NovelToon NovelToon
Forget Hate, Remember Love

Forget Hate, Remember Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Gadis Amnesia / Orang Disabilitas
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

"Kakak, aku haus. Ambilin minum, dong!"

"Aku enggak sedih lagi, karena punya suami sebaik Kakak."

"Kakak udah maafin aku. Tapi Kakak enggak peluk aku."

Juan tak pernah mengira hidupnya akan berubah seperti ini.

Istri yang dulu bersikap dingin, tidak peduli, bahkan pernah meremehkannya karena kelumpuhannya, kini justru terus menempel di sisinya.

Sebuah kecelakaan telah merenggut sebagian ingatan Ailin.

Wanita itu melupakan tahun-tahun penuh kebencian di antara mereka. Melupakan luka yang pernah tercipta. Melupakan alasan mengapa ia begitu membenci suaminya.

Yang tersisa hanyalah Ailin dengan kepribadian ceria, banyak bicara, penuh perhatian, dan tanpa sadar terus membuat jantung Juan berdebar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juan kembali memiliki harapan.

Namun harapan itu datang bersama ketakutan.

Karena cepat atau lambat, ingatan Ailin akan kembali.

Dan saat hari itu tiba...

Akankah wanita itu tetap memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 ~ Aku Percaya Sama Dia

Saat pintu kamar terbuka, Juan tahu ia telah terlambat. Kini yang ia lihat adalah sang istri yang berdiri di depan meja nakas dengan sebuah ponsel di tangan.

"Ailin." Juan memanggil dengan suara kecil.

Wanita itu berbalik, tidak ada tatapan dingin, Ailin memiringkan kepalanya seakan bertanya-tanya kenapa sang suami memanggilnya.

"Masih nyari dompet?" tanya Juan akhirnya yang dibalas anggukan sang istri.

"Hem, udah ketemu. Ini dia." Wanita itu menunjukkan sebuah dompet hitam yang langsung ia ambil dari laci nakas. Ia lalu berjalan, menghampiri sang suami dengan semangat.

"Kak...." Ailin menatap pria itu dengan serius. Saking seriusnya membuat Juan merasa takut. Terlebih di tangan kiri wanita itu masih memegang ponselnya dengan erat.

"Ke...napa?"

"Kamu... cinta banget ya sama aku?"

Kedua mata pria itu mendelik saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang istri. Diam-diam ia bernapas lega, Ailin ternyata masih sama absurdnya.

"Dih. Percaya diri banget, sih." Lulu yang sejak tadi mengikuti sang kakak juga berdiri di sana. Gadis itu memasang wajah sinis, namun pinggangnya langsung dipukul dua tangan kecil.

"Lili!"

"Bibi kecil jangan ejek mama!"

"Heh, bocah! Bagus ya, sekarang sudah punya mama, bibi dilupain gitu, hem?"

Di sisi lain, Ailin tertawa saat melihat interaksi keduanya. Ia lalu kembali menatap Juan, menaik turunkan alisnya dengan senyuman jahil.

"Dari mana kamu bisa berpikir seperti itu?" Kali ini Juan menaikkan sebelah alisnya. Bertanya dengan wajah setengah mengejek.

"Ini." Wanita itu membuka dompetnya, menunjukkan sebuah foto yang terselip di sana.

"Ini foto aku zaman SMA. Jangan-jangan Kakak udah suka aku sejak SMA ya?"

Saat itu Juan berdehem pelan. Ia menoleh ke tempat lain saat merasa wajah penasaran sang istri semakin dekat.

"I,itu aku ketemu di rumahmu. Aku taruh di dompet karena ingin mengembalikannya. Tapi terlupa sampai sekarang."

Ia tidak bohong, foto itu memang ia pungut di lantai rumah gadis itu. Namun entah sadar atau tidak, ia ternyata tidak pernah mengembalikannya.

"Yang bener?"

"Iya. Kalau mau aku akan mengembalikannya sekarang."

"Enggak mau, deh. Kamu simpan aja! Aku percaya, kok." Ailin mengangguk-angguk seolah setuju. Namun senyum tertahan di sudut bibir wanita itu jelas menunjukkan sebaliknya.

"Kamu sedang ejek aku?"

"Enggak. Aku percaya! Beneran!" Ailin yang tak tahan lagi akhirnya tertawa. Tawa yang tanpa sadar menular pada senyuman Juan.

"Oh iya, ini ponselku ya?" tanya Ailin setelah beberapa saat, sembari menunjukkan ponsel yang pecah pada beberapa bagian di layarnya. Ia bersikap santai, namun tidak sadar kalau ekspresi di wajah sang suami telah berubah.

Senyum di wajah pria itu telah membeku, tatapannya jatuh pada benda di tangan sang istri.

"Tadi enggak sengaja aku pencet. Terus otomatis kebuka pas aku arahin ke wajah," lanjut Ailin sembari menghidupkan ponsel.

Juan tidak menjawab. Jantungnya justru berdetak semakin kencang. Sementara Ailin menatap layar ponselnya sebentar. Lalu kembali mengangkat kepala.

"Kak..."

"Hem?"

"Ziyu ini siapa?"

Untuk sesaat, Juan tidak tahu apa yang harus ia jawab. Inilah yang ia takutkan, alasan kenapa ia panik dan buru-buru ikut ke kamar.

"... Kak?"

"Temanmu." Juan menoleh ke arah lain, berusaha menyembunyikan ketegangan yang mulai terlihat di wajahnya.

"Teman? Tapi dia chat aku banyak banget." Ailin mengerutkan kening sembari terus menggeser rentetan chat masuk itu.

Sementara Lulu yang mendengar langsung mendekat. Ia menjulurkan lehernya untuk mengintip layar ponsel di tangan sang kakak ipar. "Kau... beneran enggak ingat?"

Ailin menggeleng pelan. "Kenapa, kamu kenal?"

"Aku juga enggak kenal. Memangnya dia bilang apa?"

"Dia seperti khawatir sekali denganku. Terus panggil aku kakak, sepertinya dia lebih muda."

"Coba kau balas!"

"Lulu!" Bentakan dari samping itu membuat Lulu terperanjat sejenak. Ia lalu menarik napas dalam, lalu membungkuk dan mendekat pada sang kakak.

"Bukankah selama dia dicurigai ada orang lain di luar. Kalau memang benar ada, sekarang kita bisa cari tahu, Kak!" Juan mengernyit saat mendengar penuturan sang adik.

Pria itu lalu menggeleng pelan, tidak setuju dengan usulan sang adik. Ailin tidak mungkin mengkhianatinya sebenci apa pun wanita itu padanya.

Lulu yang melihat reaksi sang kakak mengangkat bahu, sengaja memasang wajah acuh tak acuh. "Yahh aku juga enggak berharap dia ada orang lain. Tapi kalau memang ada, lebih baik tahu sekarang daripada nanti, kan?"

"Aku percaya sama dia," balas Juan pelan. Ia harus yakin, karena jika bahkan ia sendiri meragukan Ailin, maka apa lagi yang bisa ia pegang? Namun suara dering yang tiba-tiba terdengar membuat mereka menoleh.

"Aku hanya balas iya saja, lalu dia langsung menelepon." Ailin menunjukkan layar yang bertuliskan Ziyu.

.

.

.

Jejaknya dong, biar author makin semangat.🤍

1
falea sezi
🤣🤣 ngakak
Manda
🤣🤣🤣
falea sezi
g lanjut kah
Joey: Lanjut dong😁
Bentar lagi update kok ✨
total 1 replies
falea sezi
baru nyimak klo bagus q ksih hadiah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!