NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERENANG DI LAUT

...----------------...

"Ah.. Kenyangnya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan. Hehehe.."

Aku masih leyeh leyeh setelah makan.

"Celia, ada gak sih skill es?"

"Ada naya, mereka yang tinggal di dekat daerah kutub memiliki skill itu."

"Keren ya kayaknya, bisa bikin es serut sendiri. Disantap pas lagi cuaca panas. Hehehe.."

Aku lalu bangun dan membereskan bekas makanku.

Limbah makanan kumasukkan ke dalam box kayu yang kujadikan wadah kompos.

Saat ini 10 box kayu bantuan kujadikan wadah kompos.

1 wadah kujadikan wadah media penanaman jamur. Semoga tumbuh subur.

Untuk limbah non organik masih ku kumpulkan di dalam inventory. Belum ada ide cara mengolahnya.

...----------------...

Aku berjalan ke arah lautan. Melakukan pemanasan. Membuka kaos dan sandal jepitku. Hanya menggunakan sport bra dan sport shortpants.

Aku mulai masuk ke dalam air. Berenang bersama ikan ikan.

Sepertinya efek skill hewanku menarik mereka untuk mendekat. Beberapa ikan ada yang kukenali, tapi ada juga yang tidak. Seperti ikan yang sekarang terus menempel padaku, badannya panjang seperti belut pita, berwarna biru gelap dengan totol merah, memiliki sirip seperti ikan cupang namun berpendar warna keemasan, cantik sekali.

Dalam kepala aku bertanya pada system ku, nama ikan itu. System menjawab ikan jenis baru.

Aku timbul dari bawah air. Ikan itu masih mengelilingi ku.

"Aku kasih nama ikan itu siumus. Soalnya gemesin banget."

"Naya, kamu telah memberi nama untuk ikan habitat jenis baru."

"Yeeey... Berhasil! Berhasil! Berhasil! Horeeey..." Aku berteriak di tengah lautan. 100 meter dari daratan.

Kembali menyelam, tak jauh dari ku seekor hiu mulai mendekat. Meski agak waswas, kubiarkan dia bergerak ke arahku. Begitu sampai, kupegang moncongnya.

Dia terdiam. Kami saling bertatapan. Pandangan ku menyampaikan "jangan ganggu". Hiu itu seakan menurut, bergerak menjauh dan hanya mengelilingi ku. Lalu pergi dan menghilang.

...----------------...

Setelah 30 menit di lautan, aku kembali ke pesisir.

Di dalam inventory ku terisi para calon seafood berikutnya. Aku tertawa sendiri dengan pengalamanku hari ini.

Aku tengah duduk di pinggir pantai.

Chat mas ben.

(Aku : mas tadi aku berenang sama hiu. Malah aku pegang moncongnya.)

(Ben : besar?)

(Aku : mayan, segede mobil suv.)

(Ben : kamu berani?)

(Aku : awalnya cemas dia bakal nyerang, tapi gak tuh. Mas pernah pasti ya berenang sama hiu.)

(Ben : pernah. Tapi gak deketan.)

(Aku : mas punya speargun?)

(Ben : ada. Biasa mas pake pas cari ikan.)

(Aku : sini kirim mas.)

(Ben mengirim speargun)

Aku mengeluarkan serokan jaring ikan. Keduanya ku upgrade dan kugandakan. Bagianku masuk ke inventory.

(Naya mengirimkan speargun dan serokan jaring ikan)

(Ben : wah punya serokan. Bawa dari bumi?)

(Aku : nggak. Aku bikin.)

(Ben : what! Kapan?)

(Aku : pas hari pertama atau kedua. Lupa.)

(Ben : baru nyampe kamu udah kepikiran bikin itu sayang? Bener bener prepare ya kamu tuh.)

(Aku : kan semaleman sebelum ke sini aku belajar banyak tutorial buat survive. Sampe belajar bikin jaring ikan.)

(Ben : kamu emang luar biasa nayku.)

(Aku : aku belum tau loh cara ngolah limbah non organik. Kalo limbah organik udah kujadiin kompos.)

(Ben : tar mas cari cara ngolah limbah non organik. Ditunggu ya sayang.)

(Aku : ok masku. Aku mau mandi dulu. Lengket abis berenang.)

(Ben : iya nayku.)

...----------------...

Aku sudah memasak dan mengirimkan hasil masakanku ke mas ben. Nasi bakar.

Dengan memiliki pohon pisang, aku gak bakal kekurangan daun pisang.

Apalagi dengan skillku, aku bisa menjaga daunnya tetap segar dan bagus, gak robek robek.

