"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin
Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".
"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".
"Iya, Ma"
'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7
Luna seorang gadis yang berparas cantik, berusia 19 tahun harus menjadi tulang punggung untuk keluarga nya, Luna berkerja di sebuah cafe kecil dekat rumah nya setiap hari dia berangkat menggunakan motor metik kesayangan nya, Luna gadis yang sangat ceria dan polos, Luna mampu menyembunyikan kesedihan nya dengan tertawa dan tersenyum manis di depan orang lain dan keluarga nya tapi tidak dengan sahabat nya yang bernama Vina yang selalu ada di saat Luna senang dan sedih begitu pun sebaliknya.
mereka bersahabat sejak masih duduk di bangku SD hingga sekarang, walaupun Vina seorang gadis yang kaya raya tapi dia tidak sombong dan angkuh seperti orang kaya lain nya dan cafe yang di tempati Naura berkerja itu milik keluarga Vina.
Luna memiliki seorang adik cowok berumur 18 tahun bernama Arka, hanya Arka yang baik dan sayang dengan Luna sedangkan papa Luna hanya bisa mabuk" kan dan mama Luna yang mempunyai gaya selangit dengan cara berhutang kiri kanan.
dan kini Luna harus membayar semua utang orang tua nya dengan berkerja siang malam, sebelum berangkat ke cafe Luna berkerja sebagai pengantar koran setiap pagi, walaupun Luna banting tulang demi orang tua nya tetap saja Luna selalu di marahin dan di pukul, bahkan ngak di kasi makan seharian.
"Dasar anak sialan kamu" kata Anton dengan sangat marah karena Luna belum memberikan uang yang di minta nya kemarin malam.
"Maaf pa bukan nya Luna ngak mau ngasi tapi uang ini buat Arka pa, dia butuh uang" jawab Luna dengan lirih
"mana uang nya biar papa yang kasi ke Arka" tanya Anton sambil mengeledah kamar Luna "kamu taruh di mana uang nya" bentak Anton karena iya tak dapat menemukan uang itu
"uang nya ada di dalam tas Luna pa"
kini Anton langsung mencari uang itu kedalam tas tapi Anton tidak menemukan uang itu "dasar anak sialan, berani kamu berbohong ya" ucap Anton dengan melayang kan tamparan di pipi kanan Luna.
"Luna ngak bohong pa, Luna bersumpah tadi uang nya Luna simpan di tas ini" ucap Luna dengan menunjuk tas yang iya pakai sehari hari
"Terus mana uang nya kalo emang ada di sini, hah" ucap Anton yang sangat emosi dan melayangkan satu tamparan di pipi kiri Luna "kalo kamu Masi bohong, saya bakal ngelakuin hal yang ngak pernah kamu pikir kan" senyum licik terukir di bibir Anton
"Luna ngak bohong pa, uang nya beneran ada di sini tadi" ucap Luna sambil mengelus ke dua pipi nya yang panas akibat tamparan tadi
"DASAR ANAK SIALAN" bentak Anton ke Luna
"kak Luna" ucap Arka yang baru pulang sekolah dan mendengar ada keributan di kamar Luna "kak Luna kenapa" tanyak Arka sambil memeluk Luna
"heh bocah ngak usah ikut campur kamu" ucap Anton
"kenapa papa nyiksa kak Luna lagi"
"kakak ngak papa dek, kamu pergi mandi gih abis itu makan" senyum manis terukir di bibir Luna, ya Naura ngak mau adik kesayangannya ikut dalam masalah ini.
"LUNA cepat katakan di mana uang itu" bentak Anton
"uang, jadi cuman gara gara uang papa mukul kak Luna lagi" kini Arka tersenyum sinis melihat Anton yang tergila gila uang hanya untuk mabuk mabukan "tadi pagi Arka liat mama ambil uang di tas kak Luna, kata mama uang itu untuk ujian Arka nanti" jawab Arka
"aaarrrgghh, dimana mama kamu sekarang" tanya Anton
"ke salon pa" Jawab Luna
Tring tring tring di sela pembicaraan mereka tiba tiba saja ponsel Arka berdering dan dengan cepat Arka menjawab panggilan tersebut
"Assalamualaikum apa benar ini Arka anak nya buk Amel" tanya seorang wanita si sebrang telpon
"Ya saya sendiri, anda siapa dan ada apa anda menelfon saya"
"maaf dek kami dari rumah sakit Medika ingin memberikan kabar bahwa ibu Amel mengalami kecelakaan dan sekarang berada di ruangan UGD" ucap seorang suster
"Hah, jadi gimana keadaan mama saya dok" tanyak Arka dengan sangat terkejut
"ada apa dek, mama kenapa" tanyak Luna yang sangat khawatir
"Untuk sementara ibu Amel Masi di tangani oleh dokter" jawab suster
"saya akan ke sana sekarang juga dok" jawab Arka dan Langsung mematikan telfon nya
"papa dan kak Luna ikut Arka sekarang" kata Arka
"kemana" Ar
"ke rumah sakit pa, mama kecelakaan"
"apa, terus gimana keadaan mama dek" ucap Luna yang mulai menitik kan air mata
"untuk sekarang mama Masi di tangani dokter kak" jawab Arka sambil berjalan keluar kamar "ayo kita ke rumah sakit kak" ucap Arka lagi
💕💕💕💕💕
Bersambung