NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Mantan Suamiku

Menikahi Bos Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:22.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: misshel

Teruntuk Moms, Single Moms, dan seluruh wanita yang sedang berjuang bagi anak-anaknya. Jangan sedih ... kamu hebat, kamu kuat! Aku di sini bersamamu!



"Jangan menyerah di awal, karena tidak ada awalan yang sempurna"

Warning!! 21 Area!!

Akira Shofie harus bertahan ditengah kerasnya kehidupan saat ia harus membesarkan ketiga anaknya seorang diri setelah suaminya menceraikannya dan menelantarkan mereka.

Namun, kehidupannya berubah total ketika ia terpaksa menikah dengan anak dari atasan mantan suaminya.

Akira yang lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa saat suaminya berselingkuh, akhirnya menemukan keberanian membalas sakit hatinya dulu dengan dukungan suaminya yang sangat perhatian dan menyayanginya juga ketiga anaknya.

Akankah Akira sanggup membalas dendam yang telah lama bersarang di hatinya? Ataukah ia berhasil berdamai dengan dendam dan hidup dengan baik bersama suami dan ke enam anaknya? Temukan jawabannya di dalam kisah ini.



NOTE : Ceritanya ngga bagus-bagus sangat...B ajah...hehehehe....

ig: misshel_88

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon misshel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jen sakit

Kira segera bangkit dan berpamitan pada Mbak Yuni dan Mbak Siti. Tanpa pamit pada nek Mina Kira segera melaju kerumah sakit tempat Jen dirawat. Sebenarnya tidak jauh rumah sakit itu namun karena macet jadi memakan waktu lebih lama. Kira mengambil jalan pintas untuk segera sampai.

Sesampainya di rumah sakit, Kira segera berlari ke UGD. Dan benar saja Kira melihat Jen yang terbaring lemah. Infus terpasang di tangan kiri Jen. Bu guru masih setia menemani Jen.

“Assalamualaikum Bu Guru," Sapa Kira.

“Wa alaikum salam, Mamanya Jenny?," Ibu Guru Jen menoleh kearah Kira.

“Benar Bu, Saya Kira, Mamanya Jen. Jen kenapa ya, Bu?," Tanya Kira yang tak mampu membendung kecemasan di hatinya. Kira menatap wajah pucat Jen. Kira memegang dahi Jen yang terasa panas.

“Tadi Jen pingsan Bu, badannya panas banget, apa di rumah tidak menunjukan gejala sakit, Bu?."

“Setau saya tidak Bu, memang Jen sedikit lesu, saya kira karena nafsu makannya sedang turun saja, Bu."

“Mungkin tidak di rasa, Bu, maklum anak seusia Jen masih aktif-aktifnya bermain, sehingga ketika sakit, mereka tidak merasakan," Bu Guru Jen tersenyum,memaklumi dan berusaha mengerti ketidaktahuan Kira.

Kira mengangguk tanda mengerti. Dokter yang memeriksa Jen tiba, bersama seorang perawat.

“Selamat siang," Sapa dokter itu ramah.

“Siang Dok, bagaimana keadaan anak saya, Dok?," Tanya Kira penuh kecemasan. Jari jemarinya saling bertaut, dan menggenggam.

“Saya akan mengambil sampel darah putri anda dulu Bu, saya menduga anak Ibu terkena typus," Terang dokter.

“Sebaiknya anak anda di rawat beberapa hari di sini, Bu,” sambung Dokter lagi.

“Baik Dok," Kira mengangguk.

Dokter segera mengambil darah dari lengan Jen. Kemudian segera keluar ruang UGD. Seorang perawat memindahkan Jen ke ruang rawat inap. Kira menyelesaikan urusan administrasi sesuai petunjuk dari perawat di UGD.

Ibu Guru Jen segera berpamitan saat Jen di pindahkan ke ruang perawatan. Kira tak henti mengucapkan terimakasih kepada Bu Guru yang telah mengantarkan Jen ke rumah sakit.

