Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Keluarga Theo
“Dad !!! Kenapa kartuku tidak bisa di gunakan ?! Aku hampir malu tadi saat makan bersama teman-teman !!”
“Theo !! Kenapa kartuku juga tidak bisa digunakan, apa perusahaanmu sudah bangkrut, hingga tidak bisa membayar belanjaan ku !!”
Theo hanya bisa menghela nafasnya berat, inilah yang membuatnya paling membenci rumahnya sendiri. Dua orang yang seharusnya menyambutnya dengan penuh kelembutan, justru datang dan menagihnya dengan nada tinggi.
Dia adalah Clarissa, istri dari Theo, dan juga Rain, putranya dengan Clarissa.
Jika Fernando adalah anak yang baik, dan berusaha berjuang serta mandiri, sebaliknya Rain adalah anak lelaki yang manja, pemalas dan hanya bisa menuntut ayahnya sendiri. Usia Rain 15 tahun, di bawah Fernando, tapi anak itu benar-benar sangat menyebalkan.
Lebih baik Cain dan Harvey, karena kedua anak itu masih menaruh hormat dan sopan kepada Orion ayah mereka, sebaliknya Rain selalu menuntut ayahnya demi gengsinya itu.
Padahal dia dan Fernando juga berasal dari keluarga yang berantakan, karena Theo tidak sedikitpun mencintai Clarissa, juga sebaliknya. Clarissa hanya memuja uang dari Theo, dan lelaki itu terpaksa menikahi Clarissa karena perjodohan paksa dari keluarganya sendiri.
“Perusahaanku sedang ada masalah kecil, besok kalian bisa menggunakannya lagi.” Ujar Theo dengan singkat, dan mengabaikan dan tatapan mata tajam ke arahnya.
Rain berdecih, “Andai kau tahu, aku tadi hampir di permalukan oleh teman-temanku !! Hari ini aku berjanji akan mentraktir mereka, tapi karena masalah kartu ini, semua kacau !!” Ujar anak itu dengan nada kesal, dan merajuk.
“Itu benar !! Aku juga hampir membeli pakaian kesukaanku, kalau saja kartu ini bisa di gunakan tadi !!” Ujar Clarissa dengan penuh emosi.
Bukannya mendengarkan gerutuan dua orang itu, Theo malah membayangkan wajah Dhelpine yang begitu cantik, manis dan lembut.
Sialan !! Seandainya aku bertemu duluan dengan Dhelpine, aku pasti akan memiliki keluarga bahagia !! Batin Theo dengan kesal di dalam hatinya.
“Theo !! Kau mendengarkan ku !!”
“Aku sedang lelah saat ini, biarkan aku tertidur dan beristirahat.” Ujar Theo dengan singkat meninggalkan dua orang yang terus meneriakkan namanya, tapi Theo tidak peduli, dan memilih untuk pergi ke kamarnya sendiri.
Oh iya, Theo dan Clarissa tidur secara terpisah, keduanya sempat tidur satu kamar itu saat kedua orang tua Theo dan Clarissa masih hidup, tapi setelah mereka semua telah tiada, Theo dan Clarissa memutuskan untuk tidur di kamar yang terpisah.
Theo membuka pintu kamarnya sendiri, menyalakan lampu dan menutup kembali pintu kamar itu, serta menguncinya.
Dengan wajah lelah, Theo melepaskan pakaian dan menaruhnya di dalam keranjang baju kotor. Melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi, untuk menenangkan pikirannya sendiri.
“Sialan !!” Lirih Theo dengan kesal.
“Jika aku bisa, aku sudah habisi dua orang gila itu, dengan- Tunggu !!” Tiba-tiba Theo teringat sesuatu, jika dirinya berusaha menghabisi istri dan anaknya sendiri, maka tentu saja semua media akan mengetahui dan akhirnya mereka tahu, siapa sosok Theo Reid yang sesungguhnya.
Selama ini, Theo juga di kenal sebagai ayah yang baik sekaligus suami idaman di media manapun, jadilah Theo selalu bersabar menghadapi sifat manja Rain, dan karakter cerewet dari Clarissa.
“Jika aku ingin menghabisi mereka, maka aku harus menggunakan tangan orang lain, agar namaku bersih.” Ujar Theo pada dirinya sendiri, dengan nada lirih.
Theo menyalakan shower di atasnya, dan mencoba menyingkirkan rencana gilanya untuk membunuh istri dan anaknya sendiri. Bukan karena cinta, atau karena peduli, tapi demi menjaga reputasinya sendiri.
...
Setelah selesai membersihkan diri, Theo keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandi, dan memperlihatkan dada bidang itu dari sela pakaian. Theo melangkahkan kakinya berjalan ke arah lemari yang ada cermin besar di pintunya. Awalnya Theo berniat mengambil pakaian ganti, tapi sebuah nada dering handphonenya berbunyi.
