NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Keluarga / Selingkuh
Popularitas:112.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

"Penyesalan adalah api yang membakar jiwa tanpa menyisakan abu. Di episode ini, sebuah berita besar meledak di tengah kehampaan hidup Bima, meruntuhkan sisa-sisa harapannya hingga tak bersisa. Saat sang ibu pulang dengan membawa kabar tentang pernikahan Hana, Bima menyadari bahwa pintu maaf telah tertutup rapat dan terkunci dari dalam. Mari saksikan bagaimana dunia sang tuan angkuh ini benar-benar runtuh berkeping-keping."

.

.

Malam di Jakarta terasa lebih pekat dari biasanya. Di dalam rumah mewah keluarga Erlangga, keheningan menyelimuti setiap sudut ruangan, hanya menyisakan suara jam dinding yang berdetak seolah menghitung mundur kehancuran sang pemilik rumah.

Bima duduk di ruang kerjanya, menatap kosong ke arah dokumen-dokumen perusahaan yang sudah tidak lagi ia pedulikan. Pikirannya tersangkut di Sukamaju, pada bayangan Hana yang ia lihat dari kejauhan tempo hari.

Tiba-tiba, suara dentuman pintu utama yang dibuka dengan kasar memecah kesunyian. Disusul oleh lengkingan suara yang penuh dengan kepedihan dan kemarahan.

"BIMA ...! KELUAR KAMU, BIMA ...!"

Bima tersentak. Itu suara mamanya. Suara yang biasanya tenang dan berwibawa kini terdengar pecah oleh isak tangis yang tertahan. Bima segera bangkit, jantungnya berdegup kencang.

Apakah terjadi sesuatu?

Bima berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Di bawah, ia melihat Bu Sarah berdiri mematung di tengah ruang tamu.

Tas mahalnya tergeletak sembarangan di lantai, riasannya sedikit luntur oleh air mata, dan dadanya naik turun mengatur napas yang sesak.

"Mama? Mama sudah pulang?" Bima menghampiri dengan wajah panik. "Kenapa Mama menangis? Apa yang terjadi ..."

**PLAK** !!!

Belum sempat Bima menyelesaikan kalimatnya, sebuah tamparan keras mendarat di pipi kirinya. Kepala Bima terlempar ke kiri. Rasa panas menjalar seketika, namun rasa heran di benaknya jauh lebih besar.

"Mama... kenapa Mama menamparku?" bisik Bima shock.

**PLAK** !!!

Sekali lagi, tamparan yang lebih keras mendarat di pipi kanannya. Bima terhuyung mundur, memegangi wajahnya yang kini berdenyut nyeri.

Ia menatap ibunya dengan tatapan tidak percaya. Sepanjang hidupnya, Bu Sarah tidak pernah sekasar ini.

"Kenapa?!" Bu Sarah berteriak, air matanya kini tumpah tak terbendung. "Satu tamparan tidak cukup untuk membayar kebodohanmu! Seribu tamparan pun tidak akan bisa mengembalikan menantu kesayangan Mama yang sudah kau buang bagai sampah!"

Bima gemetar. "Ma, aku tahu aku salah. Aku sudah menyesal! Aku akan menjemput Hana, aku akan memohon padanya ..."

"Menjemput siapa, Bima?! Menjemput istri orang lain?!" Bu Sarah memegang kerah kemeja Bima, mengguncang tubuh anaknya dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Hana akan menikah, Bima! Bulan depan! Dia akan menikah dengan pria lain!"

**Duar** !!!

Dunia seolah berhenti berputar bagi Bima. Pendengarannya mendadak berdenging. Kalimat itu terasa lebih tajam dari sembilu, merobek jantungnya hingga hancur berkeping-keping.

"Mama... Mama bercanda, kan?" Bima tertawa getir, tawa yang terdengar seperti rintihan. "Hana tidak mungkin melakukan itu. Dia mencintaiku. Dia hanya ingin menghukumku, Ma. Dia tidak mungkin secepat itu..."

