NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: PENYESALAN YANG SUNYI

Waktu bergulir tanpa pernah menengok ke belakang, membawa setiap langkah kaki manusia menjauh dari riuhnya panggung sandiwara dunia menuju pelukan takdir yang sesungguhnya. Setelah ledakan emosi yang memecahkan dinding kaca di tenda syuting sore itu, Arka Mahesa Pratama melangkah terburu-buru membelah koridor hotel tempat Aini menginap di temani asisten nya Arga. Pria tampan 35 tahun itu kehilangan seluruh wibawa tenangnya. Detak jantungnya berdegup panik luar biasa. Kata-kata blak-blakan Aini yang menyebutnya sebagai "penjahat wanita" terus berdengung hebat merusak seluruh kewarasan logikanya.

Namun, sesampainya di depan kamar nomor 307, Arka seketika membeku. Daun pintu kamar itu telah terbuka lebar, memperlihatkan ruangan yang sudah kosong melompong tanpa ada satu pun helai pakaian yang tersisa.

"Mohon maaf, Bapak Arka," ujar salah satu pelayan hotel yang sedang merapikan kasur dengan takzim.

"Nona Aini Lidya sudah melakukan proses check-out resmi setengah jam yang lalu. Beliau mengemas seluruh barangnya ke dalam koper, lalu langsung naik ke dalam mobil travel harian untuk pulang menuju kampung halamannya di Pesisir Selatan." Sambung pelayan hotel itu.

Arka melangkah masuk ke dalam kamar yang sunyi itu dengan tatapan mata yang mendadak kosong. Di atas meja kayu dekat jendela, dia melihat sepotong cangkir teh melati yang sudah mendingin, menyisakan aroma harum yang samar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya yang teramat angkuh, sang miliarder penguasa nomor satu di dunia itu merasakan hantaman penyesalan yang teramat perih dan dahsyat menjalar di relung dadanya. Gengsi besarnya yang setinggi langit seketika runtuh total berkeping-keping, meninggalkan rasa hampa yang menyiksa karena menyadari kebodohannya yang telah membiarkan kesalahpahaman kecil ini merenggut wanita yang mulai merampok kedamaian pikirannya.

"Ah kenapa wanita itu sangat bodoh, sungguh mengira aku ada hubungan dengan adik sepupuku sendiri" gerutu Arka dalam batinya.

Sementara itu, alur takdir telah berpindah membelah jarak sejauh delapan jam perjalanan travel menuju bentangan alam Pesisir Selatan. Setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan membelah perbukitan, Aini akhirnya menginjakkan kembali kaki mungilnya di halaman rumah orang tuanya yang asri. Ibu Naya menyambut kepulangan anak perempuannya dengan pelukan hangat yang sarat akan air mata kerinduan. Di dalam kamar lamanya yang bernuansa sederhana, Aini mendudukkan tubuhnya lelahnya dengan helaan napas yang panjang.

Secara karier dan finansial, Aini telah berada di puncak kesuksesan yang mutlak. Honor kontrak bernilai fantastis sebesar Rp500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) telah aman cair masuk ke dalam rekening pribadinya. Ditambah lagi, sore itu, novel fiksi orisinil karangannya yang berjudul "Luka dalam Rumah Tangga" di aplikasi NovelToon juga telah resmi menamatkan babak akhirnya (ending) dengan ulasan bintang lima dari jutaan pembaca seluruh Indonesia.

Namun, di balik tumpukan keberhasilan materi tersebut, batin Aini justru dirongrong oleh kepedihan dan rindu yang teramat pekat. Akibat rasa sakit hati yang teramat perih setelah salah paham melihat postingan barang mewah di Instagram Celine, Aini dengan gerakan tangan yang gemetar sengaja memblokir total nomor WhatsApp milik Arka. Dia ingin memutus seluruh akses interaksi, namun jeritan batinnya tidak bisa dibohongi oleh kabut kerinduan yang kian mengakar dalam di ulu hatinya.

"Aini bodoh kenapa kamu memikir kan lelaki yang sama sekali tidak memikirkan mu" gerutu Aini membatin.

