NovelToon NovelToon
Hati Yang Terbagi

Hati Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Obsesi / Angst / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:325.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: aisyah az

WARNING!! Novel ini mengandung Emosi Jiwa😎Jadi Komenlah sesuka hati kalian, jika itu pada pemeran😁


Maya harus menikah dengan pria dingin dan kejam bernama Carlen. Mereka terpaksa menikah karena permintaan sang kakek, dari Carlen.


Namun, siapa yang menyangka. Jika pernikahan Maya harus melalui banyak cobaan dan terjangan badai. Bukan hanya dari suami dan mertuanya saja, tapi dari pihak ketiga juga.


"Aku tidak akan pernah, mencintaimu! Dasar kau wanita rendah!" geram Carlen sambil mendorong tubuh Maya hingga jatuh dan mengenai pecahan beling.


Apakah rumah tangga mereka akan langgeng? Apakah cinta akan tumbuh di hati Carlen untuk Maya? Dan apakah, Maya bisa bertahan demi cintanya?


Simak hanya di Novel ini yuk!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BESTIE🙏🏻😘DAN KOMENLAH YG BIJAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Felix Dalgoberto

Happy reading.......

Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi, namun Carlen masih belum menemukan keberadaan istrinya. Dia ingin sekali pulang ke Mansion, tetapi pria itu takut jika nanti sang kakek malah memarahinya, karena belum menemukan keberadaan Maya.

Kemudian pria itu menghentikan Mobilnya di salah satu Hotel, sebab Carlen benar-benar sudah lelah dan dia butuh istirahat.

''Sudahlah, aku mencari wanita udik itu besok saja. Merepotkan sekali, jam segini masih belum ketemu. Mungkin saja, memang dia digondol sama penculik? Biar saja, biar dia lenyap dari hidupku!'' ucapkan Carlen sambil keluar dari mobilnya.

Pria itu pun masuk ke dalam hotel dan memesan salah satu kamar untuk istirahatnya malam ini. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan mulai memejamkan mata tanpa memikirkan keadaan Maya.

.

.

Pagi telah tiba, matahari juga sudah mulai naik. Cahayanya masuk ke dalam kamar, di mana saat ini Carlen tengah tidur dengan nyenyak.

Pria itu sama sekali tidak terusik dengan cahaya matahari yang menerpa wajahnya. Dia masih tidur dengan nyenyak, tanpa menghiraukan keberadaan Maya yang belum ditemukan sampai saat ini.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering, membuat Carlen mengucek matanya, karena merasa terganggu. Sebab beberapa kali benda pipih tersebut menampilkan suara yang begitu nyaring.

''Aduh, siapa sih pagi-pagi gini ganggu aja? Nggak tahu apa, orang lagi tidur?'' gerutu Carlen sambil memejamkan matanya, dan satu tangan mengambil ponsel yang berada di nakas samping tempat tidur.

''Halo,'' ucap Carlen dengan suara suara yang serak khas orang bangun tidur.

Kakek : Halo, Carlen, kamu di mana? Maya Kenapa belum ketemu? Kamu tidak mencari Maya?! bentak kakek Albert.

Seketika Carlen bangun dari tidurnya dengan mata membulat kaget. Dia sampai menjauhkan benda pipih tersebut dari telinganya. Kemudian pria itu menatap ke arah layar ponsel yang menampilkan jika yang sedang menelpon dirinya adalah sang kakek.

Seketika Carlen menepuk jidatnya. Dia merutuki dirinya sendiri, karena tadi tidak melihat terlebih dulu siapa yang menelponnya.

Astaga Carlen, bodoh sekali kamu ini sih! Alamat dimarahi. batin Carlen.

Kakek : Carlen, kenapa diam saja? Jawab kakek! Kamu sudah menemukan Maya belum?

''Maaf kek, Carlen ketiduran semalam di pinggir jalan. Jadi belum menemukan Maya. Ini Carlen baru mau mencarinya lagi,'' bohong Carlen.

Kakek : Ya sudah, sekarang kamu cari Maya. Dan jangan pulang ke Mansion, sebelum kamu menemukan istrimu, paham!

