Aurora Monique Ragnhild Nicandro, gadis berusia dua puluh delapan tahun yang ingin mempunyai anak, tapi dia tidak mau menikah.
Apakah yang akan dilakukan oleh Aurora.??
Apa dia akan mengadopsi seorang anak, atau memilih akan melakukan donor sp3rma.??
Ide gila tiba-tiba muncul dari dalam otaknya, ketika takdir mempertemukannya dengan seorang laki-laki yang bernama Enzo.
Mau tahu, apa yang akan di lakukan Aurora kepada Enzo.??
Dan bagaimana reaksi dari Enzo, ketika tahu jika Aurora hanya memanfaatkannya saja demi mendapatkan anak darinya.
Yuk, simak kisah mereka berdua di novel saya yang ke sekian, maaf jika nanti banyak typo🤗😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MULAI MENCARI
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, orang yang sedang tidur di atas ranjang empuk nan mewah pun, sudah mulai menunjukkan pergerakan ingin bangun dari tidurnya, dialah Enzo Diedrich.
Enzo mencoba mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan mengingat-ingat hal semalam yang baru saja dia alami.
Tidak seperti biasanya, Enzo pagi ini terbangun dalam keadaan tubuh yang segar dan bugar, seperti baru saja mengeluarkan sesuatu dari dalam diri yang sudah lama ditahannya.
Enzo yang sadar, jika semalam dia baru saja melakukan hal itu dengan seorang wanita, dia pun langsung mencoba meraba ranjang di sebelahnya.
Kosong, itulah yang Enzo temukan di ranjang sebelahnya, dan hal itu membuat Enzo langsung tersadar sepenuhnya dari rasa kantuknya.
" Nona?? ," panggil Enzo mencari keberadaannya Aurora.
Tidak ada sahutan, dan itu membuat Enzo menjadi penasaran ingin melihat ke dalam kamar mandi.
Enzo yang baru saja membuka selimut tebal yang membungkus tubuhnya, dia langsung melihat bercak merah di atas seprainya yang berwarna putih.
" Jadi semalam dia tidak berbohong kepadaku, jika dia masih p3r4w4n ," kata Enzo berbicara sendiri.
Enzo tersenyum sendiri, karena teringat dengan kegiatan indahnya dengan Aurora semalam.
Setelah itu, Enzo langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk mencari keberadaannya Aurora.
Enzo yang tidak menemukan keberadaan Aurora di dalam kamar mandi, dia sedikit merasa was-was.
" Kemana gadis itu,?? tidak,!! dia sudah tidak gadis lagi, di mana keberadaan dari wanita itu?? ," kata Enzo berbicara sendiri.
Enzo lalu memakai kembali celana k0lornya yang semalam dia pakai, untuk mencari Aurora di tempat lain, dan setelah mencari ke semua sudut penthouse miliknya, Enzo tidak menemukan juga keberadaannya Aurora.
Enzo lalu kembali lagi ke dalam kamarnya, untuk berpikir sesuatu, dan tidak sengaja dia melihat ada secarik kertas yang di tindih dengan beberapa lembar uang.
Enzo langsung langsung berjalan ke arah meja itu untuk mengambil kertas tersebut.
" Terimakasih Tuan untuk semalam, semalam adalah pengalaman pertama bagi saya yang sangat menyenangkan sekali ,"
Kata Aurora yang di tulis di dalam kertas dan sedang di baca oleh Enzo.
" Tolong setelah ini anda jangan mencari saya lagi Tuan, dan uang yang ada di atas meja itu, bayaran untuk anda, karena anda sudah mau menanamkan benih anda di dalam rahim saya ," tulis Aurora lagi.
Enzo merasa sangat marah sekali ketika sudah membaca tulisan yang ada di kertas tersebut, dan Enzo langsung mer3m45 kertas itu dengan sangat kuat sekali.
" Kurang 474r gadis itu!! ," kata Enzo sambil menggertakkan giginya.
" Dia pikir dia siapa,!! bisa mengambil benihku dengan seenaknya sendiri dan sekarang meninggalkanku dengan memberikanku uang yang tidak berharga untukku!! ," kata Enzo lagi sambil melempar uang Aurora ke atas ranjang.
" Aku bersumpah, aku akan mencarimu di manapun kamu berada Nona, dan jika aku sudah menemukanmu, akan aku buat kamu bertekuk lutut kepadaku dan mengemis cinta kepadaku,!! itu janjiku ," kata Enzo lagi.