"Celia, aku mau dibimbing penggunaan skill untuk pertahanan diri dan penyerangan. Sebentar lagi kan masa perlindungan habis. Gak bisa selamanya ngandelin kekuatan fisik."

"Baik naya. Aku akan membimbingmu. Kamu bisa memulai dari dasar. Lakukan latihan untuk masing-masing skill yang berpotensi sebagai pertahanan dan penyerangan, ke depannya kamu bisa menggunakan skill dengan cara kombinasi. Saranku kamu banyak bermeditasi. Untuk mengendalikan semua skill dengan lebih baik."

Aku berlatih penggunaan skill dengan pengarahan dari system ku. Dengan tehnik yoga dan meditasi yang selama ini kulakukan, sangat membantuku mengatur pernafasan dan gerakan agar tidak sia-sia.

Lumayan lama aku latihan, sekitar 3 jam.

Energiku terkuras tapi dalam waktu sekejap terisi kembali, thanks to skill penyembuhan.

Setelah menenggak habis air 600ml, beserta vitamin dan suplemen, aku duduk di dekat tungku api, di dapurku.

Kembali mencatat dalam jurnalku.

5/1.825, subiru, tropis25.

Tiga hari lagi sebelum masa perlindungan habis.

Hari ini :

- aku berolah raga rutin. Hari ini aku mampu bertahan setengah jam lebih lama dari sebelumnya. Total waktu 02.05.40.

- aku menemukan 5 box bantuan dengan lebih mudah.

- aku menamai satu jenis tanaman mutasi yang mirip pohon pisang, tapi warna daunnya berbeda. Kunamai : waning. Karena ada aroma wangi dari batang pohonnya dan berdaun kuning.

- aku menanam pohon waning, pohon cahaya biru, dan bibit baru tanaman mutan.

- aku berhasil panen melon, tomat dan cabai.

- lahan kebun yang sudah kuperluas, penuh dengan berbagai varietas tanaman dan benih baru. Bahkan jamur!

- aku menamai seekor ikan laut dengan kulit berwarna biru, totol merah cerah, sirip seperti cupang namun berwarna keemasan. Kunamai : siumus. Soalnya bikin gumush. Hehehe..

- aku berenang dengan seekor hiu berukuran mobil suv, dan menyentuhnya.

- aku mendapatkan pohon pisang asli dari penyintas lainnya, ditukar 4 box tampon.

- aku berlatih penggunaan skill ruang, air, tanah, tumbuhan, hewan untuk pertahanan dan penyerangan.

Tentang aku dan mas ben :

- aku memasak nasi liwet dan nasi bakar dan kubagi dengannya, juga kuberi melon yang kupanen hari ini. Level 3 membuat kami mudah saling berkirim item.

- aku memberi mas ben satu tanaman cahaya biru, dan mas ben memberiku satu tanaman bunga batu yang mirip dengan di bumi.

- aku menduplikat speargun mas ben dan serokan jaringku, kini kami memiliki masing-masing satu.

Aku juga mencatat semua update dataku pada layar hologram.

"Celia, skill apa yang bisa ku upgrade hari ini?"

"Naya, beberapa skillmu siap di upgrade. Skill ruang karena kamu berhasil memenuhi satu misi khusus. Skill tanah, karena kamu berhasil memenuhi satu misi khusus. Skill hewan karena kamu berhasil memenuhi syarat poin. Dan kamu mendapatkan skill baru, kuliner, untuk usahamu mengolah makanan tanpa cacat."

Aku melongo mendengarnya, bahkan saat menulisnya di buku jurnal.

"Celia, kebanyakan skill, apa gak overload?"

"Tidak naya, beberapa skill bersifat pasif, hanya mengikuti kenaikan level penyintas dan skill lainnya. Dan selama skill tidak saling berbenturan maka akan menciptakan harmoni pada tubuh penyintas. Karena itu penting melakukan meditasi dan kendali energi."

"Ok celia, lakukan upgrade untuk semua skill tadi dan gandakan. Pakai poin system jika diperlukan."

"Ok naya."

Aku memejamkan mata.

Merasakan aliran energi berputar di sekelilingku.

Energi yang redup mulai aktif.

Energi yang tadinya tak kumiliki, muncul ke permukaan, bersatu dengan energi lainnya.

Aku seperti melihat perputaran berbagai cahaya mengelilingi tubuhku. Setiap cahaya dalam bentuk, ketebalan dan terangnya masing-masing.

Setelah beberapa waktu, aku membuka mataku.

Aku dapat melihat ke kejauhan dalam kondisi gelap, seakan menggunakan kacamata night vision.

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!