NovelToon NovelToon
Tempat Terakhir

Tempat Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Della camilla

Pernikahan seorang wanita bernama Adila Dilara dengan sahabat kakaknya. Pada awalnya pinangan itu ditolak mentah-mentah oleh Adila, karena Adila mengalami trauma. Trauma apa yang dialaminya?

Lalu mampukah Adila menjalankan komitmen pernikahan dengan pria itu?

Apa yang membuat Adila secara tiba tiba menerima pinangan yang berakhir menyedihkan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della camilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAH...

Pagi-pagi sekali Adila sudah menyiapkan dirinya, pernikahan ini begitu cepat hanya selang 1 bulan tapi semua rampung dengan mudahnya. Adila yang dibalut gaun pengantin muslimah dengan warna putih itu terlihat sangat cantik, Adila nampak seperti seorang ratu, kini jam tepat di pukul 08.00 rombongan pria sudah datang.

Zulfikar mengenakan jas bernuansa putih dengan kerahnya yang berwarna abu, serta bunga mawar putih yang diselipkan Indira di kantong jass tersebut.

Tak lama acara di mulai, Fano menjabat tangan Zulfikar dengan tegas, jujur Fano sangat gugub, bahkan dirinya juga belum pernah melkukan hal seperti ini.

"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan dengan adik perempuan saya yang bernama Adila Dilara binti Furqon Asegaf dengan cincin emas putih seberat 6 gram yang bertahtakan berlian seberat 1 gram dibayar tunai." Sentakan tangan keduanya terjabat semakin kencang, dengan yakin Zulfikar lantang mengucapkan ijab kobul.

"Saya terima nikah dan kawinnya, Adila Dilara binti Furqor Asegaf dengan mas kawin cincin emas putih seberat 6 gram yang bertahtakan berlian seberat 1 garam dibayar tunai."

Segenap keraguan Adila luntur sejak mendengar kata sah dari para wali nikah.

Air mata Adila berjatuhan, dia tak tau harus berkata apa, mama Indira dan Mami Vena, mengantarnya kedepan suami sahnya sekarang ini. Zulfikar keringat dingin saat Adila memasuki ruangan tersebut, Zulfikar terpana dengan kecantikan alami Adila.

"Sekarang kalian berdua telah sah menjadi sepasang suami istri, bisa dipasangkan cincin pernikahannya." pak penghulu yang berbicara, mama Indira mengambilkan cincin tersebut, Zulfikar memasangnya dengan gemetar.

Setelah selesai prosesi akad nikah, mereka melangsukan resepsi di sebuah gedung. Dekorasi yang disuguhkan sangat indah, bahkan semua orang tidak menyangka 1 bulan adalah waktu yang cukup singkat untuk mempersiapkan semuanya.

Adila tau wanita yang kini dipanggilnya Mami itu sedang bersedih karena Mantan suaminya itu datang dengan membawa istrinya yang sedang hamil. Adila hanya mengutarakanya lewat senyum dan kepalan tangan yang saling bertautan.

"Selamat atas pernikahan mu ini ya putra ku, cepatlah punya baby supaya mami mu tidak kesepian." Sindir papi Zulfikar pada mami Vena.

"Terimakasih papi bisa hadir, bukannya selama ini sangat sibuk ya." sindir Zulfikar ketus.

Adila merasa sangat lelah sore ini, namun acara belum berakhir, setelah sholat Asar, Adila mengganti pakaian ke 3 nya, gaun bernuansa abu itu terlihat sangat baik ditubuh Adila, para undangan nyaris hadir semua, tapi Adila menatap sendu mertuanya yang hampir menangis. "Mami, ada apa? ini hari bahagia kami mi, mami jangan menangis." Adila memeluk dan mengusap air mata Vena.

"Kalian janji sama mami, kalian tidak boleh gagal ya, ini sangat menyakitkan sayang."

"Mami, Adila yakin Kak Zul akan selalu berusaha untuk yang terbaik, dia imam ku kan mi."

Waktu berganti hari sudah larut, para tamu juga sudah hadir semua, ya hanya beberapa kolega yang hanya mengirimi hadiah pernikahan.

Adila sangat lelah, dia memasuki kamarnya, betapa kagetnya dia melihat kamarnya terangkai rapih, ada satu buket mawar merah disana, bunga kesukaan Adila, Adila yang sudah berpakaian rumah sedari tadi menciumi bunga itu dan menaruhnya pada vas diatas meja riasnya.

Adila tidak pernah berfikir sesi ijabkobul tadi sangat membuatnya terharu hingga meneteskan air mata, bahkan Adila sangat cemas ketika Zulfikar mengucapkan kata-kata romantis itu.

1
Adeyan Simamaora
cantik
mizuki
ini cerita apa sih...suami istri kok kaku banget, gak segitunya juga kali😕😕
Winarni Soekarno
kok kaku bgt yaa..usah suami istri masih pake "saya"
Winarni Soekarno
hehee..kalo nga halangan bisa dooong🤭🤭🤭🧕
Winarni Soekarno
🥰🥰🥰
Winarni Soekarno
wiih.. gentle bgt yaa babang Zul
Winarni Soekarno
ibu cantik 🥰🥰🥰🧕
Un: 𝚘𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕
total 2 replies
Meilia Ra
egois lw dila spt itu mau dimengerti tp tak mengerti suaminta huhhhh bngke li dilla
Meilia Ra
egois lw dila spt itu mau dimengerti tp tak mengerti suaminta huhhhh bngke li dila
Meilia Ra
huhhhhh gr banget lo dila
Meilia Ra
sholeha apanya nolak seseorang spt itu huhhh g pnya tatakrama baik smaa sekali
Meilia Ra
sombong ama si dila nolak spt itu huhhh percuma pake jilbab geh
Gustoe Doel
aku cantik
Nila Nila
ah Thor kenapa harus ada kematian
Wina wiwin
Novel....yang sedikit konflik, apik penataanya....adem rasanya....terima kasih author
Novianty Sugeng
Sdh punya anak masih aja panggil saya diganti dongThoor ga enak baca nya, kesannya kaku banget
Novianty Sugeng
Masyaallah jika para suami semua seperti ini betapa bahagia nya kehidupan berumah tangga 🤗🤗
Novita Ningrum
kok sad ending x thor,
gak suka sama aroma bombay yg kuat😭
Hafista
aduh thor knp sih adila meninggal aku sedih bgt thor, kasihan zul thor tak ada pendapingnya lg, kshan bgt klrg yg harmonis hrs terpisah oleh kematian,😭😭😭
Violet
cara menolak y terkesan kasar ga sopan cara bicara y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!