" 63r3n953k!! ," kata Enzo sambil berlalu menuju ke dalam kamar mandi.
Mood Enzo pagi itu benar-benar sangat hancur sekali, karena ulah Aurora yang seperti sudah merendahkannya.
Terlebih lagi, Aurora juga memberikan uang yang nilainya tidak cukup untuk membeli makanan bagi Enzo sekali makan.
Enzo belum bisa berpikir dengan jernih, berada di bawah guyuran air shower, Enzo terus bersumpah ingin segera menemukan Aurora.
Setelah selesai mandi, dan sedang memakai bajunya di dalam ruang walk in closet miliknya, Enzo baru saja bisa berpikir dengan jernih, apa yang harus dia lakukan.
" Kenapa aku tidak kepikiran jika di dalam penthouse ini ada CCTVnya ," kata Enzo berbicara sendiri.
Enzo lalu segera ke luar dari dalam ruang walk in closet untuk mengambil ponselnya, dan setelah itu, Enzo langsung menghubungkan CCTV penthousenya ke dalam ponselnya.
Enzo memperhatikan dengan sangat jeli sekali kegiatannya semalam dengan Aurora, dan tanpa sadar, ketika Enzo melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan kegiatan panasnya dengan Aurora, membuat pisang jumbonya kembali tegak berdiri.
" S14l, kenapa kamu bangun di saat tidak tepat!! ," marah Enzo kepada pisang jumbonya.
" Berpuasalah dulu, sampai kita bisa menemukan gadis itu lagi ," kata Enzo kepada pisang jumbonya.
Enzo lalu melanjutkan lagi melihat rekaman CCTV yang ada di dalam ponselnya, dari Aurora yang melepaskan diri dari pelukannya, memakai baju, semuanya, bahkan ketika Aurora sedang mencium lembut keningnya, semuanya Enzo lihat.
Enzo juga tahu apa yang di katakan oleh Aurora, ketika dia sedang mencium keningnya, sebab Enzo bisa mendengarnya melalui rekaman CCTV canggih miliknya.
" Oh, jadi kamu cuma mengincar benihku saja, ternyata semalam aku sudah terjebak dengan bujuk rayuanmu Nona, kita lihat saja nanti, jika aku sudah bisa menemukan keberadaanmu ," kata Enzo berbicara sendiri.
Setelah melihat semua rekaman CCTVnya, Enzo pun memutuskan untuk berangkat ke Perusahaannya.
Sesampainya di perusahaan miliknya, Enzo langsung saja menyuruh sekretarisnya yang bernama Arvon, untuk mencari tahu Aurora melalui rekaman CCTV yang ada di dalam penthousenya.
Sambil menunggu Arvon menemukan semua informasi dari Aurora, Enzo memilih mengerjakan semua pekerjaannya dengan sangat serius sekali.
Sedang sangat serius-seriusnya bekerja, tiba-tiba pikiran dia teralihkan, ketika melihat pintu ruang kerjanya terbuka tanpa ada suara ketukan terlebih dahulu, dan orang yang berani melakukan itu cuma sang Ayah saja, yaitu Ayah Pippin.
Ayah Pippin tiba-tiba masuk sambil membuka penutup botol wine, dengan perasaan sangat gembira sekali, dan hal itu justru membuat Enzo merasa heran dengan sikap sang Ayah.
" Ayah kenapa,?? apa yang Ayah lakukan?? ," tanya Enzo sambil beranjak berdiri untuk mendekati sang Ayah.
" Untuk merayakan kenormalanmu kembali Enzo, Ayah merasa sangat senang sekali, mana gelasnya, ayo kita minum wine ini dulu sambil duduk di sofa sana ," jawab Ayah Pippin kepada Enzo.
Enzo yang merasa bingung, dia menurut saja ketika di ajak duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya, dan Ayah Pippin pun sedang mencoba mengambil gelas yang ada di situ.
" Ini minumlah dulu, Ayah begitu sangat senang sekali hari ini ," kata Ayah Pippin sambil memberikan segelas wine tadi.
" Ayah kenapa,?? apa yang membuat Ayah merasa senang, jangan membuat Enzo merasa semakin bingung begini?? ," kata Enzo lagi kepada Ayah Pippin.
