NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumor Mulai Menyebar

Keheningan menyelimuti arena. Bukan karena Ellara melakukan sesuatu yang luar biasa. Justru karena ia tidak melakukan apa-apa. Ia hanya berjalan perlahan mengelilingi arena bersama Star. Langkahnya santai, bahkan nyaris terlihat ragu-ragu di beberapa kesempatan. Tidak ada cambuk di tangannya. Tidak ada tali yang ditarik keras. Tidak ada perintah tegas atau teknik pelatihan rumit yang biasa digunakan para penunggang profesional. Ia hanya berjalan, dan Star mengikutinya.

Seekor kuda liar yang selama beberapa hari terakhir membuat seluruh Blackwood Ranch sakit kepala itu kini melangkah tenang di sampingnya. Kepalanya yang biasanya tegak penuh kewaspadaan kini sedikit menunduk. Telinganya bergerak santai, sesekali mengarah ke suara Ellara seolah mendengarkan setiap napas dan langkah gadis itu. Tak ada hentakan kaki yang menggetarkan tanah. Tak ada ringkikan marah.

Tak ada usaha untuk melepaskan diri. Yang ada hanyalah ketenangan yang terasa begitu asing hingga membuat semua orang sulit mempercayainya.

Harold mengusap dagunya berkali-kali, matanya tak pernah lepas dari Star. Selama puluhan tahun menangani kuda, ia belum pernah melihat perubahan seekstrem ini dalam waktu sesingkat itu.

"Ini tidak masuk akal..." gumamnya pelan.

Dokter hewan yang berdiri di dekatnya saling berpandangan. Salah satu dari mereka bahkan membuka catatan pemeriksaan terakhir Star, seolah berharap menemukan penjelasan yang masuk akal di

sana.

"Tidak ada obat penenang?"

"Tidak."

"Star memang kuda yang sama?"

"Tentu saja."

"Lalu kenapa dia bisa setenang itu?"

Tidak ada yang bisa menjawab. Beberapa pekerja mulai mendekat ke pagar arena. Mereka menyipitkan mata, memastikan bahwa yang mereka lihat benar-benar nyata dan bukan halusinasi akibat terlalu sering begadang mengurus kuda itu. Salah seorang bahkan mengucek matanya. Yang lain menggeleng pelan.

"Astaga... itu benar-benar Star."

"Kalau Noah yang mendekat, dia langsung mengamuk. Tapi lihat sekarang..."

Mereka terdiam. Karena memang tidak ada yang perlu dikatakan. Ellara tidak sedang menaklukkan Star.

Ia tidak berusaha menunjukkan siapa yang lebih kuat.

Justru sebaliknya. Dari cara Star sesekali menoleh ke arahnya, dari langkahnya yang selalu menyesuaikan kecepatan Ellara, hingga tatapan gelapnya yang kini terlihat jauh lebih lembut...Semua orang di arena perlahan menyadari satu hal yang jauh lebih mengejutkan daripada seekor kuda liar yang menjadi jinak. Star tidak tunduk pada Ellara. Ia memilih untuk mempercayainya. Dan entah bagaimana, itulah hal yang paling sulit diterima oleh seluruh Blackwood Ranch.

Noah berdiri diam. Tangannya masih memegang tali kekang cadangan, tetapi perlahan jemarinya mengendur. Tatapan abu-abunya tidak lepas dari Star.

Dari cara kuda itu menyesuaikan langkahnya dengan Ellara. Dari cara telinganya bergerak santai. Dan dari fakta yang semakin sulit ia bantah. Star tidak sedang patuh. Ia sedang percaya. Dan itu berbeda, sangat berbeda.

Ellara menghentikan Star di tengah arena. Ia masih terlihat bingung. "Ini aneh."

Noah mengangkat alis. "Apa?"

"Dia benar-benar nurut."

"Kau kecewa?"

"Bukan begitu."

Ellara mengusap surai Star. "Saya kira dia akan marah."

Noah mendengus. "Aku juga."

Star tiba-tiba menoleh ke arah Noah. Lalu mendengus keras. Seolah sedang mengejek. Harold sampai tertawa.

"Aku bersumpah. Kuda itu sedang menyombong." Noah memijat pelipisnya. "Aku mulai membencinya."

Ellara tertawa. "Jangan iri."

"Aku iri."

Jawaban Noah terlalu cepat. Membuat Ellara berhenti tertawa. Begitu pula Noah. Beberapa detik mereka saling memandang. Lalu Noah berdeham pelan.

"Maksudku...Aku iri karena dia lebih mendengarkanmu."

Ellara buru-buru mengalihkan pandangan. Pipinya menghangat, sementara Harold diam-diam menghela napas. Anak muda memang merepotkan.

Sore itu...seluruh ranch sudah mengetahui kejadian tersebut. Rumor menyebar jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan Noah. Di ruang makan pekerja, di gudang pakan, di kandang pembiakan. Semua orang membicarakan hal yang sama.

"Nona Ellara menunggangi Star."

"Dan Star tidak marah."

"Bahkan kelihatan senang."

"Menurutmu kenapa?"

Salah satu pekerja mengangkat bahu.

"Mungkin dia punya bakat."

"Punya bakat apa?"

"Berbicara dengan kuda."

Yang lain tertawa. Tetapi beberapa orang justru mengangguk serius. Karena semakin dipikirkan...semakin sulit dijelaskan.