Belum juga Carlen menjawab pertanyaan sang kakek, telepon sudah terputus, membuat pria itu seketika menggerutu. Karena sudah kebiasaan kakek Albert yang sering memutuskan telepon secara sepihak.

Di lain sisi lain, kakek Albert duduk di sofa sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar frustasi dengan cucunya itu, karena kakek Albert tahu saat ini Carlen berada di mana.

''Bocah itu sudah berani berbohong kepadaku. Lihat saja! Jika sampai terjadi apa-apa dengan Maya, dia akan menanggung akibatnya!'' geram kakek Albert sambil kembali meminum kopinya

.

.

Sedangkan di sisi lain, Maya mengerjapkan matanya beberapa kali, kepalanya terasa begitu pusing. Kemudian dia menatap ke dalam ruangan yang saat ini tengah ia tempati.

Wanita itu perlahan bangkit dari duduknya sambil mengucek mata. ''Aku ada di mana?'' ucap Maya dengan lirih.

Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka, dan masuklah seorang pria tampan berbadan kekar, dengan rahang yang tegas, mata tajam, hidung mancung dan alis yang tebal, benar-benar sangat mempesona. Namun seketika Maya menundukkan pandangannya.

''Maaf Tuan, saya ada di mana?'' tanya Maya dengan bahasa Indonesia.

''Rupanya kamu sudah sadar. Kamu sedang berada di rumahku. Semalam aku menemukanmu pingsan di pinggir jalan,'' jelas pria itu.

Maya sedikit terbengong, karena pria tampan yang berada di hadapannya ternyata pasih dalam berbahasa Indonesia. Dia pikir, pria itu tidak mengetahui apa yang dia tanyakan

''Anda bisa berbahasa Indonesia?'' tanya Maya.

''Ya, aku bisa berbahasa Indonesia. Karena kebetulan, klienku 70% dari sana. Jadi mau tidak mau, aku harus belajar bukan? Perkenalkan, namaku Felix Dalgoberto. Kau bisa memanggilku dengan Felix,'' ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.

Maya tersenyum, kemudian dia menangkupkan tangannya di depan dada sambil mengangguk. ''Nama saya Maya, Tuan Felix. Anda bisa memanggil saya Maya.''

Felix menarik tangannya, dia paham jika Maya wanita muslim dan tidak berjabat tangan dengan pria yang bukan muhrimnya. Melihat itu, ada sedikit rasa kekaguman di hati Felix, karena zaman sekarang wanita sangat murah.

Pintu kamar itu pun terketuk, dan pelayan masuk membawakan makanan untuk Maya.

''Permisi Tuan, saya membawakan makanan pesanan Tuan untuk Nona,'' ucap pelayan tersebut menggunakan bahasa Jerman.

''Iya Bi, taruh saja di sana!'' jawab Felix.

Setelah menaruh makanan di samping ranjang di atas meja, pelayan tersebut keluar dari kamar, lalu Felix mengambil mangkoknya dan hendak menyuapi Maya, tapi wanita itu menggeleng.

''Maaf Tuan, saya bisa makan sendiri,'' tolak Maya dengan halus.

Felix mengangguk, kemudian membiarkan Maya untuk menghabiskan sarapannya. Sementara pria itu harus keluar kamar untuk menelpon seseorang.

''Ya Allah, aku lupa belum shalat subuh. Sebaiknya aku mengqadhanya saja dengan salat dhuha,'' ucap Maya saat makanan telah selesai, dan dia ingat telah melewatkan kewajibannya sebagai umat muslim.

Salah satu pelayan masuk, dia memberikan handuk dan juga pakaian ganti untuk Maya yang dipesan oleh Felix tadi pagi. Karena dia yakin, wanita itu pasti butuh pakaian ganti. Tidak lupa, Maya juga meminta mukena untuk menunaikan kewajibannya menghadap sang pencipta.

Wanita itu tidak sadar, saat dia tengah shalat, Felix menatap dirinya di ambang pintu. Kebetulan pria itu bukanlah beragama Islam, melainkan Kristen.

''Entah kenapa, setiap kali aku melihat wanita Islam yang memakai hijab dan menutup auratnya, mereka terlihat begitu cantik. Bahkan setiap beribadah, mereka sangat khusyuk.'' Felix berkata dengan nada yang lirih, karena takut terdengar oleh Maya.

