NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Mau Main Sekarang!

Rachel meletakkan garpunya dengan pelan, dentingan logam di atas piring marmer itu terdengar tajam. Ia menyeka sudut bibirnya dengan serbet kain sutra putih lalu menyesap air putihnya hingga tandas, sementara dua orang di depannya masih asyik beradu kemesraan yang menjijikkan.

​Rachel menatap Julian yang kini sedang sibuk membelai rambut Siska, "Aku sudah selesai makan, kalau kalian butuh privasi agar bisa berduaan, aku bisa pulang sendiri," ucap Rachel datar, tanpa ada nada emosi sedikit pun.

​Julian mendongak, tampak sedikit terkejut dengan ketenangan Rachel. "Oh, sudah selesai? Baguslah. Sopirku ada di bawah, dia bisa mengantarmu. Aku masih ada urusan bisnis dengan Siska," jawab Julian dengan seringai mesum.

​Rachel berdiri dan merapikan dress merahnya, tanpa mengucapkan selamat tinggal atau menoleh lagi. Rachel melangkah keluar dari area rooftop tersebut, hak sepatunya mengetuk lantai marmer dengan irama yang tenang dan tegas.

Langkah kaki Rachel bergema di koridor marmer yang sunyi menuju lift. Begitu pintu lift tertutup, ia menyandarkan punggungnya pada dinding kaca dan menarik napas panjang. Bayangan Julian yang bermesraan dengan wanita bernama Siska itu tidak membuatnya sakit hati, melainkan membuatnya merasa mual karena kepalsuan yang begitu telanjang.

​Di lobi bawah, sopir pribadi Julian sudah berdiri tegak di samping mobil mewah. Namun, Rachel mengabaikannya dan terus berjalan melewati deretan mobil mengilap itu menuju gerbang depan gedung.

​"Nona Rachel! Mau ke mana? Tuan Julian menyuruh saya mengantar anda pulang," seru sopir itu dengan nada bingung.

​"Katakan pada Tuanmu, aku bisa pulang sendiri," jawab Rachel tanpa menoleh.

Rachel melangkah ke pinggir jalan raya yang masih padat meskipun malam kian larut, cahaya lampu kendaraan yang melintas menciptakan garis-garis warna-warni yang buram di matanya yang mulai berkaca-kaca.

Rachel meraba tas kecilnya dan mengeluarkan ponselnya yang terus bergetar karena pesan masuk dari Mommy Viona yang menanyakan bagaimana jalannya kencan malam itu.

​Tanpa ragu, Rachel mematikan ponselnya dan mengangkat tangan, menghentikan sebuah taksi biru yang kebetulan lewat.

​"Ke mana, Nona?" tanya sopir taksi itu, tampak sedikit terperangah melihat wanita cantik dengan gaun pesta mewah naik ke taksi tuanya.

Bukannya pergi ke rumah Ibunya, Rachel justru pergi ke apartemennya. Ia ingin menenangkan diri dan mengatur cara agar hubungannya dan Julian tidak berlanjut.

"Aku akan cari cara, tapi apa ya? Untuk sekarang, aku akan ikuti arusnya. Aku terlalu lelah memikirkan semua ini," gumam Rachel.

Disisi lain, ​Daniel kini bekerja lebih keras dari biasanya, ia bangun sebelum matahari menyentuh permukaan laut dan baru berhenti saat otot-otot lengannya gemetar karena kelelahan.

Perban di rusuknya sudah lama dilepas dan menyisakan bekas luka kemerahan yang perlahan mengeras, namun luka di dalamnya justru terasa semakin menganga.

​"Bos, lo mau bunuh diri?" teriak Dandi saat melihat Daniel memaksakan diri mengangkat blok mesin truk sendirian tanpa bantuan katrol.

Wajah Daniel memerah, urat-urat di lehernya menonjol dan ia mengabaikan peringatan Dandi seolah pria itu hanya lalat yang mengganggu.

"Dari kemarin lo kerja terus, lo harus istirahat," lanjut Dandi.

"Masih banyak yang harus gue kerjakan, kalau lo mau istirahat, istirahat aja," jawab Daniel.

"Rachel udah lama pergi, masa lo belum bisa move on juga. Ayolah Daniel, cewek bukan cuma Rachel, dia udah bahagia dengan hidupnya," ucap Dandi.

"Gue nggak mikirin dia," ucap Daniel.

Dandi tersenyum dan menepuk bahu Daniel, "Gue nggak bodoh, gue tahu apa yang lo rasain. Tapi, lo nggak bisa berbuat apa-apa, kalau emang lo mau berjuang buat Rachel, ya lo samperin dia ke Jakarta," ucap Dandi.

"Gue nggak akan kemana-mana, gue akan tetap di sini," jawab Daniel lalu kembali bekerja.

"Dasar," gumam Dandi.

.

Malam harinya, Daniel menyambar jaket kulitnya yang tergeletak di atas meja kerja dan mengabaikan tatapan Dandi yang baru saja kembali setelah membeli makanan, Dandi hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Daniel yang tengah gelisah karena sang pujaan hatinya pergi.

Daniel butuh sesuatu yang lebih keras daripada deru mesin atau kopi pahit, ia butuh rasa sakit yang nyata untuk membungkam rasa sesak yang abstrak di dadanya.

​Dengan raungan mesin motor yang membelah keheningan malam, Daniel memacu kendaraannya menuju sebuah gudang tua di pinggiran distrik bawah tanah, tempat di mana hukum rimba adalah satu-satunya aturan yang berlaku.

​Area itu remang-remang, hanya diterangi lampu pijar yang berkedip-kedip. Bau keringat, d*r*h dan asap rokok memenuhi udara, di tengah ruangan, sebuah ring besi darurat berdiri kokoh yang dikelilingi oleh orang-orang bertampang keras yang sedang bertaruh.

​"Daniel? Tumben kamu ke sini? Bukannya jadwalmu minggu depan?" tanya seorang pria bertubuh gempal yang merupakan koordinator petarung di sana yang merupakan warga lokal.

​Daniel tidak menyahut, ia hanya mulai membuka jaketnya dan memperlihatkan tubuh tegapnya yang dipenuhi tato dan bekas luka yang belum sepenuhnya pudar, ia mulai membalut kepalan tangannya dengan kain kasa putih dengan gerakan yang sangat mekanis.

​"Aku mau main sekarang! Siapa pun, sekarang juga!" ucap Daniel, suaranya rendah dan penuh ancaman, ia begitu fasih lokal.

​"Tapi, El. Kamu baru sembuh dari...," belum sempat pria itu menyelesaikan perkataannya, Daniel sudah bersuara.

​"Naikkan lawan ke ring," potong Daniel tajam, matanya berkilat berbahaya.

​Tak butuh waktu lama, seorang pria berbadan raksasa dengan wajah penuh parut naik ke atas ring. Penonton mulai bersorak, mencium aroma kekerasan yang akan segera meledak dan begitu lonceng dibunyikan, Daniel langsung menerjang, tanpa pertahanan.

​Pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan tubuh Daniel, ia tidak menghindar, ia justru menikmati setiap hantaman itu. Rasa nyeri di rusuknya kembali berdenyut hebat saat lawan menghantamnya dengan tendangan keras, namun Daniel justru menyeringai dan menggunakan rasa sakit itu sebagai bahan bakar amarahnya.

​Di dalam pikirannya, Daniel tidak sedang bertarung dengan pria di depannya, ia sedang bertarung dengan bayangan Rachel, ia bertarung dengan rasa bersalahnya sendiri karena telah membiarkan Rachel pergi.

​Bugh!

​Satu pukulan telak menghantam rahang Daniel hingga ia tersungkur ke lantai ring yang kotor, d*r*h segar kembali mengalir dari sudut bibirnya. Sama seperti hari di mana Rachel menangisinya, Daniel menatap langit-langit gudang yang hitam dan napasnya tersengal.

​'Ini yang lo mau, kan? Rasa sakit ini yang lo kenal, Daniel. Bukan cinta, bukan kenyamanan,' batin Daniel pahit.

Daniel bangkit kembali dan menyeka d*r*h dengan punggung tangannya lalu membalas dengan serangan yang jauh lebih brutal hingga lawannya tersungkur tak berdaya. Daniel menang, namun tak ada rasa puas.

​Setelah pertarungan usai, ia duduk sendirian di tepi dermaga yang gelap, jauh dari kerumunan gudang tadi. Ia menyalakan sebatang rokok, menatap ombak yang menghantam beton dengan ritme yang sama seperti kehampaan di hatinya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Bunga Andthea
karya nya luar biasa,alur cerita menarik tidak membosankan,semangat untuk author nya
Eva Tigan
Sama sama punya masa lalu yg kelam..Cinta mereka akan semakin kuat sampai maut yg memisahkan
Nurminah
nah seneng bukan ceo yg menyamar 🤣🤣🤣
Eva Tigan: bosan ya Bunda dengan thema yg itu itu saja😄
total 1 replies
Indriani Kartini
apakah Daniel anak konglomerat ???🤭
falea sezi
muter doank. kasih lak emak. dia yg sok itu itu karma.
Aidil Kenzie Zie
maren ngakunya nyesal lahirkan Rachel lah sekarang datang lagi bingung y nyonya menir 🤭🤭
Eva Tigan
Sediiihhhh banget ya Daddy Brian
Semoga Mommy Viona segera tersingkir dari kehidupan mereka
lia juliati
semangat danil 💪
Eva Tigan
Cerita ini sangat menarik,,melambangkan Cinta sejati bukan karena harta dan kemewahan tetapi hati yang tulus dan ikhlas.
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Daniel sesayang itu sama istrinya, membuat hatiku ikut meleleh juga🥰
English Lesson
bagus👍🏻👍🏻
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Ya Ampun...kasihan Daniel..Siapa yg bisa menolong dia untuk keluar dari Pertarungan maut itu..biar dia bisa hidup Damai bersama Keluarga kecil nya
Eva Tigan
Jangan Bilang Daniel masih ikut bertarung seperti yg dulu itu.
lia juliati
sukses untuk Rachel n danil, danil suami yg luar biasa selalu dukung istrinya😍
Eva Tigan
So sweet banget ya pasangan ini berdua..doaku semoga kalian segera dapat momongan yaa..dan segala bisnis kalian berjalan dengan lancar 🙏
Indriani Kartini
sukses untuk kalian berdua, dan bwt Julian dan Vivian hancur dan menyesal telah membuang berlian.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan ibu mertua lagu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
koq mertua
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
koq mantan ibu mertua?
Eva Tigan
Daniel ..bikin klepek klepek deh..dia suami yang sangat pengertian 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!