Beberapa hari kemudian, suasana di teras rumah orang tua Aini tampak begitu hidup, hangat, dan dipenuhi oleh tawa ceria. Untuk merayakan kesuksesan tamatnya novel Aini, Egi sengaja datang berkunjung jauh-jauh dari kota provinsi dengan membawa hantaran buah-buahan yang teramat sopan sebagai bentuk apresiasi seorang sahabat seprofesi. Aini duduk di bangku rotan dikelilingi oleh Ibu Naya, adik laki-lakinya, serta Egi yang sedang bercerita lucu tentang dunia kepenulisan. Di luar ruangan, Aini tampak mengulas tawa renyahnya yang teramat manis, memperlihatkan kepolosan lesung pipi di sebelah kiri wajahnya yang memikat batin.

Namun, di balik tawa renyah yang dia pamerkan di depan keluarga dan Egi, ruang pikiran Aini justru sedang berdialog dengan sunyi. Hatinya mulai mengajukan pertanyaan yang teramat jujur dan menyakitkan.

“Untuk apa aku tertawa seperti ini, jika pada hakikatnya jiwaku tahu bahwa aku hanya memiliki perasaan cinta yang mendalam pada Arka? Dan pria sekaku kulkas seribu pintu itu... jelas-jelas tidak memiliki perasaan apa pun padaku selain urusan bisnis investasi,” rintih bini Aini dalam keheningan dadanya, merutuki nasibnya yang lagi-lagi salah meletakkan ketulusan rasa.

Tanpa pernah disadari oleh riuhnya kebersamaan di teras rumah tersebut, dari arah sudut jalan raya yang sepi, sosok Arman tampak sedang melintas mengendarai motornya pelan. Penampilan mantan suami Aini itu kini terlihat teramat kuyu, lesung wajahnya lesu, pakaiannya berantakan, dan wajahnya dipenuhi oleh gumpalan rasa malu yang akut akibat seluruh aib kelakuan masa lalunya kini telah viral dibaca satu desa di aplikasi NovelToon.

Langkah kaki Arman mendadak berhenti di bawah rindangnya pohon jarak dari kejauhan. Dari batas pagar yang jauh, sepasang matanya menatap lurus ke arah teras rumah, menyaksikan sosok Aini yang kini tampil teramat cantik, wangi, modis, dan sedang tertawa lepas dengan begitu bahagianya dikelilingi oleh keluarga serta seorang pria mapan seperti Egi.

Arman tidak berani melangkah mendekat, tidak pula memiliki keberanian untuk sekadar singgah menyapa. Dia hanya bisa terpaku diam membeku laksana bayangan hitam yang terbuang.

Arman meremas dadanya yang mendadak terasa teramat sesak, perih, dan dihantam oleh badai penyesalan yang terlambat di dalam lubuk batinnya.

“Ya Tuhan... Ai sekarang sudah teramat bahagia dan bersinar sejak lepas dari genggamanku. Bodohnya aku dulu yang telah menyia-nyiakan wanita suci setulus dia demi ego ibuku dan harta yang tidak seberapa. Sekarang, aku benar-benar telah menjelma menjadi seorang orang asing yang mati di dalam hidupnya,” bisik Arman meratapi nasibnya di dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca menahan perih.

Arman kembali membalikkan tubuh kuyunya, melanjutkan langkah kakinya yang gontai membelah kesunyian jalanan kampung tanpa pernah dilirik seperskian detik pun oleh Aini, menutup sore yang berangin itu dengan lingkaran karma yang teramat sunyi namun mematikan kelasnya di bawah langit Pesisir Selatan yang kian meredup kelabu.

Sebab, bagian paling menyakitkan dari sebuah penyesalan masa lalu adalah saat kamu dipaksa oleh semesta untuk melihat seseorang yang dulu kamu sia-siakan, kini justru bisa mengulas tawa paling bahagianya bersama orang lain; membuktikan bahwa sebuah luka batin yang dikelola dengan kemandirian jiwa akan selalu melahirkan keadilan takdir yang teramat rapi tanpa perlu mengotori tangan dengan caci maki.

1
falea sezi
arka arka gengsi di gedein 🤣🤣 di rebut pria lain lu merasa tersakiti😒 anehh bgt luu wahai pak ceo🤣
falea sezi
aini jangan gampang baper donk😒 jual mahal lahh
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!