NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:508.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Tetap Menyelidiki

Rangga pergi ke kantor lebih cepat dari yang seharusnya. Saat dalam perjalanan barulah dia kembali mengingat tentang Dita. Lagi-lagi hatinya terasa sakit. Apalagi saat melihat ada anak kecil yang memanggil Dita mama.

"Mulai sekarang aku harus melupakannya," gumam Rangga. Dadanya terasa sesak. Matanya juga berkaca-kaca, namun dia berusaha agar tidak menangis. Yang ada dipikiran Rangga, Dita sudah menikah dan hidup bahagia bersama lelaki lain. Tak lama dia tiba di kantor. Saat itulah dirinya mengetahui kalau Dian ada di dalam penjara.

"Dian! Kenapa kau ada di dalam sini? Siapa yang memasukkanmu?" cecar Rangga.

"Bukankah kau yang memasukkanku? Aku bersalah, jadi aku memang seharusnya di penjara," jawab Dian.

"Apa kau sudah di interogasi oleh rekan-rekanku?"

Dian menggeleng. "Aku didiamkan saja di sini sejak tadi. Aku sudah pasrah, dan aku juga sudah puas dengan yang terjadi pada Fira dan Nadia. Katanya mental mereka tertekan," ucapnya sambil tersenyum miring.

Rangga membisu. Dia bisa melihat senyuman miring Dian yang membuatnya sedikit bergidik. Kala itu dirinya sadar bahwa apa yang sudah menimpa Mirna, membuat Dian sampai kehilangan akal sehat.

Rangga mengangguk dan memilih beranjak dari sana. Dia melihat Riki berdiri di ambang pintu.

"Kapolsek katanya ingin bicara denganmu. Dia menunggu di ruangannya," ujar Riki.

Rangga segera pergi ke ruangan kapolsek. Dia berdiri di hadapan Pak Bagas yang duduk di kursinya. Kebetulan atasan Rangga itu baru masuk ke kantor setelah mengalami sakit selama dua hari.

"Aku dengar kau yang menangkap pelaku?" tanya Pak Bagas.

"Benar, Pak!" sahut Rangga.

"Kerja bagus. Mulai sekarang kau nggak usah mengurus kasus ini lagi. Kita serahkan semua urusannya ke Polres. Pelakunya akan dapat hukuman setimpal. Dia sudah membuat mental korban tertekan," kata Pak Bagas.

"Pak, pelaku cerita padaku kalau korban sudah melakukan pembullyan parah pada adiknya. Apa kita tidak perlu mengusutnya? Mereka--"

"Lalu kau mau menuntut korban? Kau punya bukti? Lagi pula, kedua korban masih di bawah umur! Apa yang terjadi pada mereka sudah cukup membuat mereka trauma. Kedua keluarga korban ingin pelaku dihukum setimpal!" potong Pak Bagas cepat. Sengaja menyudutkan Rangga.

"Bolehkan aku tahu dari mana Bapak mengetahui tentang keadaan mental korban? Apa keluarga korban yang memberitahunya?" balas Rangga tak kenal takut.

"Menurutmu?! Apa kau menuduhku berbohong?!"

"Bukan begitu, aku hanya ingin memastikan saja."

"Kau selalu saja begini. Bertingkah lain dari pada yang lain. Sulit banget di atur! Aku dengar kau mengurus kasus tidak penting juga ya? Nambah-nambahin kerjaan aja," omel Pak Bagas.

"Kasus nggak penting?" Rangga mengerutkan dahi tak mengerti.

"Itu kasus apartemen perempuan kemasukan orang. Menurutku kasus seperti ini tidak perlu diselidiki," jelas Pak Bagas. Dia menyinggung perihal kasus Astrid.

"Tapi, Pak. Ini kasus penguntitan! Wanita itu merasa tidak aman," sahut Rangga.

"Terus kau mau apa? Mengawalnya seperti presiden? Enggak kan?!"

"Tapi setidaknya kita harus melakukan sesuatu, Pak. Sebelum hal buruk terjadi. Orang yang punya obsesi itu biasanya berbahaya!"

"Ck, itu menurutmu saja. Kau--"

"Terserah Bapak mau bilang apa, tapi aku akan tetap menyelidikinya!" tegas Rangga. Dia membungkuk sejenak dan segera pergi dari ruangan.

"Eh, eh... Ngeyel kau ya!" Pak Bagas hanya bisa menggelengkan kepala. Rangga memang selalu seperti itu dan dia sangat membenci bawahan pembangkang seperti itu.

Kini Rangga sudah naik ke motornya. Dia berniat akan pergi mendatangi dua lelaki yang dicurigai Astrid sebagai penguntitnya. Selain itu, Rangga juga berniat memeriksa keadaan Fira dan Nadia.

Saat hendak pergi, Beben datang. Rangga langsung mengajaknya untuk ikut. Beben hanya bisa mendengus kasar.

1
Cui Lan Seng
aneh ini Kapan Dita dan Safeea migrasi ke rumah kontrakan Rangga?
Cui Lan Seng
kapan Rangga beli mobi Thor? mereknya apa ya? Motornya diparkir dimana?
Cui Lan Seng
ah mana ada Kantor Polres pangkat tertinggi Jendral? ya AKBP lah. Baru di Polda ada Brigjend, Irjen, Komjend
Cui Lan Seng
polisi udah janji beli sate malah ga dibeliin
Susi Setiawati
suruhan firza
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!