Kisah Cinta antara Anita putri Bahara Sanjaya dan seorang pemuda tampan bernama Reyfano Febri Cho.
Keduanya di jodohkan oleh keluarga besar yang saling dekat.
Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, namun keduanya berpisah lama dan di pertemukan kembali saat mereka remaja.
Perjodohan pun di langsungkan untuk keduanya sampai mereka menikah.
Namun di saat itu, Reyfano sudah memiliki kekasih yang di cintanya.
Mau tidak mau ia harus melepaskan wanitanya demi menikah dengan wanita yang ia kenal sejak kecil.
Di sisi lain Anita sebagai mempelai wanita sangat mencintai Reyfano.
Mampukah Reyfano mencintai Anita sebagai istrinya dari hati di suatu saat nanti dengan sendirinya dan bukan karena keluarganya?.
Jangan lupa ikuti terus ceritanya yah jika kalian penasaran.
Jangan lupa dukungan kalian akan selalu aku tunggu.
😘❤️, Sagita Chn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagita chn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Baru
Di dalam kamar pun Anita tidak berbicara apapun.
Ia terlihat begitu cuek secuek-cueknya.
Namun rasa panas dan sakit akibat tumpahan kopi itu membuatnya resah.
Jika terkena lilitan celana pun begitu terasa perih saat di senggol.
Setelah mandi ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Bahkan melirik suaminya sedikitpun tidak.
"Hey,kau tidak mau menyiapkan baju untukku?"
Bisikan di telinganya yang terasa begitu geli.
Anita langsung beringsut menatap suaminya sengit."Aku bukan lagi istrimu, jadi untuk apa aku menyiapkan baju untukmu!"
Reyfan sedang menahan tawa.
Ternyata Anita yang manja itu bisa seseram itu saat sedang marah.
"Baiklah aku akan ambil sendiri"Reyfan pergi meninggalkan tempat tidur.
Ia terlihat menyiapkan keperluan mandi dan bajunya sendiri."Haha...lucu sekali"Terdengar gelak tawanya yang menertawakannya di dalam kamar mandi saking tidak tahannya sejak tadi ia menahan.
Anita hanya mengerutkan dahinya mendengar gelak tawa suaminya.
Anita baru ingat ia harus menggunakan salep pereda nyerinya.
Suaminya sangat lama beranda di dalam kamar mandi, entah apa yang sedang ia lakukan.
Beberapa saat ia keluar dari dalam kamar mandi.
"Iya sudah nanti aku kesana!, sudahlah jangan menangis"Terlihat Reyfan yang sedang menerima panggilan setelah keluar dari dalam kamar mandi
"Serlok saja di mana sekarang"
Anita memang mendengarnya.
Namun sebisa mungkin ia mencoba untuk menghiraukannya.
Ia juga terlihat tidak perduli dengan itu.
Anita terus mengusapkan salep dengan lembut ke perutnya sendiri.
"Perlu bantuan?"
"Tidak usah!"
Jika niat membantu kenapa harus bertanya?
"Iya sudah aku harus pergi sekarang,aku ada urusan"
Pergilah!, sepuas mu!.
Anita hanya menatap sengit kepergian suaminya. Seberapa kuat hatinya menahan rasa kesal, namun tetap saja ini terasa berat dan sakit saat di tahan.
Kemana lelaki itu pergi?,dia mau menemui kekasihnya yang ke berapa lagi?!
...----------------...
"Anita buka pintunya, Anita!"
Terdengar teriakan ibu mertuanya yang ia dengar dari lantai atas.
Reyfan dan wanita cantik itu baru saja sampai dan masuk ke dalam rumah ini.
Namun mendengar itu membuatnya bergegas panik ke lantai atas.
"Ada apa Ma?"
"Anita Fan,dia tidak menjawab panggilan Mama, bahkan pintunya di kunci dari dalam.
"Thok..thok,Anita!, Anita!"Reyfan mulai panik juga. Ia takut istrinya melakukan sesuatu saat di tinggal olehnya tadi.
Dia sendiri sudah parno seperti yang ada di drama-drama sebuah film.
"Thok...thok.Kak Anita,kak Anita buka pintunya kak!"Wanita itu pun mencoba untuk mengetuk pintu mengharapkan jawaban.
Semuanya panik, entah apa yang terjadi di dalam ruangan.
Anita benar-benar tidak bersuara sama sekali, seharusnya jika ia tidur ia pasti sudah terbangun.
Dan hal seperti ini tidak pernah terjadi di rumahnya, tentunya membuat mereka panik.
Akhirnya mau tidak mau pintu itu pun di dobrak oleh Reyfan.
DOBRAK!, DOBRAK!
Sekuat tenaga Reyfan mendobrak.
Pintu pun akhirnya terbuka lebar.
