NovelToon NovelToon
Membatasi Rasa

Membatasi Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan
Popularitas:986
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Pernah gak sih, kamu sayang banget sama seseorang, tapi demi menjaga hati dan prinsip, kamu terpaksa bersikap sedingin es ke dia?

Itu yang dirasain Zaza. Waktu hatinya mulai telanjur jauh sama Rayyan, dia milih buat mundur perlahan. Gak ada chat basa-basi, gak ada modus pengen ketemu. Semua rindu dan riuhnya perasaan cuma dia tumpahin di sepertiga malam, langsung ke Pemilik Hati.
Rayyan pun sama. Dia kelihatan cuek dan gak peduli, padahal aslinya lagi berjuang mati-matian nahan rasa demi sebuah komitmen. Akhirnya, mereka berdua terjebak dalam kesunyian, sama-sama ngira kalau cinta mereka cuma bertepuk sebelah tangan.

Saling menjauh, tapi saling mendekat lewat doa apa mungkin cara sedekat ini malah bikin mereka makin jauh selamanya? Atau justru, menjaga jarak demi ibadah bakal berujung pada akhir yang gak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembaran Baru yang Mekar

Setahun berlalu sejak peluncuran novel Membatasi Rasa, kehidupan di rumah kecil Dinoyo semakin dipenuhi warna. Sore itu, matahari Malang tampak tenggelam dengan menyisakan semburat warna jingga yang hangat di cakrawala. Di ruang tengah, aroma harum bunga mawar dan melati menyeruak, bersumber dari tumpukan kelopak bunga yang sedang dirapikan oleh Zaza di atas meja kerja besarnya.

Bisnis buket bunga RayyZa Florest kini tidak lagi sekadar usaha rumahan kecil-kecilan. Berkat ketekunan Zaza dan bantuan manajemen yang rapi dari Rayyan, pesanan selalu mengalir setiap minggunya, terutama saat musim wisuda kampus tiba.

Zaza sedang sibuk mengikatkan pita satin merah muda pada sebuah buket bunga besar ketika pintu depan terbuka, memicu gemerincing lonceng kecil yang tergantung di sana.

"Assalamualaikum, Sayang. Lihat, aku bawa apa," suara ceria Rayyan langsung memecah keheningan rumah.

Zaza menoleh, menyunggingkan senyum lembutnya yang selalu menjadi penenang bagi Rayyan. "Waalaikumussalam, Mas. Wah, bawa apa itu? Kok bungkusannya besar sekali?"

Rayyan berjalan mendekat dengan langkah ringan. Penampilannya kini jauh lebih matang dengan kemeja rapi, ia baru saja pulang dari kantor barunya di Dafril Group, tempat ia sekarang memegang kendali salah satu divisi pemasaran. Ia meletakkan sebuah kardus tebal di atas sofa, lalu membukanya dengan mata berbinar penuh kebanggaan.

"Ini cetakan kedua novelmu, Za. Ditambah... sertifikat penghargaan dari platform Penyulam Aksara karena novelmu masuk dalam jajaran buku religi paling inspiratif tahun ini," ucap Rayyan sambil mengangkat sebuah plakat kaca dan satu eksemplar buku bersampul indah yang menampilkan ilustrasi seorang wanita berhijab dan berniqab.

Zaza menghentikan aktivitasnya, meletakkan gunting pita ke atas meja. Matanya mendadak berkaca-kaca saat menyentuh permukaan plakat kaca tersebut. Ada rasa haru yang membuncah hebat di dalam dadanya.

"Alhamdulillah... Ya Allah," bisik Zaza lirih, mengusap air mata yang hampir menetes di sudut matanya. "Aku gak pernah menyangka kalau tulisan yang awalnya cuma sekadar tumpahan batin di buku catatan kecil dulu, bisa menyentuh hati begitu banyak orang, Mas."