Selesai melaksanakan kewajibannya, Maya keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dia ingin pergi dari sana, sebab pasti Carlen sedang mencarinya. Apalagi kakek Albert pasti khawatir dengan keadaan Maya.

''Nona, kau sudah selesai?'' tanya Felix saat Maya sedang berjalan untuk mencari pintu keluar, karena rumah itu sangatlah megah.

''Iya Tuan Felix, saya ingin pulang. Mungkin suami dan juga kakek saya, mencari keberadaan saya saat ini. Dan mereka pasti cemas,'' jawab Maya.

Felix sedikit terkejut saat mendengar, jika Maya sudah menikah. Tadinya dia pikir, Maya adalah single, karena wanita itu sama sekali tidak terlihat jika sudah bersuami.

''Oh, jadi anda sudah menikah?'' tanya Felix memastikan dan Maya menganggukan kepalanya dengan mantap.

''Rumah Anda di mana, Nona? Biar saya antarkan!'' tawar Felix.

Maya terdiam, dia juga bingung Mansion milik kakek Albert berada di mana. Sebab wanita itu kemarin tidak memperhatikan, ditambah Maya juga tidak hafal daerah Jerman.

''Saya tidak tahu Tuan, rumahnya. Sebab baru pertama kali ke sini,'' jawab Maya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Mendengar itu Felix juga merasa bingung, ke mana dia harus mengantarkan wanita itu pergi. Namun seketika Maya teringat rumah sakit di mana kakek Albert kemarin dirawat.

Felix yang mendengar itu pun langsung membawa Maya ke sana. Dia yakin, jika keluarga Maya bukanlah orang biasa. Sebab rumah sakit yang Maya sebutkan, adalah rumah sakit yang terkenal mewah dan hanya diisi oleh orang-orang kaya saja.

BERSAMBUNG......

1
Rismawati Damhoeri
dak obeh...
Rismawati Damhoeri
yah cepat kali matinya.....
Rismawati Damhoeri
yah memang bodoh ya thor...? udah tau beracun masih di minum juga, bongak!!!!!
Rismawati Damhoeri
bodoh kali, masih bertahan suami kayak ni, mau mati...?
Dewi Dama
cerita nya bagus...walaupun banyak sekali salah ketiknya..padat dan singkat
Dewi Dama
banyak bangat salah ketik nya sampai merubah arti...
Dewi Dama
Luar biasa
Nadira Azzahra Nasution
Sebel lihat sikap maya
Nadira Azzahra Nasution
Buat Maya menjadi wanita kuat thor
ANNTIE
aku bukan Maya. udah disakiti berulang kali masih aja memaafkan, smpe mikir emang ada y manusia seperti itu. y mngkn ada. tapi semua orang berbeda, ada yg mudah ikhlas, ada jg yg mudah nyimpen trauma dan ketakutan, tapi manusia punya kehendak bebas. mau bertahan dg rasa sakit smpe dapet atau memilih pergi dg pelajaran yg didapat dn mencari kebahagiaan lain. intinya kesel. wanita sebaik maya ga pantas untuk sibrengsek
Ifah Al Azzam Jr.
maaf yc thor endingnya kurng suka...
memaafkan boleh tp klo kembali lebih baik sendiri atau cari yg laen krn cam gak ada pembalasan buat suami yg zalim dan tega...
falea sezi
wanita bodoh yg mau balikan ma suami yg kejam dan dzalim
debby harahap
Luar biasa
Alea
"tapi aku kan wanita udik mas" kalau aku udah jawab gitu
Alea
kenapa mau masuk lagi ke kandang babi sih maya🤦
keledai aja nggak mau jatuh dua kali kedalam lbang yg sama
Alea
ihh ada kelainan ni orang
Alea
bego aja terus maya
nggak usah pinter pinter
Alea
"kakak ipar laknat?
ogaahhh
nggak sudi.. najiiis" kalau jd rania aku jawab gitu
Alea
wow dapet ipar kek Rania rejeki banget dan yg pasti cuma ada di novel😁
Mulyanah Efendi
banyak bawang ny...😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!