NovelToon NovelToon
Cinta Dari Tuan Duda

Cinta Dari Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:221.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Seri Melani

Dayna merasa hidup selalu menyengsarakan dirinya. Ia tak pernah berpikir usai menikah ternyata masalah hidupnya kian dibuat pelik. Ia dijual oleh suaminya sendiri.

Yuga, laki-laki yang hidup di lingkungan dunia malam, pekerjaan haram dan penuh kekerasan. Kini episode hitam yang sama kembali menggilas garis hidup Dayna. Demi melunasi hutang, Yuga menjual Dayna pada Tuan Gaza.

Dayna selalu ingin kabur dari jerat hidup Tuan Gaza, tapi sosok laki-laki di rumah Gaza membuat Dayna tertahan. Dialah Arsen. Dayna menyukainya. Tapi Gaza tak akan pernah membiarkan Dayna menyukai Arsen. Gaza hanya ingin Dayna menyukai dirinya bukan Arsen.

Hingga akhirnya sebuah fakta besar terungkap, membuat Dayna hidup dalam kebimbangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seri Melani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Jalan yang Terbentang

Pagi itu, Dayna terbangun dengan perasaan campur aduk yang tak bisa dijelaskan. Tidur yang nyenyak belum pernah ia rasakan dalam waktu yang lama, dan meskipun jendela kamar terbuka dan udara segar masuk ke dalam ruangan, hatinya terasa sesak. Malam sebelumnya, perkataan yang keluar dari mulutnya saat menghadapi Gaza masih terngiang jelas di telinganya. "Aku ingin hidupku sendiri." Kalimat itu terasa berat, seolah-olah Dayna baru saja menyampaikan pernyataan yang bisa mengubah seluruh jalan hidupnya. Namun, saat ia merenung lebih dalam, ia tahu bahwa itu adalah langkah yang harus diambil. Tidak ada lagi pilihan selain melangkah ke depan.

Setelah berhari-hari hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian, Dayna merasa seperti terbangun dari mimpi buruk. Namun, kenyataan yang ada di depannya tak kalah menakutkan. Gaza yang begitu keras kepala dan penuh kekejaman pasti tidak akan membiarkan ia begitu saja pergi. Perasaan cemas menyelimuti dirinya, namun satu hal yang jelas—ia tidak bisa lagi hidup seperti ini.

Di ruang makan, suasana sepi. Gaza belum muncul, dan Dayna tidak mendengar suara langkahnya seperti biasa. Ini adalah kesempatan langka baginya untuk berpikir jernih, untuk merencanakan langkah selanjutnya. Tanpa memberi tahu siapa pun, ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan sederhana, berharap kesibukannya akan sedikit mengalihkan pikirannya. Namun, setiap langkah yang diambilnya, setiap bahan yang dipotong dan disiapkan, hanya mengingatkannya pada keadaan yang belum berubah.

Arsen. Nama itu kembali muncul di benaknya. Meskipun tak pernah sekalipun ia mengungkapkan perasaannya secara langsung, Dayna tahu bahwa Arsen adalah satu-satunya orang yang benar-benar peduli padanya. Bahkan saat Gaza mencoba mengisolasinya dari dunia luar, Arsen selalu ada di sana, menyelamatkannya dari rasa kesepian dan ketakutan yang mencekam. Ketika mereka berbicara di malam itu, perasaan yang ia rasakan begitu kuat. Ada sesuatu dalam diri Arsen yang memberi keyakinan, memberi harapan bahwa ada jalan keluar dari semua ini.

Namun, di sisi lain, Gaza semakin menambah tekanan. Setiap saat, ia merasa semakin terperangkap. Apa yang harus dilakukan? Apakah ia benar-benar bisa mengandalkan Arsen untuk mengubah hidupnya? Atau apakah itu hanya sebuah impian yang terlalu jauh untuk digapai? Jawaban itu hanya bisa ditemukan dengan bertindak.

Makanan sudah siap, namun perasaan Dayna tidak kunjung reda. Ia mulai berpikir, memikirkan cara untuk melarikan diri dari cengkeraman Gaza. Hanya saja, setiap kali ia berpikir untuk meninggalkan rumah itu, bayangan Gaza yang selalu mengancam menghalangi niatnya. Gaza tidak akan membiarkannya pergi dengan mudah. Dia memiliki pengaruh yang sangat besar, dan tak ada yang tahu apa yang bisa dilakukan pria itu jika merasa terancam.

Sambil menatap makanan yang sudah disiapkan, Dayna menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya. Saat itulah pintu terbuka perlahan, dan sosok yang sudah ia kenal dengan baik muncul di ambang pintu. Gaza. Wajahnya tampak tidak senang, seperti biasanya, namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda di matanya.

“Kau tampaknya berpikir keras, Dayna,” kata Gaza sambil mendekat.

Dayna tidak menjawab. Ia berusaha untuk tetap tenang dan mengatur napasnya. “Tidak ada yang perlu dipikirkan, Tuan Gaza,” jawabnya dengan nada datar.

Gaza tersenyum tipis, senyum yang tampak mengintimidasi. “Jangan berpura-pura tidak tahu, Dayna. Kau pikir aku tidak bisa melihat perubahan pada dirimu? Kau harus tahu, aku selalu memantau setiap gerak-gerikmu.”

