NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:191.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban

"Kamu tidak ikut masuk??" tanya bang Abraham, Ghaffar menggelengkan kepalanya. Akbar yang paham, meminta bang Abraham tidak memaksanya. Akbar yakin, bila alasan Ghaffar menangis adalah bangunan itu.

"Baiklah, kalian tunggu di sini." bang Abraham dan anak buahnya, masuk satu per satu. Begitu juga dengan bang Devan dan para ayah, mereka ingin melihat langsung tempat anak-anak di sekap, di bunuh dan di sembunyikan jenazahnya. Dan salah satu dari mereka, adalah... Putri dan adiknya.

Ghaffar hanya diam, menatap datar lubang tersebut. Akbar menepuk bahu Ghaffar, menyadarkannya dari lamunan.

"Kamu ga papa kan?" tanya nya, Ghaffar menggelengkan kepala. Nampaknya hari ini, ia makin irit bicara. Damar menatap Akbar, Akbar mengangkat kedua bahunya.

"Maaf, saya penasaran sejak tadi. Bagaimana bisa kamu tau tempat ini?? Sedangkan saya yang bekerja lama di sini, tidak tau sama sekali." tanya penjaga sekolah, Ghaffar menoleh. Terlihat jelas, bila ia enggan bicara.

"Allah kasih kelebihan pada teman saya pak, dia bisa berkomunikasi dengan hal ghaib." jawab Akbar, cukup mengejutkan penjaga sekolah. Tetapi anak yang memiliki indera keenam, kini sudah tak aneh lagi. Seandainya Ghaffar hidup di jaman dulu, sudah pasti akan di katai seorang penyihir.

"Jadi... arwah korban, memberitahukan nak...

"Ghaffar pak, saya Akbar dan ini teman saya juga Damar. Kalo bapak?" ucap Akbar memotong ucapan pak penjaga, seraya bertanya nama pria tersebut.

"Panggil saja pak Ojak, kalo boleh tau juga. Siapa pelakunya?" tanya pak Ojak, belum Ghaffar menjawab. Tiba-tiba terdengar teriakan, dari belakang mereka.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SITU?!" serentak keempatnya melihat ke belakang, membuat si peneriak terkejut.

"Tidak... Kalian... Bagaimana bisa...." ternyata yabg berteriak adalah pelaku, bukannya lari menghindar. Wanita tua itu justru berlari mendekat, bahkan hampir menyerang pak Ojak. Namun beruntung, pak ojak memiliki keahlian beladiri. Meski usia nya sudah tak muda lagi, tapi tenaganya masih kuat.

Pak Ojak menangkap tangan si pelaku, lalu ia putar ke belakang punggung si pelaku. Pak Ojak menendang bagian belakang lutut, sehingga pelaku itu jatuh berlutut. Dengan posisi tangannya, yang masih di tahan pak Ojak.

"BRENGSEK, KALIAN SEDANG APA HAH??! JANGAN ADA YANG MASUK, NANTI ANAK-ANAK BANGUN!!! LEPASKAN, LEPASKAN AKU!!" teriaknya lagi, Ghaffar mengepalkan kedua tangannya.

"Kenapa kamu melakukannya?" tanya Ghaffar pelan, namun masih terdengar oleh orang di dekatnya. Wanita itu berhenti berontak, ia menengadahkan kepalanya. Menatap nyalang pada Ghaffar, tak ada tatapan takut, menyesal, atau pun sedih.

"Apa?? Kamu bilang apa hah?" tanya si pelaku, ia kembali meronta. Namun pak Ojak, semakin mengeratkan kuncian nya.

"LEPPPAAASSS OJAK, LEPPPAASSS!!!" teriak pelaku, Ojak kini tau siapa pelakunya. Demi apapun, ia sangat terkejut.

Karena yang ia tau, pelaku... bu Welas yang ia kenal. Wanita tua pendiam, tak banyak bicara, hanya bekerja dan terlihat normal. Kadang sesekali tersenyum, melihat anak-anak yang bermain di lapangan.

"KENAPA KAMU MEMBUNUH ANAK-ANAK ITU, HAH?!" teriak Ghaffar, Damar dan Akbar terkejut. Terkejut karena melihat Ghaffar semarah ini, tentu hal ini membuat mereka tak percaya.

"Hah?? Membunuh?? Hahahaha... Aku membunuh?? Aku bukan membunuh, tapi aku hanya menidurkan mereka. Membantu mereka bermimpi indah, bertemu Tuhan lebih cepat. Hahahahah.... Aku baik kan??" bu Welas tertawa, membuat Ghaffar semakin murka.

"Apa hakmu, menghabisi mereka?? Apa salah mereka padamu??" tanya Ghaffar, meredam amarahnya

"Hak?? Kenapa harus mempunyai hak, untuk membantu mereka terbebas dari rasa sakit? Rasa tak di hargai, rasa yang hanya di pandang sebelah mata, karena menjadi seorang pendiam. Mereka tak melawan, tak mengadukan yang sudah mereka alami. Hanya diam, menangis sendirian. Jadi apa salahnya, aku bantu membebaskan rasa tak nyaman mereka. Mereka di bully, mereka di lecehkan. Aku tidak salah bukan?? Hahahaha..." ucapan bu Welas, membuat mereka terkejut bukan main.

"Bully?? Di lecehkan?" tanya Akbar, bu Welas mengangkat salah satu sudut bibirnya.

"Kalian tidak tau bukan, anak-anak itu korban bully dan pelecehan?? Aku hanya menolong mereka, melepaskan beban dan rasa takut nya." ucap bu Welas lagi

"TAPI BUKAN DENGAN CARA MEMBUNUH MEREKA, BRENGSEK!!!" bentak Ghaffar, bu Welas kembali tertawa.

Tak lama orang-orang bang Abraham dan yang lain, keluar dengan kedua matanya yang memerah. Namun di tangannya tak kosong, ia membawa jenazah sang adik. Di susul yang lainnya, bang Devan yang juga membawa adiknya. Lalu ayahnya Theresia, membawa putrinya di dekapan masing-masing.

Ayah, ibu, kaka mana yang tak menangis. Saat berharap anak dan adik mereka kembali, dalam keadaan sehat. Namun harus kembali, dalam keadaan kaku tak bernyawa. Bahkan, kepala korban remuk. Akibat kerasnya, pukulan yang di lakukan oleh pelaku.

Di susul anak buah bang Abraham, yang juga membawa jenazah korban lain. Ternyata masih ada beberapa di dalam sana, anak buah bang Abraham kembali. Setelah mereka, meletakkan jenazah yang mereka bawa.

"KENAPA KALIAN MEMBAWA MEREKA?? KEMBALIKAN... KEMBALIKAN MEREKA!!!" teriak bu Welas lagi, mengejutkan bang Abraham dan yang lainnya. Mereka menatap Ghaffar dan yang lain...

"Dia pelakunya bang" ucapan Damar, membuat kelima orang itu terkejut bukan main.

Tanpa babibu, Devan memberikan adiknya pada sang ayah. Ia berjalan cepat ke arah bu Welas, dan...

BUAGH

Devan tak peduli dia wanita, tak peduli sudah tua. Ia hanya melampiaskan amarahnya, melampiaskan rasa kehilangannya. Karena dia... karena wanita tua ini, ia harus berpisah dengan adiknya. Bukan berpisah beda kota, beda negara. Tapi harus berpisah beda dunia, hal yang paling menyakitkan baginya.

Sudah lama ia menantikan seorang adik, tapi kini ia harus kembali ditinggalkan. Untuk selamanya...

"BRENGSEK, BAJINGAN!!! KAMU SUDAH MENGHABISI ADIKKU, KAMU SUDAH MEMISAHKAN DIA DARI KAMI KELUARGANYA!!" teriak Devan tak terima

"HAHAHAHHAHA..." bukannya takut atau merasa bersalah, bu Welas malah kembali tertawa. Welas melihat ke arah jenazah, yang tadi di bawa oleh Devan. Dia tersenyum, hampir kembali tertawa.

"Apa kamu tidak tau, kalo adikmu adalah korban pelecehan?" tanya bu Welas, dengan nafas terengah-engah. Karena rasa nyeri, ia menatap remeh Devan.

DEG

Bukan hanya Devan yang terkejut, ayahnya pun sama terkejutnya.

"Anak perempuan itu, dia murid di sini. Dia adalah korban bully teman-temannya, tidak melawan. Hanya menangis diam-diam, tak mau mengadu. Hanya karena, tak mau membuat orang tuanya khawatir." ucap Welas, seraya menatap Theresia. Tentu mengejutkan Matius, dia... tak tau apa-apa.

"Dia..." tatapan Welas berpindah ke arah Arkana, yang masih dalam pelukan bang Abraham.

"Dia... lihatlah di tubuhnya, banyak luka dan lebam. Bukan oleh teman, bukan juga oleh gurunya. Tapi... luka dan lebam itu, ia dapatkan dari supir yang mengantar jemput nya."

JEDEERRR

BRUGH

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Aghitsna Agis
lanjut segera up.lagi ditunggu penasaraan mihh
vania larasati
lanjut kak
Novita Vita
waaaaahhh.... minta di 🔪🪓🪚 itu si anak palsu Mak.... blm apa" sudah main drama🤣
kaylla salsabella
heheh... nanti ujung" orang tua kandung Sean tetep sayang sama Arkansas🤭🤭🤭
nurul supiati
duh anak palsunya mulai dramaaa😭
Lilis mulyati
sean itu anak kndungmu bu msa gk ngerti juga klau dia itu anak palsu jka gk sdar2 juga akan lbh baik sean hdup sma Gaffar dripda sean punya ortu bodoh itu.jka sdah diperas hrtanya olh anak gk tau diri itu baru lah mohon2 sma sean buat hdup sma mreka.
Ambu Rinddiany Thea
asli mak moal kamamana da ie cicing asal double we mak ..
Sulastri Mawardi.87
lebih baik pinang di belah empat aja biar adil...?
hayo mau kemana km anak palsu..jgn buru2 pergi km si anak palsu..
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Trus kumaha tah kira2 ditarima teu Sean
nisa
dsr ank aspal ngaku" ank kandung askan or keluarga km nasibnya akan berakhir kismin😏 lanjutttt mak
mama_im
kalo anaknya gak tau apa apa mungkin masih bisa di terima di keluarga kandung sean, lah ini malah idah tau dan nyuruh nyiksa sean 🙄🙄😤😤
Dewi inaya
gak tau diri ne anak bah
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bisa nda sih di doubelll ya ampun kesel😭😑😑😑😑
RiriChiew🌺
hilihhh anak begituan gak tau diri malah mau bikin drama kek ikan terbang ajaa. udh kebaca pula sama ghaf dan nenek laksmi 🤭
Ela Jutek
idih anak palsu sok manja kali, pen jorokin ke sungai deh. aduh aduh
Sani Srimulyani
tambah lagi Mak.....
vania larasati
lanjut kak
Hasnawiyah Ansar
🤣🤣🤣
Raini Bancin
ok
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️❤️
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
/Cry/ Maaaakkkk lagiii atuh /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!