NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Sahabatku

Terpaksa Menikahi Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: putri sulis

Kerap kali persahabatkan akan menumbuhkan ras cinta, terlebih jika persahabatan antara laki - laki dan perempuan.

Seperti yang aku alami, aku dan Arjuna sudah bersahabat sejak lama tepatnya sejak SMP. Usiaku memang lebih muda dua tahun darinya. Tapi karena keenceran otakku aku bisa tinggat dengannya.

Dan ini kisahku dengan sahabatku Arjuna, yang terpaksa menikah karena suatu alasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri sulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapuh 2

Setelah memberikan obat penurun panas pada Arjuna. Aku mengompres dahinya dan memijit kepalanya pelan. Sambil menikmati wajah yang tanpa aku sadari selama ini. Yaa, ternyata dia memang sangat tampan. Menjadu sahabatnya selama 12 lebih, mengapa baru sekarang aku mengakuinya. Dasar aku ini.!

Aku menoleh kearah pintu yang terbuka. Mama datang membawa baki berisi semangkuk bubur dan segelas air putih hangat. Dan aku langsung berdiri.

" Bangun Mas, makan dulu!" perintah mama duduk ditepi ranjang. Tampatku duduk tadi.

" Iya, ma. Bentar masih pusing.!" jawabnya.

Mama pun mengerti, lantas keluar dari kamar. Sebelum pergi beliau berpesan agar aku menjaga suamiku dengan baik. Haah, suami lagi - lagi aku diingatkan dengan status kami yang sekarang.

" Yuuk, Jun. Makan dulu.!" ucapku sambil meraih kompres didahinya. Lalu membantunya untuk duduk. Baru kali ini aku lihat dia selemah ini.

Mengambil bubur diatas nakas, mulai menyuapi suami sok kuat dan tegarku ini. Kulihat Arjuna rada malas membuka mulutnya. Tapi, aku pakai jurus ngomelku seperti waktu sekolah dulu. Hhhh, dan berhasil.

Aku tersenyum, melihatnya susah payah menelan bubur itu.

" Minum, Han!" katanya masih memejamkan mata, seperti menahan sesuatu.

Aku mengambil gelas itu. Menyerahkan padanya. Namun, baru beberapa tegukan isi perut Arjuna kelaur semua.

Aku refleks melepas hijab yang kupakai, karena terkena muntahannya. Lalu aku memapahnya kekamar mandi. Membiarkan dia mengosongkan perutnya.

Aku kembali kekamar, membersihkan muntahan yang mengenai seprai dan selimut. Cepat - cepat menggantinya dengan yang bersih.

Setelah selesai membereskan tampat tidur. Aku kembali ke kamar mandi lagi, mamberikan baju ganti untuk Arjuna. Karena bajunya kotor terkena muntahan tadi.

" Ini yang namanya kuat luar dalam, Jun.!" ledekku menyodorkan celana pendek warna hitam dan kaos warna biru muda itu.

Dia masih sempat tersenyum, " bisa tolong gantiin nggak.!" Dia melirik baju yang kusodorkan. Membuatku mundur teratur, kemudian berbalik untuk keluar dari sana.

" Ehh, Lupa yaa gak pakai hijab.!" Celetuk Arjuna menggodaku.

Astafirullah, aku langsung memegang kepalaku. Segera berlari mengambil hijab dialmari. Dasar ceroboh.!

*

" Gimana sekarang Jun, keadaan kamu? Udah enakan?" tanyaku pada Arjuna , yang tengah duduk bersandar ditempat tidur sambil memainkan ponselnya.

Melihat gelagatnya yang enggan menjawab, aku kembali bersuara.

" Aku beliin bubur ayam, niieh dimakan dulu.!"

Dia lantas meletakkan ponselnya diatas nakas. Meraih semangkuk bubur yang aku bawa. Sementara segelas air putih hangat kuletakan di dekat ponselnya tadi.

Bukannya langsung makan, dia malah menatapku dengan mata sayu.

" Rasanya masih sakit banget, Han!" katanya.

" Apanya.?" jawabku mengreyikan keningku. Heran.

" Ini.!" dia meraih tanganku lalu meletakkan didadanya.

Aku membeku seketika, tak karuan rasanya. Lagi - lagi jantung ini berdebar tak menentu. Sesaat kami hanyut dalam tatapan, aku mengerjab dan menarik tanganku dari genggaman didadanya. Oh, Tuhan.!

Suasana berubah kaku dan kembali canggung.

" Aku sarapan dulu yaa, Jun!" Aku berdiri, hendak melangkah pergi. Namun, dia menahan tanganku.

" Farhana!" panggilnya cepat.

Aku menoleh, saat itu juga Arjuna melepaskan tanganku.

" Terima kasih, !"

Aku hanya mengangguk, lalu pergi meninggalkan kamar itu.

Ohh, Tuhan. Cukuplah jantung dan otak saja yang bekerja tak terkendali jangan sampai hatiku juga. Tolong, Jangan biarkan hati ini jatuh cinta. Aku takut yaa Allah.!"

Sejatinya pernikahan membuat yang berjarak semakin mendekat. Tapi, didalam pernikahan ku ini malah sebaliknya. Pernikahan ini malah menjadiakan jarak diantara kami.