Kira menelpon Ibunya memberitahu jika Jen di rawat dirumah sakit. Kira meminta ibunya untuk menjemput Exel dan Jeje. Mendengar cucunya dirawat tentu saja Ibunya khawatir, namun Kira meyakinkan jika dia mampu mengurus Jen.

Ruangan tempat Jen di rawat adalah bangsal khusus anak. Berada di lantai 2 rumah sakit ini. Selama perjalanan menuju ruangan Jen, Kira melihat beberapa lelaki yang berpakaian hitam dari kejauhan. Seketika Kira menundukkan pandangannya, takut jika mereka mengetahui keberadaan Kira.

Setelah memeriksa keadaan Jen, Kira ke kamar mandi. Dia mengoleskan salep pada luka-luka memar di wajahnya. Kira mengamati wajahnya yang semakin mengerikan, namun dia tertawa, menertawakan bentuk wajahnya yang seram.

Mengingat kembali kejadian pagi ini. Baru beberapa saat lalu dia berlarian menjauh dari sini, sekarang malah harus kembali kesini lagi. Dan akan berada di sini beberapa hari lagi. Semoga saja tidak bertemu dengan para pengawal lagi, batin Kira.

Kira melamun namun matanya tak pernah lepas dari Jen. Meneliti wajah mungil yang menggemaskan, yang tak jarang membuat siapapun tersenyum.

“Apa Mas Rian sama sekali tidak ingat pada anak-anaknya? Bahkan tak seorangpun yang datang untuk menjenguk anak cucu mereka. Sesenang itukah ketika kami meninggalkan rumah mereka?," Batin Kira.

Saat bertemu Riana, adiknya Rian, Riana seolah tak mengenali Kira. Riana memilih pergi menjauh daripada menyapa mantan kakak iparnya. Pun dengan Raka, suami Riana.

“Ma, Jen haus” Suara parau Jen membuyarkan lamunan Kira.

“Ya, Sayang," Kira tersenyum, lega, Jen sudah bangun. Kira segera beranjak mengambil air mineral beserta sedotannya.

Kira membantu Jen untuk minum dari sedotan. Badan Jen sudah tidak panas lagi tetapi dia masih sangat lemas. Kira mengusap usap kepala Jen dengan lembut.

“Mana yang sakit, Sayang?," Tanya Kira dengan lembut.

Jen hanya menggeleng. Bibir mungil Jen mengatup rapat. Matanya terlihat sayu. Jen memejamkan matanya lagi.

“Apa Jen masih mengantuk?," tanya Kira.

Jen menggeleng.

“Mama suapin bubur ya, dari tadi jen hanya tidur, dan belum makan," Kira mengusap rambut Jen.

Jen memandang Mamanya yang penuh kecemasan. Seolah tak tega melihat wajah Mamanya yang penuh dengan memar, Jen menganggukan kepalanya.

Kira menyuapi Jen dengan sabar. Tentu tidak mudah makan saat sakit. Semua makanan akan terasa pahit dan hambar saat sakit. Kira menyadari hal itu. Jen terlihat sekali memaksakan mulutnya menelan makanan.

Setelah beberapa suapan akhirnya Jen menyerah. Tak apa yang penting perut Jen tidak kosong lagi. Kira membantu Jen meminum obat, sesuai instruski dokter.

Jen merebahkan badannya kembali setelah minum obat. Kira menciumi putri semata wayangnya itu. Melihat Jen tergolek lemah, hati Kira terasa sakit. Kira mengusap usap punggung Jen agar dia nyaman, hingga tak butuh waktu lama, Jen sudah terlelap lagi.

Hingga sore menjelang Jen masih tidur dengan Kira. Ibu dan Ayah Kira sudah tiba di rumah sakit. Bersama Exel dan jeje.

