Ini Lanjutan lanjutan cerita " Liontin" . Kisah ini adalah dari Putri Leana Anderson. Siapa Leana Anderson ?. kisahnya ada di Cerita Liontin.
Awal mulanya Putri dari Leana yg bernama Safira Anggraeni Anderson, atau sering hanya disebut Safira Anggraeni itu berlibur setelah menyelesaikan studinya. ia mendatangi pengasuhnya dahulu yg sudah mengundurkan diri. Mbak Watik lah yg merawat selama ini, selain kakak sepupunya Daniella serta keluarga engkong Pi'i. Ketika menginap di kos kosan milik mbak Watik di Jogja ia terjebak dengan seorang pemuda yg tak lain adalah Angga Wicaksono. Seorang pemuda dari kota Jakarta sama dengan Safira. Dengan kemampuan meretas dan mencari detail tentang suaminya ini, Safira menunggu kejujuran dari Angga nantinya. Dan menyerahkan semua jalan takdir kepada sang pencipta.
Sementara Angga sendiri sedang dilema dengan dirinya sendiri karena ia dipaksa untuk melanjutkan perusahaan papanya atau melanjutkan cita citanya sebagai Dokter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Hecker dan Protektif
Sementara itu Safira sudah sampai di kediaman kakaknya. Kediaman kakaknya itu seperti basecamp hingga kini. dan itu memang keinginan dari kakaknya, Daniella. Saat ini Daniella hidup bersama keluarganya. Sementara Catherine sudah bersama suaminya. Baron dan Felix Christopher menetap di luar negeri kembali, setelah semua di berikan ilmu yg diberikan Daniella dan Gerald mengenai pusat pengendali sistem perusahaan. Ella masih mengelola saat ini. Namun Anak kembarnya yg berusia 17 tahun sudah banyak membantu. Walau anak dari Daniella genius. Mereka lebih menutup diri dan tidak menonjolkan kepada teman temannya di sekolah. Saat ini mereka masih kelas 12 SMA Swasta di pusat kota. Anak Daniella ada 3. Anak pertamanya dilahirkan kembar bernama Davin Ganendra Abraham dan adiknya bernama Devan Ganendra Abraham. Selang 4 tahun Ella melahirkan kembali seorang putri bernama Devia Ganendra Abraham. Namun ketiganya selalu menutupi nama Abraham itu. Yg sering disalah artikan oleh orang orang yg ditemuinya. Bahkan Ella masih tetap menyembunyikan jati dirinya didepan publik hingga saat ini.
Safira pun mengikuti semua peraturan yg diberikan kakak sepupunya itu. walaupun usia Safira dan Daniella hampir seperti ibu dan anak. Ella tidak membeda bedakan antara Safira dan putra putrinya.
Safira yg baru masuk ke dalam rumah sudah dicegat oleh Davin dan Devan. Kedua keponakannya itu selalu iseng kepadanya. Bahkan hampir semua keluarganya protektif terhadap Safira.
" Tante kecil, mana suami tante...?" bisik Devan, anak tertua dari Ella. Sementara Davin mencegat dengan tangannya untuk menutupi pintu.
" Sialan kalian berdua ya, selalu memata matai tante mu ini..." Fira sambil melotot kepada keduanya. Sambil tangannya mencoba mendorong tangan Davin yg mencegahnya di depan pintu.
" Mana dulu orangnya...?"
" Namanya siapa Vin..?" tanya Devan kepada adiknya lirih. Agar tidak didengar bundanya yg berada didalam.
" Anggara Wicaksono, hahaha...!!" bisik Davin ke Devan sambil tertawa.
" Minggir kagak kalian...!!"
" Mana dulu om barunya Devan sama Davin..hehe..!!" Devan kembali menggoda tantenya itu .
" Dirumahnya lah..." jawab Fira mengalah.
" Yah, kirain diajak kesini...?!" kata Davin lemas. sementara Fira senyum senyum melihat keponakannya itu.
" Siapa yg punya suami...?!!"
