Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 7
"Kenapa rupanya kalau janda? Diakah yang mau menemanimu di ruang yang nantinya Lo bangun?" sahut Rio sembari menautkan alisnya menatap sang atasan.
"Enak aja Lo! Ruangan itu nantinya buat istirahat si Tiara ma anak-anak kalau mereka ke sini. Soalnya mereka kalau ke sini lama. Kasihan kalau nggak ada tempat buat istirahat. Mau disuruh nunggu dimana kalau gak di kamar? Disini nggak ada hotel atau restoran, yang ada cuma pohon kelapa sawit dari ujung ke ujung," jelas Dolly panjang kali lebar.
"Iyaa! Gitu aja ngambek, kek bocah aja Lo," ejek pria yang bernama lengkap Febrio Putra Alaska itu.
Setelah capek berdebat akhirnya mereka memulai pekerjaan mereka masing-masing. Rio mendatangi bagian administrasi untuk menanyakan program-program aplikasi apa saja yang telah mereka terapkan di kantor itu. Sehingga dia tahu langkah apa yang akan diambilnya nanti untuk mempermudah pekerjaan dan menaikkan kualitas kerja karyawan. Agar nantinya kualitas perusahaan meningkat dengan baik dan bisa menjadi perusahaan ternama karena kualitas.
*
*
*
Staf KTU mengetuk pintu ruangan Dolly saat jam menunjukkan waktu istirahat. Di ruangan itu hanya ada Rio yang masih sibuk bekerja. Dolly sudah keluar terlebih dahulu karena ada janji dengan anak istrinya.
"Siang, Pak! Sudah waktunya istirahat, kenapa Bapak masih bekerja?" sapa janda beranak satu itu.
"Masih banyak kerjaan. Jika Ibu mau istirahat silakan! Saya nanti saja setelah pekerjaan saya selesai," sahut Rio dengan wajah datarnya, tak ada senyum ramah sedikit pun.
"Saya mau ke kantin, Bapak mau nitip nggak?" tawar staf KTU tersebut.
"Tidak! Terima kasih, saya sudah bawa bekal masakan ibu negara," jawab Rio sembari memperlihatkan tas bertuliskan tupperwere.
Staf KTU yang tahu maksud kata ibu negara pun mundur sembari mulutnya membentuk huruf O.
"Baiklah kalau begitu, saya duluan, Pak!" pamit Nurhayati sembari membuka pintu dan keluar dari ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari Rio.
Rio menyunggingkan senyum tipisnya, karena berhasil mengusir pengganggu. Rio kembali menekuni pekerjaannya setelah berhasil kepergian sang pengganggu.
Sepuluh menit kemudian, tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Orang itu terbeliak kaget mendapati seseorang yang tidak dikenalnya.
"Anda siapa? Kenapa bisa berada di ruangan ini?" cerca gadis berambut sebahu itu.
"Anda yang siapa? Saya tidak melihat anda kemarin saat diperkenalkan pada karyawan di sini," sahut Rio balik bertanya.
"Saya staf keuangan di sini. Kemarin Anda sudah ke sini?" Gadis itu heran karena tidak merasa bertemu dengan Rio sebelumnya. Dia pun tampak berpikir sejenak.
"Oh, ya! Saya kemarin sedang berada di luar karena mengurus pembayaran TBS supplier ke Bank," ucapnya kemudian setelah mengingat kejadian sehari yang lalu.
"Baiklah, kita kenalan kalau begitu! Rio," kata Rio mengakhiri perdebatan dengan gadis di depannya.
"Susiana, bisa dipanggil Susi atau Ana. Terserah Anda saja," sahut Susi sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Mereka pun bersalaman.
"Kenapa kamu tiba-tiba masuk ke ruangan ini?" tanya Rio penasaran.
"Oh, itu! Saya sudah biasa masuk ke ruangan ini untuk meminta es batu. Soalnya pak Dolly sudah memberi ijin, kalau ingin es batu silakan ambil sendiri. Jadi saya langsung masuk saja," jawab Susi cengar-cengir.
Rio semakin curiga mendengar jawaban dari staf keuangan tersebut.
"Jika dia bebas keluar masuk ruangan ini, berarti ada apa-apanya diantara kedua orang itu. Aku jadi curiga, sebaiknya aku pura-pura tidak tahu saja."
"Oh, es batu! Silakan ambil, saya mau lanjut kerja!" ucap Rio kemudian kembali menekuni pekerjaannya kembali tanpa memedulikan keberadaan gadis itu.
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..