Kisah ini menceritakan mengenai gadis bernama Sofia gadis muda yang lahir di penjara karena mendekam di penjara karena fitnah dari seseorang.
Ibunya meninggal setelah melahirkan Sofia, hidup di dunia yang keras dan merasakan pahitnya penjara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zheyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayla gadis kecil yang menyedihkan
"Bibi." panggil Sofia kepada pembantu tua.
"Ada apa nona?" tanya bibi tua.
"Siapa sebenarnya gadis kecil ini?" tanya Sofia kepada bibi tua.
Sedikit ragu namun bibi tua. mengatakan mengenai Ayla, cerita yang begitu panjang dan begitu menakutkan. sesaat kemudian Sofia mulai mengerti siapa sebenarnya gadis kecil itu.
"Nasibnya begitu malang sama sepertiku." ucap Sofia.
BRETTT...
BRETTT...
ponsel lama milik Sofia berbunyi, hal itu membuat Sofia menatap ponselnya.
"Aku pergi dulu ya bi." pamit Sofia.
"Kau mau ke mana?" tanya bibi tua.
" Aku mau keluar sebentar, kalau tuan bibi menanyakan mengenai aku bilang saja kalau aku ada urusan. jadi dia tidak boleh terlalu bertanya." jawab Sofia.
"Lalu, Bagaimana jika Nona Ayla yang bertanya?" tanya bibi tua.
"Bilang saja kepada gadis kecil itu kalau aku harus keluar sebentar, nanti dia boleh meneleponku." jawab Sofia kembali.
Saat Sofia hendak pergi Ayla terlihat sudah berlari memeluk Sofia.
"Mama mau ke mana?" tanya Ayla.
"Mama mau keluar sebentar ya, nanti kalau mama kembali Mama bakal memberikanmu sesuatu. nanti Mama juga akan membuatkan kamu makanan kesukaan Mama, boleh kan?" tanya Sofia yang membuat Ayla langsung menganggukkan kepalany.
Hanya dalam hitungan jari saja Sofia sudah bisa membuat Ayla begitu menurut padanya.
"Kalau begitu Ayla nanti boleh menelpon Mama kan?" tanya Ayla.
"Boleh saja, Nanti kalau kamu telepon Mama dan mama sibuk Mama bakal mengirim emoji kepada kamu, oke." jawab Sofia yang kemudian memberikan pelukan kepada Sofia.
"Mama." panggil Ayla kembali.
"Iya." jawab Sofia.
"Mama tidak akan meninggalkanku kan?" tanya Ayla dengan raut wajah yang begitu sedih.
"Tenang saja, mama sudah bilang Kan kalau mama tidak akan meninggalkanmu. jadi kamu tenang ya." ucap Sofia yang kemudian pergi meninggalkan Ayla.
Gadis kecil itu Melambaikan tangannya kepada Sofia, "Mama janji ya tidak akan meninggalkan Ayla!" teriak Ayla kepada Sofia. Sofia memberikan kode kepada Ayla kode kalau dia tidak akan pergi.
Sesaat kemudian Sofia sudah melihat sebuah motor balap yang ada di halaman rumah Xander. "Kalau motor ini tidak digunakan pasti sangat kasihan." ucap Sofia yang kemudian langsung menggunakan motor tersebut. sebuah keberuntungan Sofia karena kunci motor itu menempel. Hal itu membuat sosial langsung membawa kabur motor balap tersebut.
BRETTT...
BRETTT..
ponsel Sofia berdering kembali, Hal itu membuat Gadis itu mengangkat ponselnya dan melihat kalau orang yang menelpon dirinya adalah paman Gerald.
"Ada apa Paman?" tanya Sofia.
"Kamu sudah pergi?" tanya Tuan Gerald.
"Sudah paman, aku sudah pergi dari tempat pria itu. aku akan pergi ke sasaran yang sudah aku tujuh, pasti aku akan membuat orang itu mati mengenaskan aku akan membalas dendam kepada orang-orang yang sudah membuat Ibuku kehilangan nyawa." jawab Sofia yang kemudian mematikan ponselnya.
Tuan Gerald yang ada di penjara nampak pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa Ayah selalu saja memantau gadis itu? biarkan saja dia bukan urusan ayah dan dia bukan tanggung jawab ayah." ucap seorang pria yang tidak lain adalah putra dari tuan Gerald.