Glodak...!!!!
Fira terperanjat kaget dan menyenggol vas bunga disamping pintu. Vas bunga itu terjatuh akibat tangan Safira melepas dorongan ke Davin dan mundur refleks. Karena kakak sepupunya sudah berada di belakang Davin dan Devan.
" Hehe..." Safira hanya cengengesan karena Ella mendengar ucapan Davin dan Devan.
" Kamu Fir ?, yg punya suami...?" tanya Ella kepada sepupunya itu. Sementara Safira hanya menunduk.
" Iya Bun, digerebek warga...!" ceplos Devan kali ini. Ella tersentak kaget mendengarnya. sementara Safira menunduk. Pipinya memerah. Dan disela sela matanya mengalir air membasahi pipinya. Ella keluar dan menyingkirkan tangan Davin, kemudian memeluk Safira.
" Sudah sudah, masuk dulu..."
" Ceritakan ke kakak apa yg terjadi..." lanjut kata Ella kemudian mengajak masuk Safira. Davin dan Devan pun mengikuti dari belakang.
" Kalian berdua jangan ganggu tantemu ya..!!"
" Awas kalian...!" kata Ella kepada kedua putranya itu.
" Kan emang bener Bun..!" jawab Devan nyengir. Dan keduanya masih mengikuti bunda dan tantenya itu.
" Dih, Tante kenapa nangis...??" Devia yg baru datang tiba tiba nyeletuk melihat tantenya itu menangis dalam pelukan bundanya. Sementara yg lain yg mendengar pertanyaan Devia hanya diam. Davin dan Devan pun hanya mengangkat bahunya.
" Dih, pada bisu ya..." celetuk ya lagi dari Devia.
" Via...!!" kata Ella keras kepada putri kecilnya itu. Sementara Devia hanya cengengesan dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.
" Piss..."
" Hais..."
Tangan Devan menurunkan tangan Devia. Kemudian ikut duduk didepan bunda dan tantenya itu.
" Mau cerita sendiri atau Davin yg cerita.." celetuk Devan.
" Hais, kok gw..!!??" sahut Davin.
" kan elu yg tahu pertama kali, gw kan ngikutin elu..!" kata Devan.
" Bisa diem ngga kalian berdua..!" bentak Ella kepada putranya.
" Iya Bun.." jawab keduanya.
" Ho oh..." Devia ikut menimpali perkataan bundanya.
Ella kemudian memandang wajah Safira yg sudah sedikit pucat.
" Coba cerita, bagaimana kejadiannya..." kata Ella kepada Safira.
Safira sesaat terdiam. Fira memandang Davin dan Devan. Selalu saja keduanya ini membuat Fira terpojok jika berhadapan dengan kakak sepupunya itu.
" Dimana sih kalian menyimpan chip pengintai itu. Fira terganggu tahu..." kata Fira ketus kepada keponakan dihadapannya itu. Namun keduanya malah tertawa mendengar ucapan dari Safira.
Sementara Devia yg mendengar kata 'chip' pun berlari menuju kamarnya dan mengambil laptop miliknya. Dan kemudian Devia duduk dipojok sofa di ruangan itu. Ia pun mengotak atik laptopnya.
Semetara Fira menceritakan kejadiannya kepada Ella lirih. Fira sambil menunduk, karena ditatap kedua keponakannya yg berada didepannya. Ella pun memeluk Safira.
" Aman Bun, tidak ada yg terjadi diantara mereka..." ucap Davin.
" Kalau Angga macam macam, biar Devan yg menghajarnya nanti .." ucap Devan.
" Kalian tidak boleh begitu, bagaimanapun juga sekarang Angga sudah menjadi suami tantemu..." jawab Ella.
" Pokoknya kalau dia sampai bikin sakit ataupun sakit hati tante kecil, Davin akan menghabisinya..." ucap Davin.
Safira justru kembali mewek dan menangis kencang karena mendengar perkataan Davin dan Devan. Fira sendiri tidak tahu akan hari depannya bersama Angga.
