NovelToon NovelToon
Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Genius / Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Naomi Clarisse tak pernah iri pada kehidupan sang kakak. Meski selalu dibandingkan dan diperlakukan tidak adil, ia memilih bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah dalam semalam ketika Alicia Grace, kakaknya sendiri, menjebaknya di kamar hotel bersama Nathaniel Wijaya, pewaris keluarga mafia yang dikenal dingin dan tak mengenal ampun.
Sebuah fitnah menghancurkan nama baik Naomi. Di saat Alicia menghilang bersama pria pilihannya, Nathaniel yang dipenuhi amarah memaksa Naomi menggantikan posisi sang kakak di altar pernikahan.
Pernikahan itu adalah hukuman bagi Nathaniel.
Dan mimpi buruk bagi Naomi.
Ketika satu per satu rahasia mulai terungkap, Naomi harus memilih: terus menjadi korban, atau melawan demi mengungkap dalang di balik fitnah yang telah merenggut hidupnya.

Tunggu kelanjutannya hanya di Novel Toon atau Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan baru di mulai

Pagi itu, Nathan tiba di Wijaya Group hampir satu jam lebih awal dari jadwal biasanya. Lobi utama masih terlihat lengang. Hanya beberapa karyawan divisi operasional yang sudah mulai bekerja sejak pagi buta.

"Selamat pagi, Pak Nathan."

Sapaan demi sapaan mengiringi langkahnya. Nathan hanya membalas dengan anggukan singkat sebelum memasuki lift khusus menuju lantai paling atas. Begitu pintu lift terbuka, sekretarisnya segera berdiri.

"Selamat pagi, Pak."

"Pagi."

Nathan berjalan lurus menuju ruang kerjanya tanpa menghentikan langkah. Wajahnya tetap tenang, tetapi pikirannya masih dipenuhi dua foto yang diterimanya semalam.

Tak sampai lima menit kemudian, terdengar ketukan di pintu. Tok... tok...

"Masuk."

Asisten pribadinya masuk sambil membawa sebuah map hitam dan sebuah tablet. "Pak, laporan mengenai Adrian sudah saya rangkum."

Nathan mempersilakan pria itu duduk. "Lanjutkan."

Asisten membuka tablet di hadapannya. "Selama tiga tahun terakhir, perusahaan Adrian berkembang sangat pesat. Mereka berhasil memenangkan beberapa proyek yang sebelumnya hampir pasti jatuh ke tangan Grup Wijaya."

Nathan tetap diam.

"Yang membuat kami heran, sumber pendanaan mereka juga meningkat drastis dalam waktu singkat. Namun hingga sekarang belum ditemukan pelanggaran yang bisa dijadikan celah."

Nathan menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Terus."

"Asal-usul asetnya bersih. Catatan pajaknya juga rapi. Seolah-olah semua sudah dipersiapkan sejak awal."

Nathan mengambil map itu lalu membuka halaman demi halaman dengan teliti. Tidak ada satu pun data yang benar-benar mencurigakan. Justru itulah yang terasa aneh. Seseorang tidak mungkin berkembang secepat itu tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

"Kehidupan pribadinya?"

Asisten menggeleng. "Hampir tidak ada informasi."

"Adrian sangat tertutup. Dia jarang menghadiri acara sosial dan hampir tidak pernah memperkenalkan pasangan ataupun keluarganya kepada publik."

Nathan lalu membuka galeri ponselnya dan memperlihatkan dua foto yang dikirim Naomi.

"Coba lihat."

Asisten memperhatikannya beberapa saat. "Nona Alicia."

Nathan memotong. "Jangan panggil dia Nona."

 "Baik Tuan saya mengerti."

Suasana kembali hening hingga beberapa detik Nathan mulai membuka pembicaraan kembali. "Tidak ada data mengenai hubungan mereka?"

"Belum ada, Tuan."

Nathan meletakkan ponselnya di atas meja. "Kalau begitu cari semua data, mengenai pekerjaan, rekening perusahaan, perjalanan luar negeri, sampai orang-orang yang sering bertemu dengannya karena saya ingin semuanya."

"Baik, Tuan."

Nathan kembali menambahkan, "Gunakan tim yang benar-benar bisa dipercaya saya tidak ingin penyelidikan ini bocor."

Asisten itu langsung mengangguk. "Saya mengerti."

Setelah pria itu keluar, ruang kerja kembali sunyi. Nathan bangkit dari kursinya, lalu berdiri di depan jendela besar yang menghadap hamparan gedung-gedung pencakar langit.

Pemandangan kota yang biasanya mampu menenangkan pikirannya kini sama sekali tidak menarik perhatiannya. Yang terus berputar di kepalanya justru percakapan semalam.

"Saya tidak menyangka akan bertemu Kak Alicia." Naomi mengatakannya tanpa ragu.

Tidak ada kepanikan ataupun usaha membela diri. Ia hanya menyampaikan apa yang dilihatnya.

Nathan perlahan mengembuskan napas. Selama ini ia selalu menganggap Naomi sebagai penyebab seluruh kekacauan. Namun sekarang, untuk pertama kalinya, keyakinan itu mulai retak.

Nathan kembali menatap foto itu.

Pengalamannya selama bertahun-tahun memimpin perusahaan mengajarinya satu hal. Tidak ada kebetulan yang muncul berkali-kali dalam waktu yang berdekatan.