Sejenak aku berfikir, untuk apa aku berkorban sebanyak ini. Aku tak pernah berhutang budi pada Arjuna, lalu mengapa dengan gampangnya aku memutuskan menikah dengannya.? Ahh, bodoh.

Terlebih saat ini aku harus mengorbankan waktu, tenaga dan pikiranku. Melayaninya dengan suka rela. Sekuat tenaga menghibur dan menyenangkan hatinya. Berharap dia segera lupa dengan sakit hatinya. Kembali dari keterpurukan dan kerapuhannya.

Padahal, belum tentu juga Arjuna bisa menerimaku sebagai istrinya. Sudahlah, jangan berharap berlebihan. Seandainya nanti dia memilih pergi, aku harus benar - benar mempersiapkan hati dan mentalku.

*

Minggu pagi yang cerah, aku duduk dibibir ranjang mengamati Arjuna yang sudah rapi. Aroma parfum menguar diruangan, padahal kan belum mandi. Dia mengenakan celana trening berpadu dengan kaos warna putih. Sangat menawan dan membuatku terpesona. Ehh..!

" Beneran sudah sehat.?"

" Iyuup."

" Mau kemana, belum mandi tapi dah pakai minyak wangi.?" tanyaku saat dia mau keluar kamar sambil menjinjing sepatu olahraga.

" Joging, bentar! cari keringat" . Jawabnya tanpa menoleh padaku. Lantas pergi tanpa menutup pintu. Aku perhatiakan punggungnya yang menghilang saat menuruni tangga.

Salim dulu kek, atau setidaknya salam. Yaa, namanya juga nasib istri tak dianggap. Boro - boro cium pipi, ketcup kening mesrah. Pamit pun tidak. Jadi baperan gini. Ah sudahlah.

Lalu aku keluar kamar setelahnya. Membantu Bik Nah mempersiapkan sarapan.

" Han, sini nak!" panggil mama yang ternyata sedang menikmati secangkir teh diruang TV.

Aku menghampiri beliau, duduk disampingnya dengan jarak setengah meter. Masih segan untuk mengakrabkan diri.

" Udah mandi, Han.?"

" Sudah ma, sebelum subuh tadi.!"

" Kenapa gak dandan.? Suami itu suka lho kalau liat istrinya cantik dan wangi. Kamu memang gini yaa, polos dan apa adanya.?"

Aku mengangguk, buat apa juga dandan. Istri tak dianggap. Alah mana mungkin juga dia terarik, jadi ingat kata - katanya.

Mau orang bilang Loe cantiknya kaya apapun? Gw bakalan tetep gak akan jatuh cinta sama Loe. Gw udah nyaman kita bersahabat gini. Jadi Gw bakal pastiin, gak akan ada namanya cinta yang bisa bikin persahabatan kita hancur.!

" Kamu tuu, sebenarnya udah cantik. Tapi, juga harus bisa menarik perhatian suami biar betah dirumah.!"

Mama Shinta memberiku wejangan banyak hal. Dan pada akhirnya, kesimpulanya adalah cepet kasih mereka cucu. Oh, Tuhan. Harus bagaimana aku.? Mengapa keluarga ini membuat ku pusing? Bisa gila aku lama - lama.!

Mending aku hidup sederhana, tinggal diruamah sederhana pula. Jadi dosen pengganti meski gaji pas - pasan. Sibuk ngelesin anak - anak orang kaya. Sungguh aku merindukan kehidupanku yang dulu.

Terima kasih,

semoga sehat selalu semua.

1
vivit nurhidayah
Luar biasa
Aulia Ananda
seru bgt ceritanya
Ade Diah
kok gitu...
Ade Diah
Baguslah ceritanya ampe nangis tadi...
Ade Diah
Baguslah ceritanya ampe nangis tadi... pas baca yang Juna bilang sepupu
Ade Diah
Luar biasa
Ade Diah
Banget ampe netes air mata saking sakitnya.
Elizabeth Zulfa
ini si kembar blm dikasih nama loh.. tpi udah gak up lgi smpek skrg..
IndraAsya
jejak 🐾
Intan Reni Agustina
bagus
Rha Shantika
good
Olivia Jasmine Arsend
alur ceritanya bikin aku nyesek thor.. jd ingat masa lalu 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Olivia Jasmine Arsend
cowok emang susah minta maaf klo punya salah yg ada kita yg kena omelnya
Olivia Jasmine Arsend
cowok emang susah minta maaf klo punya salah yg ada kita yg kena omelnya
Indrijati Saptarita
lanjuuuuuuuuutttt udah setahun lebih tuuu.....
Indrijati Saptarita
ngeselin amat yaa....
Bunda Salma
egois sekali nih orang tua, kenapa gak anak kamu yang kamu cecar... dia yang gagal move on dari mantan calon istrinya koq yg disalahin hana?
Dafina Delisha
sebel sama si Juna.. Kurang apa pengorbanan hana 😡😡
miramiramp
bikin baper, ceritanya bagus banget thor
Rully Salahudin
CCTV, Thor... bukan sisi TV
D€LLANØ ARZZ: typo nya kejauhan njirr😭🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!