" Davin , Devan. Itu bukan urusan kalian. Biar tante Fira yg menyelesaikannya sendiri, ya kan..?" kata Ella kepada putra putranya itu. Dan dijawab anggukan kepala oleh Safira.
" Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan sendiri, kakak yg menyelesaikan..." kata Ella.
" Wuuuu...sama aja Bun !, bunda paling bikin dia tidak bernafas..." celetuk Davin dan Devan yg tidak beda jauh dari keinginannya.
Safira kembali menangis. Kini lebih kencang dari yg tadi. Ella pun menenangkannya kembali sambil senyum senyum.
" Eh.. Eh, lihat lihat. Suami Tante kecil mau dikirim keluar negeri.." Celetuk Devia dan memperlihatkan sebuah rekaman cctv kepada kakak kakaknya serta bunda dan tantenya. Ella mengerutkan keningnya karena kelakuan putrinya yg baru berusia 13 tahun itu.
" Ye, lu bobol data gw ya..!?" kata Davin sambil merebut laptop milik Devia. Dan kemudian memperhatikan cuplikan video cctv yg dibobol oleh Devia.
" Eh, iya nih...!" ucap Davin dan menaruh laptop di meja. Dan menghadapkan layar laptop ke arah Safira dan bunda Ella.
" Whuaaaa....!!"
Safira kembali menangis, Ella pun kembali memeluk Safira.
" Tenang tante, bunda, kak Davin dan kak Devan. Pokoknya kalau yg namanya Angga macam macam biar Via aja yg sikat..." kata Devia sambil mengayunkan tangannya didepan Safira.
" Ye, sama aja Lo dengan bunda..." celetuk Devan.
" Nggak jauh beda juga sama elu kak..!!" jawab Devia.
" Sudah, kalian ya...!" kata Ella kepada putra putrinya itu. kemudian memandang Safira yg masih sesenggukan.
" Apa rencana mu selanjutnya Fira...?" tanya Ella. Safira hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Karena ia bingung untuk berbuat apa selanjutnya.
" Biarin dulu dia mengikuti kemauan papanya itu terlebih dahulu. Mau dikirim keluar negeri kek , ke kutub kek. Dan jika dia memang benar benar mencintai tante, maka dia akan mencari tante..." kata Davin membuat Safira termenung mendengar perkataan keponakannya itu. Dan sepertinya memang benar, dan safira harus membuktikan itu.
" Eh tunggu...!" kata Devia kembali. Ia mengambil laptopnya dan kemudian mengotak Atik kembali.
" Ini ada lagi, kalau Angga mau dijodohkan..." celetuk Devia dan memperlihatkan rekaman cctv yg dia dapat.
" Whuaaaa....!!!" Safira kembali menangis karenanya. Sementara Ella hanya geleng geleng kepala, melihat perlakuan anak anaknya itu kepada tantenya.
" Tidak masalah itu dek, jika memang Angga benar benar mencintai tante kecil, dia akan tetap mencari. Gw akan mengawasi itu. Bagaimana..?" kata Davin membuat keputusan.
Dan tampaknya perkataan Davin ini disetujui oleh yg lainnya termasuk Safira. Ia juga harus membuktikan jika Angga mencintainya dan mencarinya di kemudian hari.
" Sepertinya bagus kalau tante menyamar jadi karyawan di perusahaan Wicaksana sana..." ucap Devia.
" Baguuus...ide cemerlang itu. Tapi jangan kasih tahu dia jika tante kecil bekerja disana..." kata Devan.
Semua tampak setuju dengan pendapat itu. Karena bisa mengetahui seluk beluk keluarganya juga dari sana. Ella menghela nafas panjang dengan ide yg dicetuskan putra dan putrinya itu. Dan sepertinya Safira setuju setuju saja dengan ide dari keponakan keponakan yg jail itu.
good job 👍👍👍👍❤❤❤❤❤
good thor👍👍👍👍❤❤❤❤