Pernyataan itu membuat Dayna tercekat. Ia ingin mengatakannya, bahwa dirinya tidak akan tinggal diam, bahwa ia tidak akan terus-menerus terjebak dalam kehidupan seperti ini. Namun, ia tahu Gaza bukanlah orang yang mudah dihadapi. “Saya tidak tahu apa yang Anda maksud, Tuan Gaza,” jawabnya, meskipun hatinya berdebar.

Gaza mengamati Dayna dengan tatapan yang tajam. “Kau akan segera tahu, Dayna. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Kau adalah milikku, dan tak ada seorang pun yang bisa mengubah itu.”

Dayna menundukkan kepala, berusaha untuk menahan perasaan yang hampir meluap. Namun, dalam hatinya, ada perasaan yang semakin kuat—ia tidak ingin hidup seperti ini selamanya. Ada Arsen yang menunggu, ada harapan yang harus ia kejar. Ia tidak bisa terus berada di sini, terjebak dalam dunia yang gelap dan penuh kekejaman ini.

Ketika Gaza akhirnya pergi, Dayna kembali dikelilingi oleh perasaan yang membingungkan. Ia tahu ia harus membuat keputusan, keputusan yang akan mengubah segalanya. Tak lama setelah Gaza meninggalkan ruang makan, Dayna mendengar suara ketukan di pintu. Ia membuka pintu dan melihat Arsen berdiri di sana, matanya penuh kekhawatiran.

“Dayna,” Arsen berkata dengan suara pelan, “Aku tahu kau sedang berjuang dengan banyak hal. Tapi kita harus berbicara. Aku tidak ingin kau terus hidup dalam ketakutan. Kau tahu aku akan selalu ada untukmu.”

Dayna memandang Arsen, hatinya dipenuhi dengan kebingungannya. Apa yang harus ia lakukan? Pergi bersama Arsen berarti meninggalkan semua yang selama ini ia kenal, menghadapi Gaza dan segala akibatnya. Tetapi jika ia tetap tinggal, ia akan terperangkap dalam dunia yang tidak pernah ia pilih.

“Arsen, aku takut,” kata Dayna dengan suara bergetar. “Aku takut jika aku melawan Gaza, semuanya akan menjadi lebih buruk. Aku takut kau juga akan terluka.”

Arsen mengulurkan tangannya, meraih tangan Dayna dengan lembut. “Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu, Dayna. Aku sudah siap menghadapi apa pun demi kebahagiaanmu. Kita bisa melakukannya bersama.”

Dayna menatap mata Arsen, melihat ketulusan di sana. Ia ingin percaya. Ia ingin sekali mempercayai bahwa ada jalan keluar, bahwa ada kesempatan untuk hidup yang lebih baik. Namun, perasaan takut dan kebingungan terus menghantuinya.

“Apa yang harus aku lakukan, Arsen?” tanya Dayna dengan suara serak.

Arsen menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan penuh keyakinan, “Kau harus memilih, Dayna. Kau bisa terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan, atau kau bisa memilih untuk berjuang, untuk mengambil kembali hidupmu. Aku tidak akan memaksa, tetapi ingat, kau tidak sendirian.”

Perkataan Arsen menggema dalam pikiran Dayna. Ini adalah saatnya. Ini adalah kesempatan yang telah lama ia tunggu-tunggu. Meskipun ketakutan masih menggerogoti hatinya, ia tahu bahwa jika ia terus terjebak dalam ketakutan, ia tidak akan pernah bisa bebas.

“Baik,” kata Dayna dengan suara yang lebih tegas. “Aku akan melawan.”

Malam itu, sebuah keputusan besar telah diambil. Dayna tahu bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Namun, satu hal yang pasti—ia tidak akan pernah menyerah lagi. Ia akan berjuang untuk dirinya sendiri, untuk kebebasannya, dan untuk masa depannya bersama Arsen. Jalan yang terbentang di depannya masih penuh dengan rintangan, tetapi ia siap menghadapinya.

1
Nady Henio Usry
ceritanya msh mutar2 blm jelas thor
Sena Fiana
😃😃
Aisyah Hasan
lanjut
Ammy Rahmy
in arsen bisa g' sih g' muncul d rumh tnggax gaza....
Imelda Chua
mana kelanjutan episode 41
Imelda Chua
cdtd
Imelda Chua
episode 41
Efrida Lubis
kok aku gak suka ama karakter Dayna
wanita bodoh di jual ama laki kabur balik lagi kelaki nya
ogah baca nya 🙏🙏🙏
Halimah
lama bangét upnya, sampai lupa ceritanya..
sekali up ngulang 😔😔
Ibu Komariyah
kok d ulang lg,,, jg lama2 thor keburu lupa
Safnidewi Dewi
ko di ulang kak. ini kan sudah...
Azka Ical
kok g ada kelanjutannya ya
Sukayatin Sukayatin
up thor
Halimah
kénapa dah lama gak di lanjut ya..
Nadia Putri
lanjut
Azka Ical
Kak mana kelanjutannya kok lama up nya
Kresna Dewi
lanjutttttttt......
Anisa Al Usmani
lanjut dong....
Indrawati Indra
penasaran dilanjuttttt..........dong.
Azka Ical
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!