NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Dengan Om Duda

Di Jodohkan Dengan Om Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

Elzia manofa, seorang anak SMA yang di jodohkan dengan duda anak satu, bagaimana kelanjutan cerita mereka, ikuti yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Utama

Mobil mereka memasuki gerbang rumah utama. Ibu Zia sudah berdiri di sana dengan wajah sembab. Begitu Zia turun, mereka langsung berpelukan erat. Arkan hanya berdiri di kejauhan, memberikan ruang bagi mereka, sambil menahan rasa sakit di bahunya.

Namun, langkah Arkan terhenti saat Ibu Zia mendekatinya. Tanpa disangka, wanita itu membungkuk dalam-dalam. "Arkan...maafkan Mama. Mama salah menilaimu. Terima kasih sudah membawa Zia pulang dengan selamat."

Arkan mengangguk sopan. "Ini tanggung jawabku, Tante."

Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, rumah utama tidak terasa dingin. Saat Arkan sedang mencoba meminum obatnya di ruang tengah, Zia datang membawa segelas air dan sepiring nasi goreng.

"Makan dulu. Kata Mama, orang sakit nggak boleh sombong nggak mau makan," ujar Zia sambil duduk di lantai, seperti yang dilakukan Arkan di vila semalam.

Arkan tersenyum tipis. "Kamu belajar banyak dari kemarin, ya?"

“Aku belajar satu hal,” sahut Zia sambil menatap Arkan serius. “Bahwa tameng itu ternyata punya hati, dan terkadang… tameng juga perlu dijaga.”

Arkan menoleh, lalu mengacak rambut Zia. "Tidur sana. Besok kamu harus sekolah. Aku tidak mau punya istri yang bolos hanya karena habis diculik."

"Ih, Om!" Zia menyeringai, namun ia tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.

Di tengah bayang-bayang ancaman Sarah yang kini sudah diproses secara hukum, Arkan tahu hidupnya tidak akan lagi sama. Ia yang dulu menganggap pernikahan ini hanyalah transaksi, kini sadar bahwa ia telah terjatuh ke dalam jebakannya sendiri—jebakan bernama rasa peduli.

Tiga minggu berlalu sejak kejadian di Gedung Proyek Batavia. Luka fisik di bahu Arkan mulai membaik, namun ritme hidupnya telah berubah total. Arkan yang biasanya pulang lewat tengah malam, kini selalu memastikan dirinya sudah berada di meja makan tepat pukul tujuh malam hanya untuk mendengarkan ocehan Zia tentang guru biologinya yang membosankan.

Namun, ketenangan itu terusik saat asisten kepercayaannya, Rio, meletakkan sebuah peta hitam di meja kerja Arkan yang ada di rumah.

"Sarah sudah resmi menahannya, Bos. Tapi ada satu celah," bisik Rio pelan. "Asetnya di Singapura tidak hangus begitu saja. Seseorang telah memesan beberapa perusahaan cangkang miliknya tepat sebelum unit kita pindah. Seseorang yang memiliki akses ke sistem perbankan pusat."

Arkan menghentikan gerakan penanya. Matanya berbinar. "Siapa?"

"Identitasnya anonim, tapi mereka menggunakan kode transaksi 'The Third Hand' . sepertinya Sarah hanyalah pion kecil, Ada pemain besar yang tidak senang melihatmu membersihkan utang keluarga nona Zia."

Arkan terdiam, pria itu menatap ke arah taman melalui jendela kaca besar, di mana Zia sedang asyik menyiram tanaman sambil bernyanyi kecil. Bahaya belum benar-benar hilang, ia hanya berganti wajah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam itu, hujan turun dengan derasnya. Arkan sedang berada di perpustakaan rumahnya sesaat pintu diketuk pelan. Zia masuk dengan wajah cemas sambil memeluk sebuah bantal.

"Om... aku tidak bisa tidur," gumamnya. Suaranya sedikit bergetar. "Setiap kali aku memejamkan mata, aku merasa kursi itu miring lagi. Aku merasa angin laut itu..."

Arkan menghela napas, ia menutup laptopnya dan memberi isyarat agar Zia mendekat. "Duduk di sini."

Zia duduk di sofa panjang, tepat di sebelah Arkan. Arkan bukanlah pria yang pandai merangkai kata-kata manis, jadi ia melakukan satu-satunya hal yang ia bisa. Arkan mengulurkan tangan dan menarik kepala Zia untuk bersandar di bahunya yang tegap.

"Gedung itu sudah diratakan dengan tanah kemarin. Aku yang memerintahkannya," ucap Arkan tenang. "Tidak ada lagi jurang, tidak ada lagi tali yang putus. Kamu aman."

Zia mendongak, menatap rahang tegas Arkan dari dekat. "Kenapa Om baik sekali sekarang? Apa karena rasa bersalah, atau karena...perjanjian itu?"

Arkan menatap mata Zia dalam-dalam. Jarak antara mereka terasa menguap. "Awalnya mungkin karena perjanjian. Tapi sekarang? Aku sendiri tidak punya jawaban yang logis, Zia. Dan aku benci sesuatu yang tidak logis."

Zia tersenyum tipis, tangannya tanpa sadar memainkan kancing baju Arkan. "Mungkin karena Om mulai suka padaku."

“Jangan percaya diri berlebihan, Bocil,” potong Arkan cepat, meski detak jantungnya sendiri mengingatkan kata-kaa Zia itu benar adanya.

Ketenangan mereka pecah saat bel rumah utama berbunyi berkali-kali di jam satu pagi. Arkan berdiri dengan waspada, tangan di dekat titik refleksi meraba laci tempat ia menyimpan alat komunikasi darurat.

Di ruang depan, Ibu Zia sudah membukakan pintu dengan wajah pucat. Berdiri di sana seorang pria paruh baya dengan setelan jas mahal yang tampak kusut, didampingi oleh dua orang pengacara.

"Ayah?" suara Zia bergetar hebat.

Lelaki itu adalah Hadi , ayah Zia yang selama ini dikabarkan menghilang karena terlilit utang judi dan bisnis gelap di luar negeri. Namun, dia tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa sebuah dokumen yang memiliki stempel resmi pengadilan tinggi.

“Arkan,” ujar Hadi dengan nada angkuh, sangat berbeda dari citra pecundang yang selama ini Arkan dengar. "Terima kasih sudah menjaga putriku dan melunasi utang-utangku. Tapi masa perwalianmu berakhir hari ini. Aku datang untuk mengambil kembali putriku... dan seluruh hak kendali perusahaan yang telah kamu ambil alih."

Arkan melangkah maju, memposisikan dirinya tepat di depan Zia, melindunginya seperti tameng baja.

"Kamu menjualnya demi uang tiga bulan lalu, Hadi. Dan sekarang kamu datang setelah aku membersihkan kekacauanmu?" suara Arkan rendah, penuh ancaman.

“Aku tidak menjualnya,” bantah Hadi sambil menatap Arkan. "Aku hanya menitipkannya. Dan surat yang kamu tanda tangani dengan pengacaraku dulu punya klausul tersembunyi. Jika aku kembali sebelum satu tahun, pernikahan ini batal demi hukum, dan kamu wajib mengembalikan semua aset yang sudah kamu perbaiki."

Arkan menyadari sesuatu. Sarah, pendirinya itu, dan kembalinya Hadi secara tiba-tiba bukan sebuah kebetulan. Ini adalah konspirasi besar untuk merampas aset Holding milik Arkan yang kini sudah terintegrasi dengan harta keluarga Zia.

Zia mencengkeram jaket Arkan dari belakang. "Aku tidak mau pergi, Om... Aku tidak mau ikut dia."

Arkan menggenggam tangan hingga kuku jarinya memutih. Ia menatap Hadi, lalu beralih ke Zia.

“Dia tidak akan pergi ke mana-mana,” ucap Arkan tegas. "Jika kamu ingin perang hukum, akan kuberikan. Tapi jika kamu melangkah satu senti saja untuk menyentuhnya, aku pastikan kamu akan kembali ke lubang persembunyianmu tanpa kaki."

1
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Ini Arkana sudah pernah menikah ya
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : penasaran aku kak😁
total 3 replies
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
pensiun jadi playgirl zia ada" aja ini ya luka lama memang susah untuk di lupakan apalgi luka itu sangat dalam
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
arka PD sekali ya yakin banget kalau zia akan langsung jatuh cinta saat nanti ketemu
zia duda itu tidak selalu tua juga ada yg usia 20jadi duda 🤣🤣🤣
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
tidak salah neneknya menyuruh Zia belajar masak karena usia segitu memang sudah sepantasnya untuk belajar memasak
Free Palestine 🇵🇸
ya jgn kasih kesempatan buat kang selingkuh👉👈
Free Palestine 🇵🇸
kalo ada kata2 peje jd inget malak d gc🙈🙈🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Free Palestine 🇵🇸
jalani az Zia...kalo kebanyakan mikir yg ada stress duluan...
delete account
sabar saja ya Zia bagiamana pun kamu tetap akan dinikahi dengan duda itu dan semoga minimal orangnya baik
delete account
kayak sudah tidak ada begini ya atau bisa didoakan
delete account
lagi lagi tidur bermimpi dan mimpi terlalu indah baginya
Free Palestine 🇵🇸
luka tak berdarah itu memang sangat menyakitkan
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Iya Zia tidak usah menghindar dan terima saja takdirmu.
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
pemikiran orang tua jaman dulu. anak cewek harus bisa masak. padahal ga bisa masak jg tetap bisa makan. wkwkwk
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Hahaha panggilan om dudanya keren,nyai roro kidul 😂🤣
Belum juga ketemu udah bayangin om duda tua muka jelek jangan gitu dong,nanti kalau kamu terkejut gimana 🤔
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
wkwkwk tidur aja ada ga aman nya ya. tenang Zia, nanti sambung lagi tidurnya
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
kan hal yang paling menyenangkan itu ya tidur. apalagi bisa tidur pulas dimana aja, jarang-jarang bisa yang ada diomelin orang rumah
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Berpikir positif saja Zia siapa tau pernikahan keduamu kali ini bisa membahagiakanmu nantinya meskipun traumamu juga mendalam setidaknya itu akan luntur seiring berjalannya waktu.
Risa Virgo Always Beau
Elzia kaget mendengar Arka akan membawa Elzia bertemu kedua orang tua Arka
Risa Virgo Always Beau
Arka kamu pasti lagi berusaha merayu Zia
Risa Virgo Always Beau
Zia kamu di tegur gara gara cara berpakaian kamu tidak sopan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!