"Dengarkan aku Gerald Junior (Gj) aku minta padamu untuk melindungi Gadis itu, Ayah sudah tidak mungkin lagi bertahan dengan semua penyakit yang ayah derita. Jadi aku minta padamu bersikaplah baik kepada Sofia. bagaimanapun juga dia adalah Putri angkat ku." jawab Tuan Gerald yang kemudian pergi meninggalkan putranya.
Di sebuah tempat Sofia sudah berganti pakaian, gadis itu sudah merubah penampilan nya, Sofia yang tidak pernah memakai mek-up terlihat dia benar-benar sungguh cantik luar biasa. langkah kaki Sofia memasuki sebuah diskotik tempat salah satu targetnya.
(Visual Sofia )
"Lihatlah, gadis itu cantik banget." ucap seorang pria yang menatap Sofia dengan tatapan mata yang begitu memuja.
"Cantik!" panggil salah satu pria.
Sofia menoleh menatap beberapa pria yang memanggil dirinya.
"Cantik, Kau mau kemana?" Panggil seorang pria yang sedang mendekati Sofia.
Senyum yang begitu menawan tunjukkan oleh Sofia agar dirinya bisa membuat pria itu terjerat oleh dirinya.
"Memangnya kenapa kalian memanggilku? Apakah kalian mau bermain-main denganku?" tanya Sofia dengan nada yang begitu menggoda. Hal itu membuat tiga pria itu langsung mengerumuni Sofia dengan Tatapan yang begitu haus da begitu kelaparan.
"Kalau begitu Maukah kau bermain-main dengan kami?" tanya tiga pria hidung belang.
"Boleh, tapi aku tidak ingin bermain-main di tempat ini. aku ingin sebuah tempat untuk memanjakan diriku, Bagaimana?" tanya Sofia sembari membelai wajah salah satu pria. Hal itu membuat Sofia langsung menitik salah satu pria yang mungkin akan membuatnya tahu di mana target yang sudah dia kejar.
"Kalian benar-benar sungguh sangat menggairahkan." bisik Sofia.
Di sebuah tempat Sofia sudah membawa dua pria yang akan dia jadikan sasarannya, di sebuah gang sempit mereka membawa Sofia. gang sempit di belakang diskotik, ketiga pria hidung belang itu ingin mencicipi tubuh Sofia dan merasakan kenikmatan dari wanita yang baru mereka lihat. Sofia menurti apa yang mereka mau dengan gerakan yang begitu menggoda, Sofia membuat ketiga orang itu langsung melepas pakaian mereka satu persatu. Sofia terus melakukan gerakan-gerakan yang begitu menggoda, Hal itu membuat ketiga pria itu tidak sadar akan mendapatkan sesuatu dari wanita muda yang ada di depannya itu.
"Aku akan memberikan kenikmatan dari senjataku ini." bisik seorang pria.
Sofia nampak tersenyum, sesaat kemudian dia mulai menunjukkan Siapa dirinya. high heels yang sudah pakai Sofia langsung menancap di salah satu dahi pria tersebut.
"Aaaaa!!!" suara teriakan dari salah satu pria ketika dahinya sudah mendapatkan sebuah souvernir dari Sofia.
"Dasar kalian adalah pria brengsek, kalian kira kalian bisa menyentuhku!" seru Sofia.
"Wanita kurang ajar, apa yang telah kau lakukan kepada teman kami!" seru dua pria yang masih berdiri.
Sofia memutar tubuhnya, menatap dua pria yang tadi berusaha melecehkannya. "Lihatlah senjata kalian itu tidak berbentuk bahkan saat dia ketakutan bentuknya seperti sesuatu yang aneh itu." cibir Sofia yang kemudian menatap dua pria yang hanya memakai ****** ***** saja. sedangkan satu pria yang lain sudah tidak sadarkan diri entah dia hidup atau mati.
"Dasar wanita kurang ajar, lihat saja kami akan membunuhmu!!" teriak dua pria yang lain. Sofia tersenyum mengajak kepada dua pria itu, senyum yang benar-benar menghina seolah dua pria itu adalah makhluk yang tidak berguna sama sekali.
"Jika kalian bisa mengalahkanku maka kalian dapat menikmati tubuhku." ucap Sofia yang kemudian melakukan gerakan untuk menghalau serangan-serangan dari dua pria tersebut. tidak akan mudah untuk mengalahkan seorang wanita yang sudah dilatih di dalam penjara semenjak usianya begitu belia.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