Keesokan paginya. Ellara baru saja memasuki kandang utama. Beberapa pekerja langsung menghentikan aktivitas mereka. Ada yang tersenyum. Ada yang melambaikan tangan. Ada juga yang memandangnya dengan rasa penasaran.

Ellara mengerutkan kening. "Ada apa?"

Salah satu pekerja tertawa. "Tidak ada. Kami cuma ingin melihat."

"Melihat apa?"

"Orang yang berhasil menaklukkan Star."

Ellara hampir tersedak. "Saya tidak menaklukkan siapa-siapa! Dia cuma mau dekat dengan saya."

"Itu lebih aneh lagi!" sahut yang lain.

Tawa langsung pecah. Ellara menghela napas. Ia mulai menyesal datang pagi-pagi. Tetapi bukan hanya para pekerja yang memperhatikan, Banca juga. Wanita itu berdiri di balkon mansion. Dari sana ia bisa melihat sebagian arena latihan. Dan pagi itu...ia melihat sesuatu yang membuat alisnya perlahan berkerut.

Noah. Dan Ellara. Lagi.

Noah sedang berbicara dengan beberapa pelatih. Namun sesekali matanya berpindah ke Ellara, memastikan gadis itu baik-baik saja. Memastikan Star tidak berulah, lalu kembali berbicara. Gerakan kecil, hampir tidak terlihat. Tetapi Bianca mengenalnya terlalu baik. Noah tidak pernah seperti itu. Ia tidak pernah mengawasi seseorang diam-diam. Tidak pernah peduli sampai sedetail itu. Kecuali...orang itu penting. Pikiran itu membuat Bianca tidak nyaman, sangat tidak nyaman.

Siang harinya Bianca menemui Noah di kantornya. Pria itu sedang memeriksa dokumen Autumn Equestrian Cup. Beberapa berkas sponsor berserakan di meja.

"Kau sibuk?"

"Tidak."

Bianca duduk di depannya. Beberapa detik ia diam.

Lalu bertanya santai, "Semua orang sedang membicarakan Ellara."

Noah tidak mengangkat kepala. "Hm."

"Kau juga."

Baru kali ini Noah menoleh. "Apa maksudmu?"

Bianca tersenyum tipis. "Kau sering bersamanya."

"Demi Star."

Jawabannya terlalu cepat. Seolah sudah dipersiapkan.

Bianca mengangguk pelan. "Demi Star?"

"Ya."

"Jadi tidak ada alasan lain?"

Noah menatapnya lama. Lalu kembali melihat dokumen.

"Tidak."

Jawabannya tenang. Tetapi anehnya...Bianca justru semakin tidak percaya. Karena Noah Blackwood jarang menjelaskan dirinya. Apalagi membela diri. Namun kali ini...ia menjawab terlalu cepat. Dan itu membuat Bianca mulai curiga. Sementara itu...Ellara justru mulai merasa tidak nyaman. Karena setiap kali berjalan di ranch...orang-orang memandangnya. Beberapa tersenyum. Beberapa berbisik. Bahkan ada yang sengaja bertanya,

"Nona Ellara. Menurut anda, Star lebih sayang Tuan Noah atau Anda?"

Ellara hampir menjatuhkan ember. "Tentu Tuan Noah!"

"Pasti?"

"Tentu!"

"Tapi dia menjatuhkan Tuan Noah."

Ellara menutup wajahnya. "Astaga..."

Pekerja lain tertawa. Namun Ellara tidak merasa lucu.

Karena semakin besar rumor itu...semakin besar pula perhatian orang padanya. Dan perhatian...bukan sesuatu yang ia sukai.

Malam hari. Noah berdiri sendirian di balkon mansion.

Segelas whiskey berada di tangannya. Tetapi ia belum meminumnya. Tatapannya tertuju pada kandang utama. Lampunya masih menyala. Itu berarti...Ellara masih di sana. Noah menghembuskan napas pelan.

Beberapa hari terakhir ia terus memikirkan hal yang sama. Star, Ellara, dan Autumn Equestrian Cup. Kompetisi tinggal dua bulan lagi. Mereka harus mulai latihan serius. Namun Star semakin sulit diprediksi.

Kecuali...Ellara ada di dekatnya.

Noah memejamkan mata. Lalu membuka lagi. Sebuah pikiran yang sudah beberapa kali ia tolak...kembali muncul. Bagaimana kalau...Ellara ikut terlibat dalam latihan Star? Bukan sebagai pekerja. Bukan sebagai perawat. Tetapi lebih dari itu. Pikiran itu terdengar gila, karena Autumn Equestrian Cup bukan kompetisi biasa.

Para investor datang, media datang, keluarga Blackwood mempertaruhkan reputasi mereka.Dan Ellara...hanyalah seorang pekerja kandang. Jika ide itu sampai terdengar...Edward pasti marah. Investor pasti menolak.

Bianca...mungkin akan mulai mempertanyakan semuanya. Tetapi Noah tidak bisa mengabaikan fakta. Star memilih Ellara. Bukan dirinya. Dan semakin Noah memikirkannya...semakin ia sadar, masalah terbesar mereka mungkin bukan kondisi Star. Melainkan seorang gadis bernama Ellara Dawson...yang perlahan mulai mengubah seluruh keseimbangan Blackwood Ranch. Dan yang lebih berbahaya lagi...Noah tidak yakin ia ingin menghentikannya.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!