Novel ini mengisahkan tentang seorang wanita Cantik, populer dan sangat lugu bernama Clarisa yang mencintai seorang laki-laki arogan bernama Jackson yang terkenal sangat playboy di Kampus X.
Bagaimana kah kisah cinta mereka? apakah cinta Clarisa terbalaskan? Apakah keluguan nya juga dapat memikat hati Jackson? yuk simak saja ceritanya
Happy reading😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Ep.7
"Hmm iya, papa mengizinkan, asalkan kamu harus ditemani pengawal dan jangan pulang terlambat" kata Arya.
"Ha? Papa serius?" Tanya Clarisa.
"Iya sayang, atau kamu mau papa berubah pikiran?" kata Arya.
"Ti-tidak pa, makasi ya pa, Caca sayang papa" kata Clarisa Antusias.
"Ingat kamu harus sudah pulang sebelum papa sampai rumah" kata Arya.
"Siap pa, kalau begitu Caca mau bersiap dulu, bye Pa, love you, muaachhh" kata Clarisa .
"Love you too sayang" kata Arya dan sambungan langsung terputus.
"Ma!!!" teriak Clarisa.
"Ihhh caca, telinga mama bisa rusak kalau kamu teriak-teriak begitu" kata Clara sambil menutup telinganya.
"Aku bahagia banget Ma, bahagia bahagia" kata Clarisa.
"Iya ya. Tapi mama penasaran, kenapa papamu mengizinkanmu" kata Clara.
"Mungkin papa sudah memenangkan lotre Ma atau papa sedang khilaf ya Ma" kata Clarisa.
"Husss, tidak baik membicarakan papamu dibelakang, sana bersiap-siap" kata Clara.
"Padahal mama yang mulai, ya udh aku ke atas dulu Ma" kata Clarisa.
"Hmmm. Tapi aku masih penasaran kenapa mas Arya mengizinkan Clarisa, sepertinya nanti aku tanyakan saja" kata Clara.
***
Tuttt tuttt
"Angkat Ca, astaga" kata Jackson.
Ini panggilan kelima yang dilakukan Jackson.
"Hallo" Kata Clarisa dari seberang telepon.
"Hallo Ca, bagaimana? apakah papamu memberikan izin?" tanya Jackson.
"Hmmm" kata Clarisa.
"Kamu tidak diizinkan?" tanya Jackson.
"Hmmm" kata Clarisa.
"Ca jawab yang bener, iya atau tidak" kata Jackson.
"Iya Jackson, aku diizinkan pergi" kata Clarisa.
"Ha? serius? jadi nanti malam kita Dinner?" kata Jackson dan Clarisapun terkekeh pelan mendengar reaksi Jackson
"Iya Jac" Kata Clarisa
"Oke, nanti malam aku jemput, ingat dandan yang cantik" kata Jackson.
"Iya jac" kata Clarisa.
"Aku tutup dulu Ca, bye" kata Jackson dan panggilan pun terputus.
Clarisapun bersiap-siap, dia menggunakan gaun berwarna Abu se lengan, dengan rambut digerai. make up nya pun tidak terlalu tebal sehingga terlihat sangat natural, dengan polesan lipstik yang hampir menyatu dengan warna bibirnya sehingga tampilannya malam ini terkesan sangat elegan.
"Ma, gimana? Caca udah cantik belum?" Tanya claris dengan sesekali memutar di depan mamanya.
"wahh, anak mama cantik banget sih, itu kan apa mama bilang, kamu pasti sedang jatuh cinta" kata clara.
"Apaan sih Ma, tidak, dia cuma temen Caca, dia jga tidak pernah bilang kalau dia suka sama Caca" kata Clarisa.
"Kalau malam ini dia bilang suka sama kamu bagaimana?" Tanya Clara.
"Hmmm, tidak tau, sudah Ma, Caca nggk mau berharap lebih" kata Clarisa.
"Duhh, anak mama sudah dewasa aja" kata Clara sambil mencubit gemas Pipi Caca.
"Non, di depan ada teman nona" kata bik Ati.
"Iya bik, Makasi ya" kata Clarisa.
"Samperin sana pujaan hatimu" kata Clara.
"Ihhh mama, apaan sih. Caca pergi dulu Ma, Assalammualaikum" kata Clarisa.
"waalaikummussalam, ingat jangan pulang larut malam" teriak Clara dan hanya dibalas anggukan oleh anaknya.
Mereka pun pergi ke salah satu Cafe terkenal di kota X. Di setiap perjalanan Jackson tak henti-hentinya mencuri pandang pada Clarisa sehingga membuat Clarisa risih.
"Apan sih Jac, fokus nyetirnya" kata Clarisa.
"Kamu cantik Ca" kata Jackson.
"Terima kasih" kata clarisa dan pipinya langsung merona. dan Jackson pun hanya tersenyum melihat tingkah lugu clarisa.
"Aku benar-benar tidak bisa melanjutkan permainan ini, Aku mulai nyaman ketika bersamanya. Rasanya aku tidak bisa menyakitinya. Aku harus bagaimana?" kata Jackson dalam hati.
Merekapun sampai. Jackson turun duluan kemudian membukakan pintu untuk Clarisa. mereka masuk berdua, tangan Jackson berusaha meraih tangan Clarisa, tapi dia urungkan dan hanya bisa memandanginya.
"Jacc, kita duduk dimana?" kata Clarisa membuyarkan lamunan Jackson
"Disana saja.Ayo" Tunjuk Jackson pada meja bernomor 7, di meja tersebut mereka bisa melihat dengan jelas pemandangan malam kota x.
"Sungguh indah" kata Clarisa
"Apa kamu menyukainya?" tanya Jackson dan dibalas anggukan oleh Clarisa.