"Cinta?!" Bu Sarah mendorong Bima hingga pria itu jatuh terduduk di sofa. "Cinta macam apa yang kau berikan padanya? Kau mengusirnya saat dia mengandung! Kau menukar dia dengan iblis seperti Clarissa! Kau pikir hati Hana adalah batu yang tidak bisa hancur?"

Bu Sarah melempar ponselnya ke pangkuan Bima. Di sana, sebelum Bu Sarah kembali, Bu Sarah meminta foto Hana berdiri berdampingan dengan dr. Adrian di depan ruko, dengan tangan Adrian yang merangkul bahu Hana seolah menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya.

"Pria itu namanya Adrian. Seorang dokter. Dia yang memungut Hana saat kau membuangnya. Dia yang membasuh air mata Hana saat kau tertawa bersama Clarissa. Dan bulan depan, dia yang akan mengucapkan ijab kabul untuk mengambil alih posisi yang dengan bodohnya kau tinggalkan!"

Bima menatap layar ponsel itu dengan mata yang memanas. Ia melihat senyum Hana. Senyum yang begitu damai, senyum yang menunjukkan bahwa wanita itu telah menemukan rumah yang sebenarnya.

Bukan rumah mewah yang penuh kepalsuan seperti ini, melainkan hati seorang pria yang menghargainya.

"Tidak... tidak mungkin..." Bima meremas ponsel itu, lalu tiba-tiba ia bangkit dan meraih kunci mobilnya di meja. "Aku harus ke sana! Aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi! Anak itu anakku! Hana itu milikku!"

"Berhenti, Bima!" teriak Bu Sarah.

Bima tidak peduli. Ia berlari menuju pintu, namun langkahnya terhenti saat Bu Sarah berkata dengan suara dingin dan tajam.

"Jika kau pergi ke sana hanya untuk membuat kekacauan, kau hanya akan membuat Hana semakin membencimu. Kau ingin mengambil Saka? Pria itu, Adrian, sudah dianggap ayah oleh cucuku sendiri! Kau hanya orang asing yang memberikan luka, Bima. Kau tidak punya hak!"

Bima jatuh berlutut di depan pintu utama. Ia meraung, memukul-mukul lantai marmer yang dingin hingga tangannya lecet. "AKU YANG SALAH! AKU YANG BODOH! HANA, MAAFKAN AKU!"

Suara raungan Bima menggema di rumah yang besar itu, namun tidak ada siapa pun yang datang menghibur. Bu Sarah hanya menatap anaknya dengan tatapan kasihan sekaligus muak.

"Mama ingin kau menderita, Bima. Rasakan apa yang Hana rasakan dulu," ucap Bu Sarah sambil berjalan melewati Bima menuju kamarnya. "Satu hal lagi... Adrian sudah melamar Hana secara resmi. Mama melihat sendiri bagaimana pria itu melindungi Hana. Dia jauh lebih layak disebut pria daripada kamu."

~~

Malam itu, Bima tidak tidur. Ia duduk di lantai ruang tamu yang gelap, ditemani sebotol minuman keras yang ia ambil dari mini bar, bukan untuk berpesta, tapi untuk mematikan rasa sakit yang luar biasa di dadanya.

Ia membuka kembali ingatannya, saat pertengkarannya dengan Hana di malam pengusiran itu.

Bima melempar botol minumannya ke arah dinding hingga pecah berkeping-keping. "Bodoh... kau benar-benar bodoh, Bima!"

Kini, kepingan hidupnya persis seperti botol itu. Tidak bisa disatukan lagi. Hana akan menikah. Nama 'Erlangga' akan benar-benar terhapus dari hidup Hana. Dan yang paling menyakitkan, anaknya akan memanggil pria lain dengan sebutan 'Ayah'.

Bima menatap ke luar jendela, ke arah langit malam yang tanpa bintang. Penyesalan itu kini bukan lagi tamu, melainkan penghuni tetap di hatinya.