Theo mengalihkan pandangannya, dan melihat handphone di atas meja nakas itu bergetar, dan layarnya menyala. Tanpa berpikir panjang, Theo mendekati handphone itu, berharap jika Dhelpine yang meneleponnya.
Tapi harapan itu sirna saat melihat sebuah nomer tidak di kenal menelponnya. Theo membaca nomer itu dengan ragu, tapi akhirnya dia mengangkat panggilan suara itu, dan mendekatkan handphone ke telinganya.
“Halo ??”
“Theo Reid, apa kau masih mengingatku ??”
Theo membeku di tempat, dia mengenali suara itu.. Suara yang pernah dia dengar, di hubungan masa lalunya. Itu suara Orion Luther, kakak dari Linnea.
“Orion ??”
“Ya, aku ada perlu denganmu, bisakah besok kau menemuiku ??”
Theo berdecih di dalam hatinya, untuk apa pria itu menelponnya lagi, tapi Theo tidak akan menunjukkan perasaan tidak suka secara langsung, dia memilih mengikuti alur yang diinginkan Orion, sambil menyelidiki apa yang diinginkan oleh lelaki itu.
“Baiklah, katakan tempat dan waktunya, aku akan datang besok.” Ujar Theo.
“Aku akan mengirimkan alamatnya nanti.”
Lalu telepon di tutup, Theo hanya menghela nafasnya berat, menelpon tanpa sapaan, dan langsung mengakhiri begitu saja, tapi dia sudah tahu karakter Orion Luther yang sesungguhnya. Sombong, dan merasa orang-orang berada di bawahnya, itulah yang membuat beberapa orang tidak menyukai Orion.
Di banding Orion, masih lebih baik Enoch. Meskipun terkadang sombong, tapi Enoch masih mau bertingkah sedikit lebih manusiawi daripada Orion.
...
Di rumah sakit, Enoch dan Dhelpine menjenguk salah satu orang yang terkena dampak penyerangan itu, yaitu Carrol.
Setelah sadar di rumah sakit, Carrol menundukkan kepalanya takut saat berada di depan Enoch. Dia merasa gagal melindungi Dhelpine, sehingga membuat Carrol merasa tidak berguna, tapi..
“Angkat kepalamu, aku tidak marah padamu.” Ujar Enoch dengan tegas tapi tidak kasar.
Carrol mengangkat kepalanya.
“Ini bukan salahmu, ini juga kesalahanku. Aku tidak menduga jika akan bertemu Theo, kekuatan dan kemampuan bertarungnya sama denganku, jadi wajar jika kau kalah darinya.” Ujar Enoch dengan sedikit sombong di sana, tapi dia tidak marah pada Carrol, dia masih memaklumi kesalahan tangan kanannya itu.
“Tuan.. Anda boleh memotong gaji saya untuk.. Biaya rumah sakit ini..”
Enoch menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu, uangku masih terlalu banyak, jadi kau tidak perlu khawatir. Toh aku memberikanmu libur beberapa hari setelah ini, agar kau bisa menguatkan tubuhmu.” Ujar Enoch dengan nada sombong di bagian depan, tapi tatapannya datar dan dingin di sana.
“Kau ini sombong sekali..” Celetuk Dhelpine mendengar ucapan Enoch.
“Tapi itu kenyataannya, uangku masih sangat banyak. Bahkan jika aku menyewa semua ruangan VIP ini, penghasilanku satu bulan masih sisa.” Ujar Enoch dengan bangganya, membuat Dhelpine menghela nafasnya berat, wanita itu menatap ke arah Carrol.
“Aku membawakan buah-buahan untukmu, semoga kau cepat sembuh. Maaf aku tidak bisa membantumu, saat kau di serang kemarin.. Aku tidak bisa bertarung dengan senjata.” Ujar Dhelpine merasa tidak enak, seakan dirinya seperti beban untuk Carrol, hingga laki-laki itu masuk ke rumah sakit dengan kondisi yang cukup parah.
“Tidak apa, Nyonya.. Anda tidak perlu minta maaf, ini semua sudah menjadi tanggung jawabku.” Ujar Carrol dengan sopan di sana.
💚💛💚💛💚💛💚
Pantas aja, Theo tergila-gila sama Dhelpine, ternyata kelakuan istrinya sama anaknya parah banget 🥲🥲 enggak ada sayang-sayangnya, malah nuntut terus 😔😔
Btw ada apakah gerangan, kenapa Orion malah nelfon Theo ??? Jangan-jangan ada udang di balik batu nih 😏😏
Karakternya Enoch sama Dhelpine berbanding terbalik banget ya 🤣😂 Enoch sombongnya bukan main, Dhelpine malah rendah hati banget 🤣🤣
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣
thor adik nya orion masih hidup gk ?? itu istri nya enoch ???🤔