Mereka pun makan bersama setelah pelayan mengantarkan makanan untuk mereka. Mereka makan dalam diam.
"Ca" Kata Jackson.
"Iya?" Kata Clarisa dan melepas garpu yang ada di depannya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Kata Jackson.
"Iya. Katakan saja" Kata Clarisa.
"Hmmm, sebelumnya aku ingin meminta maaf" Kata Jackson dan menarik nafasnya berat. Clarisa tetap diam membiarkan Jackson menyelesaikan. kata-katanya.
"Sebenarnya aku mendekatimu, hanya karena taruhan. Aku kalah taruhan, sehingga aku harus mendekatimu dan kemudian saat kamu sudah jatuh cinta, aku harus mencampakkanmu, Tapii..." kata Jackson terputus.
"Cukup, Aku ingin pulang Jackson" Kata Clarisa, menahan sesak di dadanya. Air matanya mulai menetes. Jackson langsung menarik tangan Clarisa.
"Ca. Aku belum selesai ngomong, please dengerin aku dulu" Kata Jackson.
"Jac please, Aku mau pulang, sudah cukup, aku tidak mau mendengar lagi" Kata Clarisa sambil menghapus air matanya.
"Oke, Ayo pulang" Kata Jackson lesu. Clarisa pun berjalan duluan ke mobil, meninggalkan Jackson dibelakangnya.
Clarisa bisa saja pulang dengan pengawalnya. Tapi dia tidak mau membuat mama nya khawatir jika sudah sampai rumah nanti dia pulang sendiri. Dia berusaha tegar. Pada dasarnya dia tidak mempunyai teman. jadi mungkin ini tidak akan apa-apa. pikirnya.
-di Mobil-
"Ca" Kata Jackson, namun Caca tidak menyahut sama sekali dan fokus ke depannya.
"Ca please, Aku tidak mau kita seperti ini, setidaknya aku ingin berteman baik denganmu" Kata Jackson, namun tidak juga dibalas Clarisa. Sampai mereka pun sampai di rumah Clarisa.
"Terima kasih" Kata Clarisa dan langsung masuk ke rumahnya, Tanpa Melihat Jackson sama sekali.
"Arrrgggggg" Teriak Jackson
Dia pun meninggalkan rumah itu, dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Anton.
"Sakit sekali" Kata Jackson sambil memegang dadanya
-di Rumah Anton-
"Kamu kenapa bro?" Tanya Anton saat melihat Jackson terlihat begitu frustasi.
"Ini gara-gara kalian semua, aku sudah mengaku kalau aku deketin dia karena taruhan, dan sekarang dia menjauhiku" Kata Jackson.
"What? Kalian kan belum pacaran, atau aku yang tidak tahu kalau kamu sudah pacaran" Kata Anton.
"Tidak, aku blum nembak dia. Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa menyakitinya. Padahal aku blum lama mengenalnya. Tapi aku merasa sudah lama banget kenal dia. Dan aku merasa harus melindungi dia. Aku bingung, Agghhhhh" Kata Jackson frustasi.
"Woy, jangan teriak di rumahku. Kamu pikir ini hutan" kata Anton.
"Jadi, intinya kamu kalah kan?" Tambah Anton.
"Terserah. Kamu ambil saja Itu, Aku tidak membutuhkan mobil itu" Kata Jackson.
"Wahh, dengan senang hati bro. BTW, kayaknya kamu sedang jatuh cinta bro" Kata Anton.
"Tidak mungkin, kamu tahu sendiri kan hatiku buat siapa" kata Jackson.
"Sampai kapan kamu seperti ini bro, semua cewek yang kamu deketin tidak ada satupun yang memikat di hatimu, dan kamu masih mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin" kata Anton.
Jackson hanya bisa diam, menurutnya apa yang dikatakan Anton memang bener. namun dia hanya menghembuskan nafasnya berat sambil memijit keningnya.
-Disisi lain-
"Hikss Hikss, Kamu Jahat Jac" Kata Clarisa.
"Aku salah Apa Tuhan, kenapa hidupku seperti ini" kata Clarisa sambil memegang dadanya
Tokkk Tokk
Clarisa langsung menghapus air matanya.
"Iya, masuk" Kata Clarisa
"Non, dipanggil tuan sama nyonya" Kata bik Ati.
"Iya bik, katakan ke mama papa, sebentar lagi aku turun" kata Clarisa.
Bik Ati pun mengangguk. selang beberapa menit Clarisa turun dan duduk di hadapan kedua orang tuanya.
"Ada apa papa sama Mama memanggilku" Tanya Clarisa.
"Besok ikut mama sama papa ke acara makan malam sahabat papa. Besok ikut mama pergi membeli persiapan untuk makan malam. jadi kosong kan semua acara mu besok" Kata Arya
"Maaf pa, Besok Caca ada Kuliah wajib" Kata Clarisa.
"Nanti papa akan berbicara dengan dosenmu" kata Arya.
"Selalu semaunya" gumam Clarisa.
"Kamu berbicara apa Ca?" Tanya Arya.
"Tidak ada Pa, besok Caca ikut mama, kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, Caca mau ke kamar dulu" Kata Clarisa.
"Ca matamu kenapa sembab?" Tanya Clara.
"Kelilipan tadi ma" kata Clarisa dan langsung berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
Clara mengeryit heran.
"Sejak kapan orang kelilipan di kedua matanya" gumam Clara. Namun dia mencoba berpikir positif dan mempercayai perkataan anaknya walaupun masih ada terasa menjanggal.
-Bersambung-
Kira-kira apa yang akan terjadi di makan malam tersebut, Jangan lupa Vote ya