×××××

Kira terbangun begitu mendengar ucapan salam dari Jeje. Punggungnya terasa sakit, karena tidur dengan posisi duduk, tangannya masih memengang tangan Jen. Kira segera bangkit menyalami orang tuanya. Namun mereka semua terkejut melihat wajah Kira.

“Kamu kenapa Ra?” tanya Ayah dan ibu nyaris bersamaan.

“Ah, ini... tadi nolongin orang Yah, Bu” jawab Kira sambil menyentuh wajahnya.

“Nolongin gimana? Kok sampai lebam begitu?” tanya Ibu lagi. Ibu menyentuh beberapa bagian wajah Kira yang terlihat membiru.

“Aduh...sakit Bu, Nanti saja ceitanya, Kira lapar Bu....” Kira memalingkan wajahnya ke arah susunan kotak makanan tang di bawa Ibunya.

Ayah dan Nina hanya menggelengkan kepalanya. Karena tahu jika Kira hanya mengalihkan pembicaraan saja.

Kira memeluk kedua anak laki lakinya menciuminya dengan gemas. Biasanya mereka hanya menerima satu kali ciuman dari Kira, mereka berdua merasa sudah besar untuk menerima ciuman sebanyak itu. Namun kali ini mereka pasrah, tak ingin mendebat sang Mama. Mereka berdua iba melihat kondisi Mamanya.

Mereka pindah ke kursi yang telah tersedia di ruangan ini. Kini isi dari kotak makan itu telah berpindah ke dalam perut Kira.

"Ra, sekarang kamu sudah tidak bisa mengelak lagi, ceritakan semuanya sekarang...." Perintah Ibu sambil mengemasi bekas makan Kira.

"Tidak bisa nanti saja, Kira masih "

"TIDAK" jawab Ibu, Ayah, dan Nina serempak memotong ucapan Kira. Mereka bertiga sudah hafal dengan kelakuan Kira yang tidak suka berbagi masalah hidupnya. Hingga perceraian dengan Rian membuat mereka sadar, Kira terlalu pintar menyembunyikan kesulitan dalam hidupnya.

Kira mendengus melihat kekompakan mereka. Akhirnya Kira menceritakan dengan detail kejadian tadi pagi. Bahkan Ayah Kira tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

1
Awin Azmi
padan muka 🤣🤣
Dwi Setyaningrum
berkali kali baca ulang crita ini tetap aja ikut mewek..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kangen baca ulang thor...
Tiktok: misshel_author: Makasih udah baca ulang kak, aku temenin dr jauh😍
total 1 replies
Nur Wakidah
lhah siapa ini main peluk aja 😆😆😆 jangan Rio tolong 🙈🙈🙈
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Rasenniyya Mom
James dan Lily Potter nih? 😆
Rasenniyya Mom
Mau kasih kira lollipop ya, Ris??/Grin/
Kamiem sag
benar complicated
Kamiem sag
ya... Kiraterus terlena dgn pesona dan perhatian Haris sampai lupa tumbuh kembang anak anaknya
Haris juga sepertinya cuma butuh apem Kira gak butuh kehadiran anak anaknya maka dia bisa merajuk dan mengabaikan sapaan Jeje ( sakit tau anak sekecil itu merasa diabaikan dan gak dibutuhkan)
Kamiem sag
Jeje cerdas cumabelum tau aja dunia orang dewasa😄😄
Kamiem sag
memang gila si Haris mencintai Kira juga gila
Kamiem sag
sesal Rian makin bertambah
Kamiem sag
love you bang Haris
Kamiem sag
hancur
Kamiem sag
😲😮
Kamiem sag
kasih sayang ibu yg buat Viona jadi lebih baik
Kamiem sag
kupikir cuma Rio dan Jo yg patah hati ternyata Hendra juga
Kamiem sag
Kira itu hiena singa juga rubah betina😄😄😄😄😄
Kamiem sag
Evan ayah biologisnya Kristal??
Kamiem sag
aku gak coment
Kamiem sag
Viona berubah??
tersentuh oleh ibu??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!