NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Aprilio punya banyak buku!

...SELAMAT MEMBACA!...

Setelah mengantar Keyra pulang, Aprilio tidak langsung pergi. Lelaki itu numpang makan di rumah Keyra, kemudian mengajaknya ke rumah dan Keyra mengiyakan.

Karena Keyra tidak mempunyai stok makanan yang enak dan membutuhkan waktu untuk memasak, gadis itu hanya membuat mie instan dan tambahan telur. Namun, menu sederhana tersebut sudah menyenangkan Aprilio. Katanya, "Gue udah jarang makan mie instan dikasih telur."

Keyra seketika merasa iba mendengar keluhan Aprilio. Namun, Aprilio melanjutkan kalimatnya tadi hingga membuat Keyra kesal. "Soalnya, gue tiap hari makan di rumah nasi Padang," kata Aprilio.

Sendok di tangan Keyra melayang begitu saja mengenai kening Aprilio. Lalu, mereka menikmati mie rebus tersebut.

Aprilio bersendawa saat piringnya sudah kosong, kemudian ia meminum segelas air putih. "Lagian, ngapain lo ngajak gue ke rumah lo?" celetuk Keyra.

Lelaki itu mengusap bibirnya yang basah dengan tangan. "Mau kenalin lo ke orang tua gue," jawab Aprilio.

Keyra langsung membulatkan mata dan berdecih seolah tidak sudi.

"PD amat!" seloroh Aprilio. Dia merebahkan tubuhnya di lantai sembarangan tanpa merasa sungkan. "Gue mau bantuin lo bawa barang gue ke kontrakan."

"Lo punya temen, ngapain minta tolong gue?"

"Kalau gue minta tolong mereka, pasti minta traktiran."

"Oh. Kalau sama gue, lo gak perlu kasih imbalan, gitu?"

"Bener!" seru Aprilio, sambil tersenyum lebar. Lalu, ia memejamkan matanya.

Keyra menghela napas berat. Bagaimana bisa ia bertemu manusia seperti itu. Sungguh, membuat dirinya selalu ingin mengumpat.

Tak terasa, langit menjadi gelap dan matahari sudah tenggelam. Namun, Aprilio masih belum membuka mata, ia tidur nyenyak di lantai rumah Keyra. Padahal ruangan itu terkesan berantakan.

Keyra sengaja tidak membangunkan. Ia mencuci piring, kemudian belajar hingga malam. Lagian, Keyra sebenarnya enggan untuk keluar rumah.

"KEYRA! UDAH MALEM! KENAPA GAK BANGUNIN GUE!" Teriakan nyaring itu berasal dari ruang tengah, tempat Aprilio tidur. Keyra yang berada di kamar, sontak dikejutkan oleh suara tersebut.

Keyra segera bangkit dari duduknya, kemudian membuka pintu kamar dan mendapati Aprilio yang terduduk karena baru sadar dari alam mimpi. "KEYRA!" Aprilio berdiri dan berjalan mendekati Keyra.

"Kenapa lo gak bangunin gue?" tanya Aprilio, sambil melotot menatap Keyra.

"Gue kasihan. Lo tidurnya pules banget," jawab Keyra, tentu saja berbohong.

Aprilio menautkan kedua alisnya. "Gak mungkin lo kasihan." Dia memutar malas bola matanya.

"Lagian, kenapa juga lo tidur? Di rumah gue juga." Keyra melipat kedua tangannya di depan dada.

"Gue ketiduran!"

Aprilio kelabakan, dia mengambil jaket yang tadi ia jadikan bantal. Lalu, ia menarik tangan Keyra. "Karena gue udah bangun, sekarang lo ikut gue!" ucap Aprilio, kemudian menarik Keyra.

"Eh! Bentar! Gue ngambil jaket dulu." Keyra memutar tubuh, masuk ke kamar untuk mengambil jaket. Lalu, ia kembali menghampiri Aprilio yang marah. "Lagian lo, tidur sembarangan," tegur Keyra.

Langit malam ini begitu sepi. Tidak ada satu pun bintang yang terlihat, bahkan sinar bulan sabit tak terlalu terang. Aprilio menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang cukup besar dan terkesan mewah. Keyra sampai melongo. "Lo ngapain berhenti? Udah sampai?" tanya Keyra.

"Kenapa? Kaget lo kalau gue anak orang kaya?" celetuk Aprilio, menanggapi pertanyaan Keyra.

