dan kini tuhan balas semua doa dan rasa sakit ku,, kini aku bisa bahagian dengan putra putri ku yang semua bergelar dan memiliki pangkat tinggi serta di pandang baik di lingkungan,, terimakasih tuhan setidaknya setelah badai menghantam kau berikan aku pelangi..
kulupakan semua rasa sakit yang ada dan kujalani hidup bahagia ku di masa tua bersama anak anakku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja di ufuk barat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecewa
Entah apa yang terjadi pada suami ku sekarang
aku merasa aku telah kehilangan sosok orang ya kucintai dan kukenal dulu
Sosok orang yang dulu lembut penyayang dan selalu mengalah bahkan mengerti dengan semua ego ku
Sepertinya dia buka laki laki ku,, dia bukan orang yang ku kenal pada saat kami SMA,,
Ya aku memang nikah muda waktu itu,,
dan suami ku adalah teman sekelas ku yang ku kenal saat aku bersekolah di sekolah nusa bangsa..
Dia adalah sosok lembut cowok cool yang banyak di sukai wanita termasuk aku
Tapi entah itu adalah cara untuk ia menikah wanita atau apa
yang jelas Diki yang ku kenal kini telah berubah menjadi laki laki yang keras dan pemarah apa lagi kalau membahas masalah ibunya
Aku tak tau pasti apa penyebab nya entah masalah ekonomi atau beban yang telah ia panggil sekarang..
Wajar dulu iya hanyalah seorang pemuda pelajar yang mungkin sebagian uang saku masih dari orang tua
Dan kini ia telah menjadi seorang ayah yang harus menafkahi anak juga istrinya
terkadang tak jarang hal hal sepele membuat nya marah sampai yang sebegitu nya
pernah sekali aku kedapatan membeli sebuah prodak kosmetik yang harga nya lumayan mahal untuk kami pada saat itu
"kamu beli bedak"
"iya mas,, aku mau mulai perawatan sedikit,, seenggaknya biar abis mandi kelihatan kayak orang mandi"
"tapi ini mahal,, apa kamu gak mikir belum susu anak belum Pampers anak,, belum kebutuhan yang lain,, kamu harus ngerti aku dong yang hanya kerja sendirian" bentaknya
Jujur hati ku sedikit hancur dengan kata katanya,, karena seberapa lah harga krim malam ku dibandingkan dengan paket hp nya juga rokoknya,,
Padahal aku ingat betul kata kata manis yang dulu ia katakan,,
"sayang kalau kamu mau apa pun aku janji sebisa ku kalau aku ada pasti aku usahakan"
tapi nyatanya itu hanyalah janji di masak dua anak muda sedang merasakan manis nya cinta anak SMA,,
Kenyataan yang ku terima justru lebih pahit dan berbanding terbalik dengan janjinya dulu
Aku merasa kini aku hanyalah katak yang terperangkap dalam tempurung,, tak mampu keluar juga tak mampu bertahan
Sifat dang sikan Diki yang kian lama kian berubah,, seiring berjalannya waktu pernikahan kami membuat aku semakin kecewa dan hancur dengan semua keadaan ini
Diki yang sekarang justru selalu menyalahkan apa pun yang aku lakukan dan apa pun yang aku ingin kan
Diki yang tak pernah mendukung semua keinginan dan masukanku
Entah karena kami masih tinggal dengan orang tua nya,, entah pengaruh dari orang tua nya entah dia tidak terima jika aku mengatai orang tua nya entah lah aku pun tak tau dengan sikap nya
terkadang lembut kepada ku terkadang jugak sangat membuatku kecewa,, terkadang membuat ku bahagia terkadang membuat ku menderita
Jujur aku masih sayang dan bahkan aku takut untuk berpisah dengan nya,,
semua bayang bayang selalu menggangguku.
Aku takut berpisah dengan nya tapi aku juga tak mampu hidup dengan nya yang masih di rumah orang tuanya
Aku takut seandainya aku berpisah dengan nya apa aku mampu menghidupkan anakku tanpa bantuannya,, aku takut apa Tampa nya aku masih bisa tegar dan bangkit aku takut apa kah jika aku menikah lagi suami ku mampu menyayangi anakku dengan baik..
entah lah yang jelas aku tak mau berpisah dengan nya karena aku masih cinta dengan nya