NovelToon NovelToon
Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Chesy tanpa sengaja memasuki rumah Ustad Cazim, memergoki ustad muda yang kesehariannya selalu alim itu kini tiba-tiba terlihat seperti seorang preman, bertato dan bahkan merokok. Sejak saat itu, Chesy berusaha membongkar kedok si ustad modus. Tapi usaha Chesy selalu sia- sia, apa lagi ayahnya Chesy yang merupakan pemuka agama juga sangat mempercayai Cazim sebagai ustad yang baik.
Parahnya, ayahnya Chesy meminta Cazim supaya menjadi gurunya Chesy supaya mengubah perilaku Chesy yang nakal menjadi lebih baik,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang Dingin

Chesy tersentak mendengar kata- kata yang diucapkan Cazim.

Oh, rupanya lelaki itu berani mengancam bahkan menentang Chesy. Dia belum tahu siapa Chesy sebenarnya, gadis keras kepala yang kerap menghalalkan segala cara dalam berbagai hal. Memanjat atap rumah pun dia lakukan jika itu untuk kenyamanan dirinya.

Cazim pasti tidak tahu kalau Chesy pernah dihukum jongkok berdiri di ruang makan oleh abinya dari pagi sampai sore karena sebuah kesalahan fatal, tapi abinya tidak menemukan Chesy saat pulang kerja siang hari di rumah, dan malah menemukan gadis itu di atap rumah, berbaring dengan Pe We.

Semua itu Chesy lakukan demi bisa bebas dari pengawasan abinya. Ada lagi kelakuan Chesy yang lebih ekstrim dari itu dan sulit dijabarkan satu per satu. Bahkan menyiram musuh bebuyutannya dengan air cabe oun pernah dia lakukan.

Eh tunggu dulu, apa tadi? Cazim menyebut Chesy dengan sebutan kecoa kecil? Dasar lidah minta digoreng. Okey, lihat saja nanti, apa yang akan dilakukan oleh Chesy setelah ink, ia tidak akan main- main. Semakin Cazim menunjukkan pemberontakan dan sikap buruk pada Chesy, maka niat Chesy untuk membongkar kedok Cazim makin kuat.

Chesy memalingkan wajah dari Cazim, berusaha untuk tidak menatap wajah yang membuat dadanya panas membara itu.

Setiap kali satu tahap acara selesai di selenggarakan, maka Chesy bangkit berdiri dan maju ke posisi depan untuk membacakan urutan acara dan mempersilakan siapa saja yang ditunjuk mengisi acara. Seperti kali itu, setelah kepala sekolah selesai menyampaikan sambutan kata, maka Chesy pun melangkah ke depan untuk membacakan acara selanjutnya dengan menggunakan mike.

"Terima kasih kepada Bapak Kepala sekolah yang sudah memberikan kata sambutan. Semoga apa yang disampaikan oleh beliau bisa diambil hikmah dan diamalkan oleh kita semua. Baiklah, kita menuju acara inti, yaitu ceramah agama yang akan diisi oleh bapak, maksud saya ustad Cazim Al Ghafar. Kepada ustad Cazim Al Gafar dipersilakan." Chesy berjalan kembali ke kursi dan berpapasan dengan Cazim yang tengah berjalan menuju tempat yang disediakan di depan anak- anak.

"Kalau mau aman, lebih baik bungkam!" bisik Cazim saat melintas di samping Chesy, sementara bibirnya tetap tersenyum ke segala penjuru.

Chesy tidak mengomentari. Ia sempat berhenti dan menoleh ke arah Cazim dengan tatapan tajam. Ia kesal sekali diancam begitu. Tapi Chesy bukanlah hadis penakut. Maling, begal, perampok pun pernah dia hadapi dengan tangan kosong. Lalu kenapa ia harus takut pada Cazim?

Chesy kembali ke kursinya. Dalam hati sumpah serapah pun bertaburan, menyumpahi Cazim yang dia harapkan akan segera musnah dari komplek itu.

Chesy hampir tidak mendengar apa pun yang disampaikan Cazim. Ia mengantuk.

Saat itu Cazim menyampaikan tausiah tentang pentingnya menuntut ilmu.

"Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina. Peribahasa ini selaras dengan syariat Islam. Karena ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendapatkan wahyu adalah ayat tentang ilmu yakni Iqra, bacalah. Membaca adalah bagian menuntut ilmu. Baca, tulis, hafal, faham." Cazim mengedarkan pandangan ke wajah wajah di hadapannya.

Ketampanan pemuda itu menjadi pemandangan indah bagi para wanita. Bukan hanya murid yang saling berbisik membicarakan ustad muda yang tampan itu, tapi juga para guru.

Jarang- jarang ada anak muda seusia Cazim dan bahkan belum menikah sudah memilki ilmu dan keberanian untuk tampil berceramah.

Bersambung

1
isil_silvi
setelah aku membaca gaya bicaranya chesy ini yg aku pikirin kenapa ke ria ricis yak🤗🤗
Hermien Rudatin
lanjut Thour...Rival pikih mantan dosen lho...
Hermien Rudatin
kayaknya Reva orangnya lugu untuk urusan laki2 ...gk tau dech apa bener ya
Hermien Rudatin
penyesalan selalu terahkir heheheheh
Hermien Rudatin
thor keren banget bikin alurnya jadi oenqsaran
Hermien Rudatin
kok kayaknya Akram yaa hehehe menurut jacamataku
Hermien Rudatin
katanya apapun masa lalu suaminya ditrima
kalo kasusnya seperti ini gimana yaaaaa...
apakah cinta akan menutup semua ini...
Hermien Rudatin
ini baru keren..Chesss
Hermien Rudatin
cinta segi tiga jadinya ...lanjut..
Hermien Rudatin
senja dibatas kota....batu sadar kayaknya
Hermien Rudatin
begitulah cinta...
Hermien Rudatin
memang mencintainitu jalannya unik...i
Hermien Rudatin
bagus alur critanya....lanjut
Huzi_toys
gak sebanding kelakuanya Dalsa, Rajani sampai meninggal lhoooo, ini Rival cuma lumpuh aja kok
Huzi_toys
Revalina mulai gak fokus sama misinya ahhhh
Huzi_toys
cincin nya kan dirampok toh,, belum sempet dipake🤔🤔
Huzi_toys
q belum ikhlas Casim meninggal ditmbh ini Rajani ya alloh,, cobaana Chesy banyak bener🤧😭
Huzi_toys
ya alloh, pas lg sayang sayangnya kok berpisah sihh, masak Chesy sendirian lg ngurus anak"nya🤧🤧😭😭
Huzi_toys
nahhhh ini namanya nagus👍🏻👍🏻 awal baca agak gimana gitu pas panggil kasem kasem
Huzi_toys
tegas Chesy malahan yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!