Jika Adrian dan Alicia benar-benar saling mengenal, maka pernikahannya dengan Naomi mungkin bukan sekadar rangkaian nasib buruk.

Nathan memejamkan mata sesaat. Ia sadar, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan ditemukan hanya dengan dugaan. Ia membutuhkan bukti. Bukti yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Di tempat lain...

Sebuah mobil sedan hitam perlahan memasuki area parkir sebuah gedung perkantoran mewah. Kilau matahari pagi memantul di bodi mobil yang mengilap sebelum akhirnya berhenti tepat di depan pintu lobi.

Seorang pria turun dengan langkah tenang. Jas abu-abu yang dikenakannya tampak rapi, dipadukan dengan dasi hitam sederhana yang semakin menegaskan wibawanya. Wajahnya terlihat santai, seolah tidak ada satu pun hal di dunia ini yang mampu mengusik ketenangannya.

Baru beberapa langkah menuju pintu masuk ponsel di saku celananya bergetar pelan Pria itu menghentikan langkah, lalu mengeluarkan ponselnya.

Sebuah pesan singkat muncul di layar.

"Nathan mulai menyelidikimu."

Sudut bibirnya perlahan terangkat. Ia bahkan terkekeh pelan sebelum menggelengkan kepala.

"Menarik..."

"Jadi akhirnya kau mulai curiga juga, Nathan."

Tatapannya beralih ke gedung-gedung tinggi yang berdiri megah di kejauhan. Selama ini Nathan selalu menganggap setiap kemenangan Adrian hanyalah hasil persaingan bisnis biasa.

Padahal. Ada seseorang yang diam-diam membantu setiap langkahnya. Seseorang yang mengetahui cara kerja Grup Wijaya jauh lebih baik daripada kebanyakan orang.

Seseorang yang tahu proyek mana yang paling menguntungkan. Tahu penawaran mana yang akan diajukan. Bahkan mengerti kelemahan Nathan dalam mengambil keputusan.

Adrian tersenyum tipis. "Kalau saja kau tahu... musuhmu tidak pernah benar-benar berada di luar perusahaan."

Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Tatapannya berubah semakin tajam. "Mulai sekarang, setiap langkahmu akan ku perhatikan. Tapi tenang saja... Aku belum berniat mengakhiri permainan ini secepat itu."

Sementara di tempat lain, seseorang yang namanya belum pernah disebut dalam percakapan Nathan perlahan menutup sebuah laptop.

Di layar masih terpampang beberapa dokumen proyek Grup Wijaya yang penuh dengan catatan kecil berwarna merah.

Wanita itu tersenyum puas. "Seperti biasa... Nathan selalu terlambat menyadari siapa lawan yang sebenarnya."

Tanpa ragu, ia menutup laptop itu, lalu bangkit dari kursinya. Senyum di wajahnya perlahan berubah menjadi seringai tipis. Permainan yang selama ini berjalan sesuai rencananya kini justru mulai memasuki babak yang jauh lebih menarik.

Bersambung

1
Nar Sih
brati ada penyusup msuk suruhan alicia ,
Nar Sih
mungkin kah satpam tersebut suruhan alicia ,untuk memata,,i naomi hnya kak ayu yg tau
guest1053527528
siapa yg mata2 Thor dan semoga Naomi segara dapat orangx
Nar Sih
semagat nathan dan naomi💪
Nar Sih
semagat 💪 nathan ,cpt selesai kan mslh mu dgn si adrian biar semua nya tenang
Nar Sih
semagat naomi💪
Nar Sih
cerita lah pada nathan ,naomi tentang ancaman alicia mingkin suami mu bisa membantu mslh ini
mama
apa aq bilang nathan itu CEO terbodoh🤣..ada musuh di dlm perusahaan aj gk tau🤭..setelah bangkrut baru dah tau si nathan klu musuh ny ad dideket ny🤣
Nar Sih
hti,,nathan musuh di dekat mu ,waspadalah
Nar Sih
siap kak semoga lolos di 20 bab💪
Ayumarhumah: Aamiin Kak ....🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Nar Sih
satu mslh tentang msa lalu natan dan alicia sgra terungkap
Mita Paramita
bahasa Naomi manggil Nathan tuan terlalu baku jadi kesan ny kayak majikan dan budaknya 🤣🤣🤣
Ayumarhumah: biarkan saja kak nanti ada saatnya berubah🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
sip naomi sgra kirim poto kakak mu ke suami mu biar tau
Mita Paramita
ternyata Nathan duda beranak satu ya🤣🤣🤣
Mita Paramita
Alicia kakak laknat 🤣🤣🤣jebak adiknya sendiri
Nar Sih
semoga ini awal perubahan yg lebih baik dari suami mu naomi
Nar Sih
semoga dgn selesai dan terbongkar nya mslh leon yg ngk berslh ,bisa membuat hubungan ayah dan ank lebih baik lgi
mama
hmmm dasarnya kepala sekolah ny oon pisan,makany jgn asal nuduh duluu... cek lah CCTV-nya biar gk asal main hukum aj tu si nathan dan marah2 leon
Nar Sih
ahir nya kbnran terungkap ,dan bnr kan kata naomi ,leon gk slh ,natan yg kurang perhaitaan ke putra nya yg bikin leon diam
Oma Gavin
makanya nathan jadi ortu jangan arisan merasa dirimu selalu benar snak sendiri jadi korban sekarang rasakan leon sudah terlanjur membenci mu sampai kapanpun ingatan leon tetap ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!