Rayyan duduk di samping Zaza, menggenggam lembut jemari istrinya yang sedikit wangi aroma bunga. "Itu karena kamu menulisnya pakai hati, Za. Kamu menulis tentang bagaimana perjuangan menjaga kesucian rasa. Pembaca bisa merasakan kalau setiap bait di buku itu bukan sekadar fiksi, tapi ada ruh komitmen ibadah yang nyata di dalamnya."

Zaza bersandar di bahu Rayyan, menatap buku cetakan kedua mereka yang terpajang rapi di atas meja. "Semua ini juga karena dukunganmu, Mas. Kalau waktu itu kamu gak ikut berjuang memperbaiki diri dan menjemputku lewat jalur yang berkah, mungkin cerita ini gak akan pernah punya akhir yang indah."

Rayyan tersenyum tulus, mengecup sekilas pucuk kepala Zaza dengan penuh rasa sayang. "Aku yang justru harus berterima kasih, Za. Kamu yang sudah mengajariku arti bersabar dan membatasi ego. Sekarang, setiap kali aku melihat buket bunga di RayyZa Florest atau melihat aksara yang kamu sulam di laptop, aku selalu diingatkan... bahwa hal-hal terbaik di dunia ini memang layak untuk dijaga dan ditunggu dengan cara yang benar."

Angin sore Kota Malang berembus pelan melalui celah jendela yang terbuka sedikit, membawa hawa sejuk yang menyegarkan ruangan. Di dalam rumah yang asri itu, di antara keharuman bunga yang sedang mekar dan lembaran buku yang mengabadikan kisah perjuangan mereka, Rayyan dan Zaza tahu bahwa babak baru kehidupan mereka akan terus berlanjut. Bukan lagi tentang bagaimana cara saling menjauh dalam sunyi, melainkan tentang bagaimana berjalan bersama, bergandengan tangan, menjaga rasa cinta yang kini telah mekar dengan sempurna di bawah naungan rida dan berkah-Nya yang abadi.

1
Nurul
mending ta'aruf saja, Zaza
Nurul
mulai terbayang, cepat beristighfar
Xlyzy
kalau merasa ga pantas seharusnya harus bisa merubah diri agar pantas untuk nya
Xlyzy
Dilema si ini jadi nya mau nolak gimana sama orang tua
Xlyzy
Tapi ga harus di jodohin jugak sih cukup kenalkan mereka dulu kalau mereka saling suka baru nikahkan mereka
Cimol krispy
padahal temenan aja nggak di larang loh za
Sarifah_Aini97: bukan mahram kak
total 1 replies
Cimol krispy
jadi dari tadi kamu bikin heboh koridor karna nyariin Zaza ya rayyan
Miu.Nuha
barangkali jodohny ya itu rayyan
beruntung kalo perjodohan itu mengarah kesana 😙
Miu.Nuha
makanya...
bikin abang rayyan bingung
si eneng berada dijalur lain sih 😁
Filan
doanya pakai gue /Facepalm/
Sarifah_Aini97: Wkwk iya nih, biar doanya terasa lebih akrab dan personal langsung ke pencipta-Nya 🤣
total 1 replies
Filan
susah sih ya, kalau dia masih belom bisa sholat. gimana bisa jadi imam?
Filan
langsung sholat malam aja nih... sholat wajibnya gimana, Ray? /Chuckle/
Filan
menghindar nih ceritanya
Filan
skateboard apa udah jadi bagian dirinya? 😅
Aquarius97 🕊️
bagus Rayyan.. awalnya berubah karena Zaza, tapi lama2 dari hati yaa

. sampai kamu gak bisa meninggalkan sholat hehe
Three Flowers
semoga doa Rayyan terkabul, karena dia sudah meminta dengan jalan yang benar
Three Flowers: okay kakak
total 2 replies
Three Flowers
Rayyan dapat hidayah sejak bertemu Zaza
Three Flowers
bau-bau mau dijodohkan, apalagi calonnya baru lulus dari luar negeri
Three Flowers
seperti dikejar hantu, ya😅
Mega Siregar
hindari siapa tuh, za🤭?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!