NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Lama sekali sih kita harus menemaninya selama dua hari" keluh Erma yang melihat ke arah Camelia yang sedang membeli tiket kereta api pada seorang calo agar dia bisa cepat masuk ke dalam kereta.

"Ya sudahlah, tinggal di turuti saja perintah nyonya. Bagaimanapun bocah tengil itu, sekarang sudah menjadi ratunya pada kembang di lentera malam" kata Arini.

Dan itu memang benar, Camelia merupakan kembang paling terkenal di desa Muara. Rumah bordill lain bahkan begitu ingin Camelia pindah ke tempat mereka. Tapi Camelia tidak cukup bodoh untuk mencari masalah dengan Gandara yang punya kakak seorang pejabat di kota itu, yang punya banyak sekali anak buah.

Camelia kembali pada Arini dan Erma dengan dua tiket di serahkan pada dua asisten Gandara itu.

"Ini tiket kalian, ayo kita masuk ke dalam kereta" kata Camelia yang hari ini tidak mau berkonflik dengan Arini ataupun Erma karena dia tidak mau buang-buang tenaga dan waktu, dia sangat antusias untuk bertemu ibunya.

Perjalan yang lumayan lama sudah mereka lewati. Camelia terlihat begitu menantikan pertemuannya dengan ibunya. Perjalanan panjang sama sekali tidak dia keluhkan.

Setelah sampai di stasiun desanya, Camelia mencari becak untuk membawa dirinya dan koper besarnya. Juga satu becak lagi untuk Arini dan Erma.

"Tidak bisa, aku akan ikut denganmu. Erma akan membawa barang-barang mu" kata Arini.

Camelia juga langsung setuju tanpa banyak perdebatan seperti biasanya. Yang hanya di kepala Camelia hanya ingin bertemu dengan sang ibu yang sudah lama tidak dia jumpai.

Begitu sampai di depan rumahnya, Camelia tersenyum melihat rumah itu sudah banyak di perbaiki. Bagian depannya di pagar dan lebih rapi. Lalu atapnya juga sudah tampak di ganti dengan genting yang baru.

Di cat dan terlihat beberapa kursi rotan di depan rumah. Camelia senang ternyata yang yang dia berikan pada Gandara dan di berikan pada Burhan, memang di gunakan untuk memperbaiki rumahnya. Camelia pikir juga, pasti ibunya sekarang sudah tampak sehat, karena makan sudah banyak, tidak lagi sehari sekali makannya.

Camelia langsung berlari ke arah pintu dan mengetuk pintu rumahnya.

Tok tok tok

"Bu, ibu... Camelia pulang Bu, Bu"

Camelia terus memanggil ibunya, tak lama kemudian suara pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita muda sedang menggendong anak kecil.

Camelia tampak sangat terkejut, karena tidak mengenal siapa wanita yang membuka pintu rumah ibunya itu. Dan begitu pula wanita itu. Dia juga tampak kaget melihat Camelia sampai wanita itu langsung berkata.

"Kamu siapa? kenapa gedor-gedor pintu rumah saya?" tanya wanita itu bingung.

Camelia tambah terkejut lagi mendengar hal itu.

"Rumah kamu? memangnya kamu siapa? ini rumah ibu saya, ibu Asri" kata Camelia yang curiga kalau wanita itu adalah istri muda Burhan.

"Oh, kamu anaknya Bu Asri?" tanya wanita itu.

Camelia langsung mengangguk dengan cepat.

"Kamu siapa? kenapa kamu bilang rumah ini rumah kamu?" tanya Camelia lagi.

"Ini memang sudah jadi rumah saya sekarang, suami saya mas Teguh sudah membeli rumah ini dari pak Burhan" kata wanita itu.

Camelia terkejut bukan main.

"Burhan menjual rumah ini?" tanya Camelia dengan mata yang berkaca-kaca.

"Iya, ibu kamu dan pak Burhan bertengkar hebat waktu saya mau pindah. Tapi bagaimana lagi, saya sudah jual rumah lama saya untuk beli rumah ini..."

"Kamu tahu dimana ibuku sekarang?" tanya Camelia pada wanita itu.

"Bu Asri di tampung di rumah kepala desa, dia bantu-bantu di sana" kata wanita itu.

Rasanya Camelia ingin menangis, dia begitu sedih mendengar nasib ibunya. Tapi dia tidak mau menangis di depan wanita itu juga di depan Arini dan Erma.

Camelia langsung bergegas ke rumah kepala desa, dan hati Camelia hancur melihat ibunya di tengah panasnya terik matahari sedang menjemur padi di tempat khusus penjemuran padi milik kepala desa.

Sesekali Asri dengan tubuh rentanya itu berhenti dan menyeka keringatnya. Camelia pun tak sanggup lagi menahan air matanya.

"Ibu!" teriak Camelia.

Asri yang mendengar suara Camelia, begitu terkejut tapi dia langsung menoleh ke arah sumber suara.

"Camelia" lirihnya dengan air mata langsung mengalir di wajahnya.

Camelia berlari ke arah ibunya, memeluk ibunya yang sampai menjatuhkan garpu besar yang dia pegang untuk membolak-balik padi yang sedang di jemur.

"Ibu" ucap Camelia memeluk ibunya.

"Terimakasih Tuhan, kamu baik-baik saja nak. Ibu rindu sekali padamu" kata Asri memeluk erat anaknya.

Arini dan Erma tampak melihat pemandangan itu dari jauh. Tapi di dalam hati mereka sama sekali tidak ada rasa haru atau apapun itu. Wajah mereka datar, mereka sudah sering melihat pemandangan seperti itu. Mereka juga sering mengantar para kembang yang penghasilannya lumayan pulang bertemu keluarga mereka.

Setelah melepas rindu, Camelia minta ijin pada ibu kepala desa membawa ibunya istirahat sebentar. Ibu kepala desa juga maklum, karena memang Asri sudah lama tidak bertemu dengan Camelia.

Begitu melihat tempat tinggal Asri, Camelia sangat sedih. Tempat tinggal ibunya itu di dekat dapur kepala desa, kalau bagian dapur sedang memasak, kamar Asri akan lebih dengan asap.

"Ibu dengar Burhan menjual mu di rumah bordill, hidupmu pasti sangat menderita nak. Maafkan ibu, seharusnya ibu tidak menikah dengan Burhan, kamu jadi menderita karena ibu, hiks... hiks..."

Camelia segera merangkul ibunya.

"Pria itu memang jahat Bu, tapi ini semua bukan salah ibu. Bagaimana dia menjual rumah itu Bu, itu kan ada suratnya?" tanya Camelia.

"Dia mencuri surat yang ibu simpan, dan diam-diam menjual rumah itu setelah itu dia mengatakan kalau dia tidak membawamu ke desa tetangga untuk bekerja di rumah makan, tapi dia menjual mu ke rumah bordill" kata Asri yang terlihat sangat marah dan geram pada Burhan.

Camelia juga merasakan hal yang sama. Camelia marah karena Burhan tidak hanya membuat hidupnya hancur, tapi juga telah mengusir ibunya dari rumahnya sendiri, membuat hidup ibunya begitu menderita. Pria itu benar-benar bren9sek. Camelia bersumpah dalam hatinya, dia akan menemukan Burhan dan membuat perhitungan dengannya.

Camelia segera meminta orang untuk mencari sebuah rumah yang di jual, lalu membeli rumah itu untuk ibunya. Camelia juga memberikan modal untuk ibunya membuka sebuah toko nantinya, tanpa sepengetahuan Arini dan Erma.

Setelah diam-diam memberikan uang dan perhiasan pada ibunya. Camelia keluar dari kamar.

"Banyak juga yang kamu sampai bisa beli rumah ini untuk ibu kamu. Nyonya Gandara tahu tidak tentang hal ini? sepertinya saat kembali nanti kamu harus bertemu nyonya untuk menjelaskan tentang semua ini" kata Erma di depan pintu kamar ibunya Camelia.

Camelia sama sekali tidak takut.

"Aku memang akan menemui nyonya setelah ini, aku ingin bertanya padanya. Kemana uang yang selama ini aku berikan padanya untuk di kirimkan pada ibuku" kata Camelia tak kalah mendongak saat bicara seperti itu pada Erma.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia 👍💪
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
Asti •§͜¢•🦢🍒
rasakan
Asti •§͜¢•🦢🍒
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!