Namun Anita justru sedang tidur anteng di atas ranjang.
Kenapa dia tidak menyahut?, apa yang terjadi padanya!.
Di tambah panik lagi Reyfan melihat istrinya yang diam saja. Ia takut istrinya kenapa-kenapa. Ia bergegas menghampirinya.
Dan ternyata Anita hanya sedang bermusik sambil memakai headset sambil tidur.
"Anita.."
"Sayang kau baik-baik saja?"
Anita terbangun. Ia merasa kaget dan heran melihat kehadiran mereka semua.
"Mama ada apa ini ma?"Beranjak duduk,ia juga kaget melihat kehadiran mereka di dalam kamarnya.
"Mama begitu khawatir tadi,kau di panggil-panggil tidak menyahut,Mama takut terjadi sesuatu padamu"
"Ohh tidak Ma,aku hanya tertidur karena begitu ngantuk, mungkin efek minum obat"
"Obat apa sayang?,kau kenapa?"
"Tidak papa kok Ma"
"E'... Anita tersiram air panas di kantor tadi Ma, jadi dia harus minum obat setelah di periksa dokter untuk meredakan rasa nyeri"
"Iya ampun sayang kau tidak papa kan?"
Anita menganggukkan kepalanya,lalu melihat wanita yang berdiri di samping suaminya itu.
"Kak Anita"
Anita tampak terbengong,ia sedang berpikir siapa wanita itu?, karena ia lupa namanya namun ia mengenalinya.
"Hana!,ini dirimu?, cantik sekali"
"Iya kak aku Hana"
"Iya ampun, bagaimana kabarmu di sana, makin cantik kamu yah?"
"Aku baik-baik saja kak,di sana juga sangat menyenangkan. Lebih cantik kakak si.."Sembari tersenyum manis menatap
kakak iparnya.
"Syukurlah"
Keduanya berpelukan hangat karena lama tidak bertemu untuk melepas kerinduan.
Wanita itu bernama Reyhana Febri Cho, biasa di panggil Hana. Tentu saja ia adalah adik kandung Reyfan.
Hari pernikahan beberapa hari lalu ia tidak bisa pulang untuk menghadiri pernikahan kakaknya,karena hambatan tiket pesawat.
Jadi ia baru bisa pulang dari luar negeri hari ini.
...----------------...
Hari berganti.
Kini saatnya mereka berdua yang sudah menjalin rumah tangga itu untuk pergi meninggalkan rumah.
Bukan di usir dari rumah orang tuanya, melainkan Anita dan Reyfan yang akan menempati rumah baru mereka.
Semua orang yang sudah berumah tangga pasti sangat ingin untuk mandiri dan memiliki rumah sendiri. Bukan ikut terus dengan orang tua ataupun mertua. Itulah impian semua orang untuk menjadi mandiri dan memiliki rumah sendiri.
Jarak antara rumah mereka dengan ke-dua orang tua mereka tidak lah terlalu jauh, mungkin hanya butuh waktu setengah jam saja untuk menempuh perjalanan ke rumah itu.
Rumah mereka tak kalah megah dari rumah orang tua mereka.Tidak terlalu kecil dan tidak pula terlalu besar. Karena mereka sendiri tidak suka yang terlalu berlebih. Terlebih mereka masih berdua dan belum memiliki anak.
Tentunya rumah itu sangatlah besar untuk mereka tinggali.
Kini rumah mereka tampak rapi dan siap untuk di huni.
Memang rencananya mereka akan menempati rumah itu sekarang juga.
Barang-barang dan koper pun sudah mereka bawa ke rumah ini.
Sepertinya rumah ini memang sudah di rencanakan sejak lama, bahkan bangun baru itu tampak sudah rapi dan bersih setelah mereka menikah.
"Ini rumah kita?,apa tidak terlalu besar Pa?"
"Tidak lah, suatu saat kalian berdua pasti akan memiliki anak kan, mereka yang akan menghangatkan dan meramaikan rumah ini"
"Iya lah,jadi tidak sabar untuk memiliki cucu"
Sahut papa Rey yang ikut menghadiri rumah ini sambil tersenyum penuh sindiran keras.
Jangankan untuk memiliki anak?, suamiku mencintaiku saja tidak!.
Anita hanya bisa menelan ludahnya mendengar perkataan Ayahnya itu.
Sesekali ia menatap sengit suaminya yang tampak menatap rumah indah ini.
Mereka semua langsung saja masuk ke dalam rumah itu dan membereskan barang-barangnya.
"Kita akan adakan syukuran nanti malam, sedekah lah juga ke panti-panti asuhan ataupun anak yatim piatu di jalanan,agar hidup dan rezeki kalian semakin berkah yah"
"Iya Pa,aku akan selalu ingat itu"
lnjt lgi dong