"Yang kaya orang tua lo, bukan lo," ketus Keyra, kemudian turun dari motor besar itu.

Aprilio segera melepas helmnya, kemudian mengajak Keyra masuk.

Gadis itu tidak berhenti mengedarkan pandangannya. Maniknya berbinar melihat rumah besar itu terlihat sangat terang. "Ngapain lo ninggalin rumah sebesar ini?" tanya Keyra.

"Suka-suka gue," jawab Aprilio.

Aprilio sangat terkejut. Begitu ia masuk, Aprilio mendapati seorang gadis yang tidak asing baginya, duduk di sofa sambil berbincang dengan mama Aprilio. Lalu, mereka sadar akan kehadiran Aprilio dan gadis itu berhamburan berlari ke arah Aprilio. "LIO!" teriaknya begitu riang.

Wanita itu memeluk Aprilio dengan sangat erat. "Popi! Lo apa-apaan, sih!" tegur Aprilio, melepas paksa pelukan itu hingga membuat Popi kesal.

"Ih, Lio! Gue itu kangen sama lo!" Namun, Popi tidak sengaja mendapati Keyra berdiri di belakang Aprilio. "Ngapain lo ajak dia?" tanya Popi, dengan ketus.

"Terserah gue," jawab Aprilio.

Popi menyoroti Keyra dengan tatapan sinis. Lalu, ia berdiri di samping Aprilio dan memeluk lengan lelaki itu. Aprilio berusaha menepisnya, tetapi Popi memeluknya erat.

"Vin, kenapa pulang?" tanya mama Aprilio. Harita memasang wajah tidak suka. "Syukur lo pulang. Males gue sama dia." Harita mengangkat alis, menunduk Popi.

"Ih, Mama!" rengek Popi.

"Males! Lo bukan anak gue."

"Cuma mau ambil rak di kamar," ujar Aprilio. Ia masih berusaha melepas tangan Popi darinya.

"Ya udah, buruan! Bawa juga cunguk itu pergi!" pintanya, lagi-lagi menunjuk Popi. Lalu, ia melenggang pergi menuju kamarnya.

"Ih, Mama Rita kok gitu, sih," gerutunya.

"Lepas!" Akhirnya, Aprilio berhasil menjauhkan diri dari Popi. "Pergi lo, kalau cuma jadi beban!" tegur Aprilio.

"Ayo, Key!" ajak Aprilio, kemudian melenggang dan Keyra mengikuti di belakangnya.

"Ih, orang-orang pada kenapa, sih!" gerutu Popi. Namun, ia menyusul kepergian Aprilio dan Keyra.

Kamar Aprilio hampir kosong, hanya tersisa ranjang, almari, dan rak buku di sudut ruangan. Bahkan, ruangan itu gelap gulita. "Udah kayak rumah hantu," celetuk Keyra.

Aprilio segera menuju rak buku di sudut ruangan yang berukuran sedang. "Gue mau bawa rak ini," ujarnya.

"Buku? Lo punya buku?" tanya Keyra.

"Iya. Gue dulu suka baca buku."

"Sekarang?"

"Males. Mending tidur," jawab Aprilio.

Keyra ikut berjongkok di samping Aprilio, lelaki itu melirik sekilas Keyra yang terlihat berbinar.

Keyra mengambil sebuah buku lumayan tebal. "Lo baca ini?" tanya Keyra. Aprilio mengangguk. "Gue pengen belajar sains dari dulu."

"Ambil aja!"

"Boleh?" Aprilio menganggukkan kepala.

"Ambil semua juga boleh, daripada dibuang."

Manik Keyra terbuka lebar, matanya seperti mengeluarkan sinar yang begitu teras. "Hawa ambis lo sampai kerasa," celetuk Aprilio, kemudian berdiri dari sana.

"LIO! KAMU JADIAN SAMA CEWEK ITU, YA?" Popi seolah menegur.

"Ogah," jawab Aprilio.

"Masa? Kok kalian deket?"

Keyra memutuskan untuk tidak memperdulikan pembicaraan dua orang aneh itu. Ia antusias melihat tumpukan buku di rak itu. Tak disangka, Dino lumayan pintar dengan buku koleksinya. Keyra sejak dulu ingin memilikinya, tetapi uangnya selalu kurang.

"Ih, Lio! Aku tuh gak cinta sama Oyu!" ucap Popi, yang terus bergelandotan pada Aprilio. "Cuma perjodohan dan kita gak jodoh."

"Aku jodohnya sama kamu, Lio!"

Aprilio berdecak kesal, ia terpaksa harus bersikap kasar hingga membuat tubuh Popi terlempar. "Gue udah bilang ke lo berulangkali! Gue gak cinta sama lo, meski lo sahabat gue dari kecil!"

"Lo harus bisa terima perjodohan lo sama Oyu! Lo harus belajar cinta sama dia!"

"Buka mata lo, Popi! Oyu cinta sama lo!"

"Dia tetep bertahan sama perjodohan kalian, meski lo terus berontak."

"Itu karena dia mau bahagian orang tuanya! Lo harusnya kayak dia juga!"

Akan tetapi, percuma saja. Mau sebanyak apapun Aprilio menasehati, seorang keras kepala seperti Popi tidak akan pernah mau mengalah.

"Kamu gak tahu rasanya dipaksa, Lio!" ucap Popi.

"Iya, gue tahu. Gue udah pernah ngerasain," sahut Aprilio. "Meski dipaksa, kalau lo terima, pasti nanti baik-baik aja."

"Gue gak pernah terima kalau keadaan keluarga gue hancur kayak gini, tapi lama-lama gue coba buat terbiasa," kata Aprilio. "Gak semua hal akan berjalan sesuai keinginan lo, Popi! Jangan egois! Lo udah dewasa."

Mata Popi berkaca-kaca melihat wajah merah Aprilio dan suara kerasnya. Ia terlalu dimanja hingga ia selalu ingin semua berjalan seperti keinginannya. "Lio, tapi aku cintanya sama kamu," lirih Popi.

"Gue tolak," jawab Aprilio. "Gue gak cinta sama lo. Dan lo, udah jadi milik orang dan lo harus sadar!" Lalu, lelaki itu melenggang ke luar kamar.

Popi sesenggukan, air matanya jatuh. Ia merasa energinya terkuras habis dan terduduk di ranjang. "Lio, Oyu bukan kamu dan aku gak cinta sama Oyu," lirihnya.

Keyra mendengarnya ingin menenangkan, tetapi ia sadar bagaimana sikap Popi kepadanya hingga membuatnya takut. Keyra berpura-pura saja tidak mendengarnya dengan melihat buku-buku di depannya.

Popi menangis di sana, suara tangisannya terdengar keras. Lalu, ia mengangkat wajahnya dan melirik ke arah Keyra. Dia berjalan mendekati dan berdiri di belakang Keyra. "Heh! Lo pikir, lo dapetin Lio?"

Suara Popi yang terdengar tepat di belakang, membuat Keyra merinding seketika. Keyra mendongak, mendapati wajah menyeramkan Popi yang sedang marah.

Mata wanita itu melotot tajam, wajahnya pun berwarna merah. Keyra kemudian berdiri.

"Gue sahabatnya Lio dari kecil. Jadi, dia milik gue. Bukan milik lo!" peringat Popi. "Lo gak akan pernah bisa dapetin Lio."

"Gue juga gak tertarik buat dapetin dia," jawab Keyra.

"Halah! Itu cuma omongan lo, kan?" Popi mengangkat kedua alisnya. "Gue cinta sama Lio. Jangan pernah lo ambil dia dari gue, atau lo pasti musnah di tangan gue!"

Keyra hanya menganggukkan kepala, ia tidak tahu harus menghadapinya. Dia tak berpengalaman bertengkar dengan sesama gadis karena masalah asmara.

"Lio punya gue." Terdengar penuh penekanan di setiap katanya. Popi benar-benar terlihat menyeramkan. Lalu, ia melenggang pergi.

Keyra hanya diam memandangi kepergian Popi. Perempuan itu sungguh aneh. Padahal sudah dijodohkan dengan lelaki tampan dan baik, tetapi ia malah lebih memilih Aprilio yang terlihat tidak istimewa di mata Keyra.

Aprilio memang tampan dan wajahnya tegas. Namun, bila melihat sifatnya, Keyra menggelengkan kepala. Lebih baik Oyu, yang ramah.

"Tapi, kenapa gue ngerasa kurang suka sama kata-katanya tadi?"

"Lio punya gue." Kalimat itu terputar kembali di kepala Keyra.

"Gue kayak emosi gitu dengernya." Kedua alis Keyra saling bertautan.

...Gimana? Gimana?...

...Aprilio-Keyra?...

...or...

...Aprilio-Popi?...

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!