NovelToon NovelToon
CEO Takluk

CEO Takluk

Status: tamat
Genre:CEO / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Mamah AllRey..

Cassandra seorang gadis yang sejak lulus SMA tinggal sendiri terpisah dari mamanya. Keputusan ini diambil karena mamanya menikah lagi dengan seorang duda beranak satu, setelah papanya meninggal karena penyakit kanker. Perlakuan kakak tiri laki-laki yang dianggap sudah berlebihan, menjadikan Cassandra harus menempuh jalan itu. Beasiswa bidikmisi membantu Cassandra untuk mencapai cita-citanya, sehingga gadis itu diterima di Universitas Gajah Mada.

Selain mengandalkan dari living cost Bidikmisi, Cassandra menjadi free lancer worker, yang menangani event-event yang sering ada di kota Yogyakarta, sehingga gadis itu bisa hidup dengan layak dan mampu untuk menyewa apartemen. Pada tahun ketiga, lebih delapan bulan akhirnya Cassandra bisa menyelesaikan studinya dengan predikat Cumlaude. Sebagai bentuk apresiasi, Divisi ALumni Kemahasiswaan memberikan peluang kerja yang dapat dimasuki oleh Cassandra begitu gadis itu lulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7 Strategi Peluncuran Produk Baru

Laki-laki tua itu menatap mata Alexander, kemudian kembali menundukkan wajahnya ke bawah. Beberapa saat laki-laki itu mencoba menimbang untuk memberi tahu permasalahanya pada asisten pribadi tuan mudanya. Menghadap langsung CEO perusahaan, tidak ada solusi yang didapatkannya, apalagi hanya menyampaikan pada asisten pribadinya. Terlihat keraguan nampak menggantung di mata laki-laki tua itu..

"Baiklah pak Bachtiar.. aku tidak memaksa ingin tahu tentang masalah yang sedang kamu hadapi, jika memang kamu ragu untuk menceritakan kepadamu. Semoga segera kamu dapatkan solusinya pak.." tidak mau membuang waktu, Alexander menepuk tiga kali pundak laki-laki tua itu, kemudian berjalan meninggalkan pak Bachtiar.

Laki-laki itu memandang punggung Alexander yang berjalan meninggalkannya, muncul penyesalan dalam hati laki-laki tua itu. Asisten pribadi Tuan muda Andreas Jonathan yang terkadang juga memiliki sikap keras seperti CEO perusahaan, sudah diabaikannya. Dengan hati menyesal, laki-laki tua itu berlalu meninggalkan depan ruang kerja CEO perusahaan.

"Tuan muda.. periksalah semua konsep yang akan kita finalisasi hari ini. Ada satu notice yang perlu dipertimbangkan, apakah menurunkan harga pasar merupakan satu-satunya cara untuk menarik minat customer agar melirik produk baru kita pada saat launching.." Alexander meletakkan dokumen yang sudah diselesaikan Cassandra tanpa perintahnya ke depan tempat duduk Andreas Jonathan.

"Apa-apaan kamu Lex.. pagi-pagi begini sudah membuat sanggahan tak berdasar. Mimpi apa kamu semalam.." sambil menyeruput black coffee, Andreas Jonathan menanggapi sikap Alexander.

"Hal penting yang harus kamu selesaikan hari ini, panggil Cathy.. Untuk apa kita memberikan tunjangan manajerial pada perempuan itu, mengatasi masalah sepele saja tidak dapat terselesaikan. Siapa yang memberi saran atau meminta Bachtiar untuk langsung bertemu denganku. Wasting time.." tidak langsung menanggapi apa yang disampaikan asisten pribadinya itu, Andreas Jonathan malah langsung beralih permasalahan.

"Maksud tuan muda.. apakah hal ini berkaitan dengan pak Bachtiar.. yang baru saja keluar dari ruangan ini..?" merasa bingung, Alexander menanyakan keterkaitan pernyataan yang disampaikan laki-laki itu.

Andreas Jonathan terdiam, laki-laki itu malah meletakkan cangkir black coffee kembali ke atas meja. Kemudian dengan serampangan mengambil dokumen di atas mejanya, yang barusan dibawa oleh Alexander. Sekilas laki-laki itu membaca, dan kerutan muncul di dahi laki-laki itu.

"Tok.. tok.. tok.." tiba-tiba terdengar ketukan di pintu ruang kerja.

"Masuk.." Alexander dengan suara keras meminta masuk.

Tidak lama kemudian pintu ruangan didorong, dan seorang perempuan yang menggunakan atasan warna merah masuk ke dalam ruangan. Alexander tiba-tiba merasa sesak melihat siapa yang barusan masuk, bahkan sampai mata laki-laki itu tidak mau berpindah menatap gadis itu. Hanya dalam waktu satu hari, Donny sudah bisa merubah cara berpakaian dan merias diri Cassandra. Gadis muda yang kemarin dilihatnya cupu, dengan penampilan sedikit casual, kali ini sudah menjadi seorang perempuan yang lain.

"Ada apa tuan Alex.. apakah ada yang salah dengan saya hari ini.." suara Cassandra mengagetkan Alexander, dan laki-laki itu langsung tersentak menyadari sikap bengongnya.

"Saya hanya akan mengantarkan surat ini Tuan.. tadi ada bapak-bapak tua menitipkan surat ini pada saya. Katanya ini merupakan sesuatu yang urgent, dan harus segera disampaikan.." dengan sopan, Cassandra meletakkan surat di atas meja Andreas Jonathan. Laki-laki itu masih terlihat dingin, sedikitpun tidak melirik ke arah gadis itu.

