Sheira tak pernah menyangka jika cintanya dengan sang kekasih 'Andra' harus berakhir. Dia pun harus merelakan Andra untuk sahabatnya.
Demi menjaga hubungannya denga Reina, Sheira memutuskan untuk mengalah dan menyembunyikan hubungannya dengan Andra. Dia memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka. Bagi Sheira persahabatan adalah segalanya.
Tetapi pada akhirnya kebohongannya pun diketahui oleh Reina. Terbongkarnya kebenaran itu membuat hubungan persahabatan mereka diujung tanduk.
Akankah persahabatan mereka terus berlanjut?
Atau justru persahabatan mereka akan hancur?
Dapatkah Sheira menemukan cintanya?
Penasaran dengan kisah persahabatan mereka, mari baca cerita selangkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Wida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Kemarahan Reina
Reina memasuki rumah dengan cucuran air mata. Dia merasa sangat kecewa pada suami dan sahabatnya. Dia merasa telah dibohongi.
“Loh sayang ada apa? Bukannya kamu pergi kerumah mama? Kenapa kamu nangis sayang?” tanya Andra yang heran melihat istrinya.
“Kamu tanya kenapa aku nangis? Ini semua karena kamu Mas, karena kamu!” jawab Reina penuh kemarahan.
“Apa maksud kamu aku gak ngerti. Oke kalau aku buat salah aku minta maaf. Tapi please jangan seperti ini, ayo kita bicarakan baik-baik.” Sahut Andra mencoba menenangkan Reina.
“Oh jadi kamu mau tau apa kesalahnmu Mas. Baiklah sekarang kamu jawab dengan jujur pertanyaanku. Apa benar sebelum kita jadian kamu sudah memiliki hubungan dengan Sheira? Apa benar bahwa kalian sudah berpacaran dari SMA?” tanya Reina dengan nada meninggi. Andra yang mendengar pertanyaan Reina pun sangat terkejut. Dia tak mengerti dari mana Reina tahu tentang semua ini.
“Kenapa Mas cuma diam, jawab Mas.... jawab! Oh aku ngerti diamnya Mas ini berarti semua apa yang aku katakan itu benar, iya kan Mas!” tanya Reina lagi semakin marah.
“Oke oke. Iya itu memang benar. Tapi semua itu gak seperti yang kamu fikirkan Rein. Aku dan Sheira memang dulu pernah punya hubungan. Tapi itu masa lalu Rein.” Jawab Andra mencoba menjelaskan.
“CUKUP!! cukup Mas. Aku gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu. Aku sudah tau semuanya sekarang. Ternyata orang yang selama ini aku anggap baik mereka semua adalah pembohong. Kalian semua adalah pembohong! Aku benci sama kalian.” Sahut Reina yang kemudian masuk kedalam kamarnya.
“Gak seperti itu Rein. Kamu dengerin penjelasan aku dulu dong.” Teriak Andra mengejar Reina.
Sasa yang melihat pertengkaran kedua orang tuanya pun manangis ketakutan. Sasa yang selama ini tak pernah melihat pertengkaran seperti itu merasa sangat takut. Dia seperti melihat sisi lain dari kedua orang tuanya.
“Sasa kamu kenapa nangis?” tanya Sheira yang tiba di rumah Reina dan Andra.
“Kenapa sih tante ayah dan bunda marah-marah? Apa karena Sasa nakal?” tanya Sasa yang tak mengerti.
“Sayang dengerin tante. Ayah dan bunda gak marah sama Sasa. Ayah dan bunda hanya sedang salah paham saja. Jadi Sasa tenang saja ya jangan takut, biar tante yang ngomong sama bunda dan ayah.” Jawab Sheira menenangkan Sasa.
“Beneran kan tante, ayah dan bunda bakalan baikan?” tanya Sasa lagi merasa khawatir.
“Iya sayang tante janji. Ya udah sekarang Sasa tunggu di sini ya.” Jawab Sheirakemudian menghampiri Reina dan Andra.
“Ndra gimana keadaan Reina?” tanya Sheira khawatir.
“Aku gak ngerti Shei. Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Reina jadi seperti ini? Sebelumnya Reina gak pernah semarah ini.” kata Andra terlihat sangat bingung.
“Biar aku yang ngomong ya Ndra. Lebih baik kamu temenin Sasa, kasihan dia ketakutan di depan melihat pertengkaran kalian. Nanti aku jelasin semuanya ke kamu.” Jawab Sheira meminta pada Andra.
“Baiklah.” Jawab Andra singkat yang kemudian meninggalkan Sheira.
Kemudian Sheira mendekat dan mengetuk kamar Reina. Namun Reina tetap tak membukakan pintu untukknya. Tak terdengar apa pun dari balik pintu kamarnya, yang terdengar hanyalah suara tangisan Reina.
“Rein... aku tau kamu marah sama aku. Aku tau pasti saat ini kamu sangat membenciku. Tapi percaya sama aku Rein aku gak pernah bermaksud untuk menyakiti hatimu.” Kata Sheira mencoba menjelaskan duduk permasalahnnya pada Reina. Namun Reina tetap diam.
“Aku sadar apa yang aku lakukan selama ini menghindari kalian itu salah. Aku juga tau dengan menyembunyikan kebenarannya juga salah Rein. Tapi aku lakuin semua ini demi persahabatan kita.” Lanjut Sheira menjelaskan.
“Persahabatan apa Shei? Seorang sahabat gak akan pernah membohongi sahabatnya sendiri.” Jawab Reina dari dalam kamarnya.