" Semalam anak buah Ayah mengatakan jika kamu sedang berkencan dengan seorang wanita cantik, siapa wanita itu Nak, ayo kenalkan dengan Mama dan Ayah ," kata Ayah Pippin kepada Enzo.
" Dan kamu ternyata tidak 94y Enzo, rasanya Ayah lega sekali ," kata Ayah Pippin lagi kepada Enzo.
" Sudah sering Enzo katakan, jika Enzo tidak 94y Ayah!! ," jawab Enzo kepada Ayah Pippin.
" Lalu di mana kekasih kamu itu Enzo, ayo cepat kenalkan kepada Ayah sama Mama, bahkan Mama kamu saja saat ini sedang masak besar, karena merasa bersyukur mendengar kamu kencan dengan seorang perempuan ," kata Ayah Pippin kepada Enzo.
" Dan Mama mengundang kamu bersama kekasih kamu itu untuk datang ke rumah kita malam ini ," kata Ayah Pippin lagi kepada Enzo.
Mendengar semua perkataan dari sang Ayah, Enzo langsung teringat dengan sikap Aurora yang sudah berani merendahkannya.
Enzo yang sudah mengetahui bagaimana sifat sang Ayah dan sang Mama yang sedikit rada gila, akhirnya dia mengerjai sang Ayah saja untuk sekaligus meminta bantuan kepadanya.
Walau sang Ayah sangat santai orangnya, tapi Enzo sangat tahu, jika Ayah Pippin jika sudah bekerja, dia akan sangat serius sekali.
" Dia sudah pergi Ayah ," jawab Enzo kepada Ayah Pippin.
" Pergi bagaimana maksud kamu Enzo?? ," tanya Ayah Pippin kepada Enzo.
" Semalam itu terakhir kalinya Enzo bertemu dengannya Ayah ," jawab Enzo sambil meminum winenya.
" Dia hamil, tapi dia takut menjadi istri Enzo Ayah, padahal Enzo sudah mengatakan kalau Enzo ingin bertanggung jawab, dan Ayah sama Mama pasti akan senang, tapi dia tetap takut menjadi anggota Keluarga kita Ayah, kalau begini ceritanya, rasanya Enzo seperti ingin terlahir dari anak orang biasa saja Ayah ," kata Enzo berakting sedih.
" Kenapa Enzo harus berpisah dengan wanita yang Enzo cintai dan calon anak Enzo, penerus Keluarga Diedrich ," kata Enzo sambil berjalan ke arah jendela.
Sungguh, Enzo pantas sekali mendapatkan penghargaan, karena dia bisa mengelabuhi sang Ayah.
" Tidak,!! ini tidak bisa dibiarkan, Ayah akan membantu kamu mencari kekasih kamu itu, karena dia sedang mengandung cucu pertama Ayah ," kata Ayah Pippin kepada Enzo.
" Enzo sudah menyuruh Arvon Ayah, Ayah tenang saja, jika Enzo sudah menemukannya, Enzo akan memperkenalkannya kepada Ayah ," kata Enzo sambil berbalik badan menatap sang Ayah.
Tiba-tiba, Ayah Pippin berjalan mendekati Enzo, dan ketika Ayah Pippin sudah sampai di depan Enzo, dia langsung menjitak kepala Enzo dengan sangat keras sekali.
" Kenapa Ayah menjitak kepalaku??!! ," kata Enzo kepada Ayah Pippin.
" Kamu memang anak 63r3n953k Enzo, sudah tidak mengenalkannya sejak awal dengan Ayah dan Mama, tahu-tahu memberikan kabar kepada Ayah jika sebentar lagi Ayah akan mempunyai cucu, dasar anak kurang 474r!! ," marah Ayah Pippin kepada Enzo.
" Ayah akan memberitahukannya kepada Mama sekarang, dan cepat temukan kekasih kamu itu,!! sebelum Ayah memenggal itu kamu!! ," kata Ayah Pippin sambil menunjuk pisang jumbo milik Enzo.
" Dasar Ayah gila ," kata Enzo.
" Ayah mendengarnya, awas saja kamu mengatai Ayah lagi, Ayah coret dari daftar warisan!! ," kata Ayah Pippin sambil berlalu pergi.
Enzo hanya mendengus sebal mendengar jawaban dari sang Ayah, dan sepeninggal dari sang Ayah dari dalam ruang kerjanya, Enzo langsung saja menyuruh Arvon untuk segera menemukan Aurora di mana pun keberadaan Aurora.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...