"Oh begitu.. duduklah di sofa dulu Sandra.. kita akan diskusi tentang notice yang sudah kamu tandai dalam dokumen yang sudah kamu siapkan.." Alexander meminta gadis itu duduk.

Cassandra menganggukkan kepala, kemudian melangkahkan kaki menuju ke arah sofa. Tidak lama kemudian, gadis itu kemudian duduk di sofa tersebut, sambil mengambil majalah Marketing kemudian membuka dan membacanya.

*******

Alexander dan ANdreas Jonathan segera mendatangi sofa, kemudian dengan malas Andreas Jonathan duduk dengan posisi di samping Cassandra duduk. Laki-laki itu sengaja tidak mau duduk di depan gadis itu, karena merasa pandangan matanya akan ternodai dengan menatap wajah dan penampilan Cassandra. Alexander hanya tersenyum dan melakukan pembiaran, dan akan menunggu saat tuan mudanya terkejut melihat penampilan baru Cassandra.

"Sandra.. coba jelaskan masuk notice dari mempertimbangkan harga rendah untuk sebuah produk yang baru.." untuk mengusir keheningan, ALexander memulai pembicaraan.

"Baik Tuan.. kita harus melakukan evaluasi diri terlebih dahulu, siapa customer kita, dimana pasar kita, atau pasar mana yang akan kita masuki. Hal itu akan berdampak pada strategi yang akan kita pilih, apakah kita mau memimpin mereka dengan harga, dengan differensiasi produk, ataukah dengan strategi yang lain. Jika kita menyasar kelas menengah ke atas, atau terlebih lagi kelas premium.. harga murah hanya akan menjadi pijakan kaki mereka. Karena akan ada rasa prestige di dalam mereka memilih sebuah produk, yang mengindikasikan harga murah, adalah terkesan murahan.." Cassandra melanjutkan analisisnya.

Alexander terkejut dengan gagasan yang muncul di pikiran gadis itu, demikian juga dengan Andreas Jonathan. Laki-laki itu sudah mulai serius memperhatikan, meskipun belum mau menatap wajah Cassandra.

"Namun sebaliknya.. jika kita akan menyasar pada kelas menengah ke bawah.. mereka bukan target pasar kita. Kelas bawah terutama, lebih berkutat pada kebutuhan pokok, bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan logistik agar bisa bertahan hidup. Produk kita tidak akan cocok untuk mereka, karena mereka hanya akan melihat fungsi dan manfaat dari setiap barang yang akan mereka beli, dengan mempertimbangkan sumberdaya yang mereka miliki." dengan tegas, Cassandra kembali menyampaikan pendapatnya.

"Hmm.. bagus juga idemu.. nanti bisa kita pertimbangkan.." Alexander terkejut mendengar persetujuan dari tuan mudanya. Biasanya para manajer akan menghadapi banyak tentangan dari laki-laki itu ketika mereka menyampaikan paparan. Tetapi dengan mudahnya, Andreas Jonathan menyetujui apa yang disampaikan oleh Cassandra.

Keheningan sesaat kembali terjadi di ruangan itu, Andreas Jonathan meraih amplop berisi surat yang dibawa oleh Cassandra. Muka laki-laki itu kembali terlihat menahan emosi begitu membaca apa yang tertulis di dalamnya.

"Damn it.. re sign apaan. harusnya laki-laki tua itu berpikir, tidak banyak orang seusia dia masih dibutuhkan oleh perusahaan. Bisa-bisanya malah mengajukan purna tugas lebih dini.." Andreas Jonathan melempar kembali surat yang ditulis laki-laki tua itu ke atas meja.

Alexander baru menyadari apa yang terjadi sebelumnya. Melihat kertas HVS folio yang tersebar tidak rapi, Cassandra segera mengambil kertas itu dan merapikannya. Sekilas gadis itu membaca dan memaknai maksud yang tertulis dalam surat itu.

"Mmm kenapa perusahaan tidak menugaskan tim untuk menyelidiki hal apa di balik pengunduran diri Pak Bachtiar. Bisa saja karena laki-laki itu ingin lebih menikmati hidup.., atau mungkin ada alasan yang lainnya.." tiba-tiba tanpa diminta, Cassandra mengomentari surat pengunduran diri pak bachtiar.

******

1
anita
andreas lelaki bertanggung jwab
anita
critanya bgus pol
Ani Ashari
Kecewa
Ani Ashari
Buruk
anita
sandrina satu saat pasti wara wiri k canada buat nyairne duit jebak aja
anita
tancap gas aleeex
anita
gk usah kbnyakan mkir nyonya sheila
anita
waaaahh andreas meski dingin tp ganas jg ya
anita
ya iyalah her...orang sandra kan bininya masak berbagi
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor /Smile/
Sintia Dewi
herlambang awalnya aja blang keinget adeknya dan udh nganggep kyka adeknya yg tinggal jauh tp lama2 demen terus ditolak jadi obsesi...sok mresa berjasa
🥑⃟🐊alarm
.
Ratih magani
mamanya Herlambang jg deh
erma
bagus ceritanya.
erma
baru gabung baca
Siti Ardiahty
Luar biasa
Dilan dah
kalo liat dari time line usia anak nya seharusnya ratu plaza sudah ada
Resta Aulina
Luar biasa
Putra Harjosari
izin membaca ya
Ijah Ijah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!