“Ya kamu memang benar. Tapi kamu juga harus tau satu hal aku menyembunyikan semua itu h?karena aku gak mau nyakitin kamu Rein. Bagiku kamu bukanlah sekedar seorang sahabat, kamu sudah aku anggap seperti saudariku sendiri. Makanya saat aku tau kamu menyukai Andra.... aku langsung mengambil keputusan untuk melepaskan Andra. Awalnya aku juga marah Rein, sama seperti kamu saat ini. Aku juga merasa terkhianati oleh sahabatku sendiri. Waktu itu aku juga marah pada keadaan, kenapa aku dan sahabatku harus mencintai orang yang sama. Tapi perlahan aku mulai mengerti, pertemuan kalian bukanlah sebuah kebetulan. Aku merasa ini semua adalah takdir yang telah dituliskan untuk kita. Oleh sebab itu aku memilih untuk mundur Rein. Aku mundur dari posisiku, aku meminta Andra untuk menggantikan posisiku itu dengan dirimu. Aku juga minta satu hal panda Andra untuk merahasiakan semua hubunganku dan dia di masa lalu darimu. Bukan karena aku egois atau ingin membohongimu Rein. Tapi aku gak mau nantinya kamu akan merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasakan saat itu. Tapi ternyata semuanya salah, justru dengan merahasiakan semuanya darimu membuatmu sakit lebih dalam. Aku mohon Rein maafin aku, maafin semua kebodohanku. Selama ini aku belum bisa menjadi sahabat yang baik buat kamu. Kamu boleh marah sama aku Rein, tapi tolong jangan marah sama Andra, ini bukan kesalahannya. Aku harap kamu bisa memahami keadaanku waktu itu Rein. Aku cuma minta satu hal dari kamu. Tolong jangan bertengkar di depan Sasa, kasihan dia sangat ketakutan melihat kalian bertengkar tadi. Dia masih kecil Rein, dia belum mengerti apa-apa. Jadi lampiaskan saja kemarahanmu itu padaku.” Kata Sheira mengakhiri penjelasannya. Reina tak bergeming sedikitpun, dia hanya menangis di dalam kamarnya.
“Baiklah Rein aku pergi dulu. Aku menerima semua kemarahanmu itu. Sekali lagi maafkan aku.” lanjut Sheira yang kemudian meninggalkan Reina di dalam kamarnya.
Saat melihat Sheira keluar dari rumah. Andra yang sedang duduk di taman depan bersama Sasa pun menghampiri Sheira. Andra ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Reina bisa tahu tentang semua masa lalunya dengan Sheira.
“Sebentar ya sayang, ayah mau ngobrol sebentar dengan tante Sheira.” Kata Andra meminta izin Sasa.
“Iya yah.” Jawab Sasa singkat. Kemudian Andra bergegas menghampiri Sheira.
“Gimana Shei?” tanya Andra dengan cemas.
“Entah lah Ndra. Reina sangat marah padaku bahkan dia tidak mau berbicara sedikitpun padaku. Maafin aku ya Ndra semua ini terjadi karena aku.” jawab Sheira merasa sangat bersalah.
“Sebenarnya apa yang terjadi Shei?” tanya Andra lagi penasaran.
Kemudian Sheira mulai menceritakan kejadian yang terjadi di rumah mama Andra. Dia menceritakan dengan sangat detail. Bahkan dia juga tak ingin menyalahkan mama Andra. Sheira menganggap semua ini adalah murni kesalahannya.
“Jadi gitu Shei. Mungkin ini adalah kesalahan kita Shei yang gak pernah jujur pada Reina.” Sahut Andra ikut merasa bersalah.
“Enggak Ndra ini bukan salah kamu atau salah mamamu. Tapi ini salah aku, andai saja aku tidak kembali kesini, andai saja aku tidak kembali bertemu dengan kalian. Pasti semua ini gak akan pernah terjadi. Sekali lagi maafkan aku Ndra yang telah mengusik kebahagiaanmu dan Reina.” Lanjut Sheira mulai meneteskan air mata.
“Jangan salahkan dirimu sendiri Shei. Ini semua memang sudah jalannya. Kalau pun bukan sekarang suatu saat nanti Reina juga akan tau tentang semua yang kita rahasiakan.” Kata Andra mencoba menenangkan Sheira.
“Sudahlah Ndra sebaiknya aku pulang. Aku minta satu hal Ndra dari kamu. Tolong jaga Reina dengan baik, kamu harus selalu ada disisinya apa pun yang terjadi nanti. Jangan pernah biarkan dia merasa sendiri.” Kata Sheira kemudian sembari menyeka air matanya. Tanpa berkomentar lagi Andra membiarkan Sheira pergi meninggalkan mereka. Hanya satu hal yang Andra tahu, bahwa dia harus bisa menyelesaikan masalah yang ada diantara mereka saat ini.
Setelah hari itu, Sheira dan Reina sama-sama merasa terpukul. Mereka bahkan berada pada posisi yang sama. Mereka hanya termenung setiap saat mencari jalan keluar dari masalah ini. Sesekali kesedihan ini membuat mereka terkenang akan kebersamaan mereka di masa lalu. Masa dimana mereka selalu bersama. Masa dimana mereka selalu membantu satu sama lain. Senang dan sedih selalu mereka lewati bersama tanpa mengeluh sedikitpun. Tapi kali ini semuanya terasa berbeda. Salama kesedihan ini mereka hanya sendiri. Mereka tak lagi bersama untuk membagi setiap keluh kesah mereka.
.
.
Jangan lupa beri Like, Vote dan komen ya.
Semoga kalian suka, mari saling dukung 😀😀.
ikutin jg bukalah hatimu untukku
mudah mudahan feelingQ sala ya thor