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Batara Kresno
mama sarah masa g pernah nengok cucunya saka sih nanti kl nandin punya anak lupa ama cucu pertamanya malahan sibuk sendiri g pernah liat cucunya
Ma Em
Semangat ga Hana dan baby Arlo semakin sehat dan kuat begitu juga Bima dgn Nadin semoga langgeng pernikahannya dan segera dapat berjalan momongan .
Mamah Dini11
slamat bima semoga samawa dan cepet di beri momongan , untuk hana adrian benar hana cpet pulih dn bayinya juga biar cepet tetbang ke bali , saka pasti kangen sm om baiknya , dannnn kapan hana saka di kasih tau bima adalah ayah kandungnya 🙏 jgn tersinggung hana cuma nanya🤭
Mamah Dini11
ok thor di tunggu lanjutan nya jgn lama 💪💪💪👍👍
Ma Em
Semoga Hana dimudahkan dan dilancarkan persalinan nya ibu dan bayi sehat dan selamat , juga Pernikahan Bima dgn Nadin dilancarkan sampai hari H dan tdk akan ada gangguan lagi .
Uthie
Saya baca baru sampai sini, tapiii.. koq kayanya kurang seruuu kalau misal Nadin sama Bima yaa.... Chemistry nya lebih kuat sama Hana lagi aja 😂😂😂

aslii... kalau misal Bima sama Nadin, kayanya bakalan kurang seru untuk sy lanjut bacanya 😁🙏🙏🙏
Lee Mba Young
ceritanya karma suami durhaka tp gk Ada karma nya si laki ttp hidup enak bhgia mlh dpt prawan.
Lee Mba Young
ceritanya karma suami durhaka tp gk Ada karma nya mlh dpt lagi prawan 🤣. mlh hidup enak masih kaya Raya bisa nikah trus kpn karma nya. pas miskin juga gk smp blangsak hidup nya krn masih punya modal buka usaha masih bisa gaet prawan.
Lee Mba Young
Semoga Bima gk dpt Anak Dr Nadine Biar pewaris nya cm anak Hana. krn kl punya saudara tiri Dr ibu yg di cintai bpk nya pasti warisan utama akn jatuh ke anak Dr Nadine pdhl Hana ibu Dr anak sulung yg mnderita. gk ikhlas banget ceritanya begini Bima dpt enak nya Tok mnderita cm sebentar hbis itu langsung dpt prawan lagi. kok mujur men terlalu enak di Bima.
Mamah Dini11
semoga lahiran nya lancar tdk ada kendala apapun hana ayo berjuang, kmu perempuan kuat pasti bisa ingat hana ada saka dn suamimu yg begitu tulus mencintaimu , ayo kasih kejutan anak sulungmu dn suamimu dgn suara tangis bayimu yg di nanti2 💪💪💪💪💪💪💪 hana.
Mamah Dini11
di muluskan aja thor jgn ada rintangan apapun lgi bima dan nadin juga pantas bahagia , seperti bahagianya hana dan adrian , ke depan nya saling menyangi saka dari 2 kluarga ,,saka juga harus tau ayah kandungnya , biar gk ada masalah lgi ke depan nya .
Mamah Dini11
mama sarah tengoklah cucu setelah acara bima dn nadin selesai , masa mama sarah gk kangen sm cucu yg jauuuuuuhhhh di sana 🤭
Batara Kresno: ia ih sama udah lupa ama cucunya bima juga masa g inget ama anaknya wlpun jauh tlfn lh biar gitu kan darah dagingnya masa lupa
total 1 replies
༄⃞⃟⚡R⁹
bima dan hana udah bahagia sesuai porsi nya masing-masing
Vq S
Nadin sang penyerang
Heny
Hadir
Uthie
itulah buah Kesombongan yg dulu kau banggakan, yg Kini diambil paksa darimu 😝😏
Uthie
Udah mulai gila dia 😏
Uthie
Setiap pilihan, harus mempertanggungjawabkan pilihannya 👍👍👍
Uthie
dasar laki-laki Egois 😡
Uthie
Gimana kalau 1-1 kau rasakan apa yg Hana rasakan Bim 😏😏😏
mulai dari kehadiran orang ketiga... lalu merencanakan pernikahan baru..
dan benar-benar kehilangan semuanya.. seperti apa yg pernah Hana alami akibat semua rasa sakit itu kau Berikan 🤨😡😡
Dan.. saru lagi .. kehilangan anak yg tidak kau akui!!! 😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!