NovelToon NovelToon
Adik Antagonis

Adik Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Dunia Lain / Masuk ke dalam novel
Popularitas:136.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vivi

Akh, Wajah siapa ini ?


Erland seorang anak remaja yang tidak mempercayai akan adanya transigmirasi.

Tapi apa yang akan terjadi apabila dia bertransmigrasi ke dalam novel yang dia baca. Dan memasuki tubuh Adik Antagonis yang hanya muncul di bagian awal pengenalan


Akankah dia dapat kembali ke tubuh aslinya?
atau apakah dia harus hidup selamanya di novel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vivi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6

Matahari mulai membenamkan diri, hingga menunjukkan hari yang mulai gelap, dan seluruh kota dan bagunan mulai menghidupkan lampu masing-masing, dan di jalan raya yang mulia menghidupkan lampu untuk menerangkan jalan.

Begitu pun di kamar seorang anak kecil yang masih terlelap tidurnya, yang masih menggarungi mimpi indahnya. tidak membuatnya terusik dengan jari yang mulai gelap di kamarnya.

Pemilik anak tersebut merupakan Elvano, anak uang paling bungsu di keluarga Anggantara itu tidak menunjukkan untuk bangun. hingga pintu kamarnya di buka dari keluarga.

Erlangga, Abang dari elvano memasuki kamar sang adek, untuk membangunkan Elvano yang masih tidur. Dan dia pun mulai menghampiri Elvano.

"adek, ayo bangun, hari udah malam Lo. memang adek enggak lapar?"ujar Erlangga yang berusaha untuk membangunkan Elvano, yang tidak bergerak sedikitpun.

"adek, kesayangannya Abang"ujar Erlangga kembali sambil menoel pipi imutnya.

Elvano yang merasa terganggu oleh perbuatan Erlangga pun terusik, namun bukannya bangun dia pun mengubsh posisi badannya dengan membelakangi abangnya.

Erlangga yang melihat adiknya yang tidak mau bangun pun terkekeh lihat adiknya.

Setelahnya Erlangga masih berusaha untuk membujuk adiknya untuk bangun. Dan erlvano pun yang merasa terganggu tidurnya pun mulai bangun dari tidurnya, walaupun dengan mata sayunya itu.

Dan melihat siapa yang membangunnya. Namun pertama yang dilihatnya hanya kegelapan kamarnya dengan pencahayaan yang hanya dari luar pintunya yang masih buka. Dan dia melihat abangnya Erlangga yang berdiri di depannya.

Erlangga yang melihat adiknya yang mulai bangun segera mengendong adeknya untuk membasuh mukanya. dan sebelum membawa adeknya ke kamar mandi dia pun menghidupkan kamar adeknya untuk menerangkan kamar adeknya. Dan dia pun segera membawa adiknya untuk membasuh wajahnya.

Dan setelahnya Erlangga membawa adiknya untuk turun ke bawah, untuk makan malam bersama dengan sekeluarga. Dan sesampainya di bawah Erlangga pun duduk di kursinya dengan memangku adiknya yang masih mengantuk, dan tidak menyadari bahwa dia sudah berada di meja makan. Keluarganya yang lain pun tertuju kepadanya terkekeh dan menahan gemas, melihat tingkah Elvano yang menggemaskan.

Diana yang melihat tingkah putra bungsunya yang menggemaskan tidak dapat menahan rasa gemas terhadap Elvano. Dia pun segera mengambil Elvano dari Erlangga dan mencium kedua pipi Elvano yang mulai temban dan kemerahan.

"sayang, ayo bangun dulu, memangnya adek enggak lapar. ini ada makanan kesukaan adek loh"bujuk Diana untuk membangunkan Elvano.

Elvano yang sebelumnya mengantuk, matanya langsung berbinar saat mendengar ada makanan kesukaannya. Dan dia pun melihat di meja yang dipenuhi berbagai makanan dan matanya pun hanya tertuju kepada cumi-cumi goreng crispy.

"Mama, adek mau itu"kata Elvano dengan menunjuk cumi-cumi goreng crispy kesukaannya itu.

Diana pun mengambil cumi-cumi yang masih panas dan meletakkannya di piring milik Elvano. Setelah meletakkannya di piring Elvano. Elvano segera memakannya tanpa menyadari bahwa cumi-cumi gorengnya belum dingin. Dan Elvano yang merasa lidahnya terbakar segera mengeluarkannya dari mulutnya dan dia pun mulai menangis.

Diana dan keluarga yang lain tentunya panik melihat Elvano yang merasa lidahnya terbakar. Dan Diana segera memberikan air putih kepada Elvano, untuk meredakan lidahnya terbakar.

Setelah meminum, Elvano tetap merasakan lidahnya panas dan dia merasa tidak mood untuk melanjutkan makanannya.

"Sayang, ayo makan lagi. cuminya udah mama dinginin"ujar Diana

Elvano tidak menghiraukan Diana, dan hanya memasang wajah yang cemberut, pipi yang menggembung dan tangan yang terlipat di dada.

Diana yang melihat Elvano, pun menghela napas.

Celline yang berada, di di samping kanan Diana juga membantu Diana untuk membujuk Elvano.

"Adek, ayo makan dek. nanti adek sakit lagi terus nanti kakak sedih loh"ujar Celline dengan berpura-pura memasang muka sedih.

Elvano yang mendengar perkataan Celline langsung menoleh kepada Celline dan terdiam beberapa, lalu dia menoleh ke Diana.

"Mama, adek mau kok makan. tapi jangan banyak-banyak ya?"ujar Elvano dengan suaranya yang kecil.

Diana yang melihatnya pun tersenyum segera mengambil piring milik Elvano dan mulai menyuapi Elvano dengan sabar. sedangkan kepala keluarga Erik dan Erlangga yang sejak tadi diam, hanya melihat interaksi Elvano dengan Diana dan Celline.

Dan melihat Elvano makan mereka pun mulai juga untuk makan malam.

...****************...

Setelah makan malam, keluarga Anggantara berkumpul di ruang tengah untuk menikmati tayangan di televisi, sebenarnya yang hanya menonton hanya Elvano, karena tayangan sendiri kartun anak-anak. Dan mereka pun tidak ada yang protes. Dan melihat keasyikan Elvano yang menyanyi dan menari mengikuti irama musik kartun yang tayang. hingga Elvano, merasa kelelahan dan mulai mengantuk, Erik yang melihatnya pun segera menggendong Elvano dan mentidurkannya di kamarnya. Dan begitu juga dengan Celline dan Erlangga, mereka pun bangun dan masuk ke kamar sendiri untuk tidur dan mereka harus bangun besok untuk kuliah pagi.

Sesampainya di kamar, Erik pun mentidurkan Elvano di atas tempat tidur. Dan menyelimutinya, dan tak lupa untuk mencium kening si adek kecil.

"selamat tidur sayang"ujar Erik, lalu Erik pun mematikan lampu kamar dan hanya menghidupkan lampu tidur yang bergambar Doraemon, Dan menutup pintu. agar si kecil tidak tergsnggu dalam tidurnya.

1
Don't disturb...
parah.. adek sendiri dilupain..
Don't disturb...
...
Don't disturb...
tian.. 🗿
Don't disturb...
ouh.. pantes..
Don't disturb...
uang?
Don't disturb...
mampus😂😂
Don't disturb...
huh..?
Don't disturb...
ada tokoh utama perempuan nya kah??
Daniel Yao
elvano lelaki kan kak ?
Ayaya
lu kurang waras 😑 pake nanya lagi 😥
Berlin
lanjut
ve_zlt
halo kakk, aku cuman mau bilang kalau epilog itu endingnya, nah untuk awalan pakainya 'prolog'☺️🙏🏻
L K
bknny ud minta maaf d RS
L K
bukankah klo 10 thn ud termasuk besar kn kira kita ud kls 4 SD
Otaku: iya tpi kan dia baru bangun dari koma
total 1 replies
L K
kmp d awal chapter ada epilog? bukankah seharusnya prolog?
DewaSistem05
Nebak jadi baby boy anjer
Fathan Al Maishan
kamu siapaaaaaaa?
Khofiani _BT21
KY pernah baca di WP apa emng masih satu author?
Rendi
lanjut
Zhu Zhu Qing
gejala awal isekai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!