NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapakah Sebenarnya Ayahnya Naira?

Warteg "Sederhana" di ujung jalan ruko malam itu cukup lengang. Aroma gurih dari kuah opor dan tumis kangkung beradu dengan suara dengung kipas angin tua di sudut ruangan. Naira Alisha Danendra duduk dengan anggun di atas bangku kayu panjang, tampak sangat kontras dengan piring seng di depannya yang berisi nasi setengah porsi dengan lauk sayur lodeh dan tempe orek.

Di seberangnya, Rama makan dengan lahap menggunakan tangan kiri. Luka di sudut bibirnya sesekali berdenyut perih saat terkena sambal, namun cowok itu tetap menikmatinya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Pelan-pelan makannya, Ram. Enggak bakal aku minta juga," celetuk Naira, menyodorkan segelas es teh manis yang baru saja diantarkan oleh penjual warteg.

Rama meneguk es teh itu sedikit, lalu menatap Naira lempeng. "Makasih, Ra. Kamu sendiri kenapa cuma diaduk-aduk nasinya? Katanya tadi lapar?"

Naira menghela napas, meletakkan sendok plastiknya. Tatapan matanya yang biasanya berkilau penuh percaya diri, mendadak meredup saat menatap jalanan di luar warteg yang mulai gelap. "Tiba-tiba kenyang aja. Kalau malam kayak gini, aku selalu malas pulang ke rumah."

Rama menghentikan kunyahannya. "Kenapa? Rumah kamu kan besar. Fasilitasnya lengkap."

Naira tersenyum sumir, ada nada getir yang sangat kentara dari suaranya. "Rumah besar tapi isinya cuma barang mati, Ram. Ayahku... dia hampir gak pernah ada di rumah. Dan kalaupun ada, kami cuma bakal berantem."

Naira menjeda kalimatnya, memainkan ujung sendok dengan jemarinya yang lentik. "Kamu tahu kan nama belakangku? Danendra.

Semua orang di sekolah ngira nama itu bawa keberuntungan. Tapi buat aku, nama itu kutukan. Ayahku, Tuan Danendra, dia pengusaha properti raksasa yang kejam. Dia cuma peduli sama angka dan keuntungan."

Suara Naira merendah, sarat akan kesedihan yang mendalam. "Aku benci setiap kali lihat berita di TV. Perusahaan Ayah sering banget menggusur lahan warga secara paksa, ngebeli tanah orang-orang kecil dengan harga murah demi bangun kompleks ruko atau mall mewah. Dia gak peduli kalau ada keluarga yang hancur karena kehilangan mata pencaharian mereka. Aku... aku sering merasa bersalah atas kemewahan yang aku punya sekarang, Ram."

Rama tiba-tiba tersedak keras. Potongan tempe orek yang baru saja masuk ke tenggorokannya terasa menyumbat udara. Dada cowok itu naik turun dengan cepat saat dia terbatuk-batuk hingga wajahnya memerah.

Naira panik setengah mati. Dia langsung berdiri dari duduknya dan menggeser gelas es teh manis ke dekat tangan Rama. "Eh! Ram! Astaga, kan udah dibilang pelan-pelan! Minum dulu, minum!" Naira menepuk-nepuk punggung Rama dengan cemas.

Rama menyambar gelas itu dengan tangan kirinya yang gemetar, meneguk isinya sampai tandas. Efek tersedak itu perlahan mereda, namun getaran di dada Rama bukan lagi karena makanan, melainkan karena dentuman keras yang baru saja menghantam isi kepalanya.

Danendra Properti...

Nama itu mendadak terngiang-ngiang di telinga Rama bagai kaset rusak. Otak Rama langsung memutar kembali memori kelam beberapa tahun lalu. Memori tentang tangisan ibunya yang sedih, wajah frustrasi ayahnya yang mendadak kehilangan arah, dan bagaimana toko kelontong kecil milik keluarganya yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan mereka dihancurkan oleh alat berat dalam semalam demi proyek kawasan bisnis.

Gara-gara penggusuran paksa oleh perusahaan besar itu, tabungan keluarga mereka habis untuk mencari kontrakan baru, dan ayahnya terpaksa bekerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Itulah alasan kenapa Rama harus mengorbankan waktu bermainnya untuk ikut membanting tulang, mengangkat kardus di ruko grosir demi membantu kedua orang tuanya.

Dan sekarang, gadis di depannya ini baru saja mengatakan kalau dalang dari semua penderitaan keluarganya adalah ayahnya sendiri.

"Ram? Kamu gak apa-apa? Kok malah melamun? Masih sakit ya tenggorokannya?" suara lembut Naira membuyarkan lamunan Rama.

Rama berkedip, mencoba menguasai ekspresi wajahnya agar kembali lempeng seperti biasa. Dia menurunkan pandangannya dari wajah Naira, tidak sanggup menatap mata gadis itu yang begitu tulus mengkhawatirkannya. Ada rasa sesak yang tiba-tiba merayap di dadanya sebuah rasa asing yang bercampur aduk antara tidak percaya dan curiga.

"Enggak apa-apa, Ra. Cuma tersedak sambal," sahut Rama, suaranya terdengar sedikit lebih dingin dan menjaga jarak dari biasanya.

Naira mengembuskan napas lega dan kembali duduk. "Syukurlah... bikin jantungan aja."

"Ra, aku udah selesai. Yuk, pulang. Udah makin malam, nanti dicariin orang rumah kamu," ajak Rama tiba-tiba sambil berdiri, bahkan sebelum nasi di piringnya benar-benar habis.

Naira agak heran melihat perubahan sikap Rama yang mendadak buru-buru, tapi dia memilih tidak memprotes. Dia mengangguk, lalu mengeluarkan selembar uang seratus ribu dari dompetnya untuk membayar makanan mereka.

Sepanjang perjalanan pulang, setelah Naira memaksanya masuk ke dalam mobil dan menaruh sepedanya di bagasi atas, Rama lebih banyak diam menatap ke luar jendela. Pikirannya tidak tenang. Logikanya berputar hebat, mencari benang merah.

‘Naira Alisha Danendra... apakah bener Ayah kamu yang udah bikin keluarga aku kesusahan sampai sekarang?’ batin Rama bergemuruh.

Dia menatap profil samping wajah Naira yang sedang fokus menyetir. Gadis ini baru saja pasang badan untuknya sore tadi. Gadis ini memiliki sisi penyayang yang membuatnya kagum. Rama tidak ingin mempercayai dugaannya, tapi luka masa lalu keluarganya terlalu besar untuk diabaikan begitu saja.

Begitu mobil Naira berhenti di depan gang rumah sederhana Rama, Rama turun setelah menurunkan sepedanya.

"Makasih buat kompresan dan makannya, Ra. Hati-hati di jalan," ucap Rama datar sebelum membalikkan badannya.

"Sama-sama, Ram! Jangan lupa lukanya diobatin lagi ya nanti sebelum tidur!" seru Naira dari kaca jendela sambil melambaikan tangan dengan senyum manis.

Rama hanya mengangguk kecil tanpa membalas senyuman itu. Begitu mobil mini Naira melesat pergi dan hilang di belokan jalan, Rama tidak langsung masuk ke dalam rumah. Dia menuntun sepedanya ke samping halaman rumahnya yang sepi, lalu merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel Android-nya yang layarnya sudah sedikit retak.

Dengan jemari yang sedikit gemetar karena emosi yang ditahannya sejak di warteg, Rama membuka aplikasi Google. Di kolom pencarian, dia mengetikkan nama perusahaan yang menghancurkan masa kecilnya, mencari tahu siapa nama lengkap pemilik aslinya:

“Profil pemilik utama Danendra Group Properti.”

Rama menarik napas dalam-dalam, menunggu halaman pencarian itu memuat gambar dan artikel, bersiap menghadapi kenyataan kalau nama ayah Naira akan benar-benar muncul di sana.

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!