," ucapku mengangguk setuju.

Sementara itu di halaman utama, Hou Juntian dan Mo Jiu memperketat penjagaan karena hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi Tang Anning. Mereka tidak akan membiarkan ada masalah sekecil apa pun yang merusak acara.

"Yang Mulia Kaisar telah tiba!" teriak penjaga pintu utama, yang langsung diikuti oleh seluruh tamu dan pengawal yang bersujud hormat.

"Bangun," ucap Kaisar singkat memberikan titah.

"Yang Mulia Putra Mahkota telah tiba!" teriak penjaga kembali menggelegar.

Pemuda yang mengenakan jubah pengantin berwarna merah menyala, diiringi oleh barisan pengawal di belakangnya, melangkah masuk dengan aura memukau dan terlihat begitu tampan.

1
Seven Wann
karakter fl nya terlalu menye menye
Xue Lian: aduh kak... author baru pertama kali nulis karakter fl nya menye-menye...lain kali author buat karakter nya lebih badas ya🤭🤭
total 1 replies
Xue Lian
Hai...reader!!!

Terimakasih yang sudah spam like.

author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.

author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.

bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".

pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰

ditunggu ya😍
Xue Lian
Hai, para Readers! 👋🥰

Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.

Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖

Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.

Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨

Salam manis,

Author Diah Nation29 🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!