NovelToon NovelToon
Istri Sambung

Istri Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:536.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Jika pengganti tidak diinginkan, maka jalan keluarnya mencari penyambung sosok yang hilang.

Tidak salah, jika timbul rasa cemburu dalam suatu ikatan. Namun, rasa cemburu yang Kinasya miliki pada suaminya. Menghadirkan ketidaknyamanan dan membatasi semua gerak langkah suaminya.

Hingga akhirnya, Kinasya divonis mengidap sindrom Othello. Dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan imajinasi, sehingga ia meyakini dan bersikap sesuai dengan hal yang ia percaya. Padahal sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya.

Bukannya tidak mungkin, kecenderungan terbakar cemburu buta akibat sindrom Othello ini, membuahkan tindak kekerasan atau tindak bunuh diri maupun pembunuhan. Sayangnya, hal ini berakhir tragis untuk dirinya sendiri.

Seribu kali sayang. Disfungsi seksual yang pernah Ghifar alami, kini kambuh kembali dalam dirinya, lepas sepeninggalan istrinya. Ia tidak kuasa menahan rasa traumanya, hingga gairah hidupnya padam begitu saja.

Pekan berganti bulan, bulan berganti tahun. Ghifar tetap enggan untuk menikah kembali, meski wanita silih berganti dipilihkan oleh orang tuanya.

Hidup terus berlanjut, hingga Ghifar tersadar bahwa anak-anaknya membutuhkan peran ibu. Ia tidak mungkin terus melamuni istri yang pergi dan tak akan pernah kembali lagi itu. Mau tidak mau, ia membuka hati dan pikirannya, mencoba membangkitkan gairah dan rasa minatnya pada keindahan wanita kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS7. Strategi awal

"Far…." Givan yang sudah diberi arahan oleh orang tuanya, memulai aksinya untuk perubahan adiknya.

"Papa di balkon belakang, Yah. Papa lagi jemur baju." ujar Kal, yang tengah bermain dengan boneka berbulu lembut di sofa tamu tersebut.

Keluarga tersebut sedikit unik. Di mana para paman, bibi, ataupun saudara tertua, tidak dipanggil sebagai mana umumnya. Melainkan, mereka dipanggil sesuai anak-anak mereka menyebutnya.

"Hari minggu nih, main lah ke nenek tuh. Ramai di sana, ada Hadi, ada Fandi." ujar Givan, dengan mengusap kepala anak tersebut.

Hadi dan Fandi adalah kakak beradik. Mereka adalah sepupu Kal dan juga Kaf, yang di mana ibu Hadi merupakan adik perempuan ayahnya Kal.

"Aku mau sama papa aja, kasian sendirian. Kaf lagi ikut abi Ghava ke car free day." jawab Kal dengan tersenyum lebar.

"Ya udah, kalau mau main bilang dulu ke papa ya? Biar papa kau tak panik nyariin." tukas Givan, sebelum meninggalkan keponakannya bermain sendirian itu.

"Iya, Yah." Kal begitu riang memainkan bonekanya kembali.

Givan menoleh ke kiri dan kanan. Ia merasa heran dengan rumah bagian dalam yang terurus, tetapi rumah bagian luar sudah seperti rumah kosong. Bahkan, lampu teras rumah milik Ghifar tersebut sudah padam sekitar tiga harian. Namun, belum diganti karena pemiliknya tidak mengetahuinya.

"Far…." Givan memanggil kembali nama adiknya itu.

"Ya, Bang."

Givan langsung berakting. Wajahnya langsung terlihat begitu frustasi, dengan raut sedih yang terlihat alami itu.

"Abang pengen ngobrol sama kau." ucap Givan, saat adiknya muncul dengan menenteng keranjang baju.

Ghifar menyadari kesedihan dalam diri kakaknya. Ia tidak sedikitpun curiga, mengenai rencana keluarganya.

Ghifar manaruh keranjang bajunya di dekat tangga atas "Gimana, Bang?" ia berjalan lebih dulu ke arah ruang keluarga, yang berada di lantai dua ini.

Givan mengekori adiknya, dengan menekuk sikunya dan menghentakkannya beberapa kali. Ia merasa aktingnya berhasil, ia tinggal meluncurkan step selanjutnya agar permainan segera dimulai.

Mereka duduk berhadapan di atas sofa ruang keluarga tersebut.

Givan menautkan jemarinya, dengan punggung sedikit condong ke depan dan kepala yang menunduk. Ia menggelengkan kepalanya, membuat Ghifar mengerti bahwa kakaknya tengah dirundung masalah.

"Sebenarnya…." Givan meluruskan pandangannya pada adiknya.

"Ya, Bang? Gimana?" Ghifar bertekad akan membantu kakaknya tersebut, meski ia tidak memungkiri dulu ada permasalahan pelik dengan kakaknya tersebut.

Tetapi ia sadar, sebagai satu keluarga, ia harus membantu saudaranya yang tengah kesusahan.

"Perusahaan kau Abang beli sebagian sahamnya, jadi keuntungan kau tak seberapa karena terbagi. Masalah ini, udah ada dari awal Abang megang perusahaan kau. Di mana perusahaan kau rugi besar, karena dapat vendor ilegal itu. Ditambah lagi, peremajaan pohon kopi papah dimulai, bisa ganggu produksi di perusahaan kau. Kalau kau tak mau perusahaan kau kolaps parah lagi, Abang saranin kau cari SDA yang lebih menunjang. Di sini banyak kebun kopi, kau cari informasi mereka lempar hasil ladangnya ke mana. Kalau ada yang sekiranya cocok buat produksi kau, ya kau ambil buat perusahaan kau Far." Givan menjeda kalimatnya, "Bukannya Abang udah tak mau bantu usaha kau lagi. Kau kan tau, Abang bukan pengangguran. Dua tambang Abang, butuh Abang cek berkala. Usaha lain sampai Abang minta tolong Ghavi buat cek. Ladang Abang, butuh pengamatan juga. Barangkali ada selundupan atau gimana kan, biar Abang tau juga. Kan bisa bagi hasil gitu, sama pemainnya."

Suasana malah mencair, karena gurauan garing dari Givan tersebut.

"Jadi aku harus gimana, Bang?" tanya Ghifar kemudian.

Givan menghela nafasnya. Kemudian ia menyandarkan punggungnya di sofa empuk tersebut, dengan bersedekap tangan.

"Coba sesekali kau tengok keadaan perusahaan kau. Cek bagian ladang, juga stok barang mentah juga. Sekarang memang aman, karena stok barang mentah masih ada. Tapi, bulan ini nih ladang kopi papah udah mulai peremajaan. Founder kau cuma papah aja, SDA kau cuma dari papah aja. Dengan keadaan ladangnya yang peremajaan, otomatis perusahaan kau bakal menggeliat. Ditambah lagi, keuntungan kau ini udah sedikit, karena terbagi sama saham yang Abang beli. Takutnya, dengan keadaan ladang papah peremajaan. Produksi kurang, barang langka. Harap-harap cemas masalah gaji karyawan. Abang takutnya, kau tak mampu bayar mereka."

Givan mencoba menarik perhatian adiknya, pada tanggung jawabnya sebagai pemilik perusahaan tersebut. Ditambah lagi, ini semua menyangkut gaji para karyawan.

"Berapa persen saham yang kau beli dulu, Bang?"

Satu kesuksesan yang membanggakan untuk Givan. Adiknya kini, mulai terperangkap bualannya.

"Enam puluh persen."

Di balik enam puluh persen saham tersebut. Ada orang tua mereka yang sengaja mengalihkannya sementara, bukan benar-benar dibeli oleh pihak bersangkutan.

Ghifar manggut-manggut, otaknya mulai berjalan mengenai masa depan anaknya yang harus mendapat gelar dokter seperti istrinya tersebut. Dengan keadaan usahanya seperti itu, Ghifar mulai khawatir tidak bisa mensekolahkan anak-anaknya sampai tinggi.

"Ya udah, Bang. Sebelum kau urus tambang kau, kau arahin aku mengenai problem di perusahaan besok."

Sorak sorai begitu heboh di dalam benak Givan. Ia akan mengabarkan kabar tentang adiknya yang memutuskan untuk kembali ke perusahaan pada orang tuanya. Dengan begitu, strategi mereka harus ditingkatkan agar tidak dicurigai oleh Ghifar.

"Okeh. Nanti besok pagi kau samper Abang di rumah." Givan langsung memberi arahan awal untuk esok pagi.

"Siap, Bang." sanggup Ghifar yakin.

...****************...

Besok mulai keluar si Tarzan rumahan 😄 Bisa bayangin gak sih gimana si Gondrong datang ke PT. Pasti kaya mafia-mafia di WP gitu 🙈

1
ahyuun.e
Kurang lama merenungnya, langsung otw nyusul aja Istri msuk kubur biar anak" jdi yatim piatu. Makanya kalau hidup itu punya pegangan dan sandaran itu satu pondasi aja yaitu Tuhan, jdi gak goyah kemana" sedih boleh berlarut ampe 6 bulan itu alangkah, belum lg klo ngak disadarkan hanyut deh ntah sampe kapan itu
falea sezi
kinasya meninggal jadinya
Lismardiana
benci benci benci aku sm givar
Lismardiana
terkadang aku benci jugak sm gifar
sering kali membandingkan istri nya orang lain.. mata nya jelalatan ngk suka aku
Lismardiana
kadang2 aku benci sm gifar udah enak lihat givan
Yunia Spm
mbak nisa nggak jelas...
Yunia Spm
ish mulutnya pkdhe
Yunia Spm
🤣
Yunia Spm
mbak nisa curhat ta...
Yunia Spm
mentang² ibu tiri ghifar mau langsung action....

aq aja yg emak kandung kalo anakku ngga tertib langsung teriak²
Yunia Spm
masih sempat curhat aja mbak nisa 😁
Yunia Spm
Tante Bena hamil novi kan hamil duluan baru akad
Rani Ummi
asli gesrek ini🤣🤣🤣
Rani Ummi
banyak ragam perselingkuhan....
Rani Ummi
lucuuuu
Red Velvet
mau simbiosis mutualisme, parasitisme atau simbiosis apalah itu yg penting kak Nisa udh mau bikinin karya baru lagi. thanks banget loh kak🤭
Febrians
gift dpt bekas givan mulu
Mafa
yayah ipan , love u pull
Edelweiss🍀
semangat terus buat kak Nisa, selalu ku tunggu karya2 mu🥰🥰🥰
Red Velvet
gimanakah keseruan cerita ttg bang Chandra, ku yakin bakalan sangat menarik😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!