NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:484.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Sebuah pertemuan yang kembali menyajikan kisah cinta antara dua anak manusia yang dulu pernah mengikat janji.

Akankah cinta itu bersemi kembali, ataukah hanya akan menyajikan luka lama yang belum usai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.7

"Ayo,kita ke Bandara sekarang, semoga saja kak jo belum berangkat," ucap kinan.

Jihan mengangguk tanda setuju,ia berlari bersama kinan untuk mencari Taksi agar lebih cepat sampai di bandara,air mata Jihan tak hentinya mengalir, Mengingat semua kenangan manis mereka, apa seperti ini cara mereka berakhir,apa hanya sampai di sini saja Cinta yang selama dua tahun belakangan ini mereka jaga.

Di tengah perjalanan, ponsel milik Jihan berdering, tanda Panggilan masuk dari Tante mela, tanpa fikir panjang jihan langsung mengakat teleponya.

Jihan:Hallo tante

Mela: Jihan, kamu Dimana?

Jihan:Aku sedang dalam perjalanan ke Bandara tante, kenapa?

Mela:Pulang sekarang ya, kita harus Segera pulang ke kampung, bapak sama ibu kamu kecelakaan dan sekarang sedang di rumah sakit

Jihan:Apa! ... Iya tante aku pulang sekarang.

Jihan mematikan Panggilan telepon itu,ia kembali menagis, Membuat Kinan semakin bingung.

"Jihan, kamu kenapa?" tanya Kinan

"Aku harus pulang sekarang Ki, bapak dan ibu ku kecelakaan dan aku harus pulang kampung sekarang juga," ujar Jihan.

"Astaga, kamu yang sabar ya ... pak tolong putar balik ya"Ucap kinan pada pak supir.

~

Jihan turun dari taksi dan langsung berhambur memeluk Mela yang sudah menunggunya di ambang pintu. Mela memeluk erat keponakannya itu, ia seakan tidak tega untuk mengatakan kabar yang baru saja ia terima.

"Tante bagaimana keadaan bapak dan ibu sekarang?" Jihan menangis sesenggukan di pelukan Mela.

"Kamu yang sabar ya jihan, tapi ibu dan bapak kamu ... sudah tidak ada, mereka sudah meninggal," ucap mela yang sudah tidak dapat menahan tangisnya.

Jihan melepaskan pelukannya, menatap Mela dengan sendu, hatinya benar-benar hancur saat mendengar penuturan Mela, semua seakan tidak nyata baginya," tidak ... tidak mungkin, tante pasti bercanda kan," ucap Jihan tak percaya.

"Jihan kamu yang sabar ya..."Ucap kinan Mencoba menenangkan sahabatnya itu.

"Tidak Kinan, bapak dan ibu ku baik-baik saja ... iya kan tante,Ayo jawab!" pekik Jihan yang mulai histeris.

"Pihak rumah sakit baru saja Menelpon .... sekarang jenazah ibu dan bapak kamu sedang dalam perjalanan ke rumah, Bi siti yang mengurus semuanya di sana"Ucap mela yang masih sesegukan.

"Ibu ... bapak!" Jihan berteriak histeris duduk bersimpuh di depan pintu rumah, Kinan dan Mela benar-benar tidak tega melihat keadaan jihan saat ini, cobaan hidup yang begitu berat di saat ia masih remaja.

Baru saja ia kehilangan kekasihnya yang pergi jauh meninggalkannya dan sekarang giliran kedua orangtuanya yang di panggil oleh sang maha pencipta. Kehilangan orang-orang yang di cintai dalam satu waktu bukanlah Masalah kecil, jihan masih sangat muda untuk Menanggung semua cobaan yang begitu berat ini, namun apalah daya saat semua sudah ditentukan oleh takdir.

Sepanjang perjalanan, jihan terus menitikan air matanya, ia menangis tanpa suara, merasakan sesak di dada yang sudah pada puncaknya, mela berusaha menguatkan jihan, namun Nino yang masih sangat kecil terlihat bingung saat melihat jihan terus menangis di pelukan ibunya.

"Ma ... kak Jihan kenapa menangis terus," ucap Nino sambil Menarik-narik baju Mela.

"Mama kan sudah bilang, kalau kak jihan Sedang sedih karena bapak dan ibu kak jihan meninggal," ujar mela pada Nino.

"Kalau bapak sama ibu kak jihan meninggal kenapa ma?" kan kak jihan tinggal sama kita ma," ucap Nino dengan polosnya.

"Nino, diam dulu ya, kasian kak jihan lagi sedih,"Ucap mela pada Nino yang terlalu banyak tanya.

Nino mendekati Jihan dan ikut memeluk Jihan. "kak Jihan jangan nangis lagi dong, kan masih ada Nino sama mama," ucap Nino sambil menghapus air mata yang berada di sudut mata Jihan.

~

Tiga jam perjalanan dan akhirnya mobil yang membawa jihan beserta mela dan Nino, sampai di halaman rumah orang tua Jihan. Sudah banyak warga yang berkumpul untuk mengucapkan bela sungkawa, bendera kuning berkibar di sudut kiri kanan halaman rumahnya.

Jihan belum beranjak dari duduknya, kakinya terasa lemas, bahkan untuk menopang tubuhnya pun terasa amat berat. Ia menatap nanar ke arah jendela mobil, dilihatnya warga sekitar sedang membuat peti kayu untuk membawa kedua orangtuanya ke peristirahatan terakhir. Ia kembali menunduk, meremas lututnya erat.

Apa ini mimpi. Aku ingin segera bangun, dan Kembali ke kehidupan ku yang bahagia " batin Jihan.

"Jihan .... ayo kita turun," Ucap mela meraya menepuk pundak jihan pelan.

Mela dan Nino keluar terlebih dulu, mela membuka pintu mobil untuk Jihan, Mela membopong tubuh jihan yang seakan lumpuh dan tak berdaya.

Sesampainya di depan pintu, Bi siti yang sudah menyadari kedatangan Jihan, langsung berhambur memeluk Jihan.

"Jihan ... kamu yang sabar ya nak, ibu dan bapak kamu sudah meninggalkan kita semua," ucap bi Siti terisak-isak, ia mengusap lembut punggung Jihan, Mencoba menguatkan anak yang kini menyandang anak yatim-piatu itu.

Namun nyatanya jihan tak sekuat itu, ia hanya membisu dengan wajah yang sudah pucat pasih, menatap nanar kearah ayah dan ibunya yang sudah tertutup kain dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Bi siti dan Mela menuntunnya untuk mendekat, ia bersimpu di hadapan jenazah kedua orangtuanya. Tangannya bergetar saat hendak membuka kain penutup yang menutupi wajah ibunya, Mela membantunya untuk membuka kain penutup yang menutupi wajah bapaknya.

" Ibu ... bapak," ucap jihan lirih.

Tangisnya pecah seketika, ia memeluk kedua jenazah yang sudah terbujur kaku, dan terus memanggil-manggil ibu dan bapaknya, seakan ia berharap ibu dan bapaknya akan segera bangun dari tidur panjang.

Hari itu, menjadi hari yang tidak bisa jihan lupakan seumur hidupnya. kepergian johan ke Amerika dan kepergian orang tua ke pangkuan ilahi menjadi pukulan terberat yang pernah ia alami.

Kehilangan ini, menjatuhkan mentalnya, meredupkan semangat hidup, dan seakan kehilangan arah. Tentu saja butuh waktu yang lama untuk kembali bangkit dan menjalani hidup, Namun percayalah di setiap cobaan pasti akan ada kebahagiaan setelahnya.

~~

Bandara internasional Soekarno Hatta.

Setelah penerbangan sempat rertunda karena cuaca buruk, akhirnya Johan dan kedua orangtuanya akan segera berangkat menuju amerika.

Sebelum masuk ke pintu keberangkatan, Johan berbalik, ia menggedarkan pandanganya, ia masih berharap, dan bahkan amat sangat berharap jihan akan datang untuk sekedar mengatakan kepergiannya.

Harapan itu seakan terasa semu, teringat penghianatan yang di lakukan jihan padanya. Amarah dan rasa kecewa bergemuruh menjadi satu.

Setelah ini Johan benar-benar akan melepaskan jihan meski luka yang di torehkan akan ia ingat seumur hidupnya, cinta pertama yang berakhir tragis, cinta pertama yang telah menorehkan trauma, dan cinta petama yang akan membuat ia sulit untuk jatuh cinta lagi.

"Jo ... ayo, kenapa masih berdiri di situ," Ucap maria pada Johan.

"Iya bu, ayo."

Johan melangkahkan kakinya, pergi meninggalkan Jakarta yang sarat akan kenangan, ia tidak tahu pasti kapan ia siap untuk kembali.

Namun yang pasti kepergiannya kali ini untuk mengubur semua kenangan manis yang sempat memenuhi memory otaknya, menyesakkan hati yang selalu berdenyut saat mengucapkan nama seorang wanita yang tak ingin ia sebut namanya lagi.

Bersambung 💕

1
Gusti Duka
calon mama mantu cepat akrab👍👍
Gusti Duka
seru boomnya meledak
Gusti Duka
🤭🤭🤭👍👍👍😍😍😍
Emily
🤣🤣🤣🤣
Yuni Martopo
/Rose//Rose//Rose/terimakasih
Deswita
🙏
ayu cantik
suka
Dewi Yanti
cb km terima ja pergi ke malaysia, biar johan merasa kehilagan
RithaMartinE
luar biasa
ione
Luar biasa
Indah Alifah
jeng.....jeng....jenggggg.......
Siti sara Binti Abdul majid
ada tpon knepa x msg saja ape yg Jadi
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Akun Vivo
Thor kan Jihan UD pernah masak bersama mama Johan dan Johan UD pernah masakan Jihan 😁
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Baiq Fitriana Agustini
terlalu singkat, endingx g memuaskn
Yeti Budiawati
ceritanya bagus banget, di tungg extra part nya👍👍👍😘😘😘
ibeth wati
saya baca loncat ternyata kebahagiaanya cuma sakuprit setelah masalah yg begitu panjang
Neni Marlina
bagus ceritanya
Anie Jung
Yakin lha kalian